Author: koen (Page 71 of 123)

6252976

Ngegambar peta Indonesia, meletak-letak posisi LSR dan semacamnya. Hmm, enak kali ya kalau pendekatannya rada-rada sosialis. Ini kan academic project, bukan business case beneran.

Aneh nggak kalau jadi malah kangen, pingin pulang.

6234835

Vet might fly. Herriot geram. Kota Glasgow disapu bom Hitler, dan rumah ortunya hancur. Jadi dia mendaftar tentara sukarela. Di kamp tentara, baru dia berpikir tentang keajaiban dunia tentara. Mau berbakti buat raja dan negara aja pakai disuruh bertindak mengikuti instruksi irrasional. Tiga gigi harus dikorbankan, termasuk yang salah cabut :). Abis bisa jadi penerbang yang handal, dia malah didaratkan, dianggap cacat. Mulailah proses rumit pengunduran diri. Trus dia jadi dokter hewan yang hangat dan penolong lagi. Sambil mengkhawatirkan teman akrabnya yang menyabung nyawa di Asia dan Afrika.

Politisi Inggris jaman PD-II sama pusingnya sama jaman sekarang. Negaranya kena ancaman, malah sibuk mengorbankan rakyatnya di negara-negara lain lagi. Kalau Coventry diluluhlantakkan, itu bukan hanya Hitler yang patut disalahkan, tapi mental penjajah pemerintah Inggris yang malah sibuk mengurusi kekayaan di ujung dunia lain.

6221494

Aku jadi punya kebiasaan baru, menempatkan tangan pada posisi istirahat di belakang, khususnya kalau lagi berkomunikasi lisan. Ini gara-gara viva voce Regulasi yang berubah jadi disaster itu. Kalau gugup, aku cenderung menggerakkan tangan kayak lagi nggambar sesuatu. Kesannya kayak pantomim. Atau barangkali kayak lagi berusaha mendorong atau menyingkirkan apa yang harus diselesaikan. Sekarang aku mau berlatih untuk bisa bertanya, menjawab, dan berbincang, tanpa menggerakkan tangan. Mau nggak mau, lisan harus dilatih.

Istirahat tempat, grak.

6211718

Counterpunch, menyajikan berita yang konon lebih berimbang, daripada, misalnya, CNN. Kisah tentang bagaimana US menggunakan menembakkan depleted uranium ke Iraq yang mengakibatkan wabah (!) leukemia. Tentang bagaimana CIA turut melestarikan ladang opium di Afghanistan. Tentang hukuman mati yang sadis (dan legal) di Texas.
Plus satu tulisan kenapa berita CNN cenderung miring: Military personnel from the Fourth Psychological Operations Group based at Fort Bragg, in North Carolina, have until recently been working in CNN’s hq in Atlanta.

6173030

“What’s the name of that Kaboom city again?”

“It’s Kabul, Mr President. That’s the capital of Afghanistan.”

“It’s like Kaboom for me. Send something kaboom to the city! I want to be on that doohickey box again.”

“TV, Sir.”

6166666

Duh, nomornya kok harus 6166666 sih.

Rekomposisi dokumentasi tesis lagi. Bagian project management sekarang dipecah-pecah ke dalam chapter-chapter yang lain. Biar alur logikanya lebih halus lagi.
Musik latarnya masih Petrushka, menandakan pikiran yang asik melompat-lompat.

Asal Usul James Herriot

Tahun 1969, Alf Wight menonton pertandingan liga utama (hehe) antara Manchester United dan Birmingham City. Nama penjaga gawang Birmingham itu James Herriot. Jadi nama itu diculik buat nama samaran Alf.

James sendiri belum pernah baca buku Alf. Tapi dia suka lihat versi TV-nya. Dan dia merasa kebetulan punya nama yang sama dengan si tokoh. Baru tahun 1988 dia diundang Alf untuk memberitahukan bahwa memang nama karakter itu diambil dari nama dia.

Trus … mereka main bola di halaman rumah Alf.

Thirsk

Di tengah peta North Yorkshire ada sebuah bintik. Thirsk. Kenilworth yang cuman selintasan jalan aja tampak jadi raksasa dibandingkan bintik itu. Padahal barangkali bintik kecil ini turut mengarahkan hidupku.

Thirsk. Nama yang asing. 23 Kirkgate. Dulu tempat ini jadi tempat praktek Donald V Sinclair, veterinary surgeon yang mengesankan hampir semua orang yang mengenalnya. Tapi barangkali yang membuat lebih banyak orang lagi terkesan adalah waktu dia mengangkat asisten (kemudian jadi partner) seorang anak muda bersahaja lulusan Glasgow, yang suka dipanggil Alf. James Alfred Wight.

Sekian puluh tahun kemudian, Alf yang sudah cukup senior punya ide cemerlang. Keajaiban di Thirsk, dari praktek Sinclair dan dirinya, dicatat dalam semacam biografi yang menarik. Semua nama disamarkan habis-habisan. Kota Thirsk jadi Darrowby, Kirkgate jadi Skeldale, Don dan Brian Sinclair jadi Siegfied dan Tristan Farnon.

Sepuluh tahun kemudian, si West yang baru mulai doyan baca buku, ikutan baca buku kakaknya yang berjudul Seandainya Mereka Bisa Bicara. Tapi itu nasib malang buat si buku, soalnya buku itu jadi dibawa ke mana-mana sampai kertasnya berubah warna, dan kertasnya harus ditambal-tambal.

Dan nggak tau kenapa, si West jadi doyan nulis juga. Dan biarpun suka nggak nyambung dengan realitas, tapi yang ditulis selalu tentang optimisme. Tentang hal-hal kecil.

Ketularan si mantan asisten dari kota Thirsk.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑