Jaman dulu sih kayaknya mir vam itu artinya damai atasmu, terus tahun 1980-an jadi liat lab angkasa punya rusia di atas sana, dan hari ini artinya awas jangan kejatuhan lab angkasa rusia.
Orang bikin project memang suka lupa menghitung bahwa biaya project harus mencakup juga biaya penghentian operasi. Berapa tuh biaya buat ngejatuhin Mir? Iridium, biaya buat ngejatuhin satelitnya ternyata lebih mahal daripada biaya peluncurannya. Untung akhirnya diambil alih DOD. Barangkali mau dipakai chatting berkecepatan tinggi buat para Jendral dan agen CIA.
Yang juga lagi rame di UK itu soal nuclear decommisioning. Biaya buat terminasi instalasi nuklir mahal sekali, jauh lebih mahal daripada biaya instalasi, dan orang Inggris lagi menyesal kenapa dulu kok mau-maunya bikin PLTN segala. Kebayang aja, instalasi tak terpakai pun harus dijaga security ketat dan modern selama 24 jam, jaga-jaga kalau-kalau ada yang mau mensabotase sisa-sisa radioaktif. Mau ekspor sampah radioaktif, ke mana ? Ke kontainer mahatebal, ditanam di lobang mahadalam, di negara jajahan yang mahajauh?
Syukur deh Indonesia belum ikutan instalasi PLTN. Boro-boro PLTN, sampah radioaktif sisa eksperimen aja bisa hilang dicuri dari Serpong.
Salju masih turun juga. Malah membadai kemarin. Dan udara masih beku juga. Dave bilang, kadang sampai April salju masih bisa turun.
Month: March 2001 (Page 2 of 5)
Mungkin maksud dia hak tipis, haha. Cirinya, kata dia (lebih susah lagi aku identikkan sama aku), antara lain: nggak suka aturan (termasuk manual book), suka mengambil resiko (mau berjalan paling depan kalau menyeberangi sungai), percaya intuisi, dan lebih suka bicara daripada mendengar. Perasaan aku orangnya pendiam, kalem, low profile (low profit maksudnya), dan taat aturan. Sebenernya kalo aku iseng aku bisa bikin pooling untuk orang-orang yang kenal aku: yang bener hasil analisis Steve atau persepsi aku sendiri. Tapi kayaknya aku nggak akan mikirin soal ini lebih dari setengah hari. Jadi … lupain aja. Hidup toh jalan terus tanpa perlu kategorisasi.
Dan kita selalu berubah setiap hari. The multiplatform creature …. Neko The Cruiser !!!
Learning cycle ala Steve Capewell mengkategorikan (hahaha) kita atas empat tipe: aktivis, reflektor, teoris, dan pragmatis. Cuman kok tes dari dia menggolongkan aku ke (tebak) aktivis ya. Ajaib bener, kayaknya secara teoretis aku paling nggak mungkin masuk kelompok itu. Emangnya aku termasuk orang yang ….
Bhawikarsu.org: apa kabar ?
Tips: Jangan diklik

Kalau Schrödinger’s cat kan udah biasa …
Jam 00.30 malem, ditelepon Harry Sufehmi, mantan pejuang pergerakan bemo nasional. Nggak jauh-jauh ternyata, di Birmingham aja. Bisa jepret-jepretan karet apa lempar-lemparan kapur tuh :).
Tadinya ada fotonya di sini, cuman suka keluar tanda x, jadi dimatiin deh fotonya. Tapi ada di site dia kok. Cuman jangan pada naksir ya. Tau sendiri lah.
Hari pertama di C&W site, aku ketemu Dave Wood, petugas security yang nganter aku ke FAR-125. “What is FAR-125? Does it stand for Far-away?” tanya aku. “It should be.” kata dia. Terus dia ngangkatin bagasi aku yang luar biasa itu naik tangga sempit ke Lt 3 di gedung Faraday (hehe, beda 1 huruf).
Udah dua bulan di sini, pulang dari Warwick, aku liat Dave rada pincang dikit. Aku nanya, apa dia lagi sakit. Dia bilang, dulu dia kena kecelakaan waktu naik sepeda motor. Tulang kakinya hancur, terus dipasang dengan sekrup. Aku cuman bilang, hebat, dan kamu masih kuat sekali.
Sore ini, dia manggil aku, mau nunjukin sesuatu. Dari mejanya, dia keluarin gambar motornya dia, satu surat kecelakaan tahun 1991, dan satu set plat dengan 10 sekrup dari yang rada panjang sampai panjang bener. Terus dia nunjukkin foto Sinar X waktu dia masih dipasangin plat itu. 10 sekrup panjang menembus tulang. Luar biasa. Dan abis sembuh, dia malah kerja jadi security, dan kuat ngangkat beban berat di tangga sempit ke Lt 3. Aku tanya, kok dia masih bisa sangat kuat. Perlu latihan panjang dan terus-menerus, termasuk olah badan, dan main football. Ke luar gedung, aku sekilas ngeliat motor Dave (bukan yang dipakai waktu kecelakaan dulu). Masih rajin naik motor, biarpun ada modifikasi dikit di pedal.
Kapan ya aku bisa mulai belajar kuat bertahan hidup, dari orang-orang di sekitar aku.
Rheingold … rheingold … masih terpasang dari Der Ring, kutukan dari penjaga alam atas makhluk yang mempergunakan kekayaan alam buat kepentingan diri sendiri. Peri-peri Rhine sih memang cuman isapan jempol. Tapi kita tahu sendiri bahwa alam semesta disusun dengan presisi tinggi — biarpun dengan fleksibilitas tertentu juga — untuk memungkinkan kita (para harimau, kata Hobbes) bisa hidup. Tapi para khalifah tidak manjaga amanat, mereka malah mencuri harta dari bumi untuk tujuan-tujuan hidup mereka sendiri. Dan akhirnya Valhalla — lambang kemegahan dan obsesi manusia — pun harus tumbang dan hancur terkena kutukan penjaga alam.

Salju malah turun, deras pula. Kayak mau bilang “see you later” (logat Alan –Red). Tapi jangan-jangan memang cuaca di sini selalu nggak beraturan kayak gini sepanjang tahun. Derassss. Baju merahku penuh bencah salju.
Amien mau berkoalisi dengan Mega? Wah kalau politisi Islam dan politisi nasionalis di Indonesia mau bekerja sama dengan ikhlas, aku harus mengakui bahwa Oom Dur punya bakat jadi wali. Cuman kayaknya kasusnya nggak bakal kayak gitu deh.
Politisi kita bakal memanfaatkan momen terbatas buat cari keuntungan masing-masing aja. Masih kayak gitu. Kalaupun bener Amien dan Mega bisa bekerja sama dengan baik dan ikhlas, aku masih punya satu keraguan besar: apa Amien bener membela kepentingan Islam, dan apa Mega bener membela kepentingan nasional Indonesia. Mungkin aku salah lagi, tapi: aku nggak percaya sama kalian semua.
Jaman dulu Oom Dur pernah bilang bahwa kita bisa belajar demokrasi dari Israel. Politisi Islam marah-marah. Katanya: Israel itu penuh penjahat, bukan negara demokratis. Barangkali mereka semua benar. Israel didirikan dan dijalankan dengan dasar kejahatan, tapi sadarkah kita bahwa negara Indonesia sudah lebih jahat dari Israel?
Israel anti Islam, katanya. Tapi sebenarnya kita juga anti Islam, biarpun kita selalu mengaku jadi orang Islam. Kapan sih kita bener-bener menjalankan nilai Islam? Ada gitu orang yang menjalankan Islam di Indonesia? Amien Rais? Oom Dur? Para kiai? Anak muda yang bawa bendera hijau keliling Jakarta? Yang Islam apanya sih? Orang Israel lebih jujur, ngaku anti Islam. Kita rajin ke masjid, tapi nggak pernah menjalankan nilai-nilai Islam.
Sorry, kok ke politik. Tapi lama-lama nggak kuat juga nahan kesebelan.
