7077801

Tumben si koki ketawa aja ngeliat aku. Ada apa sih? Dia nggak
bilang. Cuman terus mencetus sepatah kata, “Trouble.” Hey!
Satu lagi?

Kisahnya dari Alan, si driver yang logat Inggrisnya bikin
belajar di British Council terasa sia-sia. Waktu bulan-bulan
awal, aku nggak pernah bisa ngerti ucapannya dia, jadi aku
pelesetin aja semua obrolannya dia. Waktu dia nggak tahan,
dia akhirnya mengancam, “You’ll get a trouble.” Dan aku dengan
muka dibikin tercengang cuman membalas, “How come? I’m the
trouble!” Terus kita ketawa bareng-bareng.

Aku memang nggak pernah bisa formal dan nggak pernah tahan untuk
berhenti usil. Latihan tinju sama security. Melanggar jam malam.
Minta kunci perpustakaan jam 5 pagi. Pasang orkestra tengah malam.
Pasti security diem-diem suka rasan-rasan juga. Nggak lama mereka
ikutan manggil aku “trouble”. Termasuk si security yang nggak
bisa becanda.

Aku lebih heran lagi waktu Mr Burns, kepala rumah tangga college ini,
ikutan senyum-senyum liat aku lagi makan. Waduh, reputasi aku
menyebar cepat sekali. Ntar bisa kalah ngetop nih Mr Bean. Dan waktu
koki jadi ikutan pakai nama aneh itu, aku jadi percaya ada konspirasi.

Ada sih yang nggak ikutan nyebut nama ajaib itu. Namanya Jim,
security dari Skot. Jim itu periang, ngajak ngobrol di perpustakaan
sampai nyaris tengah malam. Dan menghabiskan waktu untuk melafalkan
nama aku dengan benar. Kalaupun pernah ngasih julukan, dia ngasih
sebutan “the most cheerful”, bukan “trouble” :). Tapi waktu cuaca
makin dingin, Jim juga mulai kehilangan keriangan. Ada apa sih?
“How’s you project?” dia balik nanya. Yeah bagaimanapun ada waktunya
untuk berhenti. “And you’ll go home soon,” katanya sedih.

Duh, selain bikin kacau, ternyata aku bisa bikin sedih juga.

%d bloggers like this: