Lagi korespondensi panjang ke Malang. Berjam-jam talk dengan Totok, tapi dia nggak punya waktu buat bantuin legalisasi. Talk dengan Pak Julius untuk referensi, ok. Beliau antusias sekali ngebantu orang. Jangan-jangan keturunan malaikat. Talk dengan Pak Sholeh. Beliau juga menerima sekali.
Aku jadi terdorong pingin bantuin orang-orang juga :) :). Bukan berarti selama ini nggak sih. Aku selalu nerima mahasiswa yang minta bantuan apa aja, dengan full support kok, biarpun kadang waktu yang diperlukan juga luar biasa. Aku pikir, aku dapet teladan yang baik dari para senior-ku.
Duh, soal legalisasi enaknya gimana yach … :)
Page 174 of 180
Mbak Indah dari BritCoun bilang, aku harus submit ijazah, transkrip, terjemahannya ke English, dan dilegalisasi. Aku langsung kebayang kalau aku bisa jadi foton yang bisa berada di dua tempat sekaligus (bukan hanya sebagai gelombang probabilitas). Aku kayaknya harus ke Malang, tapi juga harus terus di kelas di Jakarta.
Di milis bandung-raya©egroups.com, aku baca mail bulan September, tentang penerjemah resmi. Kok kebetulan sekali aku lagi perlu yah. Disorder mewujud ke pola?
Aku masih pusing.
Aku lagi gampang bener pusing, efek dari flu kayaknya. Cuman kok lama bener. Pagi ini ke kantor pos, mau ambil kiriman buku, tapi aku lupa lagi bawa KTP dan SIM; jadi Bu Pos-nya menolak klaim. Kali-kali diambil minggu depan aja deh. Pikun itu bikin banyak disorder aja.
Bandung. Gagal malakin Ziggyt di Jakarta, aku malahan duduk di sebelah saudara-nya Ziggyt di KA Parahyangan Jakarta-Bandung (tempat aku kehilangan kacamata seminggu sebelumnya).
Cerita-cerita Interpretasi Kopenhagen, tapi sama sekali lupa menyebut si pak tua Einstein. Sebetulnya mekanika kuantum dikembangkan setelah pak tua ini ‘menemukan’ foton, waktu dia menjelaskan efek fotolistrik, menggunakan tetapan Planck (dan dia memperoleh hadiah Nobel karena ini).

Tapi Interpretasi Bohr dan Heisenberg atas kuantum ditentang habis-habisan oleh Einstein. Memang ada yang tidak kompatibel antara teori kuantum dengan relativitas. Yang lucu, di tahun 1950-an, David Bohm dll menemukan bahwa efek fotolistrik dapat dijelaskan tanpa harus mengasumsikan cahaya sebagai foton. Dan yang juga lucu, di tahun 1990-an, para ilmuwan menemukan bahwa interpretasi Bohr juga ternyata tidak sepenuhnya benar. Alam semesta memang jauh lebih menarik daripada tafsiran dan mimpi kita yang paling liar sekalipun.
Udah lama nggak ke site Astronomy Picture of the day. Barangkali aku kebanyakan think locally act locally yach.
Masa?
So you speak to me of sadness
and the coming of the winter
Fear that is within you now
it seems to never end
And the dreams that have escaped you
And the hope that you’ve forgotten
You tell me that you need me now
You want to be my friend
And you wonder where we’re going
Where’s the rhyme?
Where’s the rhytms?
It’s you who cannot accept
It is here we must begin
to seek the wisdom of the children
And the graceful way of flowers in the wind
For the children and the flowers
are my sisters and my brothers
Their laughter and their loveliness
would clear a cloudy day
Like the music of the mountains
and the colors of the rainbows
They’re a promise of the future
and a blessing for today
— John Denver’s “Rhymes and Rhytms”
Kekejaman-kekejaman atas manusia di Palestina …
Buat melengkapi Kosmologi Qurani di site ini, perlu dibaca juga Konsep-Konsep Kosmologis dari Prof Achmad Baiquni. Kalau udah ke sana, sekalian intip Konsep-Konsep Antropologis dari Jalaluddin Rakhmat.
Listening = 6; Writing = B+ & A-; Reading = 7. Degrading in performance. But I don’t think so. It’s just about a little part in a great pattern :) :). Errr … and I still have very low confidence in speaking.
