Page 160 of 180

2842783

Jam 00.30 malem, ditelepon Harry Sufehmi, mantan pejuang pergerakan bemo nasional. Nggak jauh-jauh ternyata, di Birmingham aja. Bisa jepret-jepretan karet apa lempar-lemparan kapur tuh :).
Tadinya ada fotonya di sini, cuman suka keluar tanda x, jadi dimatiin deh fotonya. Tapi ada di site dia kok. Cuman jangan pada naksir ya. Tau sendiri lah.

Dave Wood

Hari pertama di C&W site, aku ketemu Dave Wood, petugas security yang nganter aku ke FAR-125. “What is FAR-125? Does it stand for Far-away?” tanya aku. “It should be.” kata dia. Terus dia ngangkatin bagasi aku yang luar biasa itu naik tangga sempit ke Lt 3 di gedung Faraday (hehe, beda 1 huruf).

Udah dua bulan di sini, pulang dari Warwick, aku liat Dave rada pincang dikit. Aku nanya, apa dia lagi sakit. Dia bilang, dulu dia kena kecelakaan waktu naik sepeda motor. Tulang kakinya hancur, terus dipasang dengan sekrup. Aku cuman bilang, hebat, dan kamu masih kuat sekali.

Sore ini, dia manggil aku, mau nunjukin sesuatu. Dari mejanya, dia keluarin gambar motornya dia, satu surat kecelakaan tahun 1991, dan satu set plat dengan 10 sekrup dari yang rada panjang sampai panjang bener. Terus dia nunjukkin foto Sinar X waktu dia masih dipasangin plat itu. 10 sekrup panjang menembus tulang. Luar biasa. Dan abis sembuh, dia malah kerja jadi security, dan kuat ngangkat beban berat di tangga sempit ke Lt 3. Aku tanya, kok dia masih bisa sangat kuat. Perlu latihan panjang dan terus-menerus, termasuk olah badan, dan main football. Ke luar gedung, aku sekilas ngeliat motor Dave (bukan yang dipakai waktu kecelakaan dulu). Masih rajin naik motor, biarpun ada modifikasi dikit di pedal.

Kapan ya aku bisa mulai belajar kuat bertahan hidup, dari orang-orang di sekitar aku.

2816492

Rheingold … rheingold … masih terpasang dari Der Ring, kutukan dari penjaga alam atas makhluk yang mempergunakan kekayaan alam buat kepentingan diri sendiri. Peri-peri Rhine sih memang cuman isapan jempol. Tapi kita tahu sendiri bahwa alam semesta disusun dengan presisi tinggi — biarpun dengan fleksibilitas tertentu juga — untuk memungkinkan kita (para harimau, kata Hobbes) bisa hidup. Tapi para khalifah tidak manjaga amanat, mereka malah mencuri harta dari bumi untuk tujuan-tujuan hidup mereka sendiri. Dan akhirnya Valhalla — lambang kemegahan dan obsesi manusia — pun harus tumbang dan hancur terkena kutukan penjaga alam.

On Masterpiece

Nyetel Wagner di tempat ini memang sebenernya pas. Kita ingat, Der Ring dibuat Wagner di pengasingan, dalam kondisi seadanya, waktu tidak ada harapan sama sekali untuk bisa menyusun performa yang sesungguhnya. Tapi Der Ring justru diciptakan untuk menunjukkan bahwa nilai (romanticism, balik lagi ke nilai) kemanusiaan bukan terletak pada sumber dari luar dan penghargaan dari luar, tetapi dari pemenuhan potensi. Maka terciptalah masterpiece yang dikagumi selama satu abad lebih dikit.
Aku nggak pernah merasa Der Ring itu bagus, tapi aku selalu bisa menikmatinya sepenuhnya, setiap saat. Dan aku nggak tau rahasianya. Dari segi artistik, pasti aku lebih milih Debussy. Jadi di mana sih Wagner menyimpan puncak keunggulannya ?
Refer: Richard Wagner

2801942

Akhirnya, cara ngilangin sakit kepala adalah dengan Wagner lagi. Kali-kali sebenernya yang diperlukan adalah istirahat yang cukup dan makan yang baik. Tapi makan juga susah kalau masih pusing. Jadi istirahat aja dibanyakin. Tapi mau bobo aja susah. So di sini Wagner mengambil peranan. Satu set Der Ring dari Berliner Philharmonik, cukup untuk memaksa otak berhenti berpikir dari keseharian, dan memusatkan pikiran pada ide yang dicoba ditransferkan Wagner. Selalu tentang dilema antara nilai-nilai yang memaksa manusia melepas sebagian nilai kemanusiaannya untuk …. terus bisa bobo deh. Dua hari kayak gini, sakit kepala nyaris ilang. Cuman assignment nggak dibikin-bikin. Kacau deh.

2772042

Kesusahan kalau harus pakai Linux. Program-program aplikasi dan instrumentasi yang dipakai semuanya over Windows (CEMeNT) sih. Di rumah sih bikin dual book Linux dan Windows. Tapi lama-lama yang Linux cuman dipakai buat main-main sama eksperimen aja, nggak bisa dipakai kerja kantoran. Lain kali pakai Linux deh, kalau kantor-kantor dan universities udah pada pakai Linux untuk kegiatan sehari-hari.

2761945

Akhirnya, sampai juga kiriman Presario 1200-nya. Cuman mesti kerja tambahan buat install driver-driver tanpa CD, bahkan tanpa petunjuk sepotong pun. Wuih, maen tebak-tebakan lagi.
Jadi inget Bu Ani zaman NAP dulu. Waktu minta printer berwarna ke logistik, dibilang printernya ada tapi drivernya nggak ada. Terus kata Bu Ani: “Nggak pa-pa, di sini ada Koen kok. Apa pun jadi bisa kalau ada Koen.” Wah, Bu Ani harusnya tahu kalo aku juga suka panik waktu harus installasi driver dalam kegelapan. Kegelapan donk, orang yang diinstal drivernya display. Gelap melulu layarnya.

2755913

Tapi nama Zarathustra sendiri suka diculik semena-mena. Pertama, Nietzsche menculik nama itu dari nama dewa Persia. Kedua, Strauss menculik nama itu dari Nietzsche. Ketiga aku culik dari cuplikan Strauss dari Nietzsche buat dipasang di meja kerja (dulu): you great star, what would your happiness be had you not those for whom you shine. Keempat, nama itu diculik di buku The Collapse of Chaos dari Ian Stewart (orang Warwick tuh) sebagai nama planet buat menggambarkan inkompatibilitas komunikasi akibat selisih diskursus. Misalnya, di planet Zarathustra, suara itu digital, nggak analog kayak telinga kita. Jadi kita dan mereka nggak bisa saling menikmati musik masing-masing. Buat mereka, selisih satu oktaf itu nggak harmonik kayak yang didengar telinga kita.
Jadi inget juga salah satu diskusi beberapa waktu yang lalu: telinga kita itu receiver analog, tapi mata kita itu receiver digital atau analog ? Bisakah itu dijawab tanpa melibatkan dualitas cahaya sebagai materi dan gelombang ?

Sore Musik Romantik

Side A Richard Strauss, side B Edvard Grieg dan Frans Liszt. Mereka umumnya dari zaman musik romantik, waktu orang berusaha menggambarkan ‘nilai-nilai’, antara lain dengan simbolisme.

Kadang bentuknya kegagahan seperti Richard Wagner, kadang kelembutan seperti Frederick Chopin. Tapi yang menarik adalah bahwa Wagner bisa membawakan kelembutan dengan megah (misalnya Liebestod), dan Chopin bisa menggambarkan kekuatan dengan lembut (aku kurang hafal nomor-nomor simponi Chopin —sorry).

Richard Strauss itu penerus Wagner dalam arti bahwa Friedrich Nietzsche itu penggemar Wagner, dan Strauss itu penggemar Nietzsche. Dari musik ke musik melalui filsafat. Namanya juga romanticisme. Liszt, Wagner, dan Hector Berlioz diakui sebagai genius musik masa itu, sementara Chopin jadi tukang merayu, haha.

Kalau Johann Strauss itu alirannya beda, itu musik klasik dengan gaya waltz. Enak juga buat lompat-lompat kaki. Tapi kepala lagi suka nyeri sih, gimana yah. Kali perlu tambahan dosis Wagner.

2740268


Ah, ternyata Strauss’ Zarathustra kebawa juga, biarpun tanpa cover. Tapi aku inget, covernya kayak yang di sebelah ini. Ssst, ini nyolong dari Amazon, jan bilang-bilang yach.
Strauss, ditambah terrific headache. Malam yang menarik.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑