Amien mau berkoalisi dengan Mega? Wah kalau politisi Islam dan politisi nasionalis di Indonesia mau bekerja sama dengan ikhlas, aku harus mengakui bahwa Oom Dur punya bakat jadi wali. Cuman kayaknya kasusnya nggak bakal kayak gitu deh.
Politisi kita bakal memanfaatkan momen terbatas buat cari keuntungan masing-masing aja. Masih kayak gitu. Kalaupun bener Amien dan Mega bisa bekerja sama dengan baik dan ikhlas, aku masih punya satu keraguan besar: apa Amien bener membela kepentingan Islam, dan apa Mega bener membela kepentingan nasional Indonesia. Mungkin aku salah lagi, tapi: aku nggak percaya sama kalian semua.
Jaman dulu Oom Dur pernah bilang bahwa kita bisa belajar demokrasi dari Israel. Politisi Islam marah-marah. Katanya: Israel itu penuh penjahat, bukan negara demokratis. Barangkali mereka semua benar. Israel didirikan dan dijalankan dengan dasar kejahatan, tapi sadarkah kita bahwa negara Indonesia sudah lebih jahat dari Israel?
Israel anti Islam, katanya. Tapi sebenarnya kita juga anti Islam, biarpun kita selalu mengaku jadi orang Islam. Kapan sih kita bener-bener menjalankan nilai Islam? Ada gitu orang yang menjalankan Islam di Indonesia? Amien Rais? Oom Dur? Para kiai? Anak muda yang bawa bendera hijau keliling Jakarta? Yang Islam apanya sih? Orang Israel lebih jujur, ngaku anti Islam. Kita rajin ke masjid, tapi nggak pernah menjalankan nilai-nilai Islam.
Sorry, kok ke politik. Tapi lama-lama nggak kuat juga nahan kesebelan.
Akhirnya, cara ngilangin sakit kepala adalah dengan Wagner lagi. Kali-kali sebenernya yang diperlukan adalah istirahat yang cukup dan makan yang baik. Tapi makan juga susah kalau masih pusing. Jadi istirahat aja dibanyakin. Tapi mau bobo aja susah. So di sini Wagner mengambil peranan. Satu set Der Ring dari Berliner Philharmonik, cukup untuk memaksa otak berhenti berpikir dari keseharian, dan memusatkan pikiran pada ide yang dicoba ditransferkan Wagner. Selalu tentang dilema antara nilai-nilai yang memaksa manusia melepas sebagian nilai kemanusiaannya untuk …. terus bisa bobo deh. Dua hari kayak gini, sakit kepala nyaris ilang. Cuman assignment nggak dibikin-bikin. Kacau deh.

