Page 57 of 211

Brian Sinclair

Brian (disamarkan sebagai Tristan Farnon) dipandang orang-orang dekatnya sebagai figur yang menghabiskan hidup untuk tertawa, dan tertawa bersama. Dua buku pertama Herriot berisi banyak cerita waktu Brian berlibur ke rumah kakaknya, Donald (Siegfried Farnon), waktu Alf Wight (James Herriot) masih jadi asisten dokter hewan di sana. Diawali dengan pangakuan Brian bahwa dia tidak lulus ujian patologi, dan “done all right” di parasitologi (yang artinya tidak lulus juga); pengusiran oleh Donald yang cuma dianggap sepi, cerita meluncur panjang.

Alf adalah salah satu korban kejahilan Brian yang utama. Keluar dari bar tangah malam, Brian suka menelepon dan mengaku jadi peternak yang membutuhkan bantuan darurat. “Is that t’vitinry? This is Keel, Hesketh Grange. I ‘ave a big ‘oss as wants stitchin’ up. Cut ‘isself right bad on’t back leg. ‘E’s a nasty devil an’ all!” dan seterusnya sampai Alf berkeringat dingin, baru Brian tertawa keras-keras.

Suatu ketika, ada sas-sus bahwa ada sosok misterius berjubah di Pannal Bank dekat Harrogate. Tampil misterius lalu menghilang. Orang menghubungkannya dengan arwah para pendeta masa lalu. Kebetulan Alf baru melewati tempat itu dengan tegang, pulang, dan dengan pucat melihat sosok berjubah yang menutupi seluruh wajah, tepat di kamarnya, hanya tampak dari pantulan sinar bulan. “Demi Tuhan, siapa itu?” dengan jantung nyaris berhenti, untuk dijawab dengan “B-r-i-a-n!”. Buku “Let’s Sleeping Vets Lie” merinci ketakutan yang dialami tokoh Herriot ini dengan sempurna. Tapi Brian kena batunya. Tak lama seorang polisi berusaha mengejar hantu itu di Pannal Bank. Ditemani Alf pula. Nggak ketemu sih. Tapi paginya Brian tampak shock. Malam itu dia bersembunyi di pipa udara. Udara dingin dengan kecepatan 90 mph menyerangnya semalaman. Dan bau pipis kucing ada di mana-mana. Dan dia tidak bisa mendengar apa pengejarnya sudah pergi, jadi dia bertahan berjam-jam. Sejak itu “Pannal Ghost” menghilang. Dan Donald punya teori tentang kondisi buruk Brian pagi itu: terlalu banyak merokok.

Tak lama, Jerman menginjak-injak Eropa dan mengebomi Inggris. Donald masuk militer, untuk jadi penerbang kelas dua. Tak lama Alf menyusul, dan jadi penerbang kelas dua juga. Perang melebar ke mana-mana, sampai ke ujung Asia. Pemerintah Inggris membutuhkan tenaga profesional, selain tentara tukang bunuh. Maka dilakukan rekruitasi banyak bidang profesi lain. Pada saat itu giliran Brian yang masuk. Dan dia langsung jadi perwira dokter hewan militer, yang terbang sampai daerah-daerah Asia Timur. Memang, begitu simpul Wight, biarpun bisanya cuman ketawa melulu, tapi Tuhan menyayangi orang seperti Brian.

Oxytocin

Mengapa kita kadang mudah percaya? Percaya atau tidak, sebal atau tidak, a.l. ini pengaruh hormon. Namanya oxytocin. Pada mamalia non-manusia, hormon ini dikaitkan dengan kelekatan sosial, termasuk fungsi fisiologis yang berkait dengan reproduksi. Lebih jelas, hormon ini membantu hewan mengatasi kecenderungan untuk berjauhan, dan memungkinkan hewan lain melakukan pendekatan.

Michael Kosfeld dkk dari Universitas Zurich melakukan kajian double-blind untuk membandingkan tingkat kepercayaan manusia yang terpapar oxytocing melalui semprotan hidung, dan yang terpapar placebo. Setelah disemprot, para korban testing ini melakukan permainan kepercayaan dalam bentuk investasi uang. Uangnya dalam bentuk unit tertentu (mirip B$ kali ya), yang nantinya boleh dijadikan uang beneran kalau permainan selesai.

Menurut peneliti ini, teramati bahwa oxytocin meningkatkan tingkat trust para investor ini. 45% korban oxytocin berani bermain pada tingkat kepercayaan paling kritis, sementara hanya 21% korban placebo yang berani. Apa artinya oxytocin juga meningkatkan keberanian mengambil resiko? Tidak juga. Soalnya waktu menghadapi statement yang disampaikan melalui komputer, kelompok oxytocin sama tidak percayanya dnegan kelompok placebo.

Kosfeld dkk memang takut bahwa temuan ini dapat disalahgunakan. Hmmh, trus gimana? Lebih enak mempercayai orang yang kita akrabi via Internet dan telepon daripada yang kita akrabi secara fisik, supaya persepsi dan kepercayaan tak tercemari ulah hormon?
Hmmm, no comment deh.

Metamorphosen

Yuk, berbincang tentang Metamorphosen, satu komposisi dari Richard Strauss yang jarang dibahas. Malah kayaknya belum pernah dibahas di weblog ini.

Dalam buku “Elaborasi Musik”, filsuf Palestina Edward Said memilih komposisi ini sebagai paradigma pengalaman musik yang etis dan tercerahkan, yang dirasakan baik oleh komposer dan pendengarnya:

“In the perspective afforded by such a work as Metamorphosen, music thus becomes an art not primarily or exclusively about authorial power and social authority, but a mode for thinking through or thinking with the integral variety of human cultural practices, generously, non-coercively, and, yes, in a utopian cast, if by utopian we mean worldly, possible, attainable, knowable.”

Tapi tidak selalu anggapan orang seperti ini. Tahun 1947, tuduhan bahwa komposisi ini merupakan kenangan atas Hitler, digembargemborkan di Belanda, negeri yang takluk pada tentara Nazi nyaris tanpa perlawanan. Memang bagian awal komposisi ini ditulis saat Munich Staatstheater dibom pada Oktober 1943, dan sempat dinamai “Duka bagi Munich”. Bagian akhirnya diselesaikan pada April 1945, saat Jerman sedang dalam masa kejatuhan. Barangkali memang ada kaitan antara komposisi ini dengan masa meredupnya Jerman, namun tidak harus lalu dikaitkan dengan Nazi atau Hitler.

Aku sendiri nggak terlalu lekat dengan Metamorphosen. Tod und Verklarung, dari Richard Strauss juga, terasa lebih akrab. CD Metamorphosen ini dulunya aku pinjam dari perpustakaan Lanchester di Coventry, dan aku konversi jadi MP3. Ilegal sih, tapi aku jarang berkelakuan kayak gini. Nanti aku beli CD-nya kalau ada yang jual di sekitar Bandung. Ada kemiripan antara Metamorphosen dan Tod und Verklarung, yang bikin aku pingin sesekali merasakan nuansanya kembali. Bukan cuman bahwa durasinya sama-sama sekitar 25-26 menit, tapi ada nuansa yang …. gimana sih caranya cerita tentang nuansa?

Pendengar diajak melakukan perjalanan dalam bentuk representasi suara atas mourning dan melankoli. Apa sih bedanya? Mengikuti Freud sih, mourning itu gejala psikis yang nantinya selesai jika subyek sudah bisa berlepas dari obyek kedukaan. Sebaliknya, melankoli adalah ketidakmampuan berlepas dari kedukaan itu. Yang ada pada mourning dan tidak ada pada melankoli adalah “reemergence of a viable and coherent subjectivity.” Nah, bentuk subyektivitas inilah yang justru hilang dalam Metamorphosen. Suara tidak mentransformasi diri menjadi subyek. Jadi memang tidak pas untuk mencari semacam kedamaian, resolusi, atau pemulihan spiritual dari musik yang terkesan tenang ini.

Haha. Yeah. Kayaknya aku memang sedang mencari dukungan emosional dari musik yang salah. Haha :). Ganti ah. Tod und Verklarung? Mungkin aja. Atau balik ke kawan lama kita: Wagner. Belum lama ini ada makhluk bernama Dian mengisi buku tamu site ini. Dia sedang di Bayreuth. Gimana ya rasanya tinggal di kota Wagner? Apa Wagner di sana sudah termetamorfosis jadi relik masa lalu, sementara gaungnya di Griya Caraka Bandung masih terasa hidup, aktual, dinamik.

Which Lightsaber?

HASH(0x8b90688)
Your Lightsaber is Blue

Blue is often associated with depth and stability.
It symbolizes trust, loyalty, wisdom,
confidence, and truth.

What Colored Lightsaber Would You Have?
brought to you by Quizilla

Which Element ?

Light element

Your element is Light. Your heart is pure and shining with love. You believe in the goodness of those around you and give almost everyone a smile. You are not the kind to hide your happiness and tend to smile all day long, both in and out. But when sadness hits you, you become very devastated and may be upset for quite some time. What you need in your life is friends, friends who will love you unconditionally, like you love them. But you have a naive nature and don’t always notice when someone is trying to hurt you. Some would say you are oblivious to mean people, which makes you an easy target. However, your true friends will probably be there for you and save you. In school you are either the popular one or the little weird one. It all depends if “the higher people” find your caring side irritating or not. Nevertheless, you have a bubbly personality and are social. Big partys may not be your thing since you want bonding time with your friends, so slumber-partys fit you more. You like the happy things in life and like everyone else to be as happy as you are.

What is your element?
brought to you by Quizilla

Which Sign of Affection?

cuddle and a kiss
cuddle and a kiss on the forehead – you like to be close to your special someone and feel warm, comfortable, and needed

What Sign of Affection Are You?
brought to you by Quizilla

Regulus

prince.
You are the little prince.

Saint Exupery’s ‘The Little Prince’ Quiz.
brought to you by Quizilla

  • PS: Sekedar mengikuti anjuran Neenoy. Salam untuk your li’l star, Noy. Kalau kami, para makhluk bintang ini, kembali ke kilau cerlang di atas sana, sudilah para makhluk bumi penatap bintang sepertimu menjenguk reruntuhan tubuhku yang terakhir, sekalian mengambil koleksi buku The Little Prince in n languages (where n = … bentar deh, ngitung dulu).

E Lucevan Le Stelle

Bagian dari komposisi Tosca dari Giacomo Puccini ini beberapa hari (atau jangan-jangan malah beberapa minggu ini) sering terasa menggaung ringan dari balik kepala. Penasaran dengan teksnya, inilah dia, hasil cari di Google:

E lucevan le stelle, e olezzava la terra
stridea l’uscio dell’orto, e un passo sfiorava la rena.
Entrava ella, fragrante, mi cadea fra le braccia.
Oh! dolci baci, o languide carezze,
mentr’io fremente le belle forme discogliea dai veli!
Svani per sempre il sogno mio d’amore…
L’ora e fuggita e muoio disperato!
E non ho amato mai tanto la vita!

Terjemahan:

How the stars seemed to shimmer, the sweet scents of the garden,
how the creaking gate whispered, and a footstep skimmed over the sand,
how she then entered, so fragrant, and then fell into my two arms!
Ah sweetest of kiss, languorous caresses,
while I stood trembling, searching her features
concealed by her mantle. My dreams of pure love,
forgotten forever! All of it’s gone now!
I die hopeless, despairing, and never before
have I loved life like this!

Pernah nggak aku nulis di sini, bahwa opera Puccini tidak pernah seseru kisah hidup Puccini sendiri?

Pakar dan Media

Tidak hanya zaman sekarang media dianggap kredibel dengan sendirinya (pun tanpa perlu upaya mempertahankan kredibilitas). Cerita berikut ini diceritakan fisikawan/kosmolog George Gamow, dengan setting di Russia tahun 1925.

Fisikawan Abatic Bronstein memamerkan kepada Gamow dan Lev Landau, Ensiklopedia Soviet yang terbaru. Di dalamnya, masih disebutkan adanya zat ether yang mengisi ruang semesta, tempat segala macam gelombang energi merambat di atasnya. Ini tahun 1925, 20 tahun setelah relativitas khusus, dan 10 tahun setelah relativitas umum, dan dalam masa keemasan mekanika kuantum. Artikel itu disusun editor yang pakar fisika, bernama Gessen. Gessen belum pernah kuliah fisika, selain di sekolah, plus baca-baca. Artikelnya menjelaskan soal ether secara rinci, sambil menolak teori Einstein. Gamow berencana mempersoalkan hal ini ke media. Tapi, seperti juga para ilmuwan jail lainnya, ia menempuh cara yang lucu. A.l. begini ditulisnya melalui telegram:

Tergugah oleh artikel Anda mengenai ether, kami menjadi sangat bersemangat untuk mulai membuktikan keberadaannya. Kita buktikan bahwa si Albert itu idealistik yang idiot semata.
Mohon dipimpin upaya riset atas materi-materi kalorik, flogiston, dan cairan elektrik (semuanya konsep fisika kuno yang terbukti salah –tambahan)
Ttd: Gamow, Landau, Bronstein, Genazvali, Grilokishnikov

Gessen berang, dan langsung membalas dengan serangan personal yang terbuka. Tak tanggung-tanggung, kelima orang itu diadukan ke Akademi Komunis di Moskva, dengan tuduhan mengingkari prinsip materialisme dialektika dan ideologi Marx.

Lev Landau (Лев Дави́дович Ланда́у)

Karena pakar fisika dan media ensiklopedia itu dianggap kredibel, tuduhan itu langsung diterima. Dua mahasiswa penandatangan kehilangan bea hidup dan diusir ke luar kota. Landau dan Bronstein dipecat sebagai dosen, tapi masih boleh meneruskan kerja sebagai peneliti. Gamow belum mendapat sanksi, karena tidak terkait secara organisasi. Namun Akademi juga minta hukuman tambahan bahwa kelima tertuduh tidak boleh hidup di lima kota terbesar di Russia.

Tahun 1932, Gamow yang muak dengan gaya Russia memutuskan bermigrasi ke barat. Landau yang merupakan patriot Russia memutuskan tetap bekerja di Russia, biarpun selalu hidup dalam kesulitan dan sempat masuk penjara di zaman Stalin itu.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑