Planet Digital

Buku ini berjudul Planet Digital: Manuver CDMA di Indonesia. Terima kasih buat Kawan Budi Putra. Bukan hanya karena berbaik hati memberikan buku ini, tetapi, lebih dari itu, karena telah menulis buku yang menarik ini. Kawan Budi menulisnya sebagai bagian dari triloginya, setelah Planet Selular dan Planet Internet.

planetdigital.jpgBuku ini unik. Menyembunyikan kelengkapan dalam kesederhanaan. Lebih mirip kumpulan feature daripada paparan imiah, sehingga enak dicerna dalam waktu senggang sekalipun. Cerita CDMA dimulai dengan Hedy Lamarr, pemegang patent frequency hopping (lengkap dengan gambar skema), sekaligus pemain film bugil pertama (lengkap dengan foto), yang latar belakang patriotiknya mendorongnya mengembangkan ide CDMA ini. Kemudian Claude Shannon yang teorinya dapat digunakan untuk mengembangkan konsep komunikasi spread spectrum. Dan tentu Irwin Jacobs yang mengusung teknologi CDMA melalui Qualcomm. Dan sejarah digulirkan.

Kemudian buku ini memperdalam ulasan teknologi CDMA diperdalam, termasuk membandingkan dengan teknologi wireless lainnya, serta membandingkan berbagai platform dalam teknologi CDMA sendiri, termasuk CDMA 2000 dan CDMA-One. Setelahnya kita diajak melongok industri CDMA, dari operator telekomunikasi hingga perangkat terminalnya. Lengkap dengan foto2. Fokus kita kemudian dibawa ke Indonesia, dimana satu per satu produk telekomunikasi CDMA diulas: Flexi, Esia, Fren, dan StarOne. Yang dibahas bukan cuma implementasi teknologi, tetapi segmen bisnis dan strategi marketing tiap produk itu. Barulah kemudian semuanya disandingkan dalam kajian strategi kompetisi. Kita dibawa juga ke masa depan pengembangan CDMA dalam jangka dekat, termasuk platform BREW untuk pengembangan content multimedia, serta EVDO sebagai platform broadband di atas CDMA. Niche segment dari CDMA juga tak tertinggal, semisal CDMA 450 untuk kawasan rural, yang sudah cukup mampu membawa teknologi sekelas 3G hingga ke pelosok2.

Budi Putra, kalau barangkali belum mengenal nama ini, adalah seorang jurnalis, dengan spesialisasi pada IT dan telekomunikasi. Pernah memperoleh penghargaan utama dalam berbagai lomba karya tulis jurnalistik yang diselenggarakan oleh Indosat, Excelcomindo, Cisco, HP, Nokia, dan pasti masih menyusul lagi. Lucunya, beliau malah kemudian menseriusi dunia weblog. Ini trend yang aku pikir sehat dan menarik — berlawanan dengan beberapa media yang mulai runtuh kredibilitasnya karena jurnalis2 di dalamnya malah menjadikan media resmi sebagai sarana blogging pribadi tanpa dukungan QA yang memadai.

8 Comments

  1. Kamu kapan mau menulis buku?

  2. @Biho: Nah, ini baru pertanyaan yang valid #@!^#(*!@&^#*(!@^#!@

  3. tapi serius khan mau nulis buku?
    jangan bahas buku orang lain terus atuh, nanti bahas buku hasil tulisan sendiri ya.
    BTW kamu kok nggak pernah komen di blog jablay… heh he… sibuk ya?

  4. >malah menjadikan media resmi sebagai sarana blogging pribadi tanpa dukungan QA yang memadai.

    speed reading terhenti membaca kalimat ini…. lalu ROFL. :D

  5. @Biho: Ugh, sesama jablay …

  6. @HS: Aku nggak akan ikut orang2 yang meneriakkan sedang terjadinya pembusukan luar biasa atas media di Indonesia. Aku cuman ingat teman di Chevening dulu yang selalu menanyakan satu hal: “Who’s watching the watchdog?”

  7. yayan

    brapa harga buku nya?

  8. teerta

    Mas Koen, saya tertarik sama bukunya. Kira-kira dimana bisa dapetinnya? Penerbitnya siapa? Good review.Thx.

Leave a Reply

%d bloggers like this: