Link dari Farid: Pentagon ditabrak pesawat sulapan. Setelah menabrak dan meninggalkan sisa tabrakan yang tidak match dengan bentuk pesawat, pesawat itu menghilang tanpa meninggalkan puing-puing dan sisa-sisa selain barang-barang biasa.
Page 112 of 211

Ide dari w4rnawarni.
Trus kita obrolin soal object-oriented HR management. Yeah, berusaha menggabungkan konsep component-based coding management, dengan competence & attitude dari individu dan tim. Komponen bisa berupa individu atau tim. Individu bisa jadi entitas yang bersifat public, protected, atau private di dalam komponen tempat dia didefinisikan. Dan pelaksanaan task-task mengacu penuh pada kapasitas komponen-komponen.
Pendefinisian macam ini memerlukan kerja keras, tentu. Tapi hasilnya bakal sama dengan dua kali revolusi yang dilakukan angkatan Dennis Ritchie dan angkatan Bjarne Stroustrup, yang menggantikan bahasa assembly sebagai dasar penyusunan sistem operasi ke dalam bahasa C dan kemudian C++. Efisiensi dijaga tetap tinggi, tetapi manage-ability dan transparancy meningkat pesat.
Jangan-jangan Jeffrey malah mikir Laen kali jangan ajak orang Sisfo ngobrolin HR management ah.
Jeffrey ternyata curang juga. Kalau ke ruang Sisfo biasanya dia sibuk becanda-canda nggak tentu arah. Tapi kalau jalan sama aku, talk-nya serius melulu. Memang mengasyikkan sih punya temen yang bisa diajak chatting yang lebih dari sekedar hai-hai-hai, ha-ha-ha, etc. Tapi kayaknya aku salah milih mood hari ini. Soalnya janjiannya hari ini cuman mau makan-makan buat acara HUT-nya dia, bukan diskusi soal masa depan peradaban :).
Latar belakang theme song dari Twin Peak, di Hanamasa, Dago. Latar depan yakiniku yang sebagian besar aku pilih dari kelompok sea food. Kiri kanan ada capuccino dan rujak buah. Bukan situasi yang pas buat berpikir di luar kerangka kan ? Yeah, kecuali musiknya.
Bukan Adams kalau nggak gila. Dia bikin jajak pendapat tentang kemusangan. Kita tahu, jajak pendapat di Internet nggak pernah valid (misalnya di Indonesia, jajak pendapat politik di Internet selalu memihak PAN dan PK, tapi dalam kenyataan cuma sedikit yang betul-betul memilih partai-partai itu), tapi sering lucu. Jadi kita pasang hasilnya di sini.
Weaseliest Organization Democratic Party 5,727 Major League Baseball 4,118 White House 3,700 Congress 2,702 Republican Party 2,333 FBI 872 | Weaseliest Country France 6,684 Saudi Arabia 4,488 Pakistan 3,601 Iraq 3,453 North Korea 669 Iran 285 Weaseliest Company Microsoft 7,661 Arthur Andersen 3,908 Enron 3,621 WorldCom 1,381 Rite Aid 1,255 Merrill Lynch 576 Tyco 535 Qwest 486 Weaseliest Profession News reporters 4,875 Lawyers 4,447 Politicians 3,539 Tobacco executives 3,484 Oil executives 1,159 Accountants 1,098 Advertising executives 926 Weaseliest Individual Martha Stewart 4,734 Gary Condit 3,810 Marie Reine Le Gougne 3,475 Kenneth Lay (Enron) 3,284 Michael Jackson 2,009 Dennis Kozlowski (Tyco) 810 Gary Winnick (Glob. Cross.) 483 “Chainsaw” Al Dunlap 342 Sam Waksal (ImClone) 255 Weaseliest Religion Islam 6,112 Catholicism 5,227 Atheism 4,221 Protestantism 1,710 Judaism 1,147 Buddhism 239 Hinduism 233 |
Yah, begitulah. Loh, kenapa negara paling musang, AS, malah nggak kena voting satu pun? Nggak akan, soalnya memang jajak itu nggak memungkinkan orang milih AS. Kayaknya Scottie takut sama pemerintah dan media fasis AS.
Islam? Agama paling musang? Ho-ho. Aku yakin sebagian umat Islam bakal senyum simpul, kecuali sekelompok kaum pemarah (yang sayangnya lebih sering dijadikan cap buat Islam). Ada juga sih yang bakal menjumlahkan tingkat kemusangan katolik dan protestan jadi satu entitas Christianity yang besarnya ? itung sendiri lah.
OK, berhubung kita suka iseng, kita coba analisis kenapa Islam seberuntung itu:
- Islam terlalu sering dijelek-jelekkan media, khususnya di AS dan di Internet.
- Orang Islam memang orang paling brengsek: punya agama yang canggih, punya kitab yang sahih, tapi kelakuannya nggak ada bedanya sama yang lain.
- Islam sama dinamiknya dengan negara Perancis, dengan Microsoft, dengan Partai Demokrat, dan dengan profesi wartawan.
- Islam adalah agama bagi semesta, bagi seluruh makhluk, termasuk semua musang.
Langit ungu lagi … Kapan sih aku terakhir cerita tentang langit ungu? Aku malah hampir lupa kalo langit bisa ungu. Plus maroon di beberapa sisinya. Dengan cercah-cercah awan yang malu-malu. Dan bulan yang mulai beranjak di timur. Bulannya bulat bener. Tanggal berapa sih sekarang? Ramadhan setengah bulan lagi?
…
Kemana larinya waktu dari Ramadhan kemarin ke Ramadhan yang ini?

Pertama kali ngeliat Amazon tutup.
Flashback ke Malang tahun 19xx. Aku lagi kerja di Lt 2 LPK, bikin laporan buat kampus. Kayak kebiasaan aku waktu itu, semua pekerjaan baru dimulai di saat-saat kritis menjelang deadline. Sore … kerjaan tinggal dikit … tinggal print dan fotokopi dan paginya bisa disubmit. Tapi *blup* listrik mati … semua file masih di harddisk. Semua! Aku masih tenang-tenang aja, kumpulin buku-buku, beresin ruang komputer. Tadi cahaya di luar mulai hilang, dan belum ada tanda listrik mau hidup. Stress mode on. Menghitung alternatif. Tapi kan semua file masih di harddisk. Kernel panic. Aku jalan-jalan di sepanjang lorong. Trus …
Eh, West, pikir aku, Daripada stress gini, mendingan kamu berdoa.
Tapi gimana caranya berdoa minta listrik hidup. Ini tahun 19xx, si aku masih lebih suka berdoa untuk seluruh semesta daripada buat hal-hal kecil kayak ujian, seminar, atau listrik. Tapi masa sih aku harus selalu sombong nggak mau berdoa buat diri sendiri. Coba berdoa. Tapi gimana caranya?
Aku coba, “My God, please …”
Please apa yach …
Tapi kayaknya Yang Mahasayang nggak tega ngeliat aku kelamaan nyusun doa. Jadi saat itu juga listrik langsung nyala. Komputer langsung hidup lagi.
“Thanks God. Alhamdulillah.”
Bukan cuma Nazaruddin yang doanya bisa langsung dikabulkan. Dan seperti juga Nazaruddin, doa nggak harus bersifat kausal.
Cuman kayaknya aku waktu itu yakin denger suara Mikhail nahan ketawa di belakang kursi.
Nazaruddin tiba-tiba dicegat orang tak dikenal. “Tolong tuan. Anakku sakit keras. Tolonglah aku dengan beberapa dirham untuk biaya pengobatan anakku.”
Seperti biasa, Nazaruddin tidak memiliki uang banyak. Tapi diberikan juga uang yang dia miliki, sambil tak lupa dia mendoakan agar si anak orang tak dikenal itu segera sehat.
Tapi tak lama, seorang kenalan Nazaruddin menghampirinya, lalu berkata ke Nazaruddin, “Hey Din, elo ditipu mentah-mentah amé itu orang. Gue kenal dié. Anaknyé banyak, baong-baong, tapi kagak àdé tuh nyang sakit.”
Khas Nazaruddin, ia malah berucap, “Syukurlah. Jadi tidak ada yang sakit sekarang? Cepat sekali doaku dikabulkan Allah. Segala puji bagi Allah.”
Ugh, ikut dengan Lasykar Nazaruddin ah: hidup dengan ringan, ceria, dan mencerahkan.

