Warta dari koran Il Giornale. Italia mencoba berjuang mempertahankan minuman legendarisnya melawan gaya internasional (yang biasanya dilambangkan dengan Starbucks). Negeri ini mengeluarkan sertifikasi atas resep cappuccino klasik. Cappuccino, menurut “Italy’s National Institute for Italian Espresso” haruslah berupa susu yang diuapkan di atas satu shot espresso. Kopi susu ala Italia ini kemudian hanya boleh disajikan dalam cangkir keramik (bukan kertas atau styrofoam). Oh ya, sebelumnya, institut ini juga telah mengeluarkan sertifikasi yang didukung pemerintah, tentang resep espresso. Dukungan dari pemerintah ini wajar, karena Italia telah menganggap minuman kopi sebagai budaya nasional. Kopi2 internasional pun masih selalu menyandang tata istilah perkopian Italia. Kopi tubruk, misalnya, haha. Hush.

Cappuccino versi Italia, berbeda dengan versi kebanyakan cafe di negeri kita, dapat langsung ditenggak dalam beberapa detik saja. Para purist cappuccino mengatakan bahwa cappuccino murni selalu meninggalkan jejak bekas susu di cangkir setelah minuman itu habis. Pun ketika diaduk, hasilnya semestinya bukanlah warna coklat hasil campuran yang halus, melainkan campuran yang masih memiliki batas antara warna kopi dengan warna susu.

Kata orang Italia sih, warna coklat muda kopi itu mirip dengan warna jubah yang dikenakan para rahib Capuchin Italia. Karena itulah dulu namanya jadi cappuccino.