Month: February 2001 (Page 3 of 4)

2296785

Hari ini ngebahas teori Shannon soal informasi dan entropi. Udah lama nggak mainan ginian. Tapi aku jadi inget debat seru dengan JH tahun 1997 kemaren, waktu dia ngebelain NS di list is-lam. JH menggugat istilah propaganda yang dikenakan pengurus Isnet pada NS, dan lebih suka memakai istilah penyampaian informasi. Aku sendiri lupa persisnya aku jawab kayak apa. Di site Catatan Multidimensipun udah nggak ada, soalnya aku hapus bagian-bagian yang bisa bikin orang mengenang pertentangan-pertentangan. Tapi aku inget, aku iseng bikin kamus dadakan. Bahwa nilai informasi itu berkait dengan perubahan. Kalau setiap pagi kita bilang “Hai”, maka kata “Hai” kita nggak punya nilai informasi lagi. Dan itulah yang dilakukan NS: mengirim pesan dari perspektif yang sama setiap hari, tanpa mau mendengar umpan balik. Nilai informasi jadi nol. Itu cuman jadi propaganda.
Kalau Amien Rais mengkritisi Durahman, kalau orang PKB mengeluarkan pernyataan membela Durahman, kalau orang NU menghujat Amien Rais, kalau mahasiswa mengeluarkan kata-kata kasar ke pemerintahan, itu semuanya nilai informasinya nol. Jadi hari-hari ini aku nggak dapet informasi apa pun dari Jakarta.
Entropi di Indonesia udah terlalu tinggi.

2282732

Kenapa Interpretasi Kopenhagen ciptaan Niels Bohr bisa bertahan sampai setengah abad dalam menafsirkan Teori Kuantum? Konon ini karena kesalahan fatal dari John von Neumann. Yup, matematikawan besar itu. Dan orang besar membuat kesalahan besar :). Salah satu pesaing Interpretasi Kopenhagen adalah teori karakteristik tersembunyi, yang menyatakan bahwa bagaimanapun partikel seperti foton maupun elektron punya sifat yang dipegang setiap saat, hanya mereka menunjukkan sifat itu sesuai dengan apa yang bisa dilihat pengamatnya. Salah satunya (lagi) adalah teori punya Louis Victor de Broglie yang mencoba menjelaskan bahwa setiap materi memiliki sifat seperti gelombang. Tapi Neumann memberikan hasil kalkukasi yang menunjukkan bahwa teori karakteristik tersembunyi itu salah. Sejak itu orang tidak lagi punya nyali untuk melawan Interpretasi Kopenhagen.
Baru tahun 1960-an, orang menemukan kesalahan fatal Neumann. Salah satunya, dia mengambil nilai rata-rata dari hasil pengamatan. Dengan tingkat variansi yang besar seperti itu, semestinya orang tidak boleh melakukan pemukulrataan. Justru seharusnya teori kuantum bermain juga di variansi *hihihi*.
Kemudian setelah itu orang-orang baru melongok tandingan Interpretasi Kopenhagen, yang antara lain diajukan David Bohm.

2282573

Nah lo, sore-sore malah ngeliat sepasang tupai main-main di lapangan rumput, sambil cari biji-bijian. Musim kayak gini dia cari biji apa yah ? *bertanya-tanya*. Aku jadi tambah iri aja sama si tupai. Pingin sekali bisa main-main berduaan di lapangan rumput.
Di Bandung lagi musim apa ya?

2256076

Ke Far Gosford lagi, mau kirim kartu pos bergambar pus lompat-lompat. Di pet shop, keliatan si pus gemuk itu lagi. Ngeliatin aku aja. Abis aku tau bahwa kantor pos Gosford jauh lebih dekat daripada city-centre, kayaknya aku bakal sering-sering lewat pet shop itu. Kali-kali lama-lama si pus gemuk itu apal sama aku. (Ralat: si pus belum bakal apal, soalnya waktu aku lewat sana dulu kan dia masih bobo. –Red)

Domain Romania

Romania, negara di Eropa Tenggara, yang bener-bener khas Eropa Tenggara. Indah, kaya budaya, tapi miskin secara ekonomi. Lelah diduduki kekaisaran Austo-Hungaria dan komunisme Russia, negeri ini masih gamang menyusun visi masa depannya. Kayaknya secara virtual aku mau jadi warga negara sini. Soalnya pasti lucu kalau aku punya domain kayak gini:

kun.co.ro

2239670

Mana yang lebih dulu: DNA atau protein? Ini lebih rumit. DNA direplikasi oleh protein, dan protein direplikasi oleh DNA. Tapi DNA tidak lebih hanya pembawa informasi. Protein cuman zat kimia yang bisa jadi katalis. Jawabannya akhirnya: mungkin DNA. Tapi jawaban nggak boleh berhenti di sini. Soalnya sebenernya kita melupakan RNA.

Di kebanyakan makhluk hidup (selain virus), RNA seolah hanya kurir pembawa pesan waktu DNA membentuk protein, dan waktu DNA direplikasi. Padahal, barangkali justru biang dari segalanya justru RNA itu.

Kayak yang pernah didiskusikan di Isnet, ‘nenek moyang’ makhluk hidup adalah senyawa yang bisa bereaksi dengan katalisasi diri. Dengan sifat itu, senyawa ini menarik molekul di sekitarnya untuk membentuk senyawa yang mirip dengan dirinya, terus menerus. Mungkin ini RNA, atau setidaknya bentuk primitif dari RNA yang kelak memperbaiki diri menjadi RNA. Masalahnya umur RNA tidak panjang. Jadi mekanisme evolusi membuat salah satu RNA menemukan DNA yang bisa hidup lebih lama dan menyimpan informasi, sekaligus menemukan mekanisme replikasi DNA dengan protein, sehingga umur ‘organisme’ yang berupa siklus reaksi DNA-RNA-protein-RNA-DNA itu bisa panjang.

Bisa cukup panjang untuk meneruskan rantai evolusi membentuk kehidupan yang kompleks dan luas mengisi bumi.

Cukup panjang untuk menyimpan kecerdasan dalam organisme bernama manusia yang bisa memahami proses yang panjang itu — dan mungkin juga bisa memahami kasih sayang agung yang menyusun skenario yang indah itu.

2239590

Mana yang lebih dulu: telor apa ayam? Telor donk. Sejak evolusi makhluk belum menciptakan ayam, telor sudah terbentuk. Nenek moyang ayam, yang tingkat keayamannya belum memungkinkan untuk disebut ayam, sudah punya telor. Dan kelak dari salah satu telor itu, menetaslah makhluk yang tingkat keayamannya sudah cukup untuk disebut sebagai ayam.

2217123

Essay tentang telecommunications’ strategic issue selesai, akhirnya. Mestinya bisa dirayakan dengan jalan-jalan ke Waterstone’s. Cuman temen-temen yang belum selesai lagi pada panik, minta bantuan ini itu. Jadi merasa egois kalau ngabur sendirian. Lagian kalo ngabur ke toko buku, siapa sih yang mau diajak?

2215073

Suntuk sama assginment, terus nyoba main-main ke Waterstone’s. Tapi masih tutup. Jadi main ke Waterstone’s Online aja. Wah, kalau tiap suntuk terus belanja buku, serem juga nih. Pelarian kok buku lagi buku lagi.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑