75652243

Memang gampang sekali cari musuh dengan menyebut soal keanekaragaman
diskursus dalam diin. Orang lebih suka membayangkan sebuah diin
sebagai satu cara, satu pola, satu hukum. Itu muskil. Manusia dan
masyarakat memang diciptakan berbeda. Barangkali, dalam perkembangan
diin, kita terlalu banyak menyerap ide-ide dari agama-agama kuno
dengan sistem kependetaannya, juga dari konsep nasionalis dan ideologi-ideologi,
lengkap dengan struktur-struktur kesatuan ide-nya. Jadi diin dipaksakan
untuk dipetakan ke dalam sistem agama atau sistem ideologi lain, bukan sebagai
sebuah cara hidup yang manusiawi.

%d bloggers like this: