Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku,
sebagai prasasti terima kasihku untuk pengabdianmu.
Engkau bagai pelita dalam kegelapan,
engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan,
engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa.
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku,
sebagai prasasti terima kasihku untuk pengabdianmu.
Engkau bagai pelita dalam kegelapan,
engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan,
engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa.
Dari Mas Firson di Kibar:
Seorang wartawan mewawancari seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya.
“Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?” tanya sang wartawan.

“Tak tahukah anda?,” jawab petani itu. “Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula.”
Partikel bermuatan, misalnya elektron, memberikan reaksi lebih atas gaya dorong. Pasti muatan elektron itu berinteraksi dengan sesuatu, tapi dengan apa? Bukan dengan ruang hampa, tentu. Interaksi antar muatan selalu menggunakan gelombang elektromagnetik (atau dengan kata lain, foton). Tapi foton perlu waktu untuk bergerak antar partikel bermuatan, dan kalau si elektron itu sendirian di antara galaksi-galaksi, perlu waktu miliaran tahun bagi foton untuk terbang ke galaksi-galaksi, dan terbang kembali ke si elektron.
Lalu Feynman mengingatkan: teori relativitas khusus bilang, benda dengan kecepatan cahaya (termasuk cahaya atau foton itu sendiri donk) tidak memiliki skala waktu. Buat foton, waktu selalu nol, dan tidak perduli apa itu +0 atau -0. Dia bisa berlari selama 1 miliar tahun ke galaksi terdekat, lalu lari selama -1 miliar tahun ke mana-mana termasuk kembali ke elektron tadi. Dan bagi si elektron, itu berarti interaksi tanpa waktu. Tapi itu berarti si elektron bisa dibilang berinteraksi dengan semua partikel di semesta :), dan dari segala waktu :) :). Tentu semua interaksi itu dijumlahkan plus dan minus menghasilkan total reaksi yang cuman berujud geseran.
Setelah Feynman menyampaikan ini di tahun 1940, Pauli menyampaikan keberatan. Bahkan Feynman yang konon genius pun tidak bisa mengerti kata-kata Pauli lebih dari because of this this and this. Tetapi Einstein ada di situ juga, dan dia menjawab ringan, The theory seems possible. Setelah QED dirumuskan, fakta bahwa waktu buat foton bisa maju dan mundur dianggap tidak aneh lagi.
Foton dalam waktu mundur bisa dipertimbangkan sama dengan anti foton dengan waktu maju. Namun kita ingat, anti foton adalah foton itu sendiri
© 2026 Kuncoro++
Theme by Anders Noren — Up ↑