Author: Kuncoro Wastuwibowo (Page 81 of 88)

75224331

Hrrrr … Yang seharusnya dilakukan saat ini bukan mengenali apa yang ada di dalam frame kita, tapi justru mencoba memahami yang masih ada di luar frame. Tidak selamanya kita terkurung di frame ini. Dan pada saat kita lepas, kita sudah siap.Memang sih, tembok kaca masih jadi penghalang permanen. Tapi siapa mau peduli sama halangan? I live for my own mission.

Satpam Lagi

Kemana aja, Pak K. Kangen nih kita. Tadinya aku sempat mikir, kok cuman satpam aja yang kedengeran kangen aku di kantor ini. Sekali-sekali kek para boss yang kangen, jadi buru-buruan bikin SK buat aku, biar nggak wandering around tanpa salary kayak zombie.

Tapi detik berikutnya aku baru sadar bahwa di ujung mana pun di dunia ini, yang terus bisa akrab sama aku memang kaum security. Satpam sipil maksudnya. Para pengawal di Seskoad nggak termasuk — mereka baik tapi ogah senyum.

Ektov Eesti

Sergei Ektov dari Estonia udah mengirimi satu set koin dari Russia dan Uni Soviet. Dia sebenernya nawarin koin zaman Tsar dan zaman pendudukan Nazi juga, tapi aku ogah megangin koin kuno gitu.

Udah gatel pingin koleksi coin Euro nih. Udah mulai beredar ceu nah.

Back to Lembong

Keliling Bandung. Menikmati kemacetan Bandung di sebuah malam Selasa. Gasibu, Dipati Ukur, Dago, Merdeka. Tapi semuanya penuh canda.

Ujungnya … tersesat ke Lembong 11. Teu sangka euh, bisa-bisanya juga aku sukarela ke sini, di satu-satunya waktu semacam ini di mana aku nggak perlu ada di sini. Udah tertulis di atas sana barangkali, bahwa bagaimana pun aku harus menyentuh lantai Lembong 11 juga di waktu kayak gini.

Internet

Kenapa sih Internet dinamai Internet?

Tahun 1968, ARPA (badan proyek riset tingkat lanjut milik dephan AS) menerbitkan RFQ (request for quotation) untuk perancangan jaringan komunikasi yang tersambung ke 20 universitas. Jaringan ini dipersyaratkan untuk bisa bertahan menghadapi saluran yang buruk atau putus sekalipun, untuk alasan pertahanan. Tender dimenangkan Bolt, Baranek, and Newman. Node ARPAnet pertama dipasang di UCLA tahun 1969, berupa sebuah IMP (interface message processor), yang menjadi cikal bakal router dan switch masa kini. ARPA meneruskan penelitian ke komunikasi radio bergerak dan komunikasi satelit di tahun 1972.

Secara terpisah, para engineer sedang mengembangkan komunikasi antar komputer lokal. Salah satunya adalah Ethernet. Para ahli kemudian berpikiran bahwa nantinya jaringan- jaringan ini pasti akan disatukan. Pasti akan timbul masalah antar jaringan (internetting problem). Protokol-protokol selanjutnya disusun dengan memperhatikan masalah internetting ini, sehingga secara informal protokol-protokol itu mulai disebut internet protocols. Nama resminya adalah Protocol for Packet Network Interconnection, diterbitkan tahun 1974, dan kemudian dikembangkan menjadi kumpulan protokol yang membentuk TCP/IP suite.

Sejarah lengkapnya nantinya masuk komunikasi·org. Tapi sekarang masih belum punya waktu luang untuk menyentuh site itu.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑