Author: Kuncoro Wastuwibowo (Page 48 of 88)

Никола Тесла

Tahun ini negara Croatia merayakan 150 tahun Tesla. Nikola Tesla memang lahir di negara itu, di desa Smiljan, tahun 1856, dari keturunan bangsa Serbia. Dari kecil ia sering mendapatkan ilusi visual, sehingga ia sering tidak memerlukan kertas atau apa pun untuk merancang sesuatu. Semuanya dilakukan dalam pikiran saja. Ia mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Universitas Praha. Konon di kota inilah ia memperoleh ide tentang motor induksi arus bolak-balik (AC). Namun di sini juga, ia mempelajari 12 bahasa. Yang terakhir ini tidak terlalu susah sih untuk orang Eropa ;).

Ia juga mendiskusikan Chaucer, mahir memecahkan kalkulus, dan tentu juga memecahkan masalah2 kelistrikan. Tapi ajaibnya, ia juga misanthropic. Banyak sih mahasiswa elektro atau komputer yang gayanya misantrophic. Tapi buat Tesla, ini berlaku seumur hidup. Dia tidak pernah punya kedekatan personal dengan siapa pun seumur hidup. Hidup memang tidak sempurna.

Tesla memulai bekerja di Budapest. Setahun kemudian, ia pindah ke Paris, bekerja untuk sebuah sayap perusahaan Edison. Prestasi2 Tesla dihargai, tapi tidak dalam bentuk uang :). Idenya tentang generator AC didengarkan pihak direksi, dan kemudian ia dikirim ke New York, menemui Thomas Alva Edison sendiri. Pengantar dari direksi di Paris berbunyi seperti ini: “Ada dua orang hebat yang kami tahu. Pertama adalah Anda sendiri. Dan yang kedua adalah anak muda ini.”

Lain kali aja aku cerita lebih detik tentang Edison yang betul2 menerapkan “1% ide dan 99% kerja.” Edison bukan penggemar matematika, dan lebih suka melakukan ribuan percobaan, mengerahkan ribuan karyawan, untuk mendapatkan hasil yang tepat untuk produk2nya. Menurut Tesla, 90% kerja berat itu bisa dikurangi kalau Edison sedikit saja menerapkan sains dan kalkulasi. Edison sendiri menganggap Tesla penting. Dia punya masalah. Dia sudah berhasil menciptakan lampu listrik dan phonograph serta mengadaptasi telepon Bell. Tetapi dia belum bisa mendistribusikan listrik. Dia masih pakai generator DC. Jarak jangkaunya pendek sekali. Setiap kompleks atau bahkan setiap gedung akan harus punya pembangkit sendiri. Betul2 tidak aplikatif. Edison mendapat nasihat dari mantan atasan Tesla untuk memanfaatkan Tesla yang naif, tanpa benar2 harus memberi imbalan.

Tesla ditugasi memecahkan masalah sinkronisasi generator, dan seperti biasa ia berhasil. Tapi tanpa imbalan seperti yang dijanjikan. “American humor,” begitu ungkap Edison. Tesla berpisah dengan Edison. Dimulailah yang kemudian disebut sebagai “Battle of Currents.”

Kisah selanjutnya bukan di buku sejarah, tapi di buku fisika dan elektro. Tidak ada generator DC yang betul2 diaplikasikan secara massal. Yang terus ada dan dibangun adalah generator AC ciptaan Tesla. Masalah2 distribusi terpecahkan dengan benda2 yang hanya berfungsi dengan arus AC, seperti trafo. Untuk info lebih lanjut, hubungi mahasiswa elektro terdekat :). Tapi jangan tanya ke Edison sendiri. Sebagai mantan inventor, ia hanya tinggal sebagai penjaga status quo, dan hanya menghabis2kan uang untuk kampanye menentang penggunaan arus AC. Khas Amerika (sampai sekarang), media dipenuhi oleh berita2 bias tentang keunggulan dan bahaya arus AC. Tapi ekonomi kapitalis yang juga khas Amerika akhirnya menunjukkan siapa yang unggul. Tahun 1896, PLTA dibangun di Air Terjun Niagara, tentu menggunakan mesin Tesla. Kemudian kemenangan Tesla atas Edison tak dapat dibendung lagi.

Apakah Tesla bahagia? Seperti Sisyphus, kita akan mengasumsikan Tesla bahagia :). Tapi tentu ia masih naif sampai tua. Dan tidak pernah benar2 menikmati paten yang seharusnya dinikmatinya. Seandainya ia pintar mengatur haknya, ia bisa jadi sempat jadi orang terkaya di dunia, mengambil paten dari setiap watt listrik AC yang mengalir di semua rumah dan gedung di seluruh dunia. Tapi tidak. Ia hanya mengambil uang sedikit. Lalu menghabiskannya untuk eksperimen demi eksperimen lagi. Dan ide2nya mengatasi zamannya: hidup di planet lain, perjalanan ke Mars, komunikasi global, perangkat2 militer yang aneh2.

Edison terus dipromosikan media sebagai ilmuwan terkenal. Ia kemudian menciptakan proyektor film, dan membuat film yang pertama. Sempat terjebak dalam dunia gaib ;), ia tetap dikenang hingga kini sebagai ilmuwan empirik Amerika yang terbesar. Tesla, kalaupun ada yang ingat nama ini, malah sering dikaitkan dengan pseudoscience, karena sikap misteriusnya (masih misantrophic), padahal hal2 seperti itu justru tidak disukainya waktu hidup. Tapi hidup memang tidak sempurna, pun bagi yang telah mencapai prestasi puncak.

Dan untuk mengenang keindahan hidup yang tidak sempurna ini, kita ikut memperingati 150 tahun Tesla.

Tambahan dari Wikipedia:
Tesla diangkat menjadi fellow IEEE dan mendapatkan medali tertinggi: Medali Edison (ironik kan?). Tahun 1975, IEEE mulai menganugerahkan penghargaan yang disebut Tesla Award bagi inovasi terpenting di bidang power engineering. SI juga mengambil nama tesla (T) sebagai satuan kuat medan magnet (kg·s–2·A–1).

Track 9

Science&Vie bulan ini bertajuk utama «De la vie sur Mars». Beberapa detik, aku sempat kram otak ;), dan cuman sempat berpikir: jauh2 ke Mars. Di bumi aja rasanya udah nggak ada kehidupan.

Mood kayak gini emang enaknya menjauh dari makhluk hidup. Ntah kenapa buku C++ punya Alexandrescu jadi enak dibaca lagi. Dan pemakaman Siegfried (terutama Track 9 dari excerpt Gotterdammerung) jadi musik yang fantastik luar biasa.

Morn1ngdew

Abis memesan secangkir kopi susu di kafe Potluck, mata mulai lincah bermain ke koleksi buku dan majalah. Sebuah majalah baru, masih diplastik, bergambarkan wajah yang nggak terlalu kukenal ) , tapi dengan nama yang aku kenal betul. Oh, hai. Tapi majalahnya harus dibeli dulu baru boleh dibaca2. OK, jadilah majalah ajaib itu menemani kopi susuku siang ini.

Si empunya wajah di kover itu ternyata baru meng-update tampilan websitenya juga. Inilah dia: Morn1ngdew, si embun pagi. Masih lebih muda dari aku sedikit, tapi kadang aku jadikan konsultan untuk mencoba memahami manusia, kalau aku sedang bener2 nggak ngerti manusia. Nggak sering. Kadang doi lebih banyak marahnya daripada ngasih nasehat ) .

Eh, tapi aku dari tadi lupa nyebut nama majalahnya. Nah sebelum lupa lagi, ini dia namanya. Eh, mana tadi majalahnya?

Web2FTP

Buat yang sedang di jalan, di balik firewall perusahaan yang ketat, atau di tempat lain yang tidak memiliki akses program FTP, masih ada Web2FTP. Site ini memungkinkan kita mengelola file2 pada site kita, termasuk (terutama) upload file. Khusus untuk upload file, kita bahkan bisa melakukan upload dalam bentuk zip untuk diekstraksikan oleh site ini ke server kita.

Web2FTP
Yang perlu diperhatikan barangkali adalah bahwa tidak selalu bijaksana untuk meninggalkan password server kita di server milik pihak ketiga, biarpun sekilas tampak terpercaya. Gunakan seperlunya dengan menimbang segala resiko ) .

Actroid

Pengunjung Pameran Robot Internasional di Tokyo bulan lalu dibuat kagum oleh Actroid. Robot humanoid (dimiripkan manusia, sebagai kontras terhadap robot industri) ini tampil menyolok di antara peserta lainnya: 152 perusahaan dan 40 organisasi dalam 800 stand. Apa sih yang bikin kagum? Bukan hal2 yang berbau entertainment, karena ini pameran profesional; tetapi (1) kebaruan dan (2) fungsionalitas. Actroid, dari Kokoro, dirancang seperti seorang resepsionis hidup. Dia mampu mensintesa suara manusia secara realistik, dan memahami berbagai variasi suara manusia. Dengan demikian ia mampu bercakap dengan manusia. Komunikasi dilakukan dalam 4 bahasa: Cina, Jepang, Inggris, Korea. Dia bisa diajak berbincang tentang berbagai tema. Ia mampu menggerakkan tubuh seperlunya, sesuai konteks perbincangan, termasuk sedikit berekspresi dan menggerakkan bibir. Kemampuan body language ini membuat ia tak dapat dibedakan dengan manusia biasa dalam jarak 20-30m.

Actroid belum punya kemampuan berjalan :). Jadi, untuk sementara ia tidak bisa dikaryakan sebagai guide atau pramugari, atau profesi lain yang memerlukan gerakan. Tapi kalau perlu kuli sih, banyak jenis robot lainnya, yang nggak perlu bisa diajak bicara dalam 4 bahasa.

Coventry in Memory

Sebagian besar dari kita, aku yakin, belum pernah dengar nama kota ini: Coventry. Kecuali minoritas yang pernah doyan baca Sapta Siaga. Atau baca sejarah Perang Dunia II bagian Eropa. Lima tahun lalu, aku menjejak Coventry. Masih terbayang jelas detik-detik airport coach itu melaju masuk ke Coventry. Yang pertama dikenali tentulah puncak katedral St Michael, yang sudah aku baca sejarahnya beberapa hari sebelum terbang ke sana. Aku nggak sempat cari tahu kenapa mereka memilih St Michael. Tapi malaikat yang ditugasi mengatur hukum-hukum alam itu memang pas untuk Coventry dengan nuansa science & engineering yang mnewarnai kota. Juga logo kota, yang tadinya gajah, tapi terus ditambahi burung phoenix.

Phoenix, lambang pribadi yang mensikapi kehancuran sebagai kesempatan besar untuk membentuk pribadi baru yang jauh lebih baik dan lebih segar, cukup sering juga aku bahas, di weblog ini dan di tempat lain. Skip aja lah kali ini. Artefax lain Coventry adalah Godiva. Ini seorang putri yang di masa lalu memprotes penindasan terhadap rakyat (dalam bentuk aturan finansial yang terus menerus diperberat) dengan menelanjangi diri dan berkeliling kota dengan naik kuda. Tidak ada yang menistakan diri dengan mengintip sang putri, kecuali seorang Tom.

Tapi Coventry bukan sekumpulan artefax. Kota ini tenang, menyembunyikan dinamika di balik dinding-dinding sunyinya. Menyembunyikan inovasi masa depan di balik kenangan romantiknya akan masa lalu. Dan menyimpan kehangatan hati di balik udaranya yang lebih sering terasa dingin menggigit.

Itu Coventry, lima tahun yang lalu. Tepat lima tahun. Wow, apa yang udah terjadi dalam lima tahun? Pengaruh apa dari Coventry yang aku bawa lima tahun terakhir? Inspirasi dari si burung phoenix, iya, terutama. Juga …

Teh dan Ovarium

Kopi lagi? Sesekali teh aja deh :). Nggak adil kan kalau teh cuman disebut sekilas menemani kopi? Google news lagi, ke Reuter lagi, dan katanya: minum dua cangkir teh sehari secara dramatis (bener, Reuter bilang gitu) menurunkan resiko terkena kanker ovarium (indung telur). Kajian dilakukan di Swedia atas 61000 wanita, berusia 40an hingga 70an tahun. Kalau Anda bukan muridnya seorang KRMT (yang tidak bisa membedakan Sinar-X dengan infrared), Anda tentu tidak akan menanyakan: kenapa hanya wanita?

OK deh. Kajian dilakukan sejak 1987; dimana dua per tiga responden mengaku doyan teh. Resiko bagi wanita pedoyan teh itu, yang minum setidaknya 2 cangkir teh sehari, untuk terkena kanker ovarium, lebih rendah 46% dibandingkan yang emoh teh. Setiap tambahan secangkir, mengurangi lagi 18%. Ini berlaku untuk teh hitam dan teh hijau, yang sama2 mengandung antioksidan polifenol yang memperkuat daya tahan terhadap mutasi sel yang merupakan pencetus kanker. Kopi, yang merupakan saudara sepermainan teh, dikaji juga. Tapi tidak ada relevansinya dengan kanker ovarium.

Namun, orang2 Swedia itu mengakui, kajian ini harus diperdalam lagi.

TN&SS

Спутник 

«Sometimes I feel so — I don’t know — lonely. The kind of helpless feeling when everything you’re used to has been ripped away. Like there’s no more gravity, and I’m left to drift in outer space with no idea where I’m going»

«Like the little lost Sputnik?»

«I guess so.»

Kalmykia

Republik Kalmykia (Хальмг) terletak di antara sungai Volga dan Don, sebagai bagian dari Rusia. Di selatan, ia berbatasan dengan Laut Kaspia dan Dagestan. Berdimensi 423 km dari timur ke barat, kali 448 km dari selatan ke utara. Ibukotanya Elista (Элст), terletak 1836 km dari Moskva. Profil area ini sebagian besar berupa dataran. Di barat ada perbukitan Yergeninsky yang titik tertingginya 218 m. Terdapat bekas selat yang menghubungkan Laut Kaspia dan Laut Hitam, yang sekarang menjadi lembah-lembah sungai Zapadny Manich dan Vostochny Manich serta sejumlah danau dan laguna berair asin.

Bangsa Kalmyk tadinya adalah bagian dari Bangsa Mongol di bawah Jengis Khan, yang memasuki kawasan ini saat bangsa Mongolia terbelah antara pihak barat dan timur. Unik, karena akhirnya bangsa ini jadi bangsa keturunan Mongol yang tinggal di Rusia kawasan Eropa. Bangsa Kalmyk kemudian menjadi bangsa yang mandiri tapi menjaga hubungan baik dan patuh pada ketsaran Rusia. Sayangnya kemudian bangsa ini terpecah2 oleh migrasi demi migrasi. Hampir hilang kedaulatan bangsa ini. Maka pada tahun 1917 bangsa ini bergabung dengan kekuatan Bolshevik untuk menjaga eksistensi negerinya. Setelah terbentuknya Uni Soviet, Kalmykia menjadi daerah otonomi. Pemerintah Soviet menjadikan wilayah ini sebagai penghasil bahan pangan saja. Pada puncak PD-II (masa Stalin), bangsa Kalmyk dipersalahkan, ditekan, dan diusir ke Siberia. Baru boleh kembali pada masa Khrushchev tahun 1957. Setelah Soviet bubar, Kalmykia menjadi republik yang tergabung dalam Federasi Rusia.

Di negara ini cukup berkembang agama Kristen Ortodoks, Katolik, Islam, dan Buddha. Seni berkembang baik di negara ini. Cukup ajaib, mengingat alamnya lebih banyak berupa stepa :). Stepa yang luas, membentang tanpa batas, membebaskan jiwa manusia dari kungkungan kerangka palsu kemanusiaan. Orang Kalmyk lebih suka berpuisi macam ini:

When in the steppe I stand alone
With far horizons clear to view,
Ambrosia on the breezes blown
And skies above me crystal blue,
I sense my own true human height
And in eternity delight.
The obstacles to all my dreams
Now shrink, appear absurd, inept,
And nothing either is or seems
Except myself, these birds, this steppe…
What joy it is to feel all round
Wide open space that knows no bound!

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑