Matahari nggak mau terbit, tapi justru nyaris nggak ada es hari ini. Langit, jalan-jalan, pohon-pohon, lembah-lembah, semua jadi satu warna: kelabu. Cuman rumah-rumah tua yang masih mau tampil beda dengan warna coklat kemerahan. Hari ini mau aku abisin di perpustakaan, menjelajahi telecommunications management. Errr … kayaknya semua istilah jadi punya makna ganda: satu teknis dan satu non teknis. Perpustakaan ini juga jadi ruang antar bangsa. Duh, kayak masuk sidang umum PBB aja.
Author: koen (Page 106 of 123)
Melintasi Warwick University. Di depannya, seluruh padang tertutup es tipis. Hanya ada warna putih dan kelabu. Jadi inget sama site aku di Citeweb yang hanya aku warnai dengan nuansa kelabu. Waktu itu sih rasanya indah, haha.
Akhirnya aku mengajukan aplikasi masuk ke IEE. Biar aja, jadi anggota IEEE dan IEE sekaligus. Juga buka account di Barclays Bank. Masih nyoba nata-nata kehidupan juga, sambil mulai bikin assignment pertama.
Happy b-r-r-r-r-r-r-r-r-r-r-day to meeeeeee ….
Yang menarik (atau diharapkan jadi menarik) adalah komunikasi antar budaya. Di kelas aku ada warga dari hampir semua benua (yang nggak ada cuman Amerika Utara dan Antartika), atau sekitar 20 kebangsaan, termasuk dari negara-negara yang kita hampir lupa bahwa negara itu pernah ada, dari yang segede Russia sampai yang sekecil Tuvalu. Aku pindah seat setiap hari hanya untuk bisa ngobrol dengan orang dari negara-negara yang berbeda.
Yang bikin males adalah balik kuliah. Ternyata dunia akademik, biarpun tertata rapih, masih bikin aku rada bosen juga. Alhamdulillah, di kampus sini orang-orangnya helpful dan ramah tamah.
Jalanan diselimuti es. Matahari terbit, tapi sinarnya nggak cukup kuat buat mengikis es. Indah sebenernya. Well, aku minggu ini udah dikasih assignment. Ya udah deh, terjang aja itu es. Baru es ini.
Sebelum berangkat, British Council mewanti-wanti buat bawa semua dokumen. Harus asli, plus backup fotokopi. Pasfoto yang banyak. Juga dikasih surat pengantar untuk menghadapi birokrasi. Tapi Inggris tahun 2001 beda sekali dengan tahun 1995. Hanya perlu sekitar satu menit di imigrasi. Pertanyaannya pun nggak ada yang menyelidik. Di kampus juga kartu langsung dibuat, foto di tempat. Sampai sekarang nggak ada satu pun yang nanya-nanya soal dokumentasi. Foto baru kepake satu biji.
Bukan nyesel gara-gara kita semua mengoverestimasikan kerumitan orang Inggris, tapi aku malah bersyukur bahwa yang aku temui cuman kemudahan-kemudahan. Di balik muka-muka yang kaku gara-gara kedinginan, selalu ada keramahan, ternyata.
Coventry, dinginnya lagi jahat bener. Antara -5 sampai 5, kata berita cuaca. Kalo nggak ada angin sih masih ok. Tapi angin kecil aja bikin si Koen Fastmover jadi membeku. Kota bersuasana tembok merah-coklat dan langit kelabu. Orang saling acuh, kali gara-gara dingin juga. Aku liat kaca etalase toko. Bentuknya aku jadi kayak gitu ?
Kebayang nggak bentuknya Irak dan Kuwait waktu malam ? Dari KLM, di bawah terang bulan (satu malam sebelum purnama/gerhana), yang tampak hanya ukiran yang indah sekali. Suatu mahakarya seni yang bikin nafas berhenti sebentar. Dan kota Kuwait tampak seperti liontin cahaya di tepian ukiran itu. Sayangnya pesawatnya nggak dilewatin Baghdad. Takut kena bom kali.
Pertama, melawan dingin yang menyengat. Kedua, menahan kegelisahan hati. Kayaknya aku jadi rajin berdoa. Abis berdoa, iseng-iseng keluar, dan ngeliat gerhana bulan yang indah lagi. Gerhana pertama di milenium ketiga.
Semesta diciptakan karena kasih sayang dan untuk kasih sayang semata. Terima kasih, ya Allah, yang selalu mengingatkanku, dan terus memberikan harapan bahwa semesta ini dimahakuasai oleh yang maha kasih dan maha indah.
Oh ya, aku udah sampai di Coventry tanggal 9 kemarin.
Sains kadang menyajikan hasil yang tidak kita harapkan *haha*.
Pertama, passive household smoke was associated with lower concentrations of total carotenoid, alpha- and beta-carotene, and a particular carotenoid known as cryptoxanthin — while the antioxidants are required for protecting cells from the damage caused by free radicals, highly reactive oxygen compounds circulating in the body. Ini menjelaskan mengapa kita selalu terancam kalau berada dekat rokok yang dibakar. (Bahasanya dihalusin bener deh. Tiap ada tulisan anti rokok, aku selalu kena hujan makian sih).
Kedua, ternyata orang yang dipancung mengalami rasa sakit. Dalam waktu 30 detik setelah pemancungan, syaraf belum betul-betul mati, sehingga si terpancung sempat merasakan kesakitan yang luar biasa dalam detik-detik terakhir kematiannya. Pemenggalan Maria-Antionette juga gagal, karena dengan leher patah, Maria belum mati juga. Harus dilaksanakan pembunuhan manual sesudahnya. Ilmuwan Lavoisier — yang juga dihukum mati — melakukan percobaan yang seram. Ia terus mengedip-ngedipkan mata selama ia mampu sebelum dan setelah dipancung. Setelah dipancung, matanya masih berkedip sampai 15 detik.
Ketika, cowok suka ngegombal, dan cewek suka digombalin. Fakta lucu ini akhirnya dibuktikan dengan statistik. Cowok cenderung memamerkan handphone tanpa sengaja, dan cewek cenderung tanpa sengaja meliriki cowok yang memamerkan handphone. Cowok cenderung lebih berani menyeberang kalau ada cewek didekatnya. Cewek cenderung suka cowok yang sok kalau dia memang sok demi cewek itu. Anda cowok yang suka kirim kembang ? Kelakuan gombal ! Tapi selamat deh, ternyata cewek bener-bener suka digombalin.
Acara kantor tahunan yang aku paling suka: bikin barisan panjang di lapangan, salam-salaman. Biasanya sih mengharukan, sampai pameran tear-drops segala. Tapi hari ini moodnya mau becandain orang-orang aja. Sekalian pamitan sih.
Berangkatnya, Insya Allâh, tanggal 8 Januari.
