Beberapa hari hujan lebat menghajar Bandung dan beberapa kota lain di Jawa. Sore ini aku terjebak, turun dari bis di Pasirkoja, naik angkot, dan mulai disambut hujan yang langsung bermetamorfosis (duh) jadi badai badai. Muter2, akhirnya memutuskan rehat di BEC, daripada muter2 tanpa tujuan :). Buat yang bukan penduduk Bandung, BEC ist Bandung Electronic Centre.
Pre-dinner sendiri di Lt-2, bikin keisengan bangkit. Nggak, aku nggak cukup usil untuk mengisengi orang lain. Aku buka notebook aja. Bukan buka Word atau apalagi Excel. Dokter udah menyatakan bahwa aku alergi MS Office, dan harus menghindarinya sebanyak mungkin. Terutama Excel. So, iseng cari2 hotspot WiFi. Dulu ada Telkom Hotspot atau Telkomsel Surfzone kayaknya di sini. Radnet juga. Tapi aku nggak pernah periksa. Belum pernah sih sebelumnya buka notebook di BEC.
Dapat? Dapat sih, beberapa. Yang lagi aku pakai ini adalah pilihan pertama. Namanya “Hotspot BEC” — dan langsung bisa dipakai tanpa harus tanya userid dan password.
Save dulu ah. Belum tau nih, reliable apa nggak. Bersambung.
OK, ternyata masih cukup reliable. Wow, bakal panjang keisengan kayak gini. Di Starbucks BIP juga ada tanda Telkom Hotspot. Barangkali lain hari aku bolos aja ke sana, bukan buat ngopi, tapi buat cobain kehotspotan Telkom. Barrista di sana baik hati semua, tanpa kecuali. Mau menghafal nama customer malahan (surprise nggak sih, selalu dipanggil dengan nama kita setiap masuk ke sana). Mudah2an mereka nggak keberatan membiarkan aku memanfaatkan tempat mereka buat bolos sambil internetan.
Trus ngapain di Internet? Hmmm, nggak ada rencana sih, selain nunggu hujan reda. Ada ide? Sila tanggapi aja posting ini. Kali2 aja aku belum pulang. Baterainya bilang masih 1 jam 6 menit.
Wolfgang Pauli, salah satu raksasa Fisika Kuantum, kita kenal dari SMA dengan Prinsip Pauli-nya: Tidak ada satu lepton (mis. elektron) pun yang bisa memiliki bilangan kuantum yang sama. Mungkin kita juga perlu mengenal Prinsip Pauli kedua yang diamati banyak orang di sekitarnya: setiap pendekatan oleh Pauli akan mengakibatkan kerusakan pada perangkat di sekitarnya. Bahkan konon ledakan yang menghancurkan Departemen Fisika Universitas Bern terjadi waktu kereta yang dinaiki Pauli ke rumahnya di Zurich melewati Bern.



Ternyata aku lupa cerita bahwa Olympus-ku menghilang dalam tugas. Ngasih training di Gegerkalong, rehat batin di masjid, dan lenyap gitu aja si Olympus. Lupa nama masjidnya, tapi aku nggak bercita2 menamainya Masjid Olympus. Itu beberapa hari y.l. Tapi ternyata aku juga lupa nggak pernah cerita punya teman bernama Jeffrey. Nah, Jeffrey malam ini bertelepon. Rumahnya baru kebobolan. Notebook hilang. Plus satu set kamera Panasonic. Dan brankas. Ini namanya bukan berlomba dalam kebaikan, Jeff.