Boss: From now on, I’ll be using the chaos theory of management.
Dilbert: ? ? ?
Wally: And this will be different how ?
Boss: Now there’s a name for it.
Boss: From now on, I’ll be using the chaos theory of management.
Dilbert: ? ? ?
Wally: And this will be different how ?
Boss: Now there’s a name for it.
Apa aja ya … kacamata … pindahin data dari Tristan&Isolde ke Crescent … buka account ISP (kayaknya ke Elga lagi aja) … cari SIM card (belum memutuskan enakan Simpati apa Mentari apa sekalian IM3) …
Juga soal-soal dengan SDM :) :).
Greatbach memiliki 140 paten, dan semuanya tanpa subsidi pemerintah. Selain
alat picu jantung, temuannya meliputi dari baterai bertenaga tritium hingga
mesin yang menggunakan alkohol untuk kloning tumbuhan sebagai upaya pembentukan
sumber energi biomass. Tentu tidak semua risetnya berhasil. Tapi ia selalu
mencoba lagi menembus segala batas. “Kegagalan bukanlah sesuatu yang patut ditakuti,” katanya.
“Jika kita tidak pernah gagal, artinya kita kurang keras bekerja dan mencoba.”
“Kegagalan kita di mata Tuhan adalah keberhasilan, yang barangkali baru tampak
nilainya setelah berlalunya masa hidup kita.”
Ia menambahkan, “Sebaliknya, keberhasilan juga tidak perlu diagungkan. Kalau kita
pernah mengharapkan penghargaan dalam bentuk apa pun atas hasil kerja kita, artinya
kita minta dibayar untuk sesuatu yang dianugerahkan sebagai kasih sayang. Penghargaan
sendiri sebenarnya telah tersimpan di dalam pekerjaan kita itu.”
Tentu, ini masih ada hubungannya dengan soal jantung. “Rumah-rumah sakit dipenuhi
oleh orang-orang yang tidak mampu mengatasi baik kegagalan maupun keberhasilan.
Saya sih tidak peduli. Yang penting terus belajar, bekerja keras, dan hidup
dengan itu. Tidak ada ketakutan atas kegagalan dan kebanggaan atas keberhasilan.
Semuanya dinikmati saja.”
Lalu ia menutup, “Tuhan akan tersenyum pada kita, dan kita jadi orang paling
bahagia di dunia ini.”
Waktu, kata Hercule Poirot, diukur bukan dengan detik arloji, tetapi
dengan detak jantung. Detak jantung sendiri dipicu oleh sinyal elektrik
dalam skala milivolt yang dibangkitkan oleh titik syaraf di ruang-ruang
atas jantung. Sinyal ini memberitahu ruang-ruang bawah jantung untuk
berdenyut memompa darah ke seluruh tubuh.
Pacemaker, alat picu jantung, membantu kasus gagal jantung dengan
memberikan pulsa elektrik pengganti sinyal alami itu. Ini adalah temuan
Wilson Greatbach di akhir 1950an. Alat picu jantung sebelumnya selalu besar
dan dipasang di luar tubuh, sehingga rawan infeksi di bagian yang masuk
tubuh. Greatbach memadukan alat itu, termasuk catu daya, ke dalam tubuh.
Percobaan pertamanya mampu memperpanjang usia anjing hingga 4 bulan. Greatbach
memperbarui alatnya dengan transistor (yang waktu itu masih baru) dan berbagai
pilihan baterai. Di tahun 1960, dilakukan penanaman pada 10 manusia yang
memiliki harapan hidup sangat tipis akibat gagal jantung. Pasien pertama
meninggal 24 bulan kemudian, tetapi yang terakhir meninggal 30 tahun
kemudian. Inovasi Greatbach sendiri dilakukan tanpa henti di waktu-waktu
sesudahnya, bahkan sampai ia pensiun 12 tahun lalu, bahkan sampai hari-hari ini.
Yang termasuk di dalam risetnya adalah alat pendenyut jantung itu sendiri.
Ini lebih rumit daripada pengirim sinyal. Baterai yang bisa dipakai mengirim
sinyal selama 20 tahun, hanya akan kuat bekerja 20 menit untuk mendenyutkan
jantung. Namun alat yang dinamai LVAD (left-ventricle assist device) ini
terus dikembangkan.
© 2026 Kuncoro++
Theme by Anders Noren — Up ↑