Open Source

Ada dua hal yang sering disebarluaskan dalam upaya melawan gerakan open source. Yang pertama adalah bahwa software open source tergantung pada sumbangan dan kemurahan hati programmer, yang bekerja demi kepentingan masyarakat, atau demi nama baik, atau demi permusuhan dengan Microsoft :). Barangkali pada awalnya memang demikian: ada faktor murah hati. Tapi yang terjadi adalah accountability yang ketat juga. Dengan GPL (general public license), kita bisa memanfaatkan dan mengubah dan mendistribusikan software open source dengan bebas, tetapi harus dengan tetap menjaga sifat open source
dari software yang kita kembangkan. Perusahaan-perusahaan sudah memperhitungkan dengan cermat, bukan asal-asalan, bahwa mereka lebih untung untuk memakai dan mengembangkan software di bawah lisensi GPL, daripada memakai paket tertutup. Juga biaya maintenance bisa diturunkan karena berbagi kode juga berarti berbagi beban kerja untuk maintenance :).

Jadi software bebas itu dibuat dengan alasan komersial juga! Dan tidak ada alasan untuk bergantung pada kemurahan hati.

Soal berikutnya adalah bahwa instalasi dan troubleshooting pada software open source lebih sulit, sehingga hanya cocok untuk orang IT. Barangkali, memang source code hanya bisa dinikmati oleh orang yang bisa baca source code :). Tapi kita tidak harus selalu lekat dengan source code untuk memakai software. Penggunaan software sebenarnya tidak jauh
berbeda. Yang bikin pusing (sampai sekarang) adalah mencari driver untuk piranti-piranti kita. Monitor yang warnanya indah dengan Windows terpaksa jadi VGA dengan Redhat. Tapi, kalau drivernya berhasil ketemu, biasanya driver ini lebih andal daripada yang dibuat untuk closed-source, soalnya udah di-debug banyak pihak.

Soal keandalan itu bukan soal sepele. Notebook ini (pakai Windows) juga perlu usaha keras untuk cari drivernya. Sekian jam harus di-reboot, kalau nggak data bisa hilang. Driver sama sekali nggak bisa dipercaya, saling crash dengan Windows. Online sekian menit, semuanya macet, tanpa pesan. Reboot juga gagal. Dan nggak bisa minta benerin drivernya atau Windowsnya ke siapa-siapa :).

%d bloggers like this: