78569616

Gara-gara ngobrol dengan temen baru, aku jadi dengerin lagi
Simfoni Kelima dari Gustav Mahler, dari CD yang udah agak jamuran,
dari jaman CD klasik orisinal masih berharga 15000 rupiah
di Bandung.

Konon Wagner punya dua “pengikut” di zaman post-romantik, yaitu
(Richard) Strauss dan Mahler. Tapi keduanya mengambil dunia Wagner
yang komplementer. Mahler banyak memainkan disonansi, dan kurang
jelas dalam pergeseran “mood”. Mahler menulis 9 simfoni, plus satu
yang belum selesai. Hampir separuhnya memakai vokal, mengambil
gaya Simfoni Kesembilan punya Beethoven.

Kayaknya kalau Simfoni Kelima ini berakhir, aku mau pindah ke
roman panjang Die Walküre aja lah. Mahler nggak terlalu match
dengan mood aku hari ini.

%d bloggers like this: