Heh, I know it’s Felix maniculata domestica. C’mon …
Page 167 of 180
Hari pertama ketemu Surya Tjandra, lebih dari 2 bulan lalu, kita talk tentang masa kecil. Aku dulu suka kucing, kata aku. Tapi Surya nggak suka kucing. “I hate cats. They are dishonest,” kata dia. I know, but I like them, haha. “Dogs are better,” tambah Surya.
Surya memang idealis sejati. Dia suka mengarahkan segalanya ke hal-hal yang baik, dan sempurna. Aku punya perspektif hidup yang barangkali berbeda. Aku mau memahami ketidaksempurnaan, dan mengamati keindahan di dalamnya. Aku bisa bersimpati sama orang yang menghabiskan waktu buat berbohong di Bazis. Aku mencoba belajar kebijakan dengan mempelajari hidup orang kayak Stalin. Dan aku memproklamirkan diri sebagai orang yang nggak bisa dibanggakan.
Soalnya justru bahwa mengarahkan kucing itu jauh lebih susah daripada mengarahkan anjing. Aku pikir itu tugas kita di dunia: mengurusi hal-hal yang tidak mudah. Tapi memang Surya itu lawyer yang menimbang baik buruk, dan memperjuangkan yang baik. Aku engineer yang tugasnya mengamati keburukan dan menciptakan perbaikan.
Apa sih yang istimewa dari Drosophila melanogaster, atau 3.14159265358979, atau 2.718281828, atau urutan H-He-Li-Be-B-C-N-O-F-Ne. Kenapa semua nerdity test maksa kaum nerd untuk apal benda-benda gituan. Itu kan pengetahuan umum biasa, nothing special, dan kita semua apal sejak SMA. Kenapa test-test itu nggak melacak proses berpikir aja, yang pasti lebih menarik.
Hé-hé, gitu aja dibahas.
Mulai bikin rancangan website buat Pesantren Al-Quran dan Teknologi Duriyat Mulia. Sementara ditempatin di http://duriyat.komunikasi.org. Tapi mood aku masih di warna ungu aja. Lucu nggak sih, ada site pesantren berwarna ungu ?
Kabar gembira: lubang ozon menciut. Bahkan diprediksikan lubang ini akan menutup dalam 50 tahun. Larangan terhadap bahan kimia seperti CFC yang menipiskan lapisan ozon ternyata berhasil. Mengomentari laporan itu, penemu lubang ozon kutub selatan tahun 1985, Brian Gardiner, mengatakan bahwa tindakan politis masih sangat dibutuhkan untuk mengatasi isu lingkungan yang dihadapi planet ini.
Enaknya ikutan IEE nggak yach. Namanya antik juga, ada IEE ada IEEE.
Launching mail list ieee©komunikasi.org, untuk komunikasi anggota IEEE di Indonesia … atau Bandung dulu …
Barangkali bakal perlu launching juga mail list untuk society di dalam IEEE.
Liat iklan Matahari. Lucu nggak sih kalo Zorro pakai kacamata hitam ?
Relativitas umum, secara lebih umum membahas pengaruh objek terhadap hukum-hukum fisika. Adanya objek matahari membuat ruang-waktu di sekitarnya melengkung, sehingga lintasan bumi berubah. Jadi kayak gini: lintasan bumi adalah formula matematika. Adanya matahari membuat matematika berubah. Kalau nggak ada aku 1+1=2 terhadap kamu, kalau ada aku 1+1=1.1 menurut kamu. Setiap objek memiliki karakteristik yang mengubah matematika di lingkungan di sekitarnya.
Mirip sama ekstrapolasi mekanika kuantum menurut Interpretasi Kopenhagen kan ? Ah, massssa.
Di Isnet aku pernah ngebahas soal revolusi yang dipicu Einstein itu. Terus aku disangkal dengan pernyataan bahwa teori relativitas tidak valid. Padahal waktu itu aku lagi cerita tentang efek fotoelektrik, bukan relativitas. Aku sendiri nggak tahu banyak soal relativitas.
Relativitas mengatakan bahwa tidak ada interaksi yang terjadi seketika. Semua interaksi terjadi dengan waktu tunda, dan waktu reaksi yang tercepat adalah besaran absolut yang dinamai c. Jadi c adalah kecepatan maksimal yang bisa dicapai. Itu pun hanya bisa dicapai oleh benda tanpa massa (seperti cahaya).
Sebelum Einstein, ruang dan waktu dianggap absolut, dan kecepatan itu perbandingan keduanya. Einstein mengubah diskursus ini dengan memasukkan kecepatan absolut itu, sehingga ruang dan waktu terpaksa jadi relatif.
Waktu direlatifkan terhadap kecepatan dengan memakai teorema Pitagoras biasa, dan hasilnya jadi transformasi Lorentz. Waktu t1 dan t2, dibandingkan oleh dua pengamat yang berbeda kecepatan sebesar v adalah t1=t2/(1-(v2/c2))½)). Karena waktu bergeser, kecepatan relatif juga bergeser. Kecepatan relatif v antara kecepatan v1 dan v2 menjadi v=(v1+v2)/(1+v1×v2/c2). Dan percepatan a yang merupakan turunan dari v terpaksa bergeser juga. Perbandingan percepatan antar frame waktu adalah a1=a2×(1-v2/c2)3/2, dan karena a lokal adalah F/m, maka a relatif adalah a=(F/m)×(1-v2/c2)3/2, atau F=m×a×(1-v2/c2)3/2.
Energi kinetik akibat F, menjadi W=(m×c2)/(1-v2/c2)½ – (m×c2). Kita lihat, ada dua ruas yang dihasilkan dari persamaan terakhir. Ruas pertama mengandung nilai v (tergantung pada gerak), tetapi yang kedua tidak. Jadi energi kinetik adalah energi total yang dikurangi oleh semacam energi internal yang tak tergantung oleh gerak. Inilah yang dipahami publik sebagai penemuan Einstein yang terbesar, yaitu bahwa setiap materi memiliki energi internal sebesar E=m×c2.
Soal-soal pembelahan nuklir dan lain-lain sebetulnya tidak berkaitan dengan hasil kerja Einstein. Hanya persamaan Einstein itu dipakai untuk menjelaskan massa yang hilang dan menghasilkan energi.
