1508934

Suatu sistem yang stagnan harus dirombak dari dalam sendiri. Tapi kalau aku amati, pelopor perombakan umumnya hanya bekerja setengah jalan, dan walaupun kemudian jadi pahlawan, ia hanya jadi manusia tenggelam.
Mikhail Gorbatchev misalnya, mencoba membongkar untuk memperbaiki sistem Uni Soviet dan Partai Komunis. Sampai sekarang, Mischa jadi pahlawan dunia, yang menghapuskan ketakutan-ketakutan besar dunia akan perang nuklir, ideologi, dan penyusupan. Tapi kemudian dia harus tenggelam waktu para pendukungnya maju dan membubarkan Uni dan mencampakkannya. Bahkan di Russia pun dia tidak punya pengaruh lagi.
Atau juga Albert Einstein yang dengan percaya diri menggabungkan beberapa hasil amatan para ilmuwan pada zamannya untuk mengajukan teori relativitas dan efek fotoelektrik. Percaya dirinya luntur jadi kegugupan waktu efek fotoelektriknya dikembangkan jadi mekanika kuantum yang benar-benar revolusioner itu. Dan dia terpaksa cuman jadi selebriti, mengamati mekanika kuantum yang dibencinya itu malah memecahkan masalah unifikasi medan yang dia coba cari.
Kenapa kita nggak belajar jadi pelopor aja ? Memang barangkali kita bakal tenggelam diinjak oleh pengikut kita yang lari mendahului kita. Tapi kan dengan demikian kita bisa merayakan kehidupan yang ajaib ini?

%d bloggers like this: