Page 137 of 211

10927560

Akhirnya si SK keliatan juga. Tapi belum turun. Ouch.

Beneran alih profesi. Bukan ke wireless communications tapi. Malah ke Internet business. Whew, jadi nih bekerja sambil memuaskan hobby ?

Setidaknya dengan SK ini aku bisa kerja dengan tenang. Nggak harus ngejawab pertanyaan yang itu-itu lagi: “Kenapa kok kamu mau kerja tanpa SK dan tanpa gaji?” Itu pertanyaan yang belum pernah bisa aku jawab. Usually I laugh at things that don’t make sense *heh-heh-heh*

On Absurdity

Calvin memulai, “Isn’t it strange that evolution would give us a sense of humor?”

Terus, “When you think about it, it’s weird that we have a physiological response to absurdity. We laugh at nonsense. We like it. We think it’s funny.”

Abis itu dia berpaling ke Hobbes, “Don’t you think it’s odd that we appreciate absurdity? Why would we develop that way? How does it benefit us?”

“I suppose if we couldn’t laugh at things that don’t make sense, we couldn’t react to a lot of life,” kata Hobbes.

Calvin berhenti.

“I can’t tell if that’s funny or really scary,” katanya, akhirnya.

Offline Blog

Di komputer ini (Tristan & Isolde) aku ketemu lagi catatan-catatan dari tahun 1980-an yang sudah diketikkan di komputer awal 1990-an dulu. Apa sih yang dulu aku pikirin, waktu masih teenager? Curious sendiri kadang-kadang. Tapi lucunya ada beberapa hal yang tak berubah. Salah satunya gaya bahasa. Yang lain adalah soal pergeseran diskursus (yang dulu istilahnya lucu-lucu bener).

Kali-kali kita perlu keliling juga ke blog teenager Indonesia masa kini.
Banyak yang bener-bener smart loh.

Para Pengutuk

Kenapa sih manusia masih harus saling mengutuk ?

Dari kecil kita dipropagandai bahwa manusia punya bakat jahat. Di sekolah kita diajari bahwa penjajah Belanda dan PKI itu tak punya hati, lebih jahat dari setan. Di perpustakaan sekolah, kita disuruh baca Karl May yang dengan sok sekali memamerkan kejahatan bangsa Indian, Arab, dan Balkan. Di TV kita belajar dari Chuck Norris, bahkan Superman dan James Bond, tentang para prime evil. Bahkan sejarah agama pun dipenuhi dengan kisah-kisah sepihak yang meragukan tentang itikad jahat manusia-manusia.

Barangkali kita harus balik ke cerita-cerita Astérix. Jenderal dan tentara Romawi yang konon kejam itu tak lebih dari sekumpulan penakut yang saling menyelamatkan diri. Kartun memang. Tapi barangkali memang akar kejahatan manusia itu tak lebih dari ketakutan, yang dibesar-besarkan, dan dilampiaskan dengan menghancurkan. Bukan dari jiwa gelap manusia.

Tidakkah cukup bahwa syaythan diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk membenci, mengutuk, memprasangkai, menuding. Terlalu banyak masalah yang tidak terpecahkan hanya gara-gara urusan saling membenci.

Dan saling takut.

10652266

Pelléeas et Mélisande. Dari Arnold Schoenberg. Nggak ngerti juga jalan
ceritanya. Tapi pas bener buat mengisi sore ini. Merencah jalan ke angkasa yang
bintang gemintangnya tampak sayup menembus kabut tipis, tanpa jejakan kaki ke
bumi.

Terlalu harfiah kali ya.

10614617

Abis berita kesel, perlu ada berita cerah dikit. Eka Budi akhirnya selesai juga skripsinya, termasuk revisinya. Dapet A pula. Dengan demikian selesailah deretan telepon-telepon dan kunjungan-kunjungan yang nyaris tanpa henti itu (hehe, sorry ya Bud). Dan aku cuman mengakhiri dengan mengingatkan, setelah selesai suatu urusan, segera kerjakanlah urusan yang lain, nyontek QS Al-Insyirah. Kayaknya aku juga perlu ngerjain banyak hal lain.

Inget si Sobreng, atau entah siapa itu nama aslinya (sebenernya inget kok, tapi biar nama ini aja lah yang ditulis), yang beberapa tahun lalu juga minta bimbingan, dan juga ngeganggu jadwal hidup bahkan sampai weekend. Tapi juga happy end dengan nilai A buat skripsi. Cum laude malahan.

Kenapa ya aku sendiri nggak dapet A waktu bikin skripsi dulu. Haha :).

10614047

Urung jadi “guru” di Balikpapan, minggu ini aku jadi “murid” di Lemahneundeut (nama-nama di Bandung lucu juga ya). Internet Business. Bagian pembukaannya menarik juga. Tapi justru bagian intinya bikin kesel setengah mati. Instructornya cuman jadi penerjemah slide hitam putih di infocus. Mediocre pula. Plus nambahin cerita-cerita yang nggak relevan dan nggak berujung (maksudnya putus di tengah jalan). Plus menekankan visi-visi jangka pendek. Kayaknya banyak waktu yang terbuang hari ini.

Padahal instructornya mantan CEO Centrin loh.

Mudah-mudahan besok suasananya lain.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑