Page 94 of 180

85120109

Stuck. Mendingan bikin kerja kecil dan lucu malam ini. Tik-tik-tik, akhirnya aku putuskan bikin perubahan visual site ini. Perubahan visual terakhir itu bulan Juni 2001 — udah lama juga. Ini nggak boleh jadi pekerjaan besar, kecil aja. Jadi posisi frame nggak diubah. Hanya bentuk frame diubah total, dan mendefinisikan ulang subchapter dengan main chapter.

Luckily, site ini pakai PHP. Editing cukup dilakukan di file master (named formsky.php3) dan file index.php3 halaman depan. Tadinya ada rencana ganti ekstensi php3 ke php, tapi perlu effort besar. Link-link sih gampang ngegantinya. Tapi rename semua file di server jadi kelamaan. Aku belum punya akses shell ke servernya sih.

Memang, waktu lagi jadi barang mewah, so perubahannya akhirnya jadi nggak terlalu besar. Masih ada beberapa lagi yang harus diretouch. Ada beberapa halaman yang tinggi framenya jadi nggak proporsional.

Kalau ada yang masih bikin mata sakit … tolong dimaafin aja yah.

85061267

Pelesetan yang konyol tapi … kok bisa pas yach:

“This is an attempt to explain the value of the absolute zero
temperature. To reach it, all degrees of freedom must be frozen.
Now, due to Eddington, proton and electron have both 1/α degrees
of freedom. But even at absolute zero, their circulating around
each other can’t stop. Summing up, this means absolute zero is at
minus (2/α-1) degrees. With a value of 1/α=137.08, this makes
-273.16 degrees, which is surprisingly close to the known value.”

85056632

Hujan turun deraszkali. Deras! Deras! Fortissimo!

Waktunya untuk melaksanakan sesuatu yang udah direncanain beberapa bulan ini: mengiringi hujan yang deras dengan sonata-sonata Nocturnes dari Chopin.

Yess!

84992073

Cerita soal sufi, trus aku ditanya seorang cyberfriend, “Kenapa nggak meneruskan mendalami tasawuf?”

Itu masih cerita abad ke-20 :). Aku terus cerita flashback ke beberapa tahun sebelumnya. Di antara pesan-pesan sufi, ada satu yang terasa melekat dan terasa benar: “Kami, kaum sufi, menyelam di danau hakikat, sementara para nabi dan rasul pun hanya bermain-main di tepiannya.”

Memang benar, wacana kaum sufi selalu tentang esensi segala ilmu dan segala sesuatu, yang akhirnya saling berkaitan, membawa segalanya ke ketunggalan yang mengasyikkan; sementara para rasul hanya mengajak ke hal-hal praktis di kehidupan.

Itu yang akhirnya bikin aku nggak terlalu mengasyiki tasawuf. Kalau memang para rasul memberi contoh untuk hidup di tepian danau itu, aku memilih hidup di tepian saja. Hidup dalam realita yang mengalir, menghadapi berbagai keterbatasan kita apa adanya, dan merasakan detak nadi kehidupan.

Seorang cendekiawan muslim menulis di catatan hariannya: Masalahnya Muhammad (saw) itu seorang praktisi, bukan seorang filsuf.

Kalau beliau masih hidup, aku mau menjawab: hiduplah dalam kehidupan, jangan meninggikan falsafah kehidupan lebih dari kehidupan itu sendiri, dan itu yang dicontohkan Rasulullâh.

84992061

Konon kaum sufi, yang sudah mampu mempelajari ‘hakikat’, bisa melakukan berbagai keajaiban. Bukan mukjizat seperti para rasul, tetapi semacam karomah, atau tidak perlu seperti itu. Sekedar hal-hal yang buat orang awam tampak ajaib. Alkisah seorang sufi senior ditanyai seorang peminat sufism: “Bagaimana kaum sufi mampu melakukan berbagai keajaiban.”

Sang sufi senior mengingatkan si penanya, sebenarnya manusia memang punya potensi melakukan berbagai keajaiban. Manusia punya potensi untuk itu. Tapi keseharian hidupnya (yang manusiawi itu) mencegahnya untuk terus menerus bisa melakukan keajaiban. Kecuali, katanya, jika ia dalam keadaan terjepit. Seorang ibu yang anaknya terhimpit tembok yang runtuh bisa sekejab kuat mengangkat runtuhan tembok sampai anaknya keluar, kemudian ia tidak pernah lagi mampu mengangkat benda yang lebih dari beberapa belas kilogram.

“Memang sering dilaporkan insiden semacam itu. Tapi itu kan dalam keadaan terjepit. Tapi bagaimana kaum sufi dapat sering melakukannya?”, kejar sang penanya.

“Itu yang perlu kau pahami,” kata sang sufi, “Kami membiasakan diri hidup dalam posisi yang selalu terjepit.”

Zuhud, biasanya ditafsirkan sebagai sikap waspada dan menjaga diri dari melanggar nilai-nilai kehidupan. Tapi ada kaum yang sedemikian menjaga kezuhudan dalam bentuk kewaspadaan kritis, sampai hidupnya selalu ‘terjepit’, dan dengan demikian menimbulkan potensi keajaiban terus menerus.

Ini memang agak menjelaskan, bagaimana Nazaruddin bisa menurunkan hujan dengan mencuci baju.

Jenin

Seorang pekerja sosial berkebangsaan Inggris meninggal tertembak peluru Israel waktu sedang bekerja di kawasan pengungsi Palestina di Jenin. Tidak cukup hanya mengorbankan tenaga, dana, dan waktu yang seharusnya dipakai untuk bertemu keluarga dan kawan-kawan. Tidak cukup. Hidup pun harus dikorbankan buat ketamakan rezim zionist.

Dan untuk Mr Blair: Don’t you think that a British life is much much more valuable than the entire zionist regime?

84911285

Sila kontak juga kalau punya info tentang tempat jual album buat menyimpan koin di sekitar Bandung, atau setidaknya di kawasan ekonomi Indonesia. Koin-koin udah terbengkalai juga, soalnya albumnya udah kepenuhan. Please yach …

84911258

Ada sekitar tiga puluh pedang-pedangan dan pembuka surat di bagian bawah rak buku. Nyaris terlupakan, nggak pernah punya display planning sama sekali. Sampai sekarang juga nggak. Padahal aku perlu effort lumayan buat mengkoleksi benda-benda ajaib itu: memaksakan diri jalan ke toko-toko ajaib, mengambil resiko dapet masalah di bandara (mereka percaya bahwa teroris 9/11 cuma pakai pisau lipat), dan meluangkan waktu ikut lelang di Ebay dan Yahoo (sekarang Yahoo udah nggak buka lelang).

Barangkali satu slot buku di rak depan perlu diungsikan ke belakang apa ke kamar, trus slotnya dipakai buat display. Tapi displaynya kayak apa? Ditaroh di kaca-kaca tegak? Ditegakin di atas styrofoam?

Kalau ada yang punya ide, please kontak-kontak yach …

84887966

Mendung tebal yang menyelimuti puncak Tangkuban Parahu sampai kawasan Ujungberung perlahan menepi. Langit yang gelap mulai cerah lagi dengan bintang centil berkedipan. Sayang nggak ada yang kejar-kejaran: musim Leonid ‘dah berakhir. Aku pakai baju jeans penahan dingin. Tapi udara nggak dingin. Sekedar sejuk. Sejuk yang nyaman. Jalan lengang, kayak ngasih kesempatan kita buat menikmati traveling melintas trafik Bandung. Kemewahan yang sempurna — mana pernah trafik Bandung sesantai ini di bulan Ramadhan?

Malam 17 Ramadhan — malam yang terlalu sempurna.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑