Page 158 of 180

Bom Atom Jerman

Waktu Szilard dan Fermi lari ke Amerika, Eropa masih punya ilmuwan seperti Hahn, Strassman, dan bahkan Heisenberg. Waktu Bohr menginformasikan ke Szilard bahwa Jerman sudah bisa membuat fisi terkendali, Szilard melobby ilmuwan dan akhirnya ke presiden Roosevelt melalui Einstein. Perlu waktu lama dari lobby sampai terbentuknya proyek Manhattan. Sementara itu, di mana bom atom Jerman?

Menteri Persenjataan dan Produksi Perang Jeman Albert Speer sudah menyediakan lab bawah tanah buat Heisenberg. Tapi Heisenberg menyatakan bahwa pembuatan bom atom belum mungkin. Konon sih Heisenberg punya alasan moral agar Nazi tidak bisa menggunakan bom atom. Sementara itu proyek Manhattan berhasil. Tapi sebelum dipakai, Jerman keburu kalah perang. Heisenberg, Hahn, dll, ditawan di Inggris. Waktu akhirnya bom atom diledakkan di Hiroshima, Heisenberg menunjukkan ketidakpercayaannya. Ia menunjukkan ke Hahn bahwa bom itu harus memiliki jejari kritis setengah meter, jadi volumenya setengah meter kubik, dan massanya seratusan kilogram. Dan U-238 seberat itu bisa diproduksi dalam beberapa tahun, dengan pemurnian dari U-235. Tapi Heisenberg salah hitung. Bom yang dijatuhkan di Hiroshima, massa U-238-nya hanya 1 kg saja. Berat 1 kg itu bisa diproduksi dalam hitungan hari saja di Amerika.

Jadi bom atom Jerman gagal karena kesalahan hitung, bukan karena alasan moral. Tapi, kalau menyangkut nama Heisenberg, tentu harus dipertimbangkan juga unsur ketidakpastian.

3087765

Seven Habits of Highly Defective People

  1. Mengabaikan tanda ketidaknyamanan orang lain

    Boss: Omong-omong, dari tadi saya terus yang bicara

    Karyawan: {sudah jadi tengkorak}

  2. Melucu untuk mengolok-olok orang di depan umum

    Boss: Anggota tim kita ini mirip dengan bintang film. Tepatnya, Lassie.

  3. Menganggap semua keluhan sebagai kesalahan pengeluh

    Dilbert: Anda tidak pernah memotivasi saya

    Boss: Coba datang ke therapist

  4. Terlambat dan mengajukan usul kontroversial

    Boss (sambil masuk ruang rapat): Saya rasa kita bisa mengambil lisensi ?Barney? untuk maskot kita.

  5. Memberikan nasehat tanpa mengerti masalah

    Boss ke Dilbert: Coba tulis saja beberapa baris kode assembly di sini

  6. Membalik-balik prasangka

    Boss ke Alice: Wow, hasil fotokopi yang bagus. Belum tentu karyawan pria bisa melakukannya lebih baik.

  7. Merasa bahwa tulisan ini bukan tentang Anda

    Boss: Lucu juga rambut orang di kartun itu

Udah lama sebenernya pingin nulis cerita-cerita Dilbert. Cuman keduluan Neng Wio melulu.

Liebestod

Tokoh Isolde (Celtic: Iseult, Italia: Isotta) menyanyikan Liebestod di atas kematian Tristan. Bagian ini selalu memaksa kita berhenti dari kegiatan keseharian, dan diam beberapa menit menikmati cara Wagner menggambarkan jenis kedekatan manusiawi yang penuh kegamangan. Pagi ini bentuknya agak beda. Orkestrasi nyaris dihapuskan, dan digantikan dengan permainan piano yang sederhana. Jadi fokusnya lebih pada vokal solo tokoh Isolde. Tapi, really, bagian ini sama indahnya dengan waktu orang memainkan Isolde dengan orkestrasi penuh, tanpa vokal (i.e. versi Liebestod yang aku dengar pertama kali, sekian tahun y.l.).


Oh ya, aku nggak pingin cerita tentang kisah Tristan & Isolde, selain bahwa ini adalah kisah cinta dua manusia, yang tak pernah terselesaikan. Kegamangan dari ujung ke ujung. Nuff.

3014557

Kutipan dari Bondan Winarno:

Ketika membaca koran sambil makan pagi di Bangkok Jumat minggu lalu, saya terkesima melihat foto mobil mewah Ferrari sedang ditonton para peminat pada sebuah pameran di Indonesia. Judul keterangan gambarnya: Life goes on in Indonesia … for the rich.

Saya kehilangan selera makan. Rasanya, semua orang di coffee shop itu sedang melihat ke arah saya. Bubur ayam masih tersisa setengah di mangkuk. Saya lipat surat kabar itu, meninggalkan sekadar uang tips di meja, dan pergi.

Seorang penulis di milis PPI nulis kayak gini: orang kayak Bondan Winarno tidak mensyukuri nikmat yang dianugerahkan pada orang Indonesia, yaitu nikmat kehilangan rasa malu.

3014523

Bahasan di New Scientist Rada nyentrik juga. Cowok single, katanya, jarang dilirik cewek. Tapi begitu punya pasangan, jadi banyak yang mau merebut. Naluri aneh ini bahkan teramati juga pada ikan dan burung. Ini efek ?mate copying?. Efeknya pada cowok konon nggak terlalu besar. Yang ada efek sampingnya: cowok suka niru-niru gaya orang yang diyakini narik banyak cewek. Berjambul waktu jaman Elvis, terus bergondrong ria jaman Jagger, terus sekarang musim nipisin rambut kayak … eh nggak ah, ntar dia ikutan baca.

2993955

Domain Bhawikarsu aku forward ke site Ikabhasu. Ada yang berminat punya alamat @bhawikarsu.org?
Musik latar imaginer: Ku tak pernah lengah akan tugas sbagai pelajar, menjunjung tinggi peradaban bangsa.

2982416

Haleluya!, dari Tannhauser dari Wagner. Pertama denger dulu aku kaget bener: mulai kapan Wagner jadi punya agama? Tapi agama buat Wagner bisa jadi cuman perlambang tatanan masyarakat lama. Tannhauser ikut berperang buat gereja, merebut Palestina. Lalu ia pulang ke tanah air di Jerman. Ia tertarik oleh seorang putri yang cantik, titisan Venus. Lalu ia mengikutinya selama tujuh tahun. Tapi lalu ia mau bertobat, melakukan perjalanan menghadap paus di Roma (di sini musik pengantarnya indah sekali, salah satu favorit aku). Paus menolak permintaan ampunnya (aku lupa alasannya). Tannhauser, kecewa, kembali ke Jerman. Paus menyesal, lalu mengirim utusan ke Jerman. Tapi Tannhauser sudah menghilang. Konon ia kembali ke Venus.
Kadang agama tidak lagi dijadikan buat pembimbing umat untuk lebih dekat kepada Tuhannya, tetapi justru malah menjauhkan. Lalu, manusia melarikan diri, mengikuti fitrah kemanusiaannya, justru dengan meninggalkan agama mereka. Goethe jadi mempelajari Islam (tapi tidak pernah masuk Islam), Nietzsche jadi atheist aktif. Hidup memang kadang jadi tragedi. Kita akan menghadapi hal yang sama dengan Islam kalau agama selalu dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.

2982234

Orang-orang suka punya fantasi aneh buat menggambarkan penderitaan. Flying Dutchman, mengisahkan para pelaut yang dikutuk untuk selamanya berada di lautan, tanpa pernah bisa menemui daratan. Kisah ini dioperakan dengan berisik oleh Wagner, di bawah judul Der Fliegende Holländer. Anehnya, KLM malah menjadikan nama kutukan ini buat program frequent flyernya. Dan yang lebih aneh (tapi bisa diduga), aku dikirimin kartu Flying Dutchman itu dari KLM. Demi Wagner deh, asik aja.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑