Sophie

Masih April, jadi rada tematis untuk cerita tentang seorang cewek keren. Namanya Sofya Vasilyevna Kovalevskaya (Софья Васильевна Ковалевская). Di textbook, nama ini mencuat dalam teorema persamaan diferensial Cauchy-Kovalevsky. Lahir pada 1850 di Moskva, dan diracuni salah seorang pamannya dengan matematika sejak usia dini, termasuk konsep ‘mengkotaki lingkaran’ dan asimptot.

Saat keluarganya pindah ke Kaluga, seluruh rumah dilapisi wallpaper yang dipesan dari Petersburg. Tapi kurang satu gulung. Dan malas pesan lagi cuma segulung. Maka kamar Sofya kecil dilapisi dengan gulungan kertas tua dari gudang, yang ternyata adalah catatan kuliah kalkulus diferensial dan integral dari Akademi Ostrogradsky, punya sang ayah. Sofya jadi membiasakan diri memelototi formula2 ajaib di tembok kamarnya. Beberapa di antaranya mengingatkannya akan ‘kuliah’ oleh pamannya. Sisanya, entah :). Tapi ia suka membaca2nya dan mencoba memengertinya. Banyak yang benar2 masuk ke memorinya.

Ayah Sofya tidak terlalu suka pendidikan pada wanita, jadi Sofya tidak sekolah, dan belajar aljabar sendiri di rumah. Keberuntungan terjadi waktu tetangganya, Profesor Tyrtov, membawa ke rumahnya makalah fisika dasar. Sofya mencoba ikut membacanya, tapi macet di trigonometri, yang belum pernah ia pelajari. Tapi ia mencoba memahami dengan melakukan eksperimen hitungan. Ia berhasil. Tapi waktu ia menceritakan kembali apa yang ia pahami ke Tyrtov (dengan tata istilah yang tidak standar), profesor itu langsung mendatangi ayahnya, dan berargumentasi bahwa Sofya harus dididik lebih serius.

SophieMaka Sofya dikirim belajar ke Profesor Strannolyubsky di Petersburg. Di sana, ia ternyata cepat paham dan berhasil memecahkan soal matematika dengan sangat cepat. Seolah2 otaknya sudah terbiasa. Sementara itu, ia juga jadi berminat pada sastra, dan sempat menjadi teman Dostoyevsky. Tokoh Aglia dan Alexandra dalam novel Idiot konon diilhami oleh kepribadian Sofya dan saudarinya.

Sofya menikah dengan Vladimir Kovalevsky, dan melahirkan seorang putri. Setelah menikah, ia bebas dari kekangan orang tuanya, dan perli ke Jerman untuk belajar pada matematikawan Karl Weierstrass (duh, langsung ingat huruf keriting). Weierstrass menolak halus dengan memberikan soal sulit untuk mengenyahkan Sofya. Tapi Sofya (oh ya, namanya kemudian dikenal sebagai Sophie) bisa memecahkannya dan Weierstrass langsung paham bahwa ia menghadapi bakat matematika yang hebat. Ia pun menjadi tutor, konselor, dan teman Sophie. Dengan dukungannya, Sophie berhasil menyelesaikan tesis doktoral di Universitas Gottingen dengan tiga paper: dua matematika murni dan satu astronomi teoretis. Sophie pulang kembali ke suaminya di Russia. Tujuh tahun ia meninggalkan matematika.

Bercerai dengan Kovalevsky, Sophie diundang ke Stockholm oleh matematikawan Swedia Gosta Mittag-Leffler, yang disuruh Weierstrass mencari Sophie ke Russia. Sophie membangkitkan kembali minat matematikanya, dan naik jenjang terus menerus hingga mencapai posisi Profesor Matematika. Ia wanita pertama yang memegang kursi keprofesoran di Eropa — Marie Curie menyusul 17 tahun kemudian. Sophie (yang di Swedia dinamai kembali sebagai Sonya) terus memberikan sumbangan penting bagi matematika. Salah satu paper mekanikanya memberoleh penghargaan dari Acad?mie Fran?aise des Sciences, yang digandakan karena memiliki arti khusus juga bagi fisika teoretis.

Kemudian? Dia menjadi penulis. Novel, drama, dan artikel sastra. Hingga meninggal pada usia 41. Dengan senyum.

7 Comments

  1. Wah dapat tambahan cerita tentang perempuan Rusia lagi. TA-ku sekarang referensi utamanya juga dari seorang perempuan Rusia bernama Oleinik. Tapi aku baca makalahnya udah yang versi bahasa Inggris, begitu juga buku pelengkapnya udah yang versi terjemahan ke Inggris dari bahasa Rusia karya Natanson.

    Wuuiiii… Sophie keren sekali….

  2. waduh, baru mau nulis tentang ‘cewek cakep’ ini ternyata sudah keduluan. matur nuwun ……….. hehehe

  3. mas adi, rokoknya sereum banget euy … !!!

    jadi teringat,
    bahwa orang memang tentunya ada yg lebih
    cerdas, satu dibanding yang lain …

    walau ada teori, otak manusia mungkin secara pisik sama saja, antara yang nampak bodoh (karena sebetulnya tidak ada yg bodoh) dan yang canggih …

    dan, otak sophie ini salah satu yang canggih …

    benarkah ada otak yang lebih canggih dan yang tidak ?

  4. Wah, emang matinya dengan tersenyum ? jangan ngarang deh … Jago matematika is OK bang-get … tapi mati dengan tersenyum soal lain deh ….

  5. baru tahu sejarahnya, padahal udah mengalami penderitaan yang diakibatkan rumus2 buatannya :D

  6. @5: Reallya? Kalau gitu, biarlah aku mengagumimu juga :)
    @2: Matematikawan juga ya? Keren!
    @1: Matematikawan juga? Keren juga!

  7. Wah thanks summary-nya tentang kovalevsky. Pernah nemu secuil riwayat hidupnya di Calculus – Purcell.

Leave a Reply

%d bloggers like this: