Month: October 2003 (Page 2 of 2)

Receptor di Retina

Di weblog Neko Sang Penjelajah yang passwordnya udah lama hilang itu, Neko bercerita bagaimana berbagai warna yang tersebar dari merah hingga ungu itu bisa diwakilkan oleh paduan “warna dasar” merah, hijau, dan biru (red, green, blue — RGB). Sebenernya, kalau boleh jujur, waktu itu Neko cuma bercerita tanpa referensi dan tanpa basic knowledge sama sekali, selain fakta bahwa manusia mengenali berbagai warna yang dibangkitkan oleh sinar RGB seolah2 warna2 itu merupakan warna asli, sementara hewan seperti harimau mengenalinya sebagai nuansa kelabu belaka. Spekulasi khas Neko ;)

OK, tapi kita akui ternyata Neko, yang lebih banyak belajar fisika dan elektronika serta programming dibanding biologi itu, memang benar. Kira-kira macam gini kepekaan tiga macam receptor di ujung syaraf mata manusia seperti yang digambarkan itu:

Sowwy, gambarnya nggak prof amat. Sambil belajar CorelDraw nih, dikit2. Cahaya pada frekuensi inframerah ke bawah dan ultraviolet ke atas tidak teramati mata manusia, karena ketiga receptor tidak memiliki kepekaan pada daerah itu. Cahaya merah akan merangsang receptor merah, sehingga pesan warna merah dikirim ke otak. Cahaya kuning akan merangsang receptor merah dan hijau, sehingga pesan gabungan merah-hijau dikirim ke otak, dan otak mempelajari pola itu sebagai kuning. Jika yang masuk memang cahaya merah dan hijau sekaligus, seperti yang saat ini sedang ditembakkan monitor di depan mata kita ini, otak tetap menerima pola gabungan merah-hijau, dan dengan senang hati mendefinisikannya sebagai kuning.

Kalau putih? Errr … technically speaking, hitam dan putih itu memang bukan warna. Sowwy.

Nah, kalau makhluk non manusia memiliki tingkat kepekaan yang berbeda, i.e. bergeser; barangkali juga antar manusia bisa terjadi pergeseran. Barangkali kita hidup di dunia warna yang berbeda tanpa menyadarinya.

IEEE Renewal

Abis tertunda beberapa hari, baru hari ini aku bisa berinternet bebas, dan renew the IEEE membership, at last.

Mengikuti perubahan profesi (dan penghematan), subscription ke Internet Computing dan IT Professional diberhentikan. Buat kompensasi, aku resubscribe ke IEEE Wireless Communications.

OK, yang suka minta artikel, sekarang you orang tahu bahwa aku dapet artikel itu nggak gratis, dan harus mempertimbangkan banyak hal. Tentu aku masih suka bantuin cari artikel. Cuman mintanya jangan sambil kelewat cerewet yach ;). Tensi lagi naik turun nih :).

Minat tahun ke depan ini: masih NGN, tapi kalau tahun2 lalu aku suka main yang di level transport dan control serta signalling, tahun ini aku memperluas ke service, application, management, dan wireless integration (3G beneran dan kandidat 4G).

Arthur Eddington

Orang mengakui jasa Arthur Eddington, astronom senior Inggris yang membuktikan teori relativitas (umum) Einstein. Yang kita tahu, Eintein mengatakan bahwa ruang melengkung akibat adanya materi; dan akibatnya bahkan cahaya yang tidak memiliki massa pun akan berbelok jika berada dekat materi yang memiliki massa besar. Yang kita umumnya belum tahu, pada ilmuwan yang masih berpegang pada fisika Newtonian juga memiliki pendapat yang nyaris sama: cahaya akan dibelokkan oleh benda bermassa besar, karena Newton memandang cahaya sebagai materi (korpuskel, bukan foton) yang dalam batas tertentu memiliki massa tertentu.

Waktu Eddington akan mengukur posisi suatu bintang di balik matahari, pada suatu peristiwa gerhana matahari, model Newton meramalkan terjadinya pembelokan cahaya sebesar 0.88 detik derajat, jadi 88 per 100 per 3600 derajat. Model Einstein meramalkan pembelokan 1.75″. Melihat kecilnya angka itu, kita bisa membayangkan kerja keras yang harus dilakukan Eddington. Eddington melakukan pengukuran dengan beberapa teleskop di Brasil dan Principe, dan angka2 hasilnya menunjukkan varian yang luar biasa. Tapi akhirnya Eddington menyimpulkan bahwa prediksi Einstein lah yang benar.

Kalau tulisan Einstein nyaris disambut sepi, hasil penelitian Eddington ini disambut luar biasa oleh berbagai media di seluruh dunia. Revolusi. Newton dijatuhkan. Einstein jadi pahlawan.

Makalah 1905

Sampai tahun 1905, Albert Einstein tak lebih adalah seorang troublemaker yang anti kemapanan, dan cukup beruntung bisa bekerja di Kantor Paten di Bern, dan entah kenapa bisa menamatkan PhD di Zurich. Konon sih tadinya tesisnya ditolak karena terlalu singkat. Setelah ditambahi satu kalimat, tesisnya diterima, dan ia dinyatakan lulus.

Tahun 1905, Einstein mendadak rajin menulis soal-soal fisika, dengan ide-ide yang revolusioner, yang seharusnya membuatnya memenangkan setidaknya empat nobel fisika ;). Tentu ini tidak aneh. Sebelumnya, Newton, Gauss, dan beberapa ilmuwan lain juga mendadak produktif dan revolusioner.

Ada enam makalah yang ditulisnya tahun itu. Yang pertama tentang geometri materi (bukan geometri ruangan), dimana ia menjelaskan teori baru untuk menentukan ukuran molekul. Ide ini baru akan terkenal tahun 1960-an kelak.

Dua makalah lain membahas gerak Brown, dimana Einstein menyatakan bahwa gerak acak partikel dalam larutan, yang disebut gerak Brown itu, disebabkan oleh tumbukan acak dari molekul dalam larutan. Ilmuwan Perancis, Perrin, memperdalam soal ini dan memperoleh hadiah Nobel tahun 1926.

Paper yang lain membahas mengapa logam yang kena pancaran cahaya bisa melontarkan elektron. Di sini Einstein menggunakan hasil temuan Planck, yang saat itu masih gamang statusnya dalam dunia fisika. Namun inilah satu-satunya teori yang membuat Einstein memperoleh hadiah Nobel, yaitu di tahun 1921, sekaligus membuat Einstein menjadi salah satu pelopor mekanika kuantum, yang tidak diakuinya itu :).

Dua tulisan yang lain membahas elektrodinamika benda bergerak, dan hubungan antara inersia benda dengan energi internalnya; yang kemudian dinamakan sebagai teori relativitas khusus.

Apa yang terjadi setelah enam tulisan itu? Dalam jangka pendek: tidak ada. Waktu akhirnya Einstein mengajukan pengunduran diri dari Kantor Paten untuk memulai karir di universitas, boss-nya hanya bisa menertawai. Gerak Brown, foton, dan relativitas — semuanya ditemukan di kantornya, dan dia tidak mengetahuinya sama sekali.

Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑