Dawkins & Moore

Sumpah, aku bukan fans Richard Dawkins, biarpun kayaknya nama ini udah mulai sering ditulis di site ini. Aku cuman rada tertarik baca ulasannya dia, tentu tentang genetika, tapi pakai Hk Moore. Kita tahu, Moore bikin estimasi eksponensial itu untuk chip, untuk transistor, bukan untuk genetika. Tapi yang dibahas Dawkins itu soal pemetaan DNA. Dan artinya soal IT. Dan artinya soal prosesor lagi, chip lagi.

Dawkins mengambil data dari Jonathan Hodgkins, tentang biaya yang dikeluarkan untuk memetakan DNA, sejak 1965. 1965, wow. Waktu itu penelitian DNA masih sedemikian mahalnya, sehingga perlu £1000 per huruf untuk memetakan RNA ribosome suatu bakteri. Belum DNA sih, masih RNA. Tahun 1975, pemetaan DNA virus X.174 membutuhkan £10 per huruf. Tahun 1985 nggak ada data. Tahun 1995, perlu £10 per huruf untuk memetakan DNA sebuah nematoda kecil. Pada proyek GENOME manusia di tahun 2000, diperlukan biaya £0.1 per huruf. Dari situ, Dawkins menyusun plot, plus ekstrapolasi, sambil menyadari bahwa ini tidak terlalu serius. Sampel 4 data tentu sama sekali tidak ilmiah.

Hasilnya dibikin nggak serius juga, maunya. Dengan £1000, kita bisa memetakan seluruh DNA virus Herpes di tahun 2020. Tahun 2030, uang yang sama bisa dipakai memetakan DNA lalat buah. Dan tahun 2040, uang yang sama bisa memetakan DNA mamalia, termasuk manusia. Di tahun 2050? Semua manusia bisa memetakan DNA masing-masing cukup dengan £100.

Wow, dengan data kayak gitu, cukup main2 DNA untuk mengerti seluruh sejarah evolusi, sejarah peradaban dan migrasi manusia, silsilah manusia dari zaman prasejarah. Kalau sekarang kita periksa paru2 dengan Röntgen, nanti kita bisa sekalian tes DNA, dan para dokter bisa mengobati kita bukan berdasar gejala rata2 manusia, tapi persis sesuai karakteristik fisik kita. Tapi data yang sama bisa dipakai untuk menerima atau menolak kita bekerja, bisa dibajak perusahaan asuransi, pemerintah, militer, dan sebagainya.

Jangan lupa, bermain2 dengan DNA hewan, kita bisa menciptakan kembali spesies yang punah.

Tapi, kayak Moore juga selalu bilang, ekstrapolasi eksponensial selalu berakhir di titik jenuh. Akankah titik jenuh itu tercapai sebelum impian liar Dawkins terjadi?

%d bloggers like this: