<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kuncoro++ &#187; Indigo</title>
	<atom:link href="http://kun.co.ro/category/indigo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kun.co.ro</link>
	<description>Reinventer La Vie</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 01:25:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Indigo Fellows</title>
		<link>http://kun.co.ro/2010/12/19/indigo-fellows/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2010/12/19/indigo-fellows/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Dec 2010 05:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indigo]]></category>
		<category><![CDATA[Telkom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3243</guid>
		<description><![CDATA[Tak seperti tahun lalu, sebenarnya tahun ini aku tak terlalu terlibat dalam deretan kegiatan Indigo Awards: Indigo Fellows, Indigo Fellowship, Tesca, Indigo Music Awards, dll. Tapi seorang rekan mengambil cuti untuk ibadah haji, dan aku diminta menggantikan dalam tim pengelolaan Indigo Fellows. Indigo Fellows adalah program untuk mengangkat para teladan (inspiring person) dalam bidang pengembangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak seperti tahun lalu, sebenarnya tahun ini aku tak terlalu terlibat dalam deretan kegiatan Indigo Awards: Indigo Fellows, Indigo Fellowship, Tesca, Indigo Music Awards, dll. Tapi seorang rekan mengambil cuti untuk ibadah haji, dan aku diminta menggantikan dalam tim pengelolaan Indigo Fellows.</p>
<p><strong> Indigo Fellows</strong> adalah program untuk mengangkat para teladan (inspiring person) dalam bidang pengembangan industri kreatif digital nasional. Tujuannya adalah untuk lebih menginspirasi dan memotivasi perkembangan kreativitas digital. Program ini dikerjakan bersama oleh Telkom Group dan berkala Warta Ekonomi. Waktu aku bergabung dengan tim, pekerjaan2 besar telah diselesaikan. Tim juri telah terbentuk (mula-mula diketuai Bp Mario Alisjahbana, tetapi beliau mengundurkan diri dan digantikan Bp Richard Mengko). Para peserta juga telah memasukkan proposal-proposal.</p>
<p>Di dalam tim, aku bertugas memeriksai proposal para kandidat Indigo Fellows. Ini tugas menarik. Klaim-klaim yang dituliskan di dalam proposal2 harus diperiksai: benarkah sang tokoh memiliki peran dalam proyek yang disebutkan, benarkah produk yang pernah dikembangkannya seberhasil yang dituliskannya, seberapa jauh keterlibatannya dalam komunitas mampu menginspirasi komunitas di sekelilingnya untuk lebih luas menciptakan dan mengembankan karya kreatif yang inovatif. Memang kata kuncinya adalah inspirasi :), karena tujuannya adalah mempercepat pengembangan industry kreatif melampaui bisnis atu bidang tugas yang digeluti saat ini. Proposal-proposal ditandai, lalu kami menemani Dewan Juri yang bertugas menilai setiap individu.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-3247 aligncenter" title="IndigoFellows-06" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/12/IndigoFellows-06.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p>Sebagai panitia, kami tentu tidak ikut memberikan nilai, apalagi memutuskan ranking peserta :). Kami hanya memberikan saran atau masukan, jika dibutuhkan. Dewan Juri sudah amat memahami peta industri kreatif dan komunitas digital di Indonesia. Justru dari mereka, kami banyak belajar mengenai strategi penumbuhan komunitas2 kreatif.</p>
<p>Sidang untuk memilih finalis dilakukan di Purwakarta. Setelah itu, para finalis (yang jumlahnya hanya sekitar 3 orang per kategori) diundang ke Hotel Sahid di Jakarta untuk melakukan presentasi dan wawancara di depan Dewan Juri. Dan sekali lagi aku banyak belajar hal menarik dari interaksi antara para kandidat (i.e. para tokoh yang inspirational) dengan dewan juri. Plus perbincangan di kala rehat. Aku bayangkan, di tahap ini tugas Dewan Juri akan sangat berat. Yang dinilai benar2 tokoh berkaliber internasional :). Sidang internal Dewan Juri di tahap ini jadi cukup seru. Tak ada tokoh yang terangkat atau terturunkan dengan mudah.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-3244 aligncenter" title="IndigoFellows-05" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/12/IndigoFellows-05.jpg" alt="" width="500" height="248" /></p>
<p>Setelah sidang marathon 2 hari penuh, Dewan Juri memutuskan nama-nama Indigo Fellows 2010 sbb:</p>
<ul>
<li>Tokoh Digital Creator:  Oskar Riandi</li>
<li>Tokoh Digitalpreneur: Adi Sasongko</li>
<li>Tokoh Digital Academic: Dimitri Mahayana</li>
<li>Tokoh Digital Creative Promoter: Itoc Tochija</li>
<li>Tokoh Digital Community Fellow: Hari Sungkari</li>
<li>Special mention for Young Inspiring Creator: Adi Panuntun</li>
</ul>
<p>Penganugerahan gelar Indigo Fellows dilakukan bersamaan dengan maklumat pemenang Indigo Fellowship dan Indigo Music Awards di Jakarta Convention Centre tanggal 8 Desember 2010.</p>
<p>Tugas menarik berikutnya barangkali justru di Indigo Fellowship. Berbeda dengan Indigo Fellows, Indigo Fellowship justru mengangkat insan kreatif Indonesia yang masih dalam tahap pengembangan kreasi maupun bisnis digital mereka. Para pemenang akan memperoleh pembinaan dan dukungan untuk mengembangkan kreasi mereka, agar dapat menjadi entrepreneur yang dapat lebih meningkatkan skala bisnis kreatif digital di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2010/12/19/indigo-fellows/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IYCE 2010</title>
		<link>http://kun.co.ro/2010/09/24/iyce-2010/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2010/09/24/iyce-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 05:25:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indigo]]></category>
		<category><![CDATA[Telkom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3078</guid>
		<description><![CDATA[Mendadak Pak Widi masuk ke salah satu ruanganku, dengan senyuman maut (yang biasanya berarti: senyum sambil memberikan tugas maut). Bukan tugas berat. Untuk kesekian kali, British Council menyelenggarakan IYCE (International Young Creative Entrepreneur &#8212; cmiiw). Di tahun2 lalu, BC mengundangku di acara puncak event2 ini. Dan sebenarnya tahun ini juga. Tapi tahun ini, ada tugas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mendadak Pak Widi masuk ke salah satu ruanganku, dengan senyuman maut (yang biasanya berarti: senyum sambil memberikan tugas maut). Bukan tugas berat. Untuk kesekian kali, British Council menyelenggarakan IYCE (International Young Creative Entrepreneur &#8212; cmiiw). Di tahun2 lalu, BC mengundangku di acara puncak event2 ini. Dan sebenarnya tahun ini juga. Tapi tahun ini, ada tugas tambahan buatku. CIO Mr Indra Utoyo sedang ke RRC, dan Mr Widi Nugroho jadi juri IYCE ini. Padahal ada acara corporate visit sebagai bagian dari program IYCE ini, termasuk kunjungan ke Telkom. Para senior leaders juga sedang harus ke Senayan. Ada visit dari Presiden di Pameran BUMN. Dan karena Presiden minggu sebelumnya sudah mewanti2 agar di kegiatan semacam itu Direksi Telkom harus hadir meninggalkan pekerjaan penting mereka; maka kali ini Telkom diwakili lagi oleh karyawannya yang paling tidak sibuk: Mr Koen.</p>
<p>Buat aku, ini pekerjaan menyenangkan. British Council sedikit banyak sudah jadi bagian dari sejarah hidupku (haha). Juga komunitas kreatif sudah jadi bagian dari hidup sehari2. Sayangnya, karena banyak kegiatan lain, support untuk acara ini jadi tak optimal. Dengan urusan budgeting yang tak habis2, aku baru bisa menyelesaikan file presentasiku sekitar jam 2:00. Koordinasi hanya dilakukan via telefon. Syukur CDC bersedia menyiapkan ruangan dan dukungan lain di Lt 11 (of Grha Citra Caraka); dan Marcom memberikan dukungan tambahan.</p>
<p>Corporate visit ini diikuti sebagian finalis IYCE. Sebagian lainnya masih ikut proses penjurian di Serpong. Group dipandu Mbak Winda Wastu dari British Council, dan disambut di pintu lobby GCC. Cukup meriah dan jadi candaan menarik. Mungkin rekan2 finalis IYCE membayangkan bakal jumpa pejabat BUMN yang seram dan jaim. Eh, tahu2 cuman disambut temen dugem mereka sendiri, haha. Pitra Satvika, yang cukup sering hadir di GCC sebagai panitia Fresh atau kegiatan lain, tampak paling kecewa. Bener, pingin ketawa lihat ekspresi Pitra. Sayangnya Selina Limman dan Ryan Koesuma yang cukup sering ke GCC ini tak tampak. Wajah lain yang kukenal adalah Marlin Sugama, tokoh kreatif yang animasinya &#8212; Si Hebring &#8212; menghiasi halaman TelkomSpeedy. Dan sisanya memang belum jumpa wajah, tapi namanya cukup sering baca dan dengar: Kevin Mintaraga, Aty Soedharto, sampai Si Ikin Suroboyo. Sumpah kuagèt ndelok Si Ikin &#8212; slamet gak sampèk misuh2.</p>
<p>Di Lt 11, aku cerita sedikit tentang Telkom dan bisnis TIME-nya. Lalu sedikit ke platform Indigo. Disusul Mr Aep dari CDC, menyampaikan program-program community development dari Telkom Group. Para peserta yang berminat atas materi presentasi, boleh kontak aku di alamat yang tertera di business card.</p>
<p><center><object type='application/x-shockwave-flash' wmode='opaque' data='http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?id=5344652&doc=creativecommunity-101003020758-phpapp02' width='425' height='348'><param name='movie' value='http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?id=5344652&doc=creativecommunity-101003020758-phpapp02' /><param name='allowFullScreen' value='true' /></object></center></p>
<p>Siang, aku habisi dengan tugas rutin (beresin Telkomspeedy.com, urusin hutang2 kerjaan, dan hitung2 AKI untuk Capex 2011). Dan sorenya ke IYCE Awarding Ceremony di Teraskota Serpong. Cuaca Jakarta sedang menarik. Hujan dan badai di seluruh penjuru kota. Perlu sekitar 2 jam untuk menempuh jarak dari Kebon Sirih ke BSD. Tapi worth it. Ini acara yang mengesankan: sederhana tapi padat dan elegant. Aku pikir acara2 Indigo bisa mencontoh kesederhanaan semacam ini. Hadir juga HE British Ambassador, yang juga terlambat seperti aku :).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-3111 aligncenter" title="IYCE2010-05" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/09/IYCE2010-05.jpg" alt="" width="500" height="335" /></p>
<p>Selesai berbincang dan foto2 (hey, ini kopdar), kami balik arah ke Jakarta. Syukur kali ini tak ditemani kemacetan seperti waktu berangkat. Sampai rumah, menjelang tengah malam. Aku cuma sempat charging si Mac Blue. Trus kehilangan kesadaran. z z z z z . Bangun jam 6 pagi &#8230; Waaa, aku harus ke Bandung, ada seminar Indonesia Wireless Forum di RDC jam 9.00! Dan IEEE Comsoc Chapter Chair harus hadir di pembukaan. Help!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2010/09/24/iyce-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fulltrek</title>
		<link>http://kun.co.ro/2010/04/11/fulltrek/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2010/04/11/fulltrek/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 15:20:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indigo]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Telkom]]></category>
		<category><![CDATA[Fulltrek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2910</guid>
		<description><![CDATA[Nama Fulltrek sendiri kami rancang beberapa saat setelah menempati ruang baru Gugus Tugas Content &#38; Application (GTCA) di Merdeka Selatan 12. Dari sekian pilihan nama, tampak tak ada yang menarik. Aku lupa, nama itu hadir dari Pak Widi atau Pak Komang. Dan aku cuma menambahi: Trek-nya dibuat mirip Star Trek yach. Lalu jadilah. Di GTCA, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nama Fulltrek sendiri kami rancang beberapa saat setelah menempati ruang baru Gugus Tugas Content &amp; Application (GTCA) di Merdeka Selatan 12. Dari sekian pilihan nama, tampak tak ada yang menarik. Aku lupa, nama itu hadir dari <a href="http://widinugroho.com/">Pak Widi</a> atau <a href="http://secara.net">Pak Komang</a>. Dan aku cuma menambahi: Trek-nya dibuat mirip Star Trek yach. Lalu jadilah.</p>
<p>Di GTCA, aku termasuk yang paling tak memiliki sense atas musik. Kata musik sendiri entah kenapa mengingatkan aku pada Haydn, Debussy, atau malah gamelan. Oh, lagu masuk ke musik ya? Haha :). OK. OK. Clueless kalau teman2 GTCA berbincang asyik masalah musik. Atau game. Tapi waktu produk ini diluncurkan, tentu semua harus ikut andil menyebarluaskan ke komunitas-komunitas. Dan karena aku pastilah useless dipasangkan di komunitas musik (bukan Haydn dan gamelan, maksudnya), maka aku mendapatkan tugas yang berkait tidak dengan komunitas musik.</p>
<p>Tugas pertama adalah Ignite. <a href="http://ignitejakarta.com/">Ignite baru pertama kali diselenggarakan di Jakarta</a>. Ia mirip Pecha Kucha &#8212; Pecha Kucha yang mencontek konsep Ignite, atau sebaliknya. Aku pernah rajin hadir di Pecha Kucha, jadi bisa membayangkan formatnya. Ignite diadakan bulan lalu di Grha Citra Caraka. Ada 20-an speaker, yang memberikan presentasi dalam waktu masing2  lima menit saja. Aku jadi presenter kelima, tepat setelah <a href="http://www.pandji.com/">Pandji Pragiwakarsa</a>. Syukurlah Pandji berpresentasi dengan tema pembajakan, termasuk pembajakan musik. Tepat di akhir wacana Pandji, aku bisa masuk, dan tepat memulai dengan skala pembajakan musik. Tak ingin kehilangan momentum, aku langsung masuk ke tema itu &#8230; lupa memperkenalkan diri :). Haha. Gaya ajaibku membuat <a href="http://aulia.posterous.com/">Aulia</a> yakin bahwa presentasi itu bukan aku yang buat :). Pak Indra Utoyo kemudian sempat hadir, tapi jauh setelah presentasiku.</p>
<p>Tugas kedua adalah DJUS. DJUS adalah offline sharing forum dari <a href="http://mikti.or.id">MIKTI</a> yang juga rutin diselenggarakan. Aku pernah sekali hadir di DJUS. <a href="http://plasaindigo.com/2010/04/djus-april-2010/">Kali ini DJUS diselenggarakan di Risti Tower di Bandung, dan bertemakan Digital Music</a>. Speaker adalah Jodi Handoyo dan Grahadea Kusuf. Pengantar dari Ketua MIKTI Indra Utoyo, Kadis Indag Jabar, dan salah satu pelindung MIKTI (<a href="http://www.cahyana-ahmadjayadi.web.id/">Cahyana Ahmadjayadi</a>) yang juga salah satu <a href="http://plasaindigo.com/awards/indigo-fellows/">Indigo Fellow</a>. Aku mengisi sedikit tentang Fulltrek juga.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-2913 aligncenter" title="Fulltrek" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/04/Fulltrek.png" alt="" width="410" height="287" /></p>
<p><a href="http://fulltrek.com">Fulltrek</a> bukanlah sekedar tempat penjualan musik secara online. Fulltrek dimaksudkan sebagai bagian dari prakarsa <a href="http://plasaindigo.com">Indigo</a>, untuk membentuk ekosistem bisnis musik digital. Distribusi musik secara fisik sudah jatuh &#8212; tampak secara visual. Namun karena distribusi digital tak pernah disiapkan, user menggantikan dengan pembajakan. Nilai pembajakan musik di Indonesia tahun lalu diperkirakan berskala 4.5 triliun rupiah (atau 180 gayus &#8212; dengan 1 gayus setara dengan loss 25 miliar rupiah). Peningkatan revenue ada, tapi kecil &#8212; karena baik pencipta maupun distributor tak termotivasi. Semangatnya hancur oleh pembajakan. Fulltrek dan prakarsa-prakarsa serupa mencoba membangun distribusi musik secara legal dan sehat, sehingga membangkitkan kembali kreativitas dan dinamika musik sehat Indonesia.</p>
<p>Fulltrek membangun ekosistem bisnis musik dari proses kreasi. Dengan <a href="http://plasaindigo.com/communities/speedytrek/">Speedytrek</a>, kelompok musik indie di daerah2 diseleksi, dipilih, dan dibantu memproduksi single atau album. Dengan Indigo Unplugged, dibentuk kegiatan komunitas untuk bersentuhan langsung dengan kelompok musik kebanggaannya, dan langsung dibuat produksi live music. Kerjasama produksi dilakukan dengan major label maupun kelompok musik indie dan developer yang mengabungkan musik dengan aplikasi-aplikasi digital. Revenue diperoleh dari sales, advertising, cobranding, events, dan kegiatan2 lain. DRM, security, hingga payment system dikelola dan dikembangkan dengan infrastruktur yang terus diperbaiki. Diharapkan publik akhirnya menemukan cara memperoleh musik secara sehat dan legal, dan menikmati distribusi musik dengan cara yang lebih mudah dan menarik. Diharapkan bahwa seniman musik akan kembali bangkit motivasinya untuk menciptakan yang terbaik buat dinamika musik Indonesia.</p>
<p>Mungkin dengan itu, suatu hari aku akan kembali menikmati musik kontemporer Indonesia. Bukan kembali ke Haydn, atau Stravinsky, atau Wagner. Serem deh :D. OK, sekarang kembali ke Die Walküre Act 2. Tadi Brunnhilde sedang berbincang dengan Siegmund di atas gunung.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2010/04/11/fulltrek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cikarang &#8211; Pekalongan</title>
		<link>http://kun.co.ro/2010/01/31/cikarang-pekalongan/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2010/01/31/cikarang-pekalongan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 12:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indigo]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Telkom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2901</guid>
		<description><![CDATA[Bagimu Guru dan Santri Indigo merupakan dua dari sekian bentuk program CSR Telkom. Kedua program ini diselenggarakan bersama dengan Republika. Bagimu Guru memberikan pembekalan tentang teknologi digital kepada para guru, yang umumnya berada di kota2 kecil. Santri Indigo memberikan keterampilan blog &#38; Internet kepada para siswa di pesantren. Entah kebetulan aneh dari mana, dua minggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://plasaindigo.com/csr/bagimu-guru/">Bagimu Guru</a> dan <a href="http://plasaindigo.com/csr/santri-indigo/">Santri Indigo</a> merupakan dua dari sekian bentuk program CSR Telkom. Kedua program ini diselenggarakan bersama dengan Republika. Bagimu Guru memberikan pembekalan tentang teknologi digital kepada para guru, yang umumnya berada di kota2 kecil. Santri Indigo memberikan keterampilan blog &amp; Internet kepada para siswa di pesantren. Entah kebetulan aneh dari mana, dua minggu ini aku kebagian tugas untuk mengisi program CSR ini (setelah sekitar 1 tahun tak bersentuhan dengan keduanya).</p>
<p>Program Bagimu Guru dilaksanakan di Cikarang. Pada program ini, aku menggantikan Pak Indra Utoyo (CIO Telkom Indonesia) memberikan pencerahan tentang IT Trend. Materi aku kemas ulang — sebenarnya kami di Direktorat IT, termasuk IT Policy dan Content &amp; Appl Work Group suka saling bertukar materi presentasi — supaya aku tak harus menceritakan banyak angka2. Aku lupa bahwa audience-nya guru2 yang secara sukarela mendaftar dan memang memiliki minat tinggi. Sekitar 60 orang. Wow, pertanyaannya banyak, dan kelas berat :). Mereka bukan pemula, tetapi pemakai Facebook, Twitter, dan social network lain, termasuk blog. Diskusi jadi cukup menarik dan tajam. Cikarang cukup dekat dengan Jakarta, jadi aku bisa melakukan tugas ini sambil tetap hadir di kantor :D.</p>
<p>Untuk program Santri Indigo, aku harus terbang ke Pekalongan. Eh, nggak ada airport dink di Pekalongan. Aku harus terbang ke Semarang, dan menempuh jalan darat ke Pekalongan, via Alas Roban. Jadi harus terbang malam sebelumnya. Baru sekali ini aku menuju (bukan sekedar lewat) di Pekalongan. Pesantrennya bernama Pesantren Modern Buaran. Aku seharusnya memberikan Teori Blog di sini, kepada sekitar 100 santri dan pengasuhnya. Beruntung, sekali lagi aku sempat bersua Ramaditya Adikara, salah satu Indigo Fellow kita, yang kali ini memberikan sharing motivasi kepada para peserta. Baru sekali ini aku ikut mendengarkan motivasi dari Rama. Keren. Elegan. Tak lebay seperti para banyak orang lain yang mengaku motivator :). Selama break, kami berbincang banyak hal. Termasuk soal Singa Udara (haha). Tapi harus diputus, kerna sudah waktuku menyebarkan paham blogisme kepada para santri. Sayangnya Pak Indra sekali lagi tak dapat hadir (sedang ada gelombang reorganisasi yang menarik di Telkom). Jadi sekali lagi aku bercerita tentang IT untuk Syiar Digital. Aku tak yakin bisa menggantikan presentasi Pak Indra yang selalu anggun itu. You know, presentasi seorang Koen kayak apa bentuknya, haha :). Nyaris tanpa break, aku langsung kembali mengejar pesawat di Semarang untuk kembali ke Jakarta, sementara para santri meneruskan tentang praktek blog dengan rekan2 dari Republika.</p>
<p>Banyak tugas yang tak dapat ditinggalkan. Tapi ikut sumbang ilmu dan waktu dalam kegiatan2 CSR ini menimbulkan kebanggaan, semangat baru, dan inspirasi baru. Kapan ya … program ini juga diperluas ke luar Jawa?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2010/01/31/cikarang-pekalongan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indigo in Action</title>
		<link>http://kun.co.ro/2009/08/04/indigo-in-action/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2009/08/04/indigo-in-action/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 09:53:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indigo]]></category>
		<category><![CDATA[indonesiaunite]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2662</guid>
		<description><![CDATA[Aku harus menamainya passion atau mission? Ah, mission di otak kiri dan passion di otak kanan aja deh :). Apa pun itu, bulan ini tahun lalu aku pindah ke Jakarta dengan alasan itu. Lalu berkenalan dengan Indigo &#8212; platform pengembangan konten digital melalui sinergi komunitas kreatif yang didukung Telkom Group. Objectivenya adalah yang selalu kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku harus menamainya passion atau mission? Ah, mission di otak kiri dan passion di otak kanan aja deh :). Apa pun itu, bulan ini tahun lalu aku pindah ke Jakarta dengan alasan itu. Lalu berkenalan dengan Indigo &#8212; platform pengembangan konten digital melalui sinergi komunitas kreatif yang didukung Telkom Group.</p>
<p>Objectivenya adalah yang selalu kita perbincangkan di forum-forum semacam MIKTI, <a href="http://freshyourmind.com">Fresh</a>, dan &#8212; aku yakin &#8212; ratusan forum dan ruang kerja lain. Tetapi merumuskan objective tidak lalu membuat orang jadi bisa bergerak. Masih banyak yang memetaforakan pesimismenya dengan ayam dan telur. Hahah :) &#8212; bahkan ayam dan telur pun sudah terjelaskan oleh teori evolusi :). Jadi begitu juga kita memecahkan pesimisme mereka: dengan pola spiral. Tumbuhkan satu sisi, sambil siapkan sisi lain menangkap dan memanfaatkan untuk tumbuh, lalu pada gilirannya meluaskan sisi lain, dan kembali ke sisi pertama, dan seterusnya. Itu bisa berlalu untuk content, aplikasi, infrastruktur, dan aktivitas komunitas; atau untuk hal lain. Revenue terkonvolusi dan membesarnya spiral kita.</p>
<p>Dan yang menarik, mereka semua menyenangkan untuk didalami. Sebagai engineer, aku merasa di surga kalau menyelami urusan infrastruktur; atau bergelut dalam <a href="http://ieee.web.id">IEEE</a> dan forum serupa. Lalu kita melinkkan infrastruktur ini dengan aplikasi dan content melalui SDP. Maka SDP pun harus mulai dikomunikasikan ke komunitas developer dan content provider. Tapi komunitas kreatif pun harus diajak bersinergi untuk menciptakan produk yang saling mendukung. Ini bukan AS yang sudah siap segalanya. Banyaknya lubang dalam pengembangan produk memerlukan sifat saling membantu dan saling mendukung di dalam komunitas. Antar sektor, antar layer :). Antar kota :). Dan jadilah aku dan rekan-rekan lain tukang jalan-jalan :). Yang menarik, tentu, adalah bahwa komunitas2 ini bekerja tidak dengan skema tunggal. Kita sedang sadar untuk tumbuh dan saling menumbuhkan.</p>
<p>Dengan program Indigo Telkom sendiri, kita harus sering ke kampus2 di berbagai kota. Mengenali aplikasi potensial yang sedang ditumbuhkan. Lalu mendukung, baik dengan konsultasi, atau inkubasi, atau promosi melalui kekuatan marketing Telkom Group &amp; afiliasinya, atau dengan mengenalkan dengan komunitas lain yang bisa saling mendukung. Tapi, dari sekian banyak yang sudah mulai kita gerakkan, berapa yang bahkan belum terdengar?</p>
<p>Untuk melompati halangan terakhir itu, kemudian kita menyusun program <a href="http://kuncoro.wordpress.com/2009/07/29/indigo-fellowship-2009/">Indigo Fellowship</a>. Jadi bukan lagi kita yang harus berkeliling ke kota2 dan kampus2; tetapi kita menyilakan para pengembang (ide, kreasi, bisnis) dari seluruh Indonesia untuk memperkenalkan diri, ide, dan kreasinya. Ide2 itu kemudian kita diskusikan dengan para expert industri kreatif (yang difungsikan sebagai dewan juri) untuk menyusun rencana pengembangan yang realistik.</p>
<p>Bukan berarti Indigo Fellowship membuat aku berhenti dari kewajiban jalan-jalan. Justru aku dan rekan2 masih harus berkeliling mempublikasikan program Indigo ini :). Huh, berisik :). Dan jalan2 ini bukan seperti tenaga marketing. Kita masih bertemu komunitas2, para mahasiswa, dan media; tempat kita bukan saja harus bercerita mengenai program kita, tetapi juga menerima masukan2 yang berharga, yang membuat kita juga bisa terus belajar.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-2663 aligncenter" title="Swaragama" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2009/08/Swaragama-400x169.jpg" alt="Swaragama" width="400" height="169" /></p>
<p>BTW, jalan2 terakhir adalah pertengahan minggu lalu, ke UGM di Yogya. Acaranya berupa talk show di Swaragama, dilanjutkan mini seminar di University Club. Minggu depan ke &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2009/08/04/indigo-in-action/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

