Cerita Teknologi

Dari zaman di Network, di Sisfo, jadi Analis Teknologi, sampai sekarang di Product Management, salah satu job yang aku harus sering lakukan adalah bercerita tentang teknologi. Audiencenya sering tapi tidak selalu dari kalangan tech-aware. Yang menarik, tentu, justru kalangan di luar itu. Boss Telkom punya spektrum dari techno-geek sampai PHB, lengkap, plus para underling-nya. Customer, kadang. Forum2. Dan kadang frontliner juga.

Susahkah cerita teknologi ke frontliner? Nggak. Pernah cerita  kenapa langit berwarna biru secara ilmiah ke anak berusia 5 tahun? Aku pernah. Tapi mulainya nggak gampang. Cerita ke frontliner pasti lebih mudah. Bahkan nggak sesulit menceritakan perbedaan operator * dan & ke C-newbie.

Misalnya, kita ingin menceritakan ke seorang frontliner, bedanya produk (Telkom) VPN Gold, Silver, dll, yang perbedaan utamanya adalah bahwa satu menggunakan LC, satu Frame Relay, dan satunya MPLS. Pertama, yakinkan ke mereka bahwa mereka nggak perlu tahu kepanjangan semua istilah. IP, MPLS, FR, ATM, ISDN, CDMA, DID, DFI, DLU, dll, itu adalah kumpulan nama, kumpulan konsep, bukan singkatan yang ada kepanjangannya. Modem dan Laser bisa hidup tanpa kita harus tahu kepanjangannya. Kedua, teknologi sejenis bisa dicarikan analogi semacam. Bandingkan misalnya teknologi network dengan transportasi kereta. LC itu mirip kita menyewa rel untuk kita sendiri, FR mirip menyewa satu rangkaian kereta untuk kita sendiri tetapi di atas rel yang dipakai bersama kereta lain, dan VPN-IP tentu mirip mengirimkan paket via kereta yang tidak perlu kita sewa. Konsep layer OSI sudah masuk di sini. Konsep QoS bisa masuk menjelaskan paket yang pakai reservasi berlangganan dan yang tidak, paket ukuran seragam atau paket berbagai ukuran, dll. Dan ketiga, berharaplah bahwa di akhir cerita, mereka masih ingat bahwa kita bercerita tentang PT Telkom, bukan PT KAI.

Menakjubkan melihat rekan2 frontliner jadi lebih mudah memahami. Kita bisa meneruskan membahas, misalnya, kenapa VoIP lebih murah daripada telepon biasa, tapi kenapa ada delaynya. Bagaimana CDMA berbeda dengan TDMA. Bagaimana teknologi ADSL bekerja. Apa yang dimaksud dengan redaman 65 dB dan SNR 25 dB. Asyik deh.

7 Comments

  1. Betul sekali !
    Menjelaskan barang teknikal ke audience non teknikal butuh lebih dari sekedar product knowledge, tapi juga “art”.
    Bermain analogi bagi saya adalah art yang cukup efektif.

    Saya pribadi, sering single fighter, sering harus menjelaskan istilah teknis diaudience yg beda. Dan ini berlaku dua arah, misal menterjemahkan kemauan client ke para programmer/designer dan sebaliknya. Menjelaskan hambatan dan alternatif teknis yg dihadapi team supaya mudah diterima oleh client.

    Bermain analogi sangat sering saya pakai untuk situasi ‘machine vs human’.

  2. Yoih, aku sering kesulitan saat menjelaskan pada teman2ku kantor soal IT.

    Membuat perumpamaan kalau nggak pas juga malah susah saat mereka bertanya detail.

    Tapi kereta api ini keren juga :D

  3. arief mulya

    Salam Mas Koen…

    Pakabar?
    Udah punya buku filosofi kopi-nya Dee belum?

    bagus deh.

    Btw, soal training newbie yang outsider sama sekali, saya juga sering tiba-tiba harus melakukannya. Walau tanpa formalitas sama sekali, alias langsung ditodong, dan pada saat harus memberikan penjelasan itu, saya tiba-tiba juga jadi sadar kalau saya sendiri masih newbie dan seringkali juga cuman outsider.

    Hi..hi…hi…

    Salam hangat.
    -arief

  4. mas koen
    sich emang hebat, karena kalo enggak mana bisa
    meng keretakan frame relay dst…

    aku malah gak tau mpls itu apa, frame relay, dlsb,

    kalo naek kereta sich sering, krl jakarta depok, pp

    tapi kalo
    bahwa
    lc itu rel kereta, dan frame relay itu sewa gerbong,
    maka penumpang depok-jakarta yang pake krl
    itu masuk kategory mana ya? mengingat kami
    kadang harus jadi pepesan?

    dial up kali yach? :)

    atau gak pas anologinya? tolong dong mas di paskan

    salam..

    dei
    —–

  5. Asyik juga, penjelasannya.
    Bisa nggak, ya.. analogi kereta dipake untuk merumuskan produk telkom yang konon sampai ratusan ? :(

  6. Halo Mas Koen,

    Berhubung sepertinya Mas Koen mampu membuat analogi yang sangat menarik, saya usul:

    Bagaimana kalau Mas Koen menyediakan space di kun.co.ro yang mempublish analogi-analogi yang Mas sering gunakan untuk menjelaskan teknologi ke orang-orang yang tidak tech-aware?

    Saya rasa akan banyak yang membutuhkan. Paling tidak, saya adalah salah satu yang sangat membutuhkan :-)

    Sukses.

  7. @1: Dua arah? Lebih menarik lagi.
    @2: Nggak berminat bikin domain heri.cz ?
    @3: Kita semua pada dasarnya newbie kok. Buku yang itu udah baca di toko, tapi nggak berminat beli :).
    @4: MPLS dll, baca aja di wikipedia.com atau di ilmukomputer.com. Penumpang KRL itu mirip paket IP di jaringan tanpa QoS.
    @5: Ratusan? Ah, cuma kemasan :).
    @6: Boleh. Mungkin nggak di kun.co.ro. Kita bikin wiki sendiri yuk!

Leave a Reply

%d bloggers like this: