<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kuncoro++ &#187; Science</title>
	<atom:link href="http://kun.co.ro/category/science/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kun.co.ro</link>
	<description>Reinventer La Vie</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 01:25:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Internetworking Indonesia, Fall 2011</title>
		<link>http://kun.co.ro/2012/01/10/internetworking-indonesia-fall-2011/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2012/01/10/internetworking-indonesia-fall-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 16:56:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Science]]></category>
		<category><![CDATA[iij]]></category>
		<category><![CDATA[journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3534</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang beberapa minggu lalu aku kicaukan di Twitter, Internetworking Indonesia Journal edisi Musim Gugur / Musim Dingin 2011 telah terbit. Kali ini ia merupakan terbitan khusus, bertajuk Special Issue on Social Implications of ICTs in the Indonesian Context. Ada beberapa hal yang istimewa pada terbitan ini. Pertama, kali ini (dan mudah-mudahan untuk seterusnya) semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang beberapa minggu lalu aku kicaukan di Twitter, <a href="http://www.internetworkingindonesia.org/">Internetworking Indonesia Journal</a> edisi Musim Gugur / Musim Dingin 2011 telah terbit. Kali ini ia merupakan terbitan khusus, bertajuk <strong>Special Issue on Social Implications of ICTs in the Indonesian Context</strong>. Ada beberapa hal yang istimewa pada terbitan ini. Pertama, kali ini (dan mudah-mudahan untuk seterusnya) semua paper telah ditulis dalam Bahasa Inggris. Memang IIJ bersifat dwibahasa, dan memperkenankan paper ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Namun kita tentu paham bahwa paper dalam Bahasa Inggris akan memiliki jangkauan pembaca yang jauh lebih luas. Kedua, edisi kali ini membahas topik yang diminati banyak kalangan, dari para peneliti, pengamat amatir, hobby-ist, pebisnis, dan developer, yaitu Media Sosial.</p>
<p><a href="http://tlk.lv/iij"><img class="aligncenter size-full wp-image-3537" title="Indonesia-Internetworking-Journal" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2012/01/Indonesia-Internetworking-Journal.png" alt="" width="370" height="350" /></a></p>
<p>Editor tamu pada edisi ini adalah Prof. Merlyna Lim dari Arizona State University dan Dr. Yanuar Nugroho dari University of Manchester. Keduanya kebetulan secara personal pernah berinteraksi denganku, dan lucunya lebih banyak dalam konteks keseriusan yang bersalut candaan.</p>
<p>Paper pada edisi ini meliputi:</p>
<ul>
<li><strong>Guest Editors&#8217; Introduction, </strong>by Merlyna Lim and Yanuar Nugroho</li>
<li><strong>Cyber <em>Taman Mini Indonesia Inda</em>h: Ethnicity and Imagination in Blogging Culture, </strong>by Endah Triastuti and Inaya Rakhmani</li>
<li><strong>An assessment of Mobile Broadband Access in Indonesia: a Demand or Supply Problem?  </strong>by Ibrahim Kholilul Rohman and Erik Bohlin</li>
<li><strong>The Internet and the Public Sphere in Indonesia&#8217;s New Democracy: a Study of <em>Politikana.com, </em></strong>by Agustina Wayansari</li>
<li><strong>The Experience of NGOs in Indonesia to Develop Participatory Democracy by the Use of the Internet, </strong>by Yohanes Widodo</li>
<li><strong>The Role of Local e-Government in Bureaucratic Reform in Terong, Bantul District, Yogyakarta Province, Indonesia, </strong>by Ambar Sari Dewi</li>
</ul>
<p>Sila kunjungi situs edisi ini, atau langsung download jurnal online ini secara gratis pada link-link ini:</p>
<p><div class='one_half'>
					<a href='http://tlk.lv/iij6' class='icon-button people-icon'><span class='et-icon'><span>IIJ Edisi 2 / 2011</span></span></a><div class="clear"></div>
				</div><div class='one_half last'>
					<a href='http://tlk.lv/iij06' class='icon-button download-icon'><span class='et-icon'><span>IIJ Edisi 2 / 2011 (PDF)</span></span></a><div class="clear"></div>
				</div><div class='clear'></div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2012/01/10/internetworking-indonesia-fall-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Boson Higgs</title>
		<link>http://kun.co.ro/2011/12/25/mencari-boson-higgs/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2011/12/25/mencari-boson-higgs/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 19:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Science]]></category>
		<category><![CDATA[Boson]]></category>
		<category><![CDATA[fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Foton]]></category>
		<category><![CDATA[Gravitasi]]></category>
		<category><![CDATA[Higgs]]></category>
		<category><![CDATA[Partikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3519</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 30 Maret 2010, blog ini menyambut berhasilnya kolisi perdana di LHC. Waktu itu disebutkan: CERN akan menjalankan LHC selama 18-24 untuk menyiapkan data bagi riset-riset fisika partikel. Tujuannya tak lain dari meninjau kembali Standard Model yang menjadi dasar ilmu fisika beberapa dasawarsa terakhir. Yang konon paling banyak dicari adalah jejak dari boson Higgs yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 30 Maret 2010, <a href="http://kun.co.ro/2010/03/30/kolisi-lhc-berhasil/">blog ini menyambut berhasilnya kolisi perdana di LHC</a>. Waktu itu disebutkan: CERN akan menjalankan LHC selama 18-24 untuk menyiapkan data bagi riset-riset fisika partikel. Tujuannya tak lain dari meninjau kembali Standard Model yang menjadi dasar ilmu fisika beberapa dasawarsa terakhir. Yang konon paling banyak dicari adalah jejak dari boson Higgs yang diharapkan bakal membuka tabir misteri gravitasi. Kini masa 24 bulan hampir berhasil. Banyak data yang telah diolah, dan sebagian dipublikasikan di <a href="http://cern.ch/">situs CERN</a>. Boson Higgs berstatus sangat mungkin tampil, namun memerlukan lebih banyak pengolahan informasi dan diskusi untuk menginterpretasi triliunan butir data yang telah diperoleh dari kolisi proton di dalam LHC. Kolisi berenergi 7 TeV itu sebenarnya belum merupakan kapasitas penuh LHC. Target 14 TeV baru diperoleh beberapa tahun lagi. Namun sebenarnya, apa sih yang diributkan dari Boson Higgs?</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-3523" title="111213" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/12/111213.jpg" alt="" width="440" height="358" /></p>
<p><a href="http://kun.co.ro/2006/12/26/energi-lemah/">Tepat 5 tahun lalu, 26 Desember 2006, blog ini membahas tentang partikel W+, W-, dan Z</a>, yang menyebutkan Mekanisme Higgs. Mekanisme Higgs ini menarik, karena ia menjelaskan bagaimana materi dapat memiliki massa. Sebenarnya tidak ada alasan dalam Model Standar (Standard Model) yang menjelaskan bahwa partikel2, baik boson maupun fermion dapat memiliki massa. Untuk mengingatkan, boson adalah partikel yang mengikuti statistika Bose-Einstein, memikili spin bilangan bulat, dan membawa gaya-gaya interaksi, seperti elektromagnetika (foton), gaya nuklir lemah (W+, W-, Z), dan gaya nuklir kuat; sementara fermion, yang mengikuti statistika Fermi-Dirac, adalah partikel seperti kuark dan lepton yang membentuk materi, dengan spin bilangan pecah (±1/2, ±3/2, dll). Tapi kita bisa mengukur bahwa massa itu ada, dan bahwa setiap partikel elementer memiliki massa yang unik.</p>
<p>Menurut Model Standar, setiap jenis gaya atau boson terikat oleh sebuah simetri. Simetri ini menjaga hukum2 yang mengikat setiap gaya. Kerja simetri cukup sempurna untuk gaya yang tak melibatkan massa, seperti pada elektromagnetika dan gaya nuklir kuat. Prediksi interaksi gaya pada energi tinggi sangat berhasil dan hanya melibatkan mode yang ada di dunia nyata. Namun boson yang memiliki massa memiliki mode osilasi tambahan. Penerapan simetri pada boson semacam ini akan membuang osilasi tambahan pada boson2 ini, yaitu boson2 nuklir lemah. Tanpa hukum tambahan, boson lemah tak dapat mengikuti simetri Model Standar. Memaksakan simetri pada boson lemah menghasilkan partikel boson tak bermassa, yang tentu berbeda dengan realita.</p>
<p>Fermion, baik kuark atau lepton, dapat memiliki sifat spin kanan atau kiri. Namun fermion tangan kanan dapat dikonversi menjadi tangan kiri dan sebaliknya dengan interaksi yang sama. Namun eksperimen menunjukkan bahwa gaya lemah berlaku berbeda pada fermion tangan kiri daripada fermion tangan kanan. Lebih khusus, pada partikel dengan spin kiri, muatan lemah seolah menghilang. Pelanggaran simetri ini unik, tak terjadi pada interaksi lainnya. Jelas bahwa diperlukan hukum tambahan untuk membuat hukum2 dalam Model Standar tetap konsisten.</p>
<p>Kita akan menamakan muatan yang dibawa oleh energi nuklir lemah (dan boson lemah) ini sebagai muatan lemah; yang dapat diasosiasikan dengan hubungan muatan listrik dengan energi listrik (dan foton). Muatan lemah boleh saja muncul dan menghilang ke dalam ruang hampa, jika ruang hampa dianggap memiliki medan yang disebut Medan Higgs. Medan Higgs membangkitkan dan menyerap muatan lemah. Namun Medan Higgs tak disusun dari partikel, melainkan dari distribusi muatan lemah di seluruh semesta, yang akan menghasilkan atau menyerap muatan lemah di tempat2 dimana nilai medan tidak nol. Medan Higgs hanya berinteraksi dengan partikel yang memiliki muatan lemah, yaitu boson lemah, kuark, dan lepton. Interaksi dengan Medan Higgs menimbulkan perlambatan. Artinya ada kelembaman. Artinya ada massa. Mekanisme ini yang disebut dengan Mekanisme Higgs. Sebagai perbandingan, foton, yang tak berinteraksi dengan Medan Higgs, tak menerima perlambatan, sehingga tak memiliki massa, dan dapat melaju dengan kecepatan cahaya. Tentu saja :).</p>
<p>Ada sebuah ilustrasi menarik yang aku baca beberapa tahun yang lalu. Medan Higgs ini mirip khalayak di sebuah hall. Jika ada tokoh yang buat mereka tak menarik, mereka akan acuh, dan si tokoh kita dapat melewati hall dengan mudah. Namun jika seorang seleb masuk ke hall, khalayak akan mengerumuni sang seleb. Besar kerumunan akan tergantung tingkat popularitas (muatan) sang seleb. Sang seleb harus menggunakan energi lebih besar, dan waktu lebih lama, untuk bisa melewati hall. Kuark top tentu paling populer, sehingga massanya paling besar. Elektron memiliki popularitas kecil. Dan foton tidak populer sama sekali :). Ketidakpopuleran foton memungkinkannya berkelana amat jauh, sementara boson lemah seperti W+, W-, dan Z hanya memiliki jangkauan pendek, berat, dan lamban. Tanpa Higgs, foton sebenarnya mirip Z.</p>
<p>Pada level energi tinggi, atau secara kuantum pada jarak amat dekat, Mekanisme Higgs tak dapat terjadi; sehingga tak dapat dibedakan antara W+, W-, Z, atau foton. Terjadi simetri. Namun pada energi rendah, atau pada jarak yang lebih renggang, Mekanisme Higgs bekerja, meluruhkan simetri, dan boson menunjukkan diri sebagai W+, W-, Z, atau foton. Sebagai sebuah teori, ini sangat menarik dan elegant. Namun, secara eksperimen, Mekanisme Higgs belum terbukti. Dan ini yang diharapkan ditampilkan di LHC: sebuah Boson Higgs.</p>
<p>Boson Higgs adalah bentuk boson dari Medan Higgs. Ini agak mirip hubungan antara foton dengan medan magnet. Kita tahu foton berkait dengan medan magnet, namun kita tak harus mengamati tampilnya foton saat mengamati bekerjanya gaya magnet. Medan Higgs juga dapat bekerja tanpa pernah menampakkan Boson Higgs. Namun, seperti pada elektromagnet, jika kita memberikan usikan pada medan elektromagnet, cahaya (atau foton) dapat terpancar. Para periset ingin membuktikan adanya Medan Higgs dengan menunjukkan adanya Boson Higgs. Usikannya pada Medan Higgs itu dilakukan di LHC.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-3526" title="Higgs Boson" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/12/Screen-Shot-2011-12-26-at-2.35.00-AM.png" alt="" width="257" height="478" align="right" />Boson Higgs diperkirakan memiliki energi (atau massa) tak terlalu besar. Ingat, ia justru tak berinteraksi pada energi tinggi. Diperkirakan massanya di bawah 800 GeV, atau jauh lebih kecil, pada orde 100 GeV. Walau kecil, tetapi ia tak mudah diamati, karena sebelumnya kita tak dapat memiliki piranti untuk mengamati interaksinya. Di LHC sendiri, Boson Higgs diharapkan berinteraksi dengan partikel2 bermassa besar, karena sifatnya yang mudah berinteraksi dengan massa. Namun LHC masih menggunakan partikel ringan, sehingga kemungkinan terdeteksinya Boson Higgs semakin kecil.</p>
<p>Syukur, masih ada beberapa alternatif yang diharapkan mampu menampilkan Boson Higgs. Salah satunya, tumbukan kuark, yang diharapkan dapat membentuk partikel berat, yang kemudian akan luruh sambil memancarkan Boson Higgs. Kemungkinan lain adalah jika kuark memancarkan boson lemah virtual, yang lalu bertumbuhan dan menghasilkan Boson Higgs. Kedua kemungkinan ini, di samping menghasilkan Boson Higgs, menghasilkan partikel lain yang mungkin dapat mengganggu pengamatan. Kemungkinan ketiga adalah jika gluon bertumbukan membentuk kuark top dan anti kuark top, yang dalam waktu singkat akan bertumbukan dan memancarkan Boson Higgs saja.</p>
<p>Kemungkinan semacam itu memang sangat kecil. Namun trilliunan tumbukan yang dilakkan di dalam LHC diharapkan dapat memberikan beberapa hasil eksperimen yang memadai.</p>
<p>Minggu lalu, CERN menyelenggarakan sebuah seminar yang menampilkan hasil-hasil riset di lab ATLAS dan CMS. Disampaikan bahwa riset telah cukup memadai untuk melakukan pencarian Boson Higgs, namun hasilnya belum dapat disebut konklusif. Andai Boson Higgs memang ada dan telah terdeteksi, kemungkinan besar ia memiliki rentang massa 116 &#8211; 130 GeV <a href="http://www.atlas.ch/news/2011/status-report-dec-2011.html">seperti yang tercatat di ATLAS</a>, atau 115-127 GeV <a href="http://cms.web.cern.ch/news/cms-search-standard-model-higgs-boson-lhc-data-2010-and-2011">yang tercatat di CMS</a>.</p>
<p>Namun masih akan banyak riset lanjutan dan alternatif model untuk memperbaiki Model Standar sebagai bagian dari pengenalan kita terhadap struktur alam, yang semuanya akan didalami dalam waktu-waktu berikutnya. Yuk kita ikuti dengan asik :)</p>
<p>[Credit: Gambar 1 dari situs CERN. Gambar 2 dari Lisa Randall.]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2011/12/25/mencari-boson-higgs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Miraikan</title>
		<link>http://kun.co.ro/2011/07/24/miraikan/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2011/07/24/miraikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 09:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Science]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Japan]]></category>
		<category><![CDATA[Miraikan]]></category>
		<category><![CDATA[Nippon]]></category>
		<category><![CDATA[Tokyo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3399</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang sulit dimengerti dari buku Geek Atlas. Saat orang2 Inggris sibuk memasukkan banyak research centre dan science museum di berbagai kota ke dalam buku itu, orang Jepang malah memasukkan tempat shopping semacam Akihabara. Andai aku yang jadi koresponden Jepang, aku akan memasukkan setidaknya Science Museum di Chiyoda, dan The Future Museum di Odaiba. Aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang sulit dimengerti dari buku <a href="http://kun.co.ro/2011/07/10/the-geek-atlas/">Geek Atlas</a>. Saat orang2 Inggris sibuk memasukkan banyak research centre dan science museum di berbagai kota ke dalam buku itu, orang Jepang malah memasukkan tempat shopping semacam Akihabara. Andai aku yang jadi koresponden Jepang, aku akan memasukkan setidaknya Science Museum di Chiyoda, dan The Future Museum di Odaiba. Aku sendiri cuma punya waktu singkat di Tokyo, dan atas rekomendasi seorang rekan hanya memilih mengunjungi Odaiba.</p>
<p>Odaiba sendiri adalah pulau buatan di lepas Teluk Tokyo, dengan posisi seolah melindungi kota Tokyo dari berbagai ancaman dari laut. Pulau ini mulai dibuat di abad ke-19, namun mulai intens digunakan di akhir abad ke-20. Berbeda dengan Tokyo yang amat padat, suasana Odaiba sungguh lapang, dengan banyak ruang kosong, dan instalasi2 raksasa kokoh yang mengisi ruang. Odaiba dihubungkan melalui Jembatan Pelangi ke kota Tokyo. Dari Tokyo, pengunjung dapat menggunakan MRT Yurikamome dari Stasiun Shimbashi. Yurikamome ini agak terpisah dengan sistem metro Tokyo.</p>
<p><img class="size-full wp-image-3400 aligncenter" title="Miraikan00" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/07/Miraikan00.jpg" alt="" width="500" height="312" /></p>
<p>Di Odaiba terdapat cukup banyak obyek menarik: dari Aquatic City, pusat telekomunikasi, dan lain-lain. Tapi aku baru menghadiri konferensi mengenai infokom, jadi mungkin tak perlu menambah satu hari lagi untuk telekomunikasi. Dan, sebagai salah satu bekas pengasuh blog <a href="http://pernikilmu.com">Pernik Ilmu</a>, aku memilih Miraikan. Miraikan diinggriskan sebagai The National Museum of Emerging Science and Innovation. Untuk mengunjunginya, kita dapat turun di stasiun Funenokagakukan di Odaiba.</p>
<p><img class="size-full wp-image-3403 aligncenter" title="Miraikan01" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/07/Miraikan01.jpg" alt="" width="500" height="312" /></p>
<p>Kebetulan aku mengunjungi Miraikan pada 12 Juni. Ini hari kedua sebuah pameran yang memaparkan pembuatan Tokyo Sky Tree, yaitu proyek pembangunan menara setinggi 634m. Pameran ini dimulai dari sejarah menara2 tertinggi yang dibuat manusia, dari piramida Khufu dan mercusuar Alexandria, Eiffel di abad ke-19, hingga lomba kemegahan tower antar negara tanpa maksud jelas di abad ke-20. Namun menarik untuk menyaksikan berbagai tantangan yang harus dipecahkan untuk membuat tower berketinggian di atas setengah kilometer itu; plus bagaimana mereka harus merekayasa solusinya.</p>
<p>Ke lantai atas, pengunjung disambut Geo-Cosmos yang terkenal itu. Oh, sebelumnya, pengakuan dulu: blog ini dibuat karena mendadak tampak foto Geo-Cosmos dari Miraikan ini di E&amp;T Magazine edisi terakhir :). Ge0-Cosmos ini merupakan miniatur bumi, digantung pada ketinggian 18 meter, dibuat dari kerangka aluminium, dan disaluti lebih dari 10.000 panel OLED yang masing2 berukuran 96&#215;96 mm dengan 1024 pixel berwarna. Ia mensimulasikan kondisi bumi sesuai kebutuhan pengamatan.</p>
<p><img class="size-full wp-image-3404 aligncenter" title="Miraikan02" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/07/Miraikan02.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p>Aku berpindah ke ruang inovasi. Di sini ditampilkan bagaimana kreasi sains dan teknologi dibentuk, bagaimana proses eksplorasinya, dan ke mana proses2 semacam itu mungkin membawa kita. Ini divisualkan sebagai lima sungai yang mengalir dari mata air harapan. Lima sungai itu ditampilkan dengan berbagai contoh.</p>
<ul>
<li>Association. Sebagai contoh, komputasi kuantum diciptakan dengan mengasosiasikan sebuah kalkulator pada karakteristik fisika kuantum. Contoh aplikasi komputasi kuantum adalah pencarian visual, misalnya mencari wajah kita dari kumpulan file gambar.</li>
<li>Integration. Sebagai contoh adalah lab dalam sebuah chip. Berbagai fungsi yang kompleks dalam lab dimampatkan dalam sebuah chip; dan chip itu dipamerkan mampu menjawab berbagai pertanyaan.</li>
<li>Serendipity. Kadang penemuan besar diawali dari kegagalan atau basil yang tak diharapkan dari eksperimen lain. Yang dicontohkan dal am kasus ini adalah plastik konduktif.</li>
<li>Mimic. Contohnya, adalah fotosintesis buatan yang meniru fotosintesis alami. Dengan mempelajari mekanisme para alam, tumbuhan, dan makhluk lain, manusia mempelajari cars memecahkan berbagai masalah, seperti masalah lingkungan dan energi.</li>
<li>Alternative. Atau pergeseran gagasan. Misalnya, mungkinkah mengubah satu atau dua masalah dari sebuah masalah besar, kemudian memecahkannya?</li>
</ul>
<p>Uh, cukup lama aku di sini. Aku berpindah secara acak, sambil diam2 mulai merindukan kapucino dingin :). Ini beberapa yang aku kunjungi:</p>
<ul>
<li>Display bagian dalam dari wahana angkasa. Di sini ditampilkan ruang2 dalam ukuran sebenarnya, tempat para astronot hidup selama di angkasa: apa yang mereka makan (makanan instan yang mudah dilunakkan, tetapi cukup beradab), apa saja yang bisa mereka lakukan (membaca, tidur, memasang musik, baca majalah, main game), dan bagaimana mereka melakukannya.</li>
</ul>
<p><img class="size-full wp-image-3406 aligncenter" title="Miraikan03" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/07/Miraikan03.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<ul>
<li>Aku lupa ini di bagian mana :). Tapi benda ini membuka mataku tentang bagaimana syaraf bekerja. Di tengah itu cermin. Kita letakkan tangan kiri dan kanan di kayu hijau. Kita tutup mata kiri. Maka mata hanya melihat tangan kanan, dan bayangannya (yang seolah2 jadi tangan kiri). Sekarang, gerakkan tangan kanan saja. Mengejutkan! Syaraf kita memberi tahu bahwa tangan kiri kita bergerak. Padahal jelas tangan kiri kita diam. Mata melihat bayangan tangan kanan bergerak, mengiranya tangan kiri, dan mengirim pesan ke otak, yang kemudian membuat otot tangan kiri kita yakin bahwa ia telah bergerak.</li>
</ul>
<p><img class="size-full wp-image-3407 aligncenter" title="Miraikan04" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/07/Miraikan04.jpg" alt="" width="500" height="313" /></p>
<ul>
<li>Dan ini, namanya Paro. Ia robot berbentuk anak anjing laut. Tapi ia merespons suara dan sentuhan kita, seolah2 ia memang hewan piaraan yang imut dan manja. Ada yang berminat mengadopsi Paro?</li>
</ul>
<p><img class="size-full wp-image-3408 aligncenter" title="Miraikan06" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/07/Miraikan06.jpg" alt="" width="500" height="313" /></p>
<ul>
<li>Berikutnya adalah robot yang meniru gaya reaksi manusia. Mereka menangkap ekspresi, dan dapat memberikan ekspresi simpatik pada suara kita, seperti dengan mengangguk2 atau memberikan gaya dan lain2. Ekspresi semacam ini diyakini merupakan bagian terpadu dari komunikasi dan konversasi masa depan.</li>
</ul>
<p><img class="size-full wp-image-3411 aligncenter" title="Miraikan09" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/07/Miraikan09.jpg" alt="" width="500" height="313" /></p>
<ul>
<li>Wahana laut Shinkai 6500, melakukan eksplorasi jauh di kedalaman laut, di tempat yang tak tertembus sinar mentari.</li>
</ul>
<p><img class="size-full wp-image-3412 aligncenter" title="Miraikan05" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/07/Miraikan05.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<ul>
<li>Sisanya, masih cukup panjang dan banyak. Cukup untuk menghabiskan setengah hari. Tapi kadang lupa ambil foto juga. Dan entry blog ini mulai terlalu panjang, haha.</li>
</ul>
<p><img class="size-full wp-image-3409 aligncenter" title="Miraikan08" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/07/Miraikan08.jpg" alt="" width="500" height="313" /></p>
<p>Selesai, kembali ke Tokyo, dan menikmati sore sebuah car-free day di Ginza, sebelum ke Haneda airport untuk kembali ke Jakarta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2011/07/24/miraikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Greenwich</title>
		<link>http://kun.co.ro/2010/05/08/greenwich/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2010/05/08/greenwich/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 02:58:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Science]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Greenwich]]></category>
		<category><![CDATA[London]]></category>
		<category><![CDATA[UK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2966</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, kata buku-buku kuno, tidak ada standar waktu seperti sekarang. Setiap tempat, setiap kota, menentukan waktunya sendiri dengan sinkronisasi terhadap matahari. Pukul 12.00, matahari harus berada di titik tertinggi. Atau mungkin direratakan. Misalnya, saat di Malang sudah pukul 12.00, di Jayakarta barangkali masih pukul 11.35. Namun di tahun 1879, Sir Sandford Fleming (seorang ilmuwan Kanada) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu, kata buku-buku kuno, tidak ada standar waktu seperti sekarang. Setiap tempat, setiap kota, menentukan waktunya sendiri dengan sinkronisasi terhadap matahari. Pukul 12.00, matahari harus berada di titik tertinggi. Atau mungkin direratakan. Misalnya, saat di Malang sudah pukul 12.00, di Jayakarta barangkali masih pukul 11.35. Namun di tahun 1879, Sir Sandford Fleming (seorang ilmuwan Kanada) mengusulkan perlunya penstandaran. Ini terjadi gara-gara ia ketinggalan kereta di Irlandia akibat selisih waktu yang tercatat pada form keberangkatan kereta denga. Ia mengusulkan bumi agar dibagi menjadi 24 zone waktu, dengan setiap zone berselisih satu jam. Daerah dalam setiap zone harus memiliki waktu yang sama. Usulnya diperhatikan dan diakomodasi dalam bentuk berbeda dalam International Meridian Conference tahun 1884. Untuk menentukan zone waktu, orang harus mengukur posisi bujur di kotanya. Nah, waktu itu, sekitar 2/3 lokasi di dunia diukur jarak bujurnya dari Greenwich, yang merupakan pangkalan maritim Kekaisaran Inggris. Maka konferensi merekomendasikan penggunaan waktu dengan standard GMT &#8212; Greenwich Mean Time. Titik ukur standardnya adalah pada Observatorium Kerajaan Inggris di Greenwich. Perancis, yang memiliki standarnya sendiri (baca Da Vinci Code deh), baru menggunakan standar ini tahun 1911. Di tahun 1929, seluruh negara menggunakan standar GMT. GMT dihitung dari rerata waktu di titik ukur di Greenwich (tak menghitung pergeseran waktu musim panas yang ditetapkan tersendiri). Tetapi tentu pengukuran fisik seperti ini menimbulkan selisih-selisih. Banyak iregularitas pada putaran bumi, dan lain-lain. Maka di tahun 1972, ditetapkan standar baru, yaitu UCT (coordinated universal time), yang menggunakan arloji atomik untuk menghitung waktu standar. Namun jika kita tidak menghitung presisi waktu hingga satuan detik, umumnya UCT dianggap selaras dengan GMT.</p>
<p>Setelah Cardiff, Coventry, York, dan Thirsk, kami masih agak gamang harus menjelajahi kota besar seperti London. Apa menariknya kota besar? Haha :). Maka kami memutuskan pergi ke Greenwich. Greenwich sendiri merupakan kawasan di tenggara kota London, di selatan Sungai Thames. Tempat ini dijadikan cagar budaya oleh UNESCO karena banyak peninggalan masa lalu yang memiliki nilai budaya tinggi, dan masih difungsikan dengan baik. Dari kota London, kita bisa menumpang Underground hingga stasiun Bank atau Canary Wharf, lalu berpindah ke kereta ringan DLR ke Cutty Sark atau Greenwich. Dilanjutkan cukup dengan jalan kaki melewati kawasan perkotaan nan tetap asri ini. Di kawasan ini terdapat Greenwich Palace, Maritime Museum, dan lain-lain. Lalu Greenwich Park yang sangat luas, dengan rumput yang asri dan nyaman, dan pohon-pohon yang indah tertata. Di tengah park terdapat bukit. Di taman di sekitar bukit, banyak (banyak!) tupai-tupai jinak yang mau menghampiri kalau kita memanggil mereka dengan cara yang benar (haha). Dan di atas bukit ada Observatorium Kerajaan (Royal Observatory).</p>
<p>[nggallery id=4]</p>
<p>Observatorium ini didirikan tahun 1675 oleh Raja Charles II, mengambil tempat di Greenwich Castle. Arsiteknya adalah arsitek tenar Sir Christopher Wren. Raja juga mengangkat Astronom Kerajaan, yaitu saat itu John Flamsteed. Tugasnya adalah menjadi direktur observatorium dan mengerjakan secara rajin dan cermat segala pergerakan benda angkasa, serta pemosisian benda-benda yang mampu menjadi alat bantu bagi navigasi seluruh dunia. Maka bagian dari observatorium ini disebut juga Flamsteed House. Observatorium ini, sebagai tempat, fungsi, dan organisasi, kemudian mengalami banyak perubahan. Organisasinya sendiri sempat berpindah-pindah ke beberapa tempat, karena soal polusi, keamanan (bom dll), dan keakuratan pengukuran. Sempat di Sussex, dan terakhir di Cambridge, sebelum akhirnya ditutup. Observatorium Greenwich kemudian dijadikan museum dan tempat studi.</p>
<p>Pengunjung di observatorium ini cukup banyak. Kita tak diharuskan membeli tiket, tetapi dianjurkan mengisi kencleng donasi dengan misalnya £5. Di dalamnya ada museum yang berisi peralatan pengamatan perbintangan dan sistem navigasi, juga pusat sains tempat kita bisa mensimulasikan berbagai gejala astronomis. Di layar lebar ditampilkan sejarah bintang, dan bagaimana kita sebenarnya tersusun dari debu-debu bintang &#8212; bintang adalah bagian dari diri kita! Dan terdapat juga sebuah planetarium. Sayangnya, di dalam ruangan-ruangan itu, kita tak diperkenankan memotret. Yang juga tentu menarik buat dikunjungi adalah sebuah garis metal panjang di lantai, yang merupakan standard bujur 0º dunia. Kita bisa melompat ringan dari barat ke timur, atau membagi badan kita di barat dan di timur ;).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-2970 aligncenter" title="GMT-0" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/05/GMT-0.jpg" alt="" width="395" height="410" /></p>
<p>Selesai menjelajahi bagian barat dan timur bumi, kami menuruni bukit, becanda lagi dengan beberapa tupai, lalu meneruskan perjalanan menjelajahi kawasan unik ini. Tapi tak bisa lama. Kami jadi berminat ke Musium Sains di South Kensington juga :). Dan tentu saja The British Museum.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2010/05/08/greenwich/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kolisi LHC Berhasil</title>
		<link>http://kun.co.ro/2010/03/30/kolisi-lhc-berhasil/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2010/03/30/kolisi-lhc-berhasil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 14:38:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Science]]></category>
		<category><![CDATA[CERN]]></category>
		<category><![CDATA[LHC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2872</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah deretan tweet yang agak membosankan malam ini, mendadak sebuah tweet Teh @Ranti membawakan berita gembira: LHC sukses! Follow @CERN, lalu langsung menuju situs CERN, sebuah press release telah disiapkan di sana. Ya, kolisi yang telah disiapkan bertahun-tahun itu akhirnya sukses dieksekusi hari ini, pukul 18.06 WIB. Partikel-partikel berpacu secara stabil, kemudian ditumbukkan pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah deretan tweet yang agak membosankan malam ini, mendadak sebuah tweet Teh <a href="http://twitter.com/ranti">@Ranti</a> membawakan berita gembira: LHC sukses! Follow <a href="http://twitter.com/CERN">@CERN</a>, lalu langsung menuju situs <a href="http://cern.ch">CERN</a>, sebuah press release telah disiapkan di sana. Ya, kolisi yang telah disiapkan bertahun-tahun itu akhirnya sukses dieksekusi hari ini, pukul 18.06 WIB. Partikel-partikel berpacu secara stabil, kemudian ditumbukkan pada tingkat energi 7 TeV (teraelekronvolt). Ini rekor baru tumbukan rekayasa manusia: tiga setengah kali lebih tinggi dari rekor sebelumnya.</p>
<p>CERN akan menjalankan LHC selama 18-24 untuk menyiapkan data bagi riset-riset fisika partikel. Tujuannya tak lain dari meninjau kembali Standard Model yang menjadi dasar ilmu fisika beberapa dasawarsa terakhir. Yang konon paling banyak dicari adalah jejak dari boson Higgs yang diharapkan bakal membuka tabir misteri gravitasi. Ini termasuk tugas lab ATLAS dan CMS. Jika boson Higgs berada pada tingkat energi 160 GeV, diharapkan ia dapat terdeteksi. Namun jika tingkatnya jauh lebih kecil atau justru lebih besar, kolisi saat ini belum akan dapat menemukannya.</p>
<p>Untuk riset di bidang supersimetri, ATLAS dan CMS memberikan sensitivitas dua kali eksperimen sebelumnya, yaitu diharapkan dapat mencapai level 800 GeV. akan memberikan data-data untuk partikel dengan massa/energi yang terdeteksi pada sensitivitas 400 GeV. Dalam dua tahun ke depan, diharapkan LHC dapat membantu menemukan partikel supersimetrik. Eksperimen di LHC juga diharapkan mampu mendeteksi partikel bermassa hingga 2 TeV, sementara eksperimen sebelumnya baru menghasilkan deteksi massa 1 TeV.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-2871 aligncenter" title="Screen shot 2010-03-30 at 9.32.34 PM" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/03/Screen-shot-2010-03-30-at-9.32.34-PM.png" alt="" width="410" height="268" /></p>
<p>Setelah eksperimen perdana ini, LHC diistirahatkan, dan diperbaiki kembali untuk mempersiapkan tumbukan pada level 14 TeV. Biasanya CERN mengoperasikan akseleratornya dalam siklus tahunan: dijalankan 7-8 bulan, lalu dimatikan 4-5 bulan. Namun mesin LHC ini bersifat cryogenic yang bekerja pada suhu amat rendah. Perlu hingga 1 bulan untuk mengembalikan suhu akseleratornya ke suhu normal, dan nantinya perlu 1 bulan lagi untuk mendinginkannya ke suhu operasi. Maka kini siklusnya tidak lagi tahunan. Ia akan dioperasikan terus-menerus selama dua tahun.</p>
<p>Para fisikawan dan para pecinta sains, mari kita syukuri malam ini :).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2010/03/30/kolisi-lhc-berhasil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Besi Berdarah</title>
		<link>http://kun.co.ro/2009/03/31/besi-berdarah/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2009/03/31/besi-berdarah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 16:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2579</guid>
		<description><![CDATA[Memang idenya dari Siegfried. Ini bagian 3 dari tetralogi Der Ring dari Wagner, dan aku lihat produksi Bayreuth di bawah conductor Boulez. Di Act 1, Mime si bajang jahil sibuk di pekerjaannya sebagai pande besi, dan mengajari Siegfried mengolah besi juga. Tapi tata panggung Act 1 ini luar biasa. Kita melihat perangkat pande besi skala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memang idenya dari Siegfried. Ini bagian 3 dari tetralogi Der Ring dari Wagner, dan aku lihat produksi Bayreuth di bawah conductor Boulez. Di Act 1, Mime si bajang jahil sibuk di pekerjaannya sebagai pande besi, dan mengajari Siegfried mengolah besi juga. Tapi tata panggung Act 1 ini luar biasa. Kita melihat perangkat pande besi skala menengah dengan roda putar, penumbuk dan pengeras berapi yang terus berdentang; diiringi riuh musik string yang rancak nian. Besi sendiri memang sejak zaman prasejarah telah mempengaruhi budaya manusia; dan ketinggian budaya ditentukan kualitas besi yang dibuat. Pedang Turki meyakinkan bangsa Kaukasia bahwa Eropa masa itu kalah budaya dibanding Asia. Di RRC zaman Mao, kekacauan budaya ditunjukkan oleh kualitas besi yang dibuat masa itu. Qur&#8217;an bahkan berkisah tentang peran besi dalam budaya. Eh, tapi aku mau membahas hal lain, yaitu besi di darah kita.</p>
<p>Pernah dengar hemokromatosis? Ini kelainan turunan yang mengganggu metabolisme besi. Seharusnya, jika darah kita memiliki cukup zat besi, badan akan berhenti menyerap besi dari makanan. Tapi hemokromatosis menghentikan mekanisme ini. Jadi darah kebanjiran besi. Dan apapun yang berlebihan itu jadi racun. Besi mengganggu kimia badan dan mulai merusak organ: hati, jantung, diabetes, artritis, otak, gejala psikiatrik, hingga memicu kanker. Hemokromatis bukan penyakit menular seperti malaria, atau penyakit akibat kejorokan seperti kanker paru-paru yang dipicu asap rokok. Kelainan ini turunan, dan tak hilang oleh evolusi. Istilah evolusinya: manusia memang membutuhkannya. <a href="http://kun.co.ro/2001/04/25/golongan-darah/">Jadi mirip adanya 4 golongan darah</a>. Nah.</p>
<p><img title="heme" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2009/03/heme.png" alt="" width="239" height="250" align="right" />Tapi soal hemokromatosis ini memang mirip golongan darah. Satu contoh, pada abad ke-14 masehi, di Eropa berjangkit wabah bubonik yang mematikan. Hampir setengah Eropa tewas: sebuah angka di sekitar 25 juta. Sisanya berputus asa. Orang Yahudi dibakari. Uh, jangan2 itu memang kebiasaan Eropa. Orang Yahudi memang tak sebanyak orang non-Yahudi terkena penyakit seram itu. Tapi bukan karena sihir seperti tuduhan khas Eropa. Saat awal wabah, mereka sedang beribadah puasa panjang, yang menjauhkan mereka dari makanan tempat awal penularan. Begitulah. OK, yang seharusnya kemudian jadi pertanyaan: kalau memang penyakit itu mematikan, kenapa tidak kemudian seluruh Eropa punah? Karena ini cuman blog, kita bisa menebak jawabannya: pasti orang yang selamat adalah yang memiliki kadar besi yang terlalu tinggi di darah. Haha: benar dan salah. Jangan lupa, segala agen infektor malah memerlukan besi di darah kita untuk berkembang. Makin banyak besi, makin cepat mereka berkembang. Pada kasus bubonik, lelaki dewasa yang sehat paling banyak jadi korban, karena kadar zat besi mereka baik. Kaum wanita, orang tua, anak2 &#8212; yang lebih telantar di masa itu &#8212; persentase punahnya tak sebesar lelaki dewasa. Syukurin &#8212; egois sih.</p>
<p>Lalu penderita hemokromatosis? Badan mereka memang terus menyerap zat besi sampai tahap yang membahayakan organ. Tapi mereka menyerap besi juga dari badan mereka sendiri mereka sendiri. Dan sel penjaga imunitas mereka &#8212; sejenis sel darah putih yang disebut makrofage &#8212; jadi nyaris tak memiliki besi sama sekali. Setiap infektor yang masuk akan dikeroyok makrofage ini. Pun andai si infektor menang, ia akan dikelilingi sel tanpa zat besi, dan tak bisa berkembang, lalu mati kelaparan. Hemokromatosis memungkinkan sebagian manusia masih selamat dari wabah yang besar, lalu memberikan keturunan hingga sekarang. Sebuah penyakit yang jadi berkah. Itu tadi di sisi pria. Di sisi wanita, kasus yang berbeda tapi mirip juga terjadi. Saat sebagian besar wanita masa itu menderita anemia dan kurang gizi, wanita penderita hemokromatosis jarang terkena anemia, dan bisa beranak pinak lebih sehat &#8212; tapi membawa gen hemokromatosis juga. Kalau kita serius berfikir, jangan2 semua penyakit itu berkah. Hihi, kayaknya banyak yang berdoa biar aku dapat berkah.</p>
<p>Hemokromatosis sendiri baru dikenali manusia melalui serentetan temuan di abad ke-19. Namun sebelumnya berbagai umat manusia menemukan bahwa bagi orang-orang tertentu, penyakit tertentu dapat diredakan dengan membuang besi dari badan. Dan karena belum ada teknologi untuk memisahkan besi dari darah, yang mereka lakukan adalah membuang darah dari badan. Semacam bekam. Ini dikenal sejak zaman Mesir penyembah berhala, dan memuncak pada &#8230; abad ke-19 :). Di abad itu, nyaris di seluruh dunia, terapi bekam dilakukan untuk nyaris semua penyakit: peradangan, syaraf, batuk, demam, mabuk, rematik, hingga &#8212; gilanya &#8212; penyakit kurang darah. Konon George Washington (di abad sebelumnya) meninggal setelah dibekam. Tak jelas apakah ia meninggal akibat infeksi atau akibat dibekam kebanyakan. Lalu terapi ini mulai turun karena dianggap tidak higienis. Sebenarnya bukan soal higienis, tetapi bahwa memang tidak seluruh manusia tepat diterapi dengan &#8216;pengobatan&#8217; semacam ini. David, eh bekam, dalam level moderat, memang dianggap memiliki efek tertentu. Selain mengurangi zat besi yang bisa dipakai infektor berkembang (sambil mengurangi besi yang dipakai buat badan kita sendiri), keluarnya darah juga memicu tubuh pasien untuk membangkitkan hormon vasopressin, yang kemudian meningkatkan imunitas tubuh. Namun tetap dianjurkan bahwa terapi semacam ini hanya dilakukan oleh orang yang terdidik medis; bukan cuman tabib yang pakai pipa-pipa sederhana berbentuk fancy, lengkap dengan claim bohong bahwa perangkat macam itu bisa &#8220;menyaring&#8221; &#8220;darah kotor&#8221; &#8212; hihi.</p>
<p>Kembali ke besi &#8230; eh Siegfried sudah membunuh <a href="http://pi.koen.cc/2009/03/13/opera-wagner-pikoen/">naga bercincin emas</a> dengan besi itu. Duh. Kasihan naganya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2009/03/31/besi-berdarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapasitas Memori Manusia</title>
		<link>http://kun.co.ro/2009/03/17/kapasitas-memori-manusia/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2009/03/17/kapasitas-memori-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 15:15:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2567</guid>
		<description><![CDATA[Kapasitas memori manusia sendiri masih diperdebatkan, dan seringkali menggunakan argumen-argumen yang dasarnya tak cukup kuat. Maka kita suka mendengar (sambil menahan tawa dan kantuk) bahwa kita baru menggunakan 4% kapasitas otak kita saja, atau 20%, atau 2.5%. Nggak ada bedanya: ngasal :p John von Neumann (orang pintar yang pernah jadi matematikawan, ilmuwan, engineer, dan birokrat) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kapasitas memori manusia sendiri masih diperdebatkan, dan seringkali menggunakan argumen-argumen yang dasarnya tak cukup kuat. Maka kita suka mendengar (sambil menahan tawa dan kantuk) bahwa kita baru menggunakan 4% kapasitas otak kita saja, atau 20%, atau 2.5%. Nggak ada bedanya: ngasal :p</p>
<p>John von Neumann (orang pintar yang pernah jadi matematikawan, ilmuwan, engineer, dan birokrat) di Universitas Yale tahun 1956 pernah mengestimasikan kapasitas otak manusia sebesar tiga puluh lima exabyte (satu exa = seribu peta = sejuta tera = semiliar giga). Cukup besar &#8212; pun untuk ukuran komputer zaman sekarang.</p>
<p>Estimasi tahun-tahun berikutnya memberikan angka yang berbeda. Diperkirakan dapat terjadi 100 trilyun koneksi syaraf antara sel-sel otak; dan ini dianggap setara dengan kapasitas 40 terabyte. Masih cukup besar, biarpun tak seseram angka von Neumann.</p>
<p>Prof Ralph Merkle dari Georgia Tech menyinggung bahwa sebenarnya para peneliti belum selesai menyusun asumsi dasar tentang bagaimana otak menyumpan informasi. Lalu ia mengusulkan melakukan eksperimen langsung yang mencatat kapasitas otak secara langsung. Ia mengambil beberapa hasil studi sebelumnya, dan melakukan kalkulasi ulang. Hasilnya mengesankan sekali. Kapasitas memori kita diperkirakan hanya sekitar 200 megabyte. Wow, flash drive berukuran 256MB saja sudah mulai dibuang-buang karena dianggap terlalu kecil. Buang tuh otak :).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2009/03/sudokurubik.jpg"><img class="size-medium wp-image-2570 aligncenter" title="sudokurubik" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2009/03/sudokurubik.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Tapi, biarpun ini mungkin (mudah-mudahan) akan menjatuhkan ego kita, kesimpulan yang diambil cukup menarik. Otak kita istimewa: dia tak melakukan processing dan penyimpanan seperti komputer. Otak mampu melakukan pengelolaan sumberdaya memori yang luar biasa; sehingga dengan kapasitas sekian, ia mampu menyimpan dan mengolah informasi jauh lebih handal daripada komputer.</p>
<p>Tantangan bagi para engineer adalah: mampukah kita membuat komputer-komputer yang mulai lebih pintar mengelola sumberdaya yang terbatas untuk menghasilkan performansi yang lebih tinggi lagi. Tapi jangan serahkan pada para engineer Microsoft. Excel dan Word sudah membuat Mac lucu ini mulai belajar ngadat :).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2009/03/17/kapasitas-memori-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selangkah ke Repeater Kuantum</title>
		<link>http://kun.co.ro/2008/12/19/selangkah-ke-repeater-kuantum/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2008/12/19/selangkah-ke-repeater-kuantum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 15:44:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2452</guid>
		<description><![CDATA[Fisikawan di Swiss dilaporkan berhasil membuat piranti solid-state yang dapat menyimpan posisi foton selama satu mikrodetik. Ini diyakini membuka jalan bagi terciptanya network kriptografi kuantum berbasis cahaya, yang diteorii kebal dari pembobolan. Tokoh2 di Swiss itu adalah Gisin dan rekan2nya: Afzelius, Riedmatten, Simon, dan Staudt. Yang dilakukan adalah menjebak foton dalam 100juta atom neodimium yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fisikawan di Swiss dilaporkan berhasil membuat piranti solid-state yang dapat menyimpan posisi foton selama satu mikrodetik. Ini diyakini membuka jalan bagi terciptanya network kriptografi kuantum berbasis cahaya, yang diteorii kebal dari pembobolan. Tokoh2 di Swiss itu adalah Gisin dan rekan2nya: Afzelius, Riedmatten, Simon, dan Staudt. Yang dilakukan adalah menjebak foton dalam 100juta atom neodimium yang ditanam di kristal yttrium orthovanadat yang didinginkan pada suhu 3K. Saat sebuah foton yang telah terikat kaitan (entanglement) dipancarkan ke kristal, foton itu tersimpan 1 mikrodetik, dan foton yang dilepaskan masih memiliki kaitan.</p>
<p>Inovasi Gisin dkk ini diharapkan membuka jalan untuk membentuk repeater kuantum. Repeater kuantum adalah komponen yang yang penting dalam jaringan informasi berbasis kuantum. Kita tahu, keadaan (state) pada cahaya hanya bertahan pada waktu yang singkat, sebelum terjadi perubahan yang tak dapat diramalkan. Maka dalam sebuah jaringan, perlu ada perekam keadaan kuantum cahaya yang akan meregenerasikan keadaan itu pada cahaya secara berkala. Nah, repeater kuantum semacam ini belum ada. Yang baru ada adalah piranti yang bisa menyimpan keadaan sebuah foton tanpa merusak keterkaitan kuantum (entanglement).</p>
<p>Oh ya. Entanglement sendiri adalah sebuah kondisi berpasangan pada materi pada skala kuantum. Beberapa entry awal pada blog ini cukup sering membahas ini, serta spekulasi pemanfaatannya. Entangelement memungkinkan jika dua foton berpasangan dipisahkan, pada pengukuran pada satu foton akan juga mengetahu kondisi kuantum foton pasangannya. Namun saat ini, pada serat optik, keterkaitan ini patah pada jarak 300km. Oktober lalu, kota Wina telah memasang network informasi kuantum, dengan rentang 200km, memanfaatkan kaitan kuantum ini. Tanpa repeater, akan sulit membuat rentang yang lebih jauh. Inovasi di Swiss ini diharapkan bisa jadi pembuka jalan.</p>
<p>Sebelum Gisin, telah ada eksperimen lain yang telah dilakukan, dengan menyusun dasar penyimpanan memori dengan interaksi cahaya dengan materi. Namun ini mengharuskan pembekuan atom hingga mendekati nol kelvin. Tim Gisin sendiri akan meneruskan eksperimen untuk mencapai waktu 1 milidetik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2008/12/19/selangkah-ke-repeater-kuantum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vielsi</title>
		<link>http://kun.co.ro/2008/11/21/vielsi/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2008/11/21/vielsi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 16:42:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2394</guid>
		<description><![CDATA[Di (luar kota) Sukabumi, salah satu santri menanyakan tentang penemu blog dan tokoh blog. Untuk tokoh blog, tentu aku menjawab dengan &#8220;YOU&#8221; :), karena inti Web 2.0 memang peran serta kita semua sebagai subyek informasi. Dan untuk penemu, aku harus mengakui bahwa itu akan tergantung pada definisi blog. Hey, santri harus diajak berfikir, bukan menghafal. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di (luar kota) Sukabumi, salah satu santri menanyakan tentang penemu blog dan tokoh blog. Untuk tokoh blog, tentu aku menjawab dengan &#8220;YOU&#8221; :), karena inti Web 2.0 memang peran serta kita semua sebagai subyek informasi. Dan untuk penemu, aku harus mengakui bahwa itu akan tergantung pada definisi blog. Hey, santri harus diajak berfikir, bukan menghafal. Maka aku juga bercerita tentang sejarah komunikasi. Komunikasi wireless, misalnya. Sebelum seluler, ada radio, dan sebelumnya ada semafor, dan sebelumnya ada isyarat asap ala Indian. Inventor, kayak Newton bilang, memiliki visi lebih karena mereka juga berdiri di atas pundak inventor sebelumnya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://kuncoro.co.uk/uploads/angkasasvarnadvipa.jpg" alt="" /></p>
<p>Begitulah, maka setelah radio, gelombang cahaya dipakai lagi: semafore melalui kabel optik; dan kemudian semafore cahaya melalui udara. Semafore model ini dinamai komunikasi cahaya tampak, <em>visible light communications</em>, VLC. Gugus tugas IEEE 802.15 (<em>wireless personal area network</em>) turut mengkaji kemungkinan memanfaatkan VLC sebagai salah satu metode komunikasi. Bayangkan: gelombang cahaya, dari warna merah sampai ungu, memiliki rentang hingga 300THz, sementara radio hanya sampai 300GHz. Juga radio sering harus dibatasi karena mengganggu sistem elektronika navigasi dan perangkat medik. Cahaya, di luar itu. Regulasi cahaya hanya perlu agar tidak mengganggu mata (dan estetika). Sementara ini memang pengkajian VLC baru untuk jarak pendek dan menengah, menemani bluetooth dan inframerah.</p>
<p>Dr Joachim Walewski, peneliti dari Siemens, menyatakan mampu melakukan transmisi data hingga 100Mb/s menggunakan cahaya tampak. Transmisi menggunakan LED putih berperforma tinggi, dan receiver menggunakan sensor foto. Tak buruk untuk sebuah awal. 300Mb/s itu mungkin sekali, kata Walewski. Komisi Eropa menindaklanjuti dengan menyusun proyek penelitian bernama OMEGA, bertujuan menyusun bakuan jaringan rumah ultra-broadband dengan kecepatan data 1Gb/s. Salah satu contohnya adalah kantor France Telecom di Paris. Di sana, lampu atap akan mengirimkan data berkecepatan 100Mb/s. Masalah yang mungkin timbul adalah interferensi. Dengan sinar matahari, misalnya. Tetapi ini hal biasa yang mudah tertangani secara teknis. Ingat: inframerah juga dipancarkan matahari, tetapi interferensinya dengan sinyal komunikasi inframerah bisa diminimalkan.</p>
<p>Aplikasi awal untuk VLC, dalam bayangan, misalnya: autentikasi identitas, e-payment, komunikasi data dalam rumah (menggantikan WiFi?), komunikasi informasi antar mobil (kalau mobil di depan mengerem mendadak, ia akan mengirim sinyal cahaya ke mobil di belakangnya, yang secara otomatis akan melakukan perlambatan atau hal lain yang diperlukan), dll. Aplikasi yang tidak menarik, contohnya adalah VLC untuk menggantikan remote control inframerah. Kalau anak2 kecil sedang berebut acara, mereka akan dapat memanfaatkan cahaya VLC untuk saling menyerang. Tak heran, salah satu yang akan sangat diperhatikan IEEE dalam standardisasi VLC adalah soal keselamatan mata. Walewski sendiri aktif mengirimkan draft bakuan keselamatan pemanfaatan radiasi cahaya tampak ini ke Gugus Tugas IEEE 802.18 (Penasehat Teknis Regulasi Radio). Yuk, kita tunggu, dan mulai berkreasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2008/11/21/vielsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alexander Graham Bell</title>
		<link>http://kun.co.ro/2008/10/26/alexander-graham-bell/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2008/10/26/alexander-graham-bell/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 15:24:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2382</guid>
		<description><![CDATA[Prelude. Dua bulan lalu, aku diminta memberikan kuliah umum buat para mahasiswa baru ITT. Temanya tentang teknologi mobile masa depan (ketika mereka akan mulai menulis skripsi &#8211;red). Aku sempat iseng bertanya, &#8220;Siapa penemu telefon?&#8221; Dari semua yang berani menjawab, hanya keluar satu jawaban: Alexander Graham Bell. Wow, mereka bener2 perlu kuliah :). Di sesi akhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Prelude. Dua bulan lalu, aku diminta memberikan kuliah umum buat para mahasiswa baru <a href="http://ittelkom.ac.id">ITT</a>. Temanya tentang teknologi mobile masa depan (ketika mereka akan mulai menulis skripsi &#8211;red). Aku sempat iseng bertanya, &#8220;Siapa penemu telefon?&#8221; Dari semua yang berani menjawab, hanya keluar satu jawaban: Alexander Graham Bell. Wow, mereka bener2 perlu kuliah :). Di sesi akhir (pembagian door prize), Sdr Eko Ramanda membagikan hadiah secara unik: siapa yang menyimpan pas foto ibu di dompet, itu yang menang. Hal yang bikin takjub dan terharu mendadak. Telkom banget Mas Eko tuh :). Keren.</p>
<p>OK, kembali ke Bell. Jadi Bell bukan penemu telepon. Antonio Meucci, seorang Italia, konon telah mulai merancang piranti telefoni pada 1834 di Milano. Bermigrasi ke Amerika, ia teruskan perangkatnya menjadi sistem yang berjalan baik pada 1850. Saat istrinya lumpuh di tahun 1855, Meucci memasangkan sistem interkom dari rumahnya ke tempat kerjanya tak jauh dari situ. Namun saat giliran Meucci yang sakit, istrinya menjual prototip telefon itu ke agen barang bekas seharga US$6 (baca buku Laura Ingalls kalau ingin merasakan nilai US$6 saat itu). Meucci memang selalu hidup dalam kemiskinan. Ia mengajukan paten telefon pada 1871. Tetapi pemrosesan di negara kapitalis itu lama dan terus memerlukan uang. Meucci membayarnya per tahun. Tahun 1874, Meucci tak sanggup lagi membayar biaya pemrosesan patent. Dan pada tahun 1876, Alexander Graham Bell memperoleh paten untuk telefon. Tentu saja kemudian Meucci memprotesnya. Tetapi secara ajaib, berkas2 Meucci hilang, sehingga klaim Meucci tak dapat diperkuat. Pengadilan digelar. Di sana, Meucci memaparkan penemuannya secara meyakinkan, sehingga diyakini Meucci akan memenangkan sidang. Tapi ia tetap kalah. Lebih dari 100 tahun kemudian, di tahun 2002, barulah <a href="http://www.house.gov/fossella/Press/pr020611.htm">Meucci diakui sebagai penemu telefon</a>.</p>
<p><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/85/1876_Bell_Speaking_into_Telephone.jpg/180px-1876_Bell_Speaking_into_Telephone.jpg" alt="" align="right" />Kasus Meucci ini jelas mencoreng nama Bell sebagai kapitalis. Tapi tidak sebagai penemu. Banyak pihak meyakini bahwa penemuan Bell sama sekali tidak mencontek Meucci (atau Elisha Gray, atau Thomas Alva Edison). Sejak muda, Aleck terbiasa menyelidik soal transmisi suara. Saat ibunya mulai tuli, Aleck sadar bahwa ia tetap bisa bicara dengan ibunya dengan menempelkan bibir ke kepala ibunya sambil bicara &#8212; dan dengan demikian menggetarkan tulang2 di dalamnya. Ia menggetarkan dawai piano di sebuah ruang dan mengamati dawai yang senada di piano di ruang lain ikut bergetar. Lalu ia memanfaatkan gelaja elektromagnetik untuk meneruskan model resonansi ini bersama asistennya, Thomas Watson (kebetulan bukan Watson yang sama dengan pakar behaviorisme atau asisten Sherlock Holmes). Dan jadilah telefon ciptaan Bell.</p>
<p>Tapi Bell tak berhenti di situ. Bahkan sebelum <a href="http://kun.co.ro/2006/01/20/nikola-tesla/">Nikola Tesla</a> mencobai transmisi suara tanpa kabel (dengan gelombang radio), Bell sudah mencobai telefon nirkabelnya pada tahun 1880. Dengan nama photophone, telefon nirkabel Bell ini menggunakan transmisi cahaya.</p>
<p>Bagaimana caranya? Bell memproyeksikan suara melalui perangkatnya sehingga menggetarkan sebuah cermin. Sinar matahari yang dipantulkan oleh cermin itu turut membentuk pola getar suara. Sisi penerima menerima pantulan cahaya yang gemeletar itu, dan mentransformasikan kembali ke bentuk suara. Tentu belum praktis. Tapi bayangkan: wireless phone, dan komunikasi optik, pada tahun 1880.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2008/10/26/alexander-graham-bell/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesadaran Sang Internet</title>
		<link>http://kun.co.ro/2008/05/01/kesadaran-sang-internet/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2008/05/01/kesadaran-sang-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 10:28:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/2008/05/01/kesadaran-sang-internet/</guid>
		<description><![CDATA[Internet 2.0, 3.0, 4.0. Apa yang lalu sudah berubah pada kita? Google, Wikipedia, dan segalanya membuat kita mendadak jadi ingat informasi2 penting &#8212; kalau ingat didefinisikan sebagai berhasilnya menampilkan suatu fakta ke layar kesadaran. Info 2.0 (saling comment antar dan dalam blog serta social network) membuat kita mendadak bijak: melihat berbagai hal dari sisi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Internet 2.0, 3.0, 4.0. Apa yang lalu sudah berubah pada kita? Google, Wikipedia, dan segalanya membuat kita mendadak jadi ingat informasi2 penting &#8212; kalau ingat didefinisikan sebagai berhasilnya menampilkan suatu fakta ke layar kesadaran. Info 2.0 (saling comment antar dan dalam blog serta social network) membuat kita mendadak bijak: melihat berbagai hal dari sisi yang berbeda, secara hidup, yang tak mudah diperoleh hanya dengan membaca media mainstream. Ide2 liar pengganggu stabilitas mewarnai wacana kita, membuat kita lebih kreatif dan bijak menyiapkan diri menghadapi masa depan. Dan Internet masih juga tumbuh, dan masih juga berubah.</p>
<p><img src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2008/05/sojuza.png" alt="sojuza.png" align="right" />Ukuran komunikasi Internet sudah mulai dapat dibandingkan dengan otak manusia, yang memiliki titik komunikasi (alih logika) berupa korteks. Komunikasi korteks sendiri tak intensif: hanya 1 dalam 100 dari neron dalam kolom vertikal berdiameter 1mm, dan hanya 1 per sejuta untuk neron yang mulai berjarak. Tingkat komputasi yang sungguh rendah, tetapi sudah cukup untuk membuat otak bekerja sejauh yang kita tahu. Dengan kejarangan semacam ini, analogi bandwidthnya diperkirakan 1 Tb/s; kira2 sama dengan bandwidth backbone Internet saat ini.</p>
<p>Memori korteks cukup besar. Kira2 ada 10<sup>9</sup> sinapsis antar neron2 setiap 1mm<sup>2</sup> korteks, atau total 10<sup>11</sup> sinapsis seluruhnya, atau kira2 (sangat kira2) 10<sup>15</sup> bit data tersimpan. Masih sangat kira2 mirip juga dengan total data yang tersimpan di Internet (dan bisa disimpan serta diolah oleh Google misalnya). Sebentar lagi Internet bisa melampaui kapasitas sebuah otak. Bedanya, cara kerja otak masih misterius dan belum sepenuhnya diketahui &#8212; syukurlah :). Para ilmuwan tengah menyelidiki, termasuk melalui pengamatan terhadap kelainan2, misalnya kepada orang2 sinestesis (yang mengalami persilangan sensasi, seperti mendengar warna, melihat suara, dll). Juga turut diamati frekuensi kerja otak makhluk2 yang diperkirakan memiliki kesadaran, serta kecepatan koneksi korteks yang masih dianggap luar biasa (berjalan di atas sel hayati dengan kerapatan biasa2 itu), melintas banyak sel dengan sinkronisasi yang menarik.</p>
<p>Internet yang tumbuh melebihi prediksi para penciptanya pun meninggalkan perasaan luar biasa seperti itu. Dengan routing terdesentralisasi (menentukan rute terbaik masing2 seusai kondisi trafik masing2), secara keseluruhan ia malah lebih kokoh dibandingkan komunikasi data terkelola yang ada sebelumnya. Dan ini menimbulkan pertanyaan menarik: apakah akhirnya Internet akan memiliki kesadaran?</p>
<p>Jawaban untuk pertanyaan itu bisa teknis dan bisa filosofis. Dan mengingatkanku pada sesuatu yang mengganjal pikiranku waktu masih balita (dan beberapa kali disinggung di sini). Dari mana kesadaran (bahasa aku waktu itu: keakuan) yang ini tiba2 datang ke badan (atau kemudian: otak) yang ini. Darimana kita bisa yakin (selain dengan asumsi dan prasangka baik) bahwa manusia lain juga punya kesadaran semacam ini? Dan sampai mana ini bisa kita teruskan ke makhluk non manusia? Pertanyaan tentang kesadaran pada Internet bisa ditembak dengan asumsi yang sama. Internet nampaknya memang sudah memiliki kesadaran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2008/05/01/kesadaran-sang-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tantangan Bagi Engineer</title>
		<link>http://kun.co.ro/2008/03/26/tantangan-bagi-engineer/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2008/03/26/tantangan-bagi-engineer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 05:29:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<category><![CDATA[Science]]></category>
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/2008/03/26/tantangan-bagi-engineer/</guid>
		<description><![CDATA[Situs Engineering Challenge memaparkan apa yang dianggap sebagai tantangan terbesar bagi dunia rekayasa masa kini. Krisis energi, krisis lingkungan, krisis pendidikan dan kemanusiaan, krisis kesehatan, hingga kebutuhan untuk membentuk dunia yang lebih aman (dari teroris, spammer, dan virus) dan manusiawi. Menurut Anda sendiri, apa tantangan engineering terbesar yang harus kita hadapi? Dan apa pendekatan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2008/03/grand-engineering-challenge.jpg" alt="grand-engineering-challenge.jpg" border="0" /></p>
<p>Situs <a href="http://www.engineeringchallenges.org">Engineering Challenge</a> memaparkan apa yang dianggap sebagai tantangan terbesar bagi dunia rekayasa masa kini. Krisis energi, krisis lingkungan, krisis pendidikan dan kemanusiaan, krisis kesehatan, hingga kebutuhan untuk membentuk dunia yang lebih aman (dari teroris, spammer, dan virus) dan manusiawi.</p>
<p>Menurut Anda sendiri, apa tantangan engineering terbesar yang harus kita hadapi? Dan apa pendekatan yang Anda bayangkan?</p>
<p>Update: Jawablah di situs <a href="http://ewh.ieee.org/r10/indonesia/">IEEE Indonesia Section</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2008/03/26/tantangan-bagi-engineer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ToE: Exceptionally Simple</title>
		<link>http://kun.co.ro/2008/01/30/toe-exceptionally-simple/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2008/01/30/toe-exceptionally-simple/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 05:52:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Science]]></category>
		<category><![CDATA[fisika]]></category>
		<category><![CDATA[ToE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/2008/01/30/toe-exceptionally-simple/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa blog fisikawan sempat ikut teragregasi di Amigos. Tak lagi: bosan dengan flame war dan politik di antara mereka. Kadang saja masih kukunjungi. War akhir tahun lalu menyangkut sebuah preprint yang tersimpan di arxiv, tulisan Garrett Lisi, berjudul An Exceptionally Simple Theory of Everything. Hah? ToE bisa &#8216;exceptionally simple&#8217;? Tentu saja pendukung teori string berang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa blog fisikawan sempat ikut teragregasi di Amigos. Tak lagi: bosan dengan flame war dan politik di antara mereka. Kadang saja masih kukunjungi. War akhir tahun lalu menyangkut sebuah preprint yang tersimpan di <a href="http://arxiv.org/">arxiv</a>, tulisan <a href="http://deferentialgeometry.org/">Garrett Lisi</a>, berjudul <a href="http://arxiv.org/abs/0711.0770">An Exceptionally Simple Theory of Everything</a>. Hah? ToE bisa &#8216;exceptionally simple&#8217;? Tentu saja pendukung teori string berang, sementara kelompok Perimeter memberikan dukungan. Terjadi perang yang tak terlalu ilmiah :(.</p>
<p>Tapi Science &amp; Vie bulan ini justru menjadikan paper Lisi sebagai topik utama: &#8220;Théorie du tout, Enfin! Un physicien aurait trouvé la pièce manquante.&#8221; Pakai tanda seru gitu. Dan pakai &#8216;missing piece&#8217; kayak makalah2 kuno tentang evolusi (sekarang sudah terpecahkan &#8211;red). Terpaksa prep Lisi yang belum selesai dibaca itu dibuka lagi. Tapi, sebelum salah sangka, judul prep ini memang disengaja agak memelesetkan. Arti harfiahnya memang percobaan menyusun ToE tanpa sesuatu yang rumit seperti supersimetri dan dimensi ekstra. Tapi yang juga (sebenarnya) dimaksudkan adalah bahwa struktur yang digunakan dalam prep ini, yaitu E8, merupakan <em>exceptional </em><em>simple group</em>. Ini adalah struktur aljabar temuan matematikawan Norwegia Sophus Lie. Simple secara matematis berarti bahwa group ini tidak memiliki jenis struktur internal tertentu, dan exceptional hanya berarti bahwa group ini termasuk dalam sejumlah kecil <em>simple Lie group</em> yang tidak termasuk ke kelompok besar keluarga simple group, di mana tak terhingga anggota lainnya berada. Pelesetan ini, dan kehebohan itu, rupanya berhasil menarik media. Walaupun beberapa pendukung Lisi (yang tentu tidak harus 100% setuju paparan ini) menyatakan bahwa diskusi ke khalayak sebaiknya menunggu hingga prep ini benar2 telah diulas para pakar, setidaknya 1 tahun; media sudah mulai berlomba menyampaikan ulasan.</p>
<p>Kembali ke prep. Abstraknya singkat.</p>
<blockquote><p><em>All fields of the standard model and gravity are unified as an E8 principal bundle connection. A non-compact real form of the E8 Lie algebra has G2 and F4 subalgebras which break down to strong su(3), electroweak su(2) x u(1), gravitational so(3,1), the frame-Higgs, and three generations of fermions related by triality. The interactions and dynamics of these 1-form and Grassmann valued parts of an E8 superconnection are described by the curvature and action over a four dimensional base manifold.</em></p></blockquote>
<p style="text-align: center"><img src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2008/01/400px-e8_graphsvg.png" alt="400px-e8_graphsvg.png" border="0" /></p>
<p>Yummie. Aku bacain paper ini sekitar jam 3 pagi. Mm, harus cerita dari mana ya? Haha. Tapi yang jelas, memang ini masih jauh dari teori lengkap, tak seperti yang dibilang Science &amp; Vie. Huh, dasar media. Eh, nggak dink. Masih jauh lebih cerdas dari detikcom misalnya :). Apa ya misalnya. Di bagian mana sih di paper ini formula2 itu dikuantumkan? Atau memang nggak perlu? Jadi bagaimana mengunifikasikan relativitas dengan mekanika kuantum kalau formulanya belum dikuantumkan? Ah, andai aku jadi matematikawan mendadak untuk memahami hal sederhana ini.</p>
<p>Sementara itu, kalau berminat, coba kita blogwalking tentang tema ini: <a href="http://cosmicvariance.com/2007/11/16/garrett-lisis-theory-of-everything">Sean Caroll</a>, <a href="http://www.math.columbia.edu/~woit/wordpress/?p=617">Peter Woit</a>, <a href="http://golem.ph.utexas.edu/~distler/blog/archives/001505.html">Jacques Distler</a>, <a href="http://backreaction.blogspot.com/2007/11/theoretically-simple-exception-of.html">Sabine Hossenfelder</a>. Ada lagi? OK, aku terusin baca dulu &#8230;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2008/01/lisi-arxiv.jpg" alt="lisi-arxiv.jpg" border="0" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2008/01/30/toe-exceptionally-simple/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LHC 2008</title>
		<link>http://kun.co.ro/2007/12/30/lhc-2008/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2007/12/30/lhc-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 17:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Science]]></category>
		<category><![CDATA[fisika]]></category>
		<category><![CDATA[String]]></category>
		<category><![CDATA[ToE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/2007/12/30/lhc-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Musim semi 2008 tengah dinantikan para fisikawan. Di antara Perancis dan Swiss, sebuah penumbuk hadron berukuran besar (large hadron collider, LHC) yang digerakkan magnet superkonduktor siap dinyalakan. Dan hasilnya diharapkan akan membuka satu lagi teka-teki semesta. Kita kembali dulu ke 10 tahun sebelumnya. Di sebuah konferensi teori string di Santa Barbara, para fisikawan menyisihkan sejenak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Musim semi 2008 tengah dinantikan para fisikawan. Di antara Perancis dan Swiss, sebuah penumbuk hadron berukuran besar (large hadron collider, LHC) yang digerakkan magnet superkonduktor siap dinyalakan. Dan hasilnya diharapkan akan membuka satu lagi teka-teki semesta.</p>
<p>Kita kembali dulu ke 10 tahun sebelumnya. Di sebuah konferensi teori string di Santa Barbara, para fisikawan menyisihkan sejenak waktu untuk becanda menyanyikan lagu buat <a href="http://www.sns.ias.edu/~malda/">Juan Maldacena</a>.</p>
<blockquote><p><em>Yet start with the brane, and the brane is BPS.<br />
Then you go near the brane, and the space is ADS.<br />
Who know what it means? I don’t, I confess.<br />
Heyyy &#8230; Maldacena.</em></p></blockquote>
<p>Nadanya –  mungkin kita bisa menebak – diambil dari lagu Macarena. Maldacena yang sedang dirayakan itu baru saja menurunkan sebuah konjektur yang melibatkan sekaligus black hole dan kuark. Konjektur, yang disebut Konjektur Maldacena itu, cukup unik. Formula 5 dimensi direduksinya dulu menjadi 4 dimensi, ditransformasikan, lalu – uniknya – dikembalikan lagi menjadi 5 dimensi. Efek sampingan dari formulasi (yang menggabungkan mainan fisika kuantum bernama kuark dan mainan relativitas bernama black hole) ini, adalah ide-ide sampingan. Jadi 5 dimensi itu bisa direduksi jadi 4 dimensi, tanpa kehilangan arti? Jadi misalnya, ruang 3 dimensi kita ini bisa saja sebenarnya adalah 2 dimensi, dengan dimensi ketiga hanyalah kode tertanam di dua dimensi yang lain? Dari itu, lahirnya istilah semesta holografis, dan seterusnya.</p>
<p>Tapi, OK, itu sepuluh tahun yang lalu. Lalu sepuluh tahun ini teori string tidak lagi ke mana-mana. Bahkan <a href="http://www.sns.ias.edu/~witten/">Edward Witten</a>, yang dua kali membangkitkan dan menyelamatkan teori string (sebagai superstring dan kemudian sebagai teori M, mirip Einstein yang dua kali membangun teori relativitas) hanya bisa berkata bahwa ada hari2 yang cerah, dan ada hari2 yang sulit. Witten sendiri berharap, dengan energi LHC sebesar itu, ia bisa menampilkan miniatur semesta saat berusia hanya sepersetrilyun detik setelah big bang, yakni saat simetri antara elektromagnetik dan interaksi nuklir lemah belum runtuh. Foton (pembawa elektromagnetik) dan <a href="http://kun.co.ro/2006/12/26/energi-lemah/">boson W/Z</a> (pembawa interaksi nuklir lemah) merupakan saudara dekat pada level atom, tetapi memiliki sifat yang jauh berbeda. Boson W/Z misalnya, punya massa. Konon dia bisa mengkonsentrasikan partikel Higgs, yang dispekulasikan sebagai pembawa massa. Tapi partikel Higgs sendiri belum ditemukan.</p>
<p>Di antara banyak (sekali) fisikawan string, <a href="http://physics.harvard.edu/people/facpages/arkani-hamed.html">Nima Arkani-Hamed</a> memiliki riset yang agak menarik. Rekan <a href="http://physics.harvard.edu/people/facpages/randall.html">Lisa Randall</a> ini juga berharap banyak dari LHC. Kalau di tahun ini atau di tahun lalu aku menulis tentang kritik Lee Smolin atau Peter Woit tentang string, maka yang satu ini adalah salah satu sasaran tembaknya. Dia banyak bermain dengan yang disebut multiverse (banyakmesta, sebagai lawan dari semesta – universe). Semesta kita, katanya, hanyalah satu dari nyaris tak terhingga gelembung-gelembung semesta yang membulukutuk di sop dimensi string. Setiap semesta merupakan habitat tersendiri yang terpisah. Tidak ada satu pun partikel atau gaya yang bisa melintas antar semesta, nah, kecuali: gravitasi. Jadi, saat fisikawan lain mengherani bahwa gravitasi memiliki kekuatan amat sangat lemah dibanding gaya lainnya (dalam skala hingga kuadrilyun), maka Hamed mencadangkan satu jawaban: gravitasi jadi lemah karena sudah melintasi banyak semesta lain. Eksperimen dengan LHC ini diharapkan Hamed akan dapat mulai menampakkan permainan antar cangkang semesta. Jika hipotesis Hamed ini terbuktikan, bukan saja teka teki tentang gravitasi terjawab, tetapi juga teori string terbukti.</p>
<p>Mulai 2008, Hamed juga akan bergabung di <a href="http://www.ias.edu/">IAS</a>, bersama Witten dan Maldacena. IAS juga pernah menjadi tempat buat Einstein, saat ia berhijrah ke negeri Amrik.</p>
<p>Oh &#8230; Hai 2008 :).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2007/12/30/lhc-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Buku Buku Buku</title>
		<link>http://kun.co.ro/2007/10/20/buku-buku-buku-buku/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2007/10/20/buku-buku-buku-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Oct 2007 18:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book]]></category>
		<category><![CDATA[Science]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Mac]]></category>
		<category><![CDATA[Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/2007/10/20/buku-buku-buku-buku/</guid>
		<description><![CDATA[Liburan ini berlalu nyaris tanpa penjelajahan. Asthma datang tak tepat waktu :). Jadi, selain bebenah, aku banyak ditemani buku. Bukunya dari banyak tema, dan aku bacanya melompat dari satu buku ke buku lain. Kalau buku tertinggal di sofa, aku nggak mau susah2 ambil lagi &#8212; aku baca saja buku yang lain lagi. Aku sempat cerita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Liburan ini berlalu nyaris tanpa penjelajahan. Asthma datang tak tepat waktu :). Jadi, selain bebenah, aku banyak ditemani buku. Bukunya dari banyak tema, dan aku bacanya melompat dari satu buku ke buku lain. Kalau buku tertinggal di sofa, aku nggak mau susah2 ambil lagi &#8212; aku baca saja buku yang lain lagi.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2007/10/cinqlivres.jpg" alt="cinqlivres.jpg" border="0" /></p>
<p>Aku sempat cerita tentang si <strong>Running Mac OS X Tiger</strong> di blog ini. Yang ini aku baca sambil santai, bukannya sambil dicobai di Mac. Aku mau menikmati benda ini sebagai buku. Kalau pernah pegang buku O&#8217;Reilly, tentu tahu bahwa buku O&#8217;Reilly dirancang untuk nyaman dipegang dan dibaca. Sambil membacai buku ini, komputernya aku biarkan melakukan software update ke Mac OS X 10.4.10. Ini update yang terlambat memang. Hasilnya, dia melejit secepat harimau. Ah, berlebihan. Sebelum diupdate pun, dia sudah melejit secepat harimau si Santa Claws :). Oh ya, O&#8217;Reilly sedang menyiapkan update buku ini, berjudul <strong>Running Mac OS X Leopard</strong>. Jadi, kalau berminat, lebih baik menunggu buku updatenya, sekaligus sambil update Mac OS X ke 10.5.</p>
<p>Buku tipis dari Albert Camus: <strong>La Chute</strong> terbaca ulang pasca lebaran. Ini buku yang amat bergaya eksistensialis, seperti banyak buku Camus lainnya (misalnya Sisyphus, l&#8217;Etranger, dan entah apa lagi). Gaya eksistensialisnya bikin kita terpaksa memaki, serasa menemukan bagian dari diri kita yang tersesat dan ikut terjatuh. Aku pernah menikmati diskursus eksistensialisme secara aktif, beberapa saat. Tentu masih ada sisanya sampai sekarang. Tapi Camus betul2 sialan, dan mencapai ekstrim yang menyebalkan. Bayangkan: tokoh dalam cerita ini malam itu meninggalkan pacarnya lewat tengah malam. Berjalan melintas tepi sungai. Bersitatap dengan seorang wanita. Tapi dia acuh, dan meneruskan perjalanan. Setelah agak jauh, terdengar suara air, dan teriakan. Tokoh kita mengkalkulasi: apa sih yang mungkin terjadi &#8212; aku tak pandai berenang &#8212; dan kalaupun bisa, jarak kami terlalu jauh sekarang untuk bisa menolong. Lalu, tanpa menoleh, tokoh kita meneruskan perjalanan. Dan karena kurang enak badan, ia tidak membaca berita besok dan beberapa hari kemudian. Eksistensialis kurang ajar yang betul2 merasa bahwa pada saat ia tidak dapat melakukan perubahan, maka hidup harus jalan terus dengan nilai yang melekat pada perjalanan kita. Syukur aku belum pernah kenal tokoh beneran yang macam gini. Hey, tapi ceritanya menarik. Ini adalah buku Camus terakhir sebelum ia meninggal akibat kecelakaan. Saat itu, ia sudah berpisah jalan secara keras dengan Sartre. De Beauvoir, pasangan Sartre, melihat nada muram dalam buku ini, dan dengan puas menyatakan bahwa ia bahagia bisa menghancurkan hati Camus. Orang tak menarik, de Beauvoir itu. Tapi buku ini recommended :).</p>
<p>Lalu dalam perjalanan ke Senayan, aku sempat melihat buku Norman Peale: <strong>The Amazing Result of Positive Thinking</strong>. Reminds me to my best friend who used to call me Mr Positive Thinking. Sayangnya dia menyebutku seperti itu justru di awal masa aku sedang luruh ke idealisme yang lain, termasuk bahwa dunia tidak diciptakan untuk mewujudkan nilai yang terus positif dan bertambah baik. Alih2 aku malah percaya bahwa dunia ini tempat ujian panjang untuk tumbuhnya kita secara cerdas dan jujur &#8212; tidak tertipu oleh nilai2 palsu yang meninabobokan. Mungkin bagian besar dari pikiranku masih ada di sana. Tapi memang terasa ada bagian dari diriku yang jadi hilang. Buku Peale ini aku ambil. Barangkali bisa jadi cermin untuk mengembalikan pikiranku yang lebih positif lagi :). Recommended juga :).</p>
<p><img src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2007/10/rogerpenrose.jpg" alt="rogerpenrose.jpg" align="right" />Sementara itu, aku sudah berjanji bahwa buku Roger Penrose: <strong>The Road to Reality</strong>, harus aku tamatkan sebelum lebaran. Cedera janji: bukunya belum tamat. Aku sempat ulas di blogku satunya, yang in English: ini buku sains populer yang tak terlalu populer. Berbeda dengan Stephen Hawking yang menghindarkan buku populernya dari formula2 (untuk tak menjatuhkan pemasaran), Penrose tak ambil pusing dengan soal marketing. Dibanjirinya buku ini dengan segala formulasi matematis, untuk memberikan penjelasan yang detail dan jujur, menghindarkan pembacanya dari bayangan bahwa sains itu manis dan meninabobokan (dan ujungnya pembaca mudah tertipu pada orang awam yang mengaku ilmuwan, misalnya Harun Yahya). Memegang buku ini, waktu serasa mengalir cepat, seiring dengan otak yang berolahraga dengan asyiknya. Baru sahur, tahu2 sudah waktunya buka puasa :p, dan sahur lagi :). Not recommended, kecuali buat yang beneran tergila2 pada sains. Sekali lagi: buku ini perlu waktu untuk dibaca :). Penrose saja perlu 8 tahun untuk menulisnya :). Teh Jennie (Jennie S Bev) konon beli buku ini juga. Udah tamat belum, Teh?</p>
<p><img src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2007/10/lisarandall.jpg" alt="lisarandall.jpg" align="left" />Tapi ada alasan lain kenapa buku Penrose belum tertamatkan. Baca tulisan Penrose, aku jadi pingin membandingkan dengan Lisa Randall: <strong>Warped Passages</strong>. Buku yang dibeli di Borders tahun lalu ini, dan udah tertamatkan beberapa kali, jadi enak dibaca lagi berseling dengan buku Penrose. Randall juga tak alergi formula. Tapi dia banyak mengurangi, agar bukunya praktis dan nyaman dibaca. Buku Randall bahkan dipasangi fragmen2 kecil di tiap awal bab. Sayangnya kadang Randall terlalu wordy untuk menceritakan sebuah konsep &#8212; tidak hemat kata. Kesannya memang jadi kayak ngobrol sama ilmuwan jenius, nggak kayak kuliah misalnya. Formula yang dipotong Randall bisa didetilkan di Penrose, sementara ekstrapolasi (duh, maaf, ini subyektif &#8212; jangan dipertentangkan ya) dari yang diulas Penrose bisa dicari di Randall. Penrose sangat berhati2. Misalnya, dia dikenal tidak (belum) menyetujui konsep superstring, sementara Randall termasuk yang cukup mendalami bidang ini. Penrose memasang lukisan Escher untuk contoh, dan Randall memasang Dali dan Picasso. Recommended. Recommended! Aku sudah baca buku Peter Woit. Tapi buku Randal masih akan aku labeli recommended 2x :).</p>
<p>Trus ada buku lagi. Mmm, buku kosong. Mungkin aku harus belajar menulis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2007/10/20/buku-buku-buku-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

