Dan abis cerita Lenin, aku mau cerita bahwa aku abis dapat mail dari Rusia. A nice guy, penggemar Gibran :), dan beliau mengkritik bahwa penulisan huruf sirilik di site ini salah satu huruf: Кунчоро Вазтувибово. Jadi bacanya /kunchoro vaztuvibovo/. Yeah, barangkali memang salah, tapi kesalahan itu bukan kekhilafan, melainkan hasil pemikiran. Nama Wastu barangkali hasil penculikan dari bahasa Sanskrit Vaçtu (the king, the leader), dan aku liat orang Rusia dan beberapa bangsa lain cenderung mengubah Ç jadi Z alih-alih S (Moçambique jadi Mozambik). Di Perancis memang Ç disamakan dengan S. Tapi S di Perancis dibaca tebal mendeziz. S ringan ditulis sebagai SS (la music classique /lamuziklasik/). Kalau di Indonesia Ç malah jadi SY (yang kalau dirusiakan bakal jadi SH). Kali biar angker pakai huruf SHCH aja ya, yang hurufnya kayak gini: щ. Ntar biar kayak Khrushchev.
Author: Kuncoro Wastuwibowo (Page 86 of 88)

Awal tahun 1998, ada yang nelepon dari US. Dengan bahasa Inggris yang ngebut amat, dia bilang mereka udah punya data lengkap aku, dan udah masukin aku ke buku Professional Who’s Who edisi tahun itu. Kalau mau bukunya, kirimkan $499 saja. Dih, mendingan Dilbert, disuruh kirim cuman $75. Jelas nggak mau akunya. Kira-kira beberapa bulan, dia kirim surat ke kantor, mengucapkan selamat bahwa nama aku masuk di Who’s Who, project yang dipimpin Ivanna Trump (kayak aku kenal aja). Kalau perlu sertifikat yang menyatakan bahwa aku masuk buku itu, kirimkan $99.
Hrms, kalau bener esteem need aku segitu gedenya, ngapain aku harus kirim $99. Kenapa bukan surat itu aja aku pigurain terus ditempel di kantor.



Salju malah turun, deras pula. Kayak mau bilang “see you later” (logat Alan –Red). Tapi jangan-jangan memang cuaca di sini selalu nggak beraturan kayak gini sepanjang tahun. Derassss. Baju merahku penuh bencah salju.
Proyek-proyek ini diselesaikan bersamaan hari ini: JPEG simulation using DCT and Huffman Code, Error correcting using Trellis graph, Treatise on Trellis and Turbo Code, Signal Processing with 2B1Q, QAM, and Digital Filter, Double-Strategy Traffic Analysis, Treatise on ATM and IP Performance.

Minggu depan urusannya soal marketing dan financial. Untuk pertama kali aku beneran baca income and balance sheets (biasanya sih skip aja), dan harus bikin analisis. Lecturenya, Ian Bannister, seorang fanatik pada finance dan akuntansi, tapi joke-nya lucu-lucu sarkastik gitu. Aku mau ambil perbandingan kasus France Telecom dan Deutsche Telekom.
Berat juga euh, kerasa. Tekanan darah mulai nggak teratur. Perlu istirahat yang cukup kayaknya. Tapi malam cepat berganti pagi (niru Trie Utami), jadi udah harus bangun lagi, ngabur ke kampus lagi, dan di kampus waktu merangkak lambat minta ampun. Ntar aja, kalau udah sore kayak gini, lagi bikin assignment, waktu lari lagi, tau-tau udah malem, terus kurang istirahat lagi.
Kampus ini memang rada aneh. Kuliah aja diwajibkan, dan nggak pakai sistem tutor kayak universitas lain. Buat aku sih, mendingan belajar sendiri banyak-banyak, terus diskusi sama tutor, daripada harus ngantuk di kelas.
OK, biar hidup jalan terus, aku cari viariasi aja lagi. Malam ini aku nggak ikutan ke C&W lagi. Mau ikutan seminar IEE. Judulnya asik juga, Hitchhiker Guide to the Optical Network. Cuman temen yang mau diajak ikutan cuman Adnan and Khaldoun. Soalnya, makhluk sinting mana sih yang cari kesibukan di luar kuliah dengan ikutan seminar optik ?
Musim ini memang menarik. Modul yang lagi dibahas sebenernya masih dasar, tapi menyeluruh. Satu hari satu aspek telekomunikasi, dan tugasnya selalu melacaki cutting-edge dari teknologi yang sedang dibahas, dengan kalkulasi yang nggak bisa pakai kalkulator atau excel. Aku pikir percuma cari referensi dari buku-buku. Buku itu gampang sekali outdated, persediaan terbatas, dan terlalu berat untuk dibawa ke mana-mana (satu buku satu tema). Jadi aku keliling cari artikel aja dari jurnal-jurnal, khususnya IEEE (http://www.ieee.org, http://www.comsoc.org http://www.itsoc.org http://computer.org) dan IEE (http://forum.iee.org.uk), dicetak kecil-kecil, untuk tema yang lagi aku bahas atau yang barangkali bakal dibahas minggu-minggu mendatang. Bener deh, aku jadi tupai yang lari-larian ke sana sini buat cari kacang dan kenari kecil buat dicerna dan buat persediaan. Si tupai lari cepat, si tupai melompat-lompat.
Di sekitar-sekitar sini kira-kira ada berang-berang nggak ya ? Kayaknya enak kalau weekend gini cari danau yang ada berang-berangnya, terus seharian mengamati berang-berang. Ato nggak, berang-berangnya yang mengamati manusia pengangguran yang duduk di danau seharian.
Pagi-pagi liat tupai berlompatan di pohon. Jadi pingin hidup lincah juga. Aku ternyata suka iri sama binatang-binatang kali :) :) :).
