Author: koen (Page 49 of 123)

Wellington’s Victory

Wellington’s Victory — rentetan panjang dentum-dentum canon nyaris tanpa henti mengiringi orkestra Beethoven. Setelah mengganti judul simfoni ketiga dengan Eroica, menolak Napoleon yang memahkotai diri sendiri, Beethoven melangkah dengan gagah menjatuhkan pasukan Napoleon. Pasukan yang separuh ragu dan separuh penuh semangat kekanakan, dijatuhkan di depan pasukan yang sekedar menjalankan tugas dari kanjeng sultan di seberang lautan. Trus God Save The King yang lembut dialunkan beriringan dengan fugue yang dinamik.

78854637

Tulisan dari majalah Computer ini udah lama pingin aku tulis di sini, tapi lupa-lupa terus. Sekarang aja deh. Temanya tentang Hukum Murphy. Hukum itu secara umum menyatakan bahwa ?segala yang bisa salah, akan salah.? Dan selanjutnya, ?kesalahan akan datang pada tempat yang paling tidak diharapkan pada waktu yang paling tidak diharapkan.? Maksud Murphy adalah agar quality control di bidang engineering benar-benar diperhatikan.

Tapi interpretasi yang salah atas hukum Murphy justru meningkatkan jumlah kegagalan teknis. Pada kasus Challenger misalnya. Pekerjaan yang sangat besar itu melibatkan banyak pihak, dan tentu akibatnya adalah tingginya probabilitas ketidaksinkronan. Tapi tes-tes selalu menampilkan hasil yang baik. Padahal, pikir para penguji itu, kalau hukum Murphy benar, tentu telah terjadi kesalahan pada tes-tes yang panjang dan rumit itu. Tapi tidak, semua tes menampilkan hasil yang baik.

Maka meluncurlah Challenger ke luar angkasa. Dan pada kali yang kesekian, barulah ramalan Murphy yang asli terbukti. Kesalahan terjadi pada waktu yang paling tidak diharapkan, yaitu waktu implementasi asli, bukan waktu tes.

Pleumeur-Bodou

Today, 40 years ago, at the Radome in Pleumeur-Bodou, France received the first transatlantic transmission of a TV signal via the Telstar satellite. It illustrated the potential of a future world-wide satellite system to provide communications between continents.

The first Radome was only temporary, and was installed in order to house the construction site for the antenna. Both this temporary shelter and the final Radome measured 64 meters in diameter. The final Radome, installed in France in the summer of 1962, is now a museum. It is made of Hypalon coated Dacron and weighs over 30 tons.

78764485

Kalau amazon.com memerlukan waktu nyaris 2 bulan untuk mengirim buku ke Bandung (via pos, bukan DHL), amazon.co.uk cuma memerlukan 12 hari. Luar biasa? Yup. Tapi ternyata amazon.fr bisa memecahkan rekor itu dengan 10 hari.
Kapan ya ada yang mau bikin amazon.com.sg? :)
Atau amazon.co.id sekalian. Masa sih harus takut sama fraud? Tapi … berapa sih orang Indonesia yang mau bener-bener beli buku? Apa cukup prospektif untuk membuat toko buku online segede dan selengkap Amazon?

Faust dan Stagnansi

Faust. Di versi awal, yang aku tulis berulang-ulang dari tahun 1997, Faust melambangkan orang yang tidak menemui jalan lain selain stagnansi, kejumudan. Dan buat Faust, stagnansi adalah dosa manusia terbesar. Maka ia mengambil satu-satunya jalan yang mungkin diambilnya untuk keluar dari stagnansi, yaitu berkelana dengan Mephistopeles. Potensi dosa yang niscaya akan terjadi kalau seseorang berjalan dengan sang setan, buat Faust, adalah resiko yang mungkin terjadi, dan tetap lebih baik daripada dosa akibat menerima stagnansi.

Tapi yang kemudian berhenti aku tulis adalah saat manusia lepas dari stagnansi. Segalanya berkembang sesuai fitrah kemanusiaannya. Atau setidaknya begitulah tampaknya. Pada saat itu, sadarkah Faust bahwa ia masih berjalan bersama Mephisto?

Di awal langkah kita, memang barangkali tidak ada faktor Mephisto. Atau kita kira demikian, soalnya Mephisto tidak menemui kita seperti dia menemui Faust. Dia barangkali muncul bukan sebagai persona, tetapi sebagai idea. Tapi seharusnya, kita tetap menghindari kesalahan yang sama dengan Faust, yang asyik dengan dengan kemanusiaannya yang indah dan mulai lupa menilai kembali titik awal yang dia ambil.

78725089

Antisosial?

Pada masyarakat dimana mayoritas anggotanya melakukan tindakan-tindakan antisosial, orang yang tidak mau terlibat akan dituduh antisosial. Pada saat itu sebutan antisosial boleh jadi kebanggaan.

Ah, label lagi :). Dalam transportasi data paket, memang label benar-benar membantu untuk membentuk routing yang efektif dan sekaligus fleksibel. Tapi di luar bidang itu, label nyaris selalu disalahgunakan untuk meroutingkan perspektif kita ke kesan yang telah diarahkan (atau tepatnya disalaharahkan, baik sengaja atau tidak). Dan pada saat itu, label lebih baik digunakan sebagai paradoks.

Kesimpulannya … jadilah individu antisosial, yang bersama individu antisosial lain bersama-sama membentuk masyarakat yang lebih baik.

Terjemahan Mizan

Iseng baca Surely you’re joking Mr Feynman yang diterjemahkan Mizan sebagai Cerdas Jenaka Cara Nobelis Fisika. Beberapa cerita buku itu udah disadur bebas di site ini tahun lalu, misalnya soal Feynman dan Faust. Juga soal seminar Feynman yang pertama yang dihadiri Pauli, Einstein, Neumann, dll.

izan bisa punya beberapa motif sekaligus untuk menerjemahkan dan menerbitkan buku ini. Pertama, tentu, memperkuat posisinya sebagai media pembangkit kreativitas yang sehat. Hummm, yeah, sehat. Kedua, dalam misi itu, Mizan jadi punya wewenang menentukan bentuk terjemahan, termasuk mengedit bagian-bagian yang dirasa kurang pas dengan kreativitas sehat dalam visi Mizan. Petualangan Feynman yang vulgar menghilang dari buku itu.

Jadi ingat buku Mengenal Foucault yang diterbitkan Mizan juga. Buku aslinya banyak gambar vulgarnya sebenernya. Tapi gambar pun diedit Mizan, dipersopan dikit.

78634292

Majalah jilid 1 hingga 4 dicetak dengan ukuran A4. Edisi 5 dan 6 dijadikan jurnal berukuran B5. Terbitan ke 7 berbentuk buku, yang
cukup tebal. Edisi 8 mirip edisi 7, tetapi penuh warna, dan edisi 9 dilampiri CD multimedia. Edisi 10 hanya berbentuk CD multimedia tanpa buku, dan bentuknya seperti itu sampai edisi 15. Di edisi 15 ini sebagian besar isinya merupakan animasi video. Edisi 16 sepenuhnya merupakan video (VCD atau DVD), sampai edisi 18. Edisi 19 tidak lagi dijual, tetapi ditampilkan di TV, sampai edisi 23. Kemudian pindah ke radio sekali dengan alasan yang tidak disebutkan. Edisi 25 ditampilkan di panggung, sehingga di samping membatasi waktu juga membatasi tempat. Barangkali edisi 30 hanya ada di pikiran penulis.

Simfoni Kelima Mahler

Gara-gara ngobrol dengan temen baru, aku jadi dengerin lagi Simfoni Kelima dari Gustav Mahler, dari CD yang udah agak jamuran, dari jaman CD klasik orisinal masih berharga 15000 rupiah di Bandung.

Konon Wagner punya dua “pengikut” di zaman post-romantik, yaitu (Richard) Strauss dan Mahler. Tapi keduanya mengambil dunia Wagner yang komplementer. Mahler banyak memainkan disonansi, dan kurang jelas dalam pergeseran “mood”. Mahler menulis 9 simfoni, plus satu yang belum selesai. Hampir separuhnya memakai vokal, mengambil gaya Simfoni Kesembilan dari Beethoven.

Kayaknya kalau Simfoni Kelima ini berakhir, aku mau pindah ke roman panjang Die Walküre aja lah. Mahler nggak terlalu match dengan mood aku hari ini.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑