Month: February 2001 (Page 2 of 4)

Jumping Squirrel

Musim ini memang menarik. Modul yang lagi dibahas sebenernya masih dasar, tapi menyeluruh. Satu hari satu aspek telekomunikasi, dan tugasnya selalu melacaki cutting-edge dari teknologi yang sedang dibahas, dengan kalkulasi yang nggak bisa pakai kalkulator atau excel. Aku pikir percuma cari referensi dari buku-buku. Buku itu gampang sekali outdated, persediaan terbatas, dan terlalu berat untuk dibawa ke mana-mana (satu buku satu tema). Jadi aku keliling cari artikel aja dari jurnal-jurnal, khususnya IEEE (http://www.ieee.org, http://www.comsoc.org http://www.itsoc.org http://computer.org) dan IEE (http://forum.iee.org.uk), dicetak kecil-kecil, untuk tema yang lagi aku bahas atau yang barangkali bakal dibahas minggu-minggu mendatang. Bener deh, aku jadi tupai yang lari-larian ke sana sini buat cari kacang dan kenari kecil buat dicerna dan buat persediaan. Si tupai lari cepat, si tupai melompat-lompat.

2369592

Dalam waktu beberapa menit, harus cari judul buat Final Project. Aku juga nggak tau, pa kalau dikasih waktu yang rada panjang, aku bakal bisa berpikir lebih jernih. Kan waktu tidak mengubah level kesesatan (oops). Kayaknya aku coba bikin kajian atas network generasi berikutnya di Indonesia, yang dibangun atas konvergensi ATM dan IP. Tapi arahnya masih bisa aku ubah sih, cuman temanya nggak bakal jauh dari situ.
Nggak jauh-jauh amat dari tema yang dibawa Site Komunikasi.

2346594

Ngeliat daftar assignment berikutnya. Maunya sih menelan ludah dalam kekakuan, tapi ngeliat wajah-wajah pucat temen-temen, aku malah jadi pingin ketawa. Bener nih, kayaknya kita harus mainan mental-frame lagi biar nggak akan tegang selamanya.
BTW, lucu juga liat website-website kita dengan browser-browser kuno. Bisa diintip di Deja Vu.

Beaver

Di sekitar-sekitar sini kira-kira ada berang-berang nggak ya ? Kayaknya enak kalau weekend gini cari danau yang ada berang-berangnya, terus seharian mengamati berang-berang. Ato nggak, berang-berangnya yang mengamati manusia pengangguran yang duduk di danau seharian.

2321590

Propinsi Banten kebanjiran, gunung Merapi meletus. Kalau pulau Jawa itu jadi perahu, bagian tengahnya lagi terbakar, dan anjungannya lagi bocor. Nahkodanya sibuk menyelamatkan kedudukan.

Mematikan Waktu

Abis satu jam penuh di washingroom, termasuk seterika. Diiringi Siegfried Idyll, yang kali ini nggak terasa terlalu istimewa. Romantis, masih. Tapi aku lagi dipaksa jauhan sih, mana bisa menghayati iringan Siegfried dan Brunnhild ini. Babak awal Tristan und Isolde juga nggak terlalu menarik lagi. Aku lagi memiliki muatan unresolved problem yang rada gede, nggak bisa ditambahin muatan Tristan. Satu jam, musik balik lagi ke Parsifal, pas waktu aku keluar washingroom.

Waktu aku matikan, dan aku ikut membeku di tengah jalan yang dikelilingi pohon-pohon mematung, dengan Parsifal yang dahsyat mewarnai langit. Langit ikut tertenung, hanya diam tanpa suara, tanpa warna.

Beku Parsifal

Weekend lagi. Keluar ruang (ke Washington — biasa) ditemenin kaset Wagner aku yang pertama, yang udah pabaliut. Terpasang Parsifal.

Biasanya Parsifal nggak terlalu istimewa. Tapi hari ini ada yang terasa lain. Parsifal terasa pas mengiringi pohon-pohon tanpa daun yang tegak membeku di tepi jalan yang dingin dan senyap. Hanya dingin yang membekukan, tanpa angin, hujan, atau es. hanya kebekuan.

Dengan Parsifal, kebekuan terasa memiliki kekuatan yang merengkuh semesta. Sekali lagi Wagner menunjukkan kekuatannya mewarnai semesta.

2310813

Abis Jumatan, iseng-iseng ke Herbert Art Museum. Lagi ada pameran seni pahat. Biasanya sih, di museum orang nggak boleh pegang-pegang. Tapi yang ini unik. Pahatannya dimasukin kotak. Kalau kita mau mengapresiasi, kita harus ngeluarin dari kotak, terus kita pegang-pegang seluruh permukaanya (potongannya, teksturnya, dan juga beratnya yang beraneka macam) sampai merasakan sensasi yang mentransferkan ide yang mau disampaikan si seniman.
Si seniman (yang tumben aku bisa lupa namanya) berasal dari Afrika Selatan. Aku jadi punya kesan aneh. Kali-kali dia bikin karya seni macam gitu, soalnya dulu di negaranya orang dinilai berdasarkan warna kulit, berdasarkan penglihatan sekilas. Mungkin dia pikir seharusnya orang-orang harus dimasukkan ke kotak, dan untuk mengenalinya diperlukan pendalaman atas karakteristik pribadi per pribadi yang bebas dari prasangka penglihatan.
Kali sih, biarpun mungkin sebenernya maksud dia bukan gitu. Soalnya di atas tiap kotak nggak ada tulisan latin. Yang ada huruf Braille.

2306001

Setiap penemuan yang merupakan revolusi, adalah cetusan dari sekumpulan penemuan yang barangkali tidak langsung berhubungan. Tahun 1940-an, Avery menemukan bahwa DNA berkaitan dengan reproduksi sel, tapi tidak bisa mengkaji lebih jauh. Hampir bersamaan, Shannon menemukan bahwa informasi adalah korelasi atas entropi. Hampir bersamaan juga, Turing menggagas ide bahwa sekumpulan bilangan (informasi) bisa dipakai untuk mengolah bilangan (informasi) lainnya. Ide-ide yang terpisah kemudian membentuk diskursus bersama, dan baru orang menyadari bahwa keteraturan DNA itu membawa informasi genetik, dan informasi di dalam DNA bisa dipakai untuk mereproduksi dirinya sendiri dan organisme yang diinformasikannya.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑