92119308

Sebenernya aku nggak adil juga selalu mencaci maki Saddam Hussein dan
George Warcrime Bush. Barangkali aku udah larut dengan pikiran Dogbert
yang dengan senang hati menganggap semua makhluk memiliki pengalaman
yang sama dengan dirinya, dan artinya memiliki diskursus yang sama,
dan artinya kalau ada yang berbeda pendapat selalu ada yang bisa
disalahkan. Well, cakep kan?

Coba bayangkan kalau kita jadi Saddam, dari kecil dicekoki dengan kisah
kepahlawanan padang pasir, dari sejak peradaban manusia, sampai masa-masa
kenabian, dan masa-masa kekhalifahan, yang semuanya penuh tragedi dan
kehendak untuk menegakkan kekuasaan dan nilai-nilai dengan segala kekuatan.
Seperti diktator ngetop lain, Saddam mulai sebagai pemuda pejuang yang
mengorbankan masa muda dan mempertaruhkan nyawa untuk perjuangan. Dan
apa artinya kediktatoran Saddam dibandingkan banyak kekejian dalam sejarah
peradaban manusia di sepanjang jazirah Arab.

Bayangkan juga kalau kita jadi Bush, yang seperti orang AS lainnya dicekoki
kisah patriotisme AS membebaskan dunia dan menyebarkan nilai-nilai Americanism
ke seluruh penjuru dunia. Bush adalah manusia yang berhati lembut, kalau
dibandingkan dengan Truman yang melelehkan dua kota besar di Jepang plus
jutaan penduduknya dengan bom nuklir cuma untuk mendeaktivasi pusat kesenjataan
Jepang, atau dibandingkan serial Kennedy hingga Nixon yang menghabisi
jutaan keluarga di Vietnam dengan berbagai senjata pedih yang tak masuk akal
digunakan di bumi (senjata kimia, senjata biologi, bom napalm, ranjau darat,
racun makanan dan air, dan segalanya).

Trus bayangkan kalau kita jadi supporter Persib. Eh kok …

%d bloggers like this: