<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kuncoro++ &#187; IEEE</title>
	<atom:link href="http://kun.co.ro/category/ieee/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kun.co.ro</link>
	<description>Reinventer La Vie</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 01:25:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Ketua Baru Comsoc Indonesia</title>
		<link>http://kun.co.ro/2012/01/30/ketua-baru-comsoc-indonesia/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2012/01/30/ketua-baru-comsoc-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 13:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IEEE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3548</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai salah satu society yang terkuat di IEEE, Communications Society (Comsoc) memiliki tata atur yang bersifat otonom terhadap organisasi induknya (IEEE). Jabatan President di Comsoc misalnya, memiliki masa bakti dua tahun. Ini berbeda dengan IEEE, dimana seorang yang terpilih menjadi presiden akan memangku jabatan President-Elect selama 1 tahun, President selama 1 tahun, dan Past-President selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai salah satu society yang terkuat di <a href="http://www.ieee.org">IEEE</a>, <a href="http://comsoc.org">Communications Society (Comsoc)</a> memiliki tata atur yang bersifat otonom terhadap organisasi induknya (IEEE). Jabatan President di Comsoc misalnya, memiliki masa bakti dua tahun. Ini berbeda dengan IEEE, dimana seorang yang terpilih menjadi presiden akan memangku jabatan President-Elect selama 1 tahun, President selama 1 tahun, dan Past-President selama 1 tahun. Di Indonesia, tengah diupayakan pola yang serupa untuk <a href="http://komunikasi.org">IEEE Comsoc Indonesia Chapter</a>: chair dipilih setiap 2 tahun. Sayangnya, ini kadang tak berhasil. Misalnya, awal tahun 2011 lalu, Election Committee menyampaikan bahwa aku harus memegang posisi chairman di tahun ketiga, dan dengan demikian menjadi chairman pertama yang memegang posisi ini selama tiga tahun. Tahun ini, aku memastikan bahwa ini tidak akan terjadi lagi. Dan mudah2an di tahun2 berikutnya tidak akan terjadi lagi :).</p>
<p>Tahun ini, Election Committee telah melaksanakan tugasnya di pertengahan Januari, dan memilih ketua baru Comsoc Indonesia sbb:</p>
<ul>
<li>Chairman: <a href="http://id.linkedin.com/in/satriyodharmanto">Satriyo Dharmanto</a></li>
<li>Vice Chair / Member Development: <a href="http://id.linkedin.com/in/antosihombing">Anto Martua Christian Sihombing</a></li>
</ul>
<p>IEEE Indonesia Section sendiri baru didirikan pertengahan 1980an. Di pertengahan 1990an, didirikan Joint Chapter of Computer &#038; Communications Society, untuk mewadahi spesialisasi dari dua IEEE society yang memiliki anggota terbanyak. Di tahun 2003, diputuskan untuk memisahkan joint chapter ini menjadi IEEE Computer Society Indonesia Chapter dan IEEE Communications Society Indonesia Chapter. Selama 10 tahun ini, Comsoc Chapter mengalami kepemimpinan enam chair.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-3549" title="IEEE Comsoc Indonesia Chapter Chair" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2012/01/Comsoc-Chairs.png" alt="" width="550" height="482" /></p>
<p>Kegiatan Comsoc selama beberapa tahun terakhir ini cukup banyak; dan sebagian sudah aku paparkan cukup rinci di blog ini. Section Chair sempat menyebut bahwa Comsoc Chapter adalah chapter teraktif di Indonesia. Jumlah anggota juga meningkat cukup significant di tahun terakhir. Tapi peningkatan ini sangat didukung oleh kebijakan Comsoc (pusat) memberlakukan keanggotaan Comsoc secara gratis di tahun pertama bagi setiap anggota IEEE yang memperpanjang keanggotaannya :).</p>
<p>Secara realistis, walaupun promosi ke masyarakat, baik masyarakat akademik, masyarakat industri, maupun masyarakat umum terus menerus dilakukan dengan berbagai style, namun minat masyarakat Indonesia untuk bergabung dan beraktivitas di organisasi teknis akademis semacam ini belum terlalu besar. Membandingkan dengan Jepang atau UK mungkin terlalu jauh; tapi di negara2 yang masyarakatnya sadar bahwa budaya digital adalah peluang untuk tumbuh sebagai manufacturer dan bukan sebagai konsumen, misalnya India dan Cina, jumlah anggota IEEE meningkat tajam, sehingga Section harus dipecah per wilayah untuk dapat menampung aktivitas anggota.</p>
<p>So, selamat bekerja, New Chairman dan tim yang akan dibentuknya. Tentu kami, para engineer di dunia telekomunikasi Indonesia, akan memberikan dukungan yang maksimal selalu.</p>
<p>Aku sendiri di tahun 2012 ini belum akan off dari kegiatan di IEEE. Aku masih akan bertugas di Technical Committee di <a href="http://comnetsat.org">COMNETSAT</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2012/01/30/ketua-baru-comsoc-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tencon 2011 di Sanur</title>
		<link>http://kun.co.ro/2011/11/23/tencon-2011-di-sanur/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2011/11/23/tencon-2011-di-sanur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 02:37:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3495</guid>
		<description><![CDATA[Minggu2 ini, Indonesia bukan hanya menjadi tuan rumah ASEAN Summit dan SEA Games. Hanya dua hari setelah Barack Obama lepas landas dari Denpasar, IEEE Region 10 (Asia Pasifik) memulai konferensi official tahunan IEEE TENCON di Pantai Sanur, Bali. Proses persiapan konferensi ini memakan waktu beberapa tahun, dimulai dari pengajuan proposal dari IEEE Indonesia ke Region [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu2 ini, Indonesia bukan hanya menjadi tuan rumah ASEAN Summit dan SEA Games. Hanya dua hari setelah Barack Obama lepas landas dari Denpasar, IEEE Region 10 (Asia Pasifik) memulai konferensi official tahunan IEEE TENCON di Pantai Sanur, Bali. Proses persiapan konferensi ini memakan waktu beberapa tahun, dimulai dari pengajuan proposal dari IEEE Indonesia ke Region 10, bidding, recording di IEEE, lalu proses2 call for paper, paper review, event planning, dan event organising. Seluruh proses, terutama yang melibatkan paper dan hal2 akademis lainnya, melibatkan para akademisi senior di berbagai penjuru bumi. Organising dilakukan oleh IEEE Indonesia Section dan Universitas Indonesia. Dua chapter yang juga menjadi sponsor teknis adalah Comsoc Chapter dan MTT/AP Joint Chapter. Karena penyelenggaraan di Denpasar, Universitas Udayana mengerahkan pasukan volunteer untuk mendukung pelaksanaan konferensi. Ramai nian.</p>
<p>Aku sendiri melompat dari Jakarta ke Denpasar pada Ahad 20 November. Sisa lelah sepanjang minggu melelapkanku sepanjang penerbangan. Membuka mata, aku melihat lembah gunung Ijen (satu2nya tempat perkebunan Java coffee), Selat Bali, 10 menit pantai barat daya Bali yang cerah, jernih, landai, berpasir putih, berombak lembut, lalu Ngurah Rai airport. Siap mendarat, yess. Tapi gak jadi. Masih ada sisa ASEAN Summit: kami harus berputar mengelilingi Bali tenggara satu putaran sebelum mendarat. Plus satu putaran, satu lagi, dan satu lagi. Lalu perjalanan darat ke Pantai Sanur: Inna Bali Beach Hotel.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Inna Grand Hotel Bali" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/11/InnaGrandHotelBali.jpg" alt="" width="500" height="373" /></p>
<p>Berbeda dengan 2009, di tahun ini tampaknya aku tak bisa maksimal menikmati alam dan budaya Bali. Sebagai tech cosponsor mewakili Comsoc Indonesia, aku harus menyiapkan sesi tutorial dan sedikit membantu eksekusi event. Yang agak menganggu adalah bahwa beberapa speaker terhambat datang ke Bali, termasuk speaker pada sesi tutorial. Jadi banyak pekerjaan tambahan :)</p>
<p>Tutorial dilaksanakan Senin 21 November pk 10:00 tepat. Prof Dadang Gunawan membuka sesi ini, dan kemudian aku ambil alih dengan menyampaikan materi tentang Digital TV dan IPTV. Paparanku berfokus pada arsitektur network, standard, how-it-works, service dan content, hingga issue konvergensi. Cukup banyak, mengingat waktu tutorial yang cukup panjang. Namun lucunya hanya ada satu pertanyaan yang masuk: dari peserta asal New Zealand. Mungkin peserta lain enggan bertanya dalam bahasa Inggris, dan memilih mode telepati tanpa kabel. Sesi tutorial berikutnya diisi Pak Satrio Dharmanto dan Bu Agnes Irwanti, dengan penekanan pada migrasi TV ke DigitalTV.</p>
<p>TENCON 2011 sendiri dibuka resmi pada 22 November. Sebagai organising chair, Dr Wahidin Wahab dengan keceriaan dan semangatnya yang khas membuka konferensi pukul 9:00. Suasana cukup ceria, dengan iringan seekor anak kucing berwarna putih yang riang mengeong sepanjang acara. Plenary session diisi oleh empat keynote speaker, dengan dua dimoderasi Pak Arnold Djiwatampu (juga sebagai general chair), dan dua aku moderasi. Tampaknya aku cukup sukses jadi moderator, sampai satu peserta nekat naik panggung menghampiriku. Sayangnya peserta ini bukan dari kalangan akademis maupun industri, tapi seekor kucing kelabu. Plenary session yang miaow sungguh.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-3516" title="Kuncoro Tencon 2011" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/11/Kuncoro-Tencon2011.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p>Tema dari para keynote speakers sangat menarik. Prof Nurul Sarkar membahas terobosan dalam strategi pendidikan engineering. Prof Ke Wu mengasyiki Substrate IC (SICs) yang diaplikasikan untuk elektronika dan fotonika masa depan berskala GHz dan THz. Prof Rinaldy Damini merinci skenario energi yang diambil berbagai negara setelah bencana Fukushima. Dan Prof Jong-Hwan Kim memaparkan dan mendemonstrasikan robot berdaya pikir. Lebih dari yang tersirat dari judulnya, setiap presentasi memberikan inspirasi tambahan yang menarik. Prof Ke Wu misalnya, dengan gambar2 menarik menjelaskan sejarah waveguide, dari metal, coax, hingga intrachip waveguide. Sementara Prof Kim yang juga disebut Bapak Sepakbola Robot menjelaskan dari level filosofis, bagaimana pikiran disusun dari info kontekstual, logika fuzzy, dan kecerdasan sosial.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-3501" title="Tencon-2011" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/11/Tencon-2011.jpg" alt="" width="500" height="244" /></p>
<p>Setelah sesi foto (ini kopdar loh), konferensi berpindah ke tujuh ruang, untuk mendiskusikan materi-materi yang spesifik. Aku stay di Ruang 5, yang mendalami soal arsitektur, trafik, dan aspek lain dari network. Di Ruang 5, puluhan paper dipaparkan dalam beberapa sesi dari hari Selasa hingga Kamis. Setiap presentasi dipaparkan dalam 20 menit, disusul tanya jawab. Materinya tak lagi soal filosofi atau arahanriset, melainkan rincian hasil2 riset. Pemaparnya adalah researcher, engineer, geek, jadi bisa dibayangkan cara berpresentasinya. Gue banget. Bebas dari polusi marketeer, socialita, dll, haha. Bahasanya Inggris dengan dialek Jepang, Korea, Cina, India, hingga New Zealand. Jelek kayak Bahasa Inggrisku deh :p. Syukur gak ada bahasa miaow lagi dalam diskusi.</p>
<p>Ada sesi makan malam, untuk networking, beramah tamah, dan menyaksikan sedikit bagian dari kekayaan budaya Bali. Ada acara jalan2 ke pantai menjelang tengah malam. Tapi sisanya adalah kontrol terus menerus atas kelancaran event.</p>
<p>Blog ini ditulis di satu sesi kopi, saat konferensi belum selesai. Mudah2an event ini sukses berat sampai akhir, menambah reputasi baik bagi Indonesia yang mampu lancar menyelenggarakan event akademis internasional hampir tanpa sponsor, menambah minat akademisi dan engineer Indonesia melakukan riset terfokus secara konsisten, mengubah Indonesia dari sekedar bangsa pencipta aplikasi amatir menjadi pengembang teknologi yang disegani.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-3514" title="Sanur Beach" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/11/SanurBeach.jpg" alt="" width="500" height="373" /></p>
<p>BTW, Sanur asli keren :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2011/11/23/tencon-2011-di-sanur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuliah Hari IEEE</title>
		<link>http://kun.co.ro/2011/10/09/kuliah-hari-ieee/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2011/10/09/kuliah-hari-ieee/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 13:53:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<category><![CDATA[4G]]></category>
		<category><![CDATA[@America]]></category>
		<category><![CDATA[LTE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3452</guid>
		<description><![CDATA[Sejak tahun lalu, IEEE merayakan Hari IEEE. Iseng memang, kayak kekurangan hari :). Hari IEEE diharapkan dirayakan para anggota, tetap dengan gaya IEEE. Boleh melakukan kuliah umum, seminar, pertemuan teknis, atau pertemuan anggota, dan dianjurkan melibatkan publik. Dan soal melibatkan publik, tentu tujuannya bukan untuk membuka mata publik, melainkan justru untuk membuka mata para geek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak tahun lalu, <a href="http://ieee.org">IEEE</a> merayakan <a href="http://ieeeday.org">Hari IEEE</a>. Iseng memang, kayak kekurangan hari :). Hari IEEE diharapkan dirayakan para anggota, tetap dengan gaya IEEE. Boleh melakukan kuliah umum, seminar, pertemuan teknis, atau pertemuan anggota, dan dianjurkan melibatkan publik. Dan soal melibatkan publik, tentu tujuannya bukan untuk membuka mata publik, melainkan justru untuk membuka mata para geek anggota IEEE mengenai pandangan publik.</p>
<p>Tahun ini, Hari IEEE jatuh pada 6 Oktober. Maka dalam beberapa hari, kami merancang dan mempersiapkan sebuah event. Tak perlu lama. Tak perlu perencanaan panjang untuk event kecil, dan tak boleh perencanaan mentah untuk event besar :). Atas usulan rekan-rekan di Indonesia Section, event bertemakan update atas teknologi LTE. Aku memberi judul <strong>IEEE Day Lectures on LTE Development</strong>. Pendukungnya, <a href="http://ieee.web.id">Indonesia Section</a>, <a href="http://komunikasi.org">Indonesia Comsoc Chapter</a>, UI Student Branch, dan ITT Student Branch.</p>
<p>Kami beruntung memperoleh izin melakukan kegiatan di <a href="http://atamerica.or.id">@America</a>. @America adalah ruang publik yang dimiliki Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta, bertempat di Pacific Place Lantai 3. Sejak berdirinya, @America sering dan secara rutin melakukan atau mendukung kegiatan sosial dan budaya di ruangnya yang bergaya modern dan kental dengan nuansa hitech. Kegiatan semacam TEDx, Fresh, Akademi Berbagi dll rutin dilakukan di sini. OK juga kalau sesekali para geek IEEE berhimpun juga di sini.</p>
<p>Undangan disebar secara online melalui jejaring sosial, media komunikasi IEEE, dan jaringan kampus-kampus. Mungkin karena agak mendadak, tak banyak rekan dari luar Jakarta yang dapat hadir; termasuk Section Chair :).</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-3453" title="IEEE Day" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/10/IEEEDay-Lecture.jpg" alt="" width="500" height="313" /></p>
<p>Seperti yang sering diulas di blog ini, beberapa tahun terakhir ini Comsoc Chapter telah menyelenggarakan serial kuliah, seminar, dan pertemuan teknis untuk membahas berbagai aspek Jaringan Mobile 4G. Sejak tahun lalu, beberapa penyelenggara network telah menggelar uji kaji jaringan LTE dan WiMAX sebagai pendahulu 4G. Maka kuliah umum Hari IEEE ini ditujukan untuk memberikan update tentang hasil trial, implementasi, dan implikasi rencana 4G, khususnya di Indonesia. Ini juga akan jadi pembuka untuk serial seminar berikutnya yang akan berfokus pada berbagai aspek 4G secara terpisah: cognitive radio, context-aware apps platform, broadcast, dll.</p>
<p>Tanggal 6 sore, cuaca Jakarta cukup cerah. Kami mengisi energi sebentar, bersama tim ITT Student Branch, di resto Ta Wan di Pacific Place Lt 5. Saat langit menggelap, kami turun ke @America, dan menerima briefing sebentar dari Mbak Lulu, yang betul2 meluangkan waktu dan resource lainnya buat mensukseskan kegiatan ini. Pukul 19:00, event dimulai dengan pembukaan oleh Adeline dari @America, lalu acara dikendalikan MC Satrio Dharmanto dari IEEE Indonesia Section.</p>
<p>Speaker dalam kuliah umum ini:</p>
<ol>
<li><strong>Kuncoro Wastuwibowo</strong>, Introduction to IEEE, and 4G Mobile Technology</li>
<li><strong>Anto Sihombing</strong>, Digital Video Broadcast over LTE Network</li>
<li><strong>Hazim Ahmadi</strong>, Lesson Learnt from LTE Trial in Indonesia</li>
<li><strong>Arief Hamdani Gunawan</strong>, Regulatory and Industry Aspects of LTE</li>
</ol>
<p>Kali ini memang aku tak banyak aktif memberikan kuliah, karena banyak materi yang lebih menarik dapat disampaikan rekan-rekan; terutama Anto dan Hazim yang mulai aktif atau aktif kembali mengisi forum-forum internasional. Aku sekedar membuka mewakili IEEE :). Tapi ada yang membuatku mendadak tercekat. Waktu aku menyebut motto IEEE &#8220;Advancing Technology for Humanity&#8221; &#8212; pengembangan teknologi demi harkat kemanusiaan, mendadak tersergap kesedihan akan meninggalnya Steve Jobs pagi harinya (WIB). Ya, Steve memang tokoh luar biasa, yang secara komprehensif (bisnis, seni, teknologi) telah memparipurnakan hidupnya buat pengembangan teknologi yang meningkatkan nilai hidup manusia. Memang baru masyarakat urban, barangkali. Tapi itu tugas kita untuk terus menerus meningkatkan harkat kemanusiaan secara universal melalui teknologi.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-3460" title="LET-vs-WiMAX" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/10/LET-vs-WiMAX.jpg" alt="" width="500" height="327" /></p>
<p>Jumlah peserta kuliah Hari IEEE ini mencapai 50 orang. Peserta berasal dari universitas (UI Jakarta, ITT Bandung, UGM Yogya, dan beberapa kampus lain), operator (Telkom, Telkomsel, dan XL Axiata), pemerintah (Depkominfo), konsultan, dari IEEE sendiri, dan dari kalangan lain yang meminati teknologi mobile. Dari IEEE tampak Pak Arnold Djiwatampu yang juga Past Chair dari Indonesia Section, dan Mr . Arifin Nugroho yang juga chair dari <a href="http://comnetsat.org">COMNETSAT</a>.</p>
<p>Terima kasih, @America, volunteer IEEE, para mahasiswa, para peserta, dan para speaker, yang membuat Indonesia dapat menyelenggarakan Hari IEEE dengan sukses! Advancing technology for humanity!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2011/10/09/kuliah-hari-ieee/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sidang Comsoc Asia Pasifik</title>
		<link>http://kun.co.ro/2011/06/16/sidang-comsoc-asia-pasifik/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2011/06/16/sidang-comsoc-asia-pasifik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 11:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[comsoc]]></category>
		<category><![CDATA[Japan]]></category>
		<category><![CDATA[Kyoto]]></category>
		<category><![CDATA[Nippon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3339</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2011 ini IEEE ICC diselenggarakan di kota Kyoto, Jepang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, helat akbar IEEE di bidang infokom ini dibarengi beberapa pertemuan, baik teknis maupun organisasi, di lingkungan IEEE dan IEEE Comsoc. Mewakili IEEE Comsoc Indonesia Chapter, aku diundang hadir di Comsoc AP-RCCC. Undangan diterima bulan April, jadi ada waktu cukup luang untuk mempersiapkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 2011 ini IEEE ICC diselenggarakan di kota Kyoto, Jepang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, helat akbar IEEE di bidang infokom ini dibarengi beberapa pertemuan, baik teknis maupun organisasi, di lingkungan IEEE dan IEEE Comsoc. Mewakili IEEE Comsoc Indonesia Chapter, aku diundang hadir di Comsoc AP-RCCC. Undangan diterima bulan April, jadi ada waktu cukup luang untuk mempersiapkan visa Jepang, tiket, hotel, dll. Sayangnya bulan2 ini adalah bulan2 sibuk di Divisi Multimedia Telkom. Jadi aku tak sempat melakukan hal2 menarik, seperti mengingat2 kembali penulisan huruf hiragana, katakana, dan terutama kanji dasar, buat bekal jalan2.</p>
<p>Rute perjalananku cukup jail :). Alih-alih mengambil penerbangan Jakarta-Kansai seharga 7.5jt, aku mengambil jalur Jakarta-Haneda seharga 5jt, ditambah Shinkanzen Tokyo-Kyoto seharga 2.5jt. Jalur ajaib ini mengharuskanku terdampar tengah malam di Haneda Airport sampai pagi, sebelum melaju ke Shinagawa Station dan Kyoto.</p>
<p><img class="size-full wp-image-3347 aligncenter" title="Shinkanzen" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/06/Shinkanzen.jpg" alt="" width="500" height="373" /></p>
<p>Tapi, Shinkanzen cukup kencang, dan pagi itu juga aku sudah sampai di Kyoto, plus sempat beristirahat. Setelah melaporkan kehadiran ke organiser, aku meluangkan waktu dengan menjelajahi pusat2 budaya di Kyoto. Sebenarnya, Kyoto sendiri adalah pusat budaya Jepang klasik. Aku mengunjungi kuil Buddha dan Shinto di Kiyomuzudera, dan kuil Zen di Konnin-ji, dan menghabiskan sore dengan melihat cuplikan teater Jepang klasik di Gion Corner. Tapi akhirnya aku kembali ke hotel dan melakukan finalisasi presentasi.</p>
<p><img class="size-full wp-image-3348 aligncenter" title="Pagoda" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/06/Pagoda.jpg" alt="" width="373" height="500" /></p>
<p>ICC dan konferensi yang menyertainya diselenggarakan di KICC, sebuah resort di timur laut Kyoto. Tampaknya tempat ini memang disiapkan untuk menjadi ruang diskusi bertaraf internasional. Aku tak mengikuti sesi-sesi ICC secara penuh. Hanya sesi workshop. Tapi aku harus mengikuti sidang AP-RCCC di tempat yang sama.</p>
<p><img class="size-full wp-image-3340 aligncenter" title="Koen-ICC" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/06/Koen-ICC.jpg" alt="" width="500" height="312" /></p>
<p>Jika IEEE Region 10 Meeting di Yogyakarta lalu merupakan pertemuan organisasi dari IEEE di kawasan Asia Pasifik, maka AP-RCCC ini adalah pertemuan dari IEEE Communications Society. Membahas wilayah Asia Pasifik, pertemuan ini dihadiri Presiden Comsoc, para VP dan direktur, Region Amerika Utara, Region Amerika Selatan, serta para ketua chapter Comsoc se-Asia Pasifik. Di dalam IEEE Comsoc, Region Asia Pasifik meliputi kawasan yang membentang dari Pakistan di barat, Jepang di timur laut, hingga New Zealand di tenggara.</p>
<p><img class="size-full wp-image-3343 aligncenter" title="AP-RCCC" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/06/AP-RCCC1.jpg" alt="" width="500" height="312" /></p>
<p>Presiden IEEE Comsoc, Byeong Gi Lee, membuka sidang dengan menyampaikan tantangan terkini di bidang telaah komunikasi. Konvergensi telah melalui satu tahap dalam informasi digital, dan saat ini kita masuk ke konvergensi berbagai service. Konvergensi bukan hanya antara bidang komunikasi dan komputasi, tetapi melebar ke elektronika konsumen, media, dan kawasan lainnya. Comsoc mengantisipasi hal ini dari berbagai sisi: pendekatan pendidikan dan content, pendekatan industri, dan pendekatan standardisasi. Perumusan ini diikuti juga dengan restrukturisasi organisasi Comsoc. Berbagai aspek berkaitan dengan konvergensi lebih lanjut ini memicu diskusi yang cukup menarik.</p>
<p>Berikutnya beberapa VP dan direktur menyampaikan laporan dan arahan. Dan setiap chapter menyampaikan laporan, rencana kegiatan, dan hal-hal lain. Indonesia memperoleh giliran pertama untuk memberikan laporan. Aku menyampaikan laporan kegiatan yang saat ini masih dititikberatkan pada kampanye teknis dan organisasi IEEE dan Comsoc, termasuk dukungan dalam pembentukan 4 IEEE student branches pertama di Indonesia, serial roadshow, dan pendekatan lain. Rencana ke depan meliputi penyusunan konferensi yang lebih besar (lebih dari saat ini yang berupa seminar atau lecturing tematis). Untuk ini diperlukan assistance dan support dari Region maupun chapter yang bertetangga. Juga disampaikan persiapan TENCON di Bali bulan November 2011, dan permintaan untuk distinguished lecturer &amp; distinguished speaker atas progress terkini di bidang ilmu Comsoc. Cukup banyak yang menyampaikan dukungan atas kegiatan IEEE Comsoc di Indonesia ini. Perwakilan chapter lain menyusul memberikan laporan.</p>
<p>Selesai konferensi, aku kembali ke pusat Kyoto dengan MRT bersama Prof. Hsiao-Hwa Chen. Ada yang agak lucu sebenarnya. Pertama jumpa (sebelum konferensi), beliau menyebut namanya, lalu aku menyampaikan bahwa tentu aku kenal beliau, baca beberapa papernya, dan bahkan tahun lalu sempat berkorespondensi. Beliau menanggapi antusias. Padahal sebenarnya tahun lalu korespondensi dari beliau bernada marah akibat sebuah kesalahpahaman yang lucu :). Tapi ini tak dibahas. Malah akhirnya kami berbincang panjang dengan pengelolaan chapter, tentang pengelolaan platfrom, tentang sejarah Jepang dan Kyoto, dst.</p>
<p><img class="size-full wp-image-3350 aligncenter" title="GoldenTemple" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/06/GoldenTemple1.jpg" alt="" width="500" height="373" /></p>
<p>Jadi esoknya aku menyempatkan diri menelusuri kembali kawasan2 bersejarah di Nara (ibukota Jepang yang pertama, sebagai Jepang yang telah bersatu) dan di Kyoto (ibukota Kekaisaran Jepang selama 1000 tahun), sebelum akhirnya beranjak kembali ke Tokyo (ibukota Jepang sejak Restorasi Meiji).</p>
<p>Cerita lengkap (non IEEE) atas kunjungan ke Jepang ini:</p>
<ul>
<li><a href="http://travgeek.net/2011/06/17/kyoto/">Jalan-jalan di Kyoto</a></li>
<li><a href="http://travgeek.net/2011/06/18/kyoto-nara/">Jalan-jalan di Kyoto dan Nara</a></li>
<li><a href="http://travgeek.net/2011/06/21/tokyo/">Jalan-jalan ke Tokyo</a></li>
<li><a href="http://travgeek.net/2011/06/29/haneda/">Kisah di Haneda</a></li>
<li><a href="http://kun.co.ro/2011/07/24/miraikan/">Miraikan: Museum Masa Depan</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2011/06/16/sidang-comsoc-asia-pasifik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IEEE Region 10 Annual Meeting 2011</title>
		<link>http://kun.co.ro/2011/03/07/ieee-region-10-annual-meeting-2011/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2011/03/07/ieee-region-10-annual-meeting-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2011 13:33:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<category><![CDATA[comsoc]]></category>
		<category><![CDATA[R10]]></category>
		<category><![CDATA[Yogya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3292</guid>
		<description><![CDATA[Satu tahun setelah Peristiwa Lapu-Lapu, IEEE Region 10 kembali menyelenggarakan annual meeting. Kali ini, Indonesia menjadi tuan rumah, dan pertemuan besar ini dilaksanakan di Sheraton Yogyakarta. Menariknya, minggu2 ini kegiatan di kantor sedang cukup gila, dan rescheduling kegiatan kantor yang sungguh amburadul nyaris membatalkan kehadiranku di Yogyakarta. Tapi syukur aku memilih terbang dengan Garuda Indonesia, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu tahun setelah <a href="http://kun.co.ro/2010/02/27/lapu-lapu/">Peristiwa Lapu-Lapu</a>, IEEE Region 10 kembali menyelenggarakan annual meeting. Kali ini, Indonesia menjadi tuan rumah, dan pertemuan besar ini dilaksanakan di Sheraton Yogyakarta. Menariknya, minggu2 ini kegiatan di kantor sedang cukup gila, dan rescheduling kegiatan kantor yang sungguh amburadul nyaris membatalkan kehadiranku di Yogyakarta. Tapi syukur aku memilih terbang dengan Garuda Indonesia, jadi semuanya berjalan baik.</p>
<p>Kami sendiri  mengajukan kota Yogyakarta sebagai tuan rumah kegiatan ini dalam kegiatan serupa tahun lalu di Pulau Mactan. Saingan kami a.l. Australia, New Zealand, Bangkok, India, dan Tokyo. Namun kampanye kami efektif, sehingga tahun ini, tanggal 5-6 Maret lalu, R10 bersua di kaki gunung Merapi yang mendadak mengalirkan lahar lagi ini. Dalam annual meeting ini, hadir President-Elect of the <a href="http://ieee.org">IEEE</a>, Gordon Day; Director of <a href="http://ewh.ieee.org/reg/10/">Region 10</a>, Lawrence Wong; para pengurus  berbagai divisi, baik di level pusat maupun region; perwakilan section berbagai negara di Asia Pasifik; dan perwakilan chapter dan branch di Indonesia. Tim Indonesia sendiri diwakili chairman Muhammad Ary Murti, yang baru satu bulan ini menggantikan Arnold Ph Djiwatampu sebagai <a href="http://ieee.web.id">Indonesia Section</a> Chair. Aku tentu hadir mewakili <a href="http://komunikasi.org">IEEE Comsoc Indonesia Chapter</a>.</p>
<p><img class="size-full wp-image-3296 aligncenter" title="IEEE.Yogyakarta" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/03/IEEE.Yogyakarta.jpg" alt="" width="550" height="210" /></p>
<p>Annual meeting diselenggarakan mengikuti <a href="http://www.robertsrules.org/rulesintro.htm">Robert&#8217;s Rules of Order</a> yang juga banyak digunakan di parlemen-parlemen dunia. Chairman Lawrence Wong mengawali dengan Call to Order, dan diikuti dengan Roll Call, lalu diikuti reports. Menarik bahwa urutan kegiatan ini dapat terlaksana tepat waktu dari menit ke menit. Tanpa peduli jabatan, semua presenter hanya dapat memberikan presentasi 5-10 menit sesuai kesepakatan.</p>
<p>Dalam laporannya, Gordon Day, President-Elect 2011, yang tentu akan jadi President/CEO IEEE 2012, mengingatkan kembali akan transformasi yang masih terus terjadi di IEEE. Meluas dari dunia elektroteknika, IEEE kini mencakup dunia aeronautical, biomedical, electrical, electronic, computer, information technology, mathematics, physics, telecommunication, hingga automotive and biological engineering. Jumlah anggota mencapai 407 ribu. Namun jumlah ini masih kurang dari 10% para engineer di bidang kerja IEEE. Di US, hanya 7.5% engineer pada bidang ini yang menjadi anggota IEEE. Di Indonesia, hanya 0.5%.</p>
<p>Dengan tag <em>advancing technology for humanity</em>, pendekatan yang dilakukan IEEE a.l. memperkuat organisasi untuk dapat melayani generasi baru engineer, terutama di bidang-bidang baru yang akan lebih maju meningkatkan harkat hidup kemanusiaan. IEEE juga diarahkan untuk menjadi lebih global, merangkul para teknologis yang tersebar luas di seluruh dunia; serta meningkatkan peran dan kepemimpinan. Perubahan2 ekonomi, sosial, dan budaya yang terjadi makin cepat dalam waktu-waktu ini dilatarbelakangi secara strategis oleh pemanfaatan teknologi yang makin mendukung peningkatan harkat hidup manusia, secara individu dan sosial. Ini tak berhenti di sini. Dan para engineer harus terus diingatkan bahwa mereka masih memiliki tanggung jawab profesional untuk mendukung tata hidup yang lebih baik di abad-abad berikutnya.</p>
<p>Lawrence Wong menambahkan dengan menunjukkan keunikan wilayah Asia Pasifik: ini adalah region dengan jumlah anggota terbesar di dalam IEEE, dan dengan pertumbuhan tertinggi, terutama di kalangan mahasiswa dan engineer muda. Ini mencerminkan karakteristik kawasan ini yang merupakan kawasan teknologi paling dinamis sedunia. Yang akan dilakukan di region ini adalah meningkatkan sinergi antar wilayah, terutama dengan memanfaatkan sarana Internet.</p>
<p><img class="size-full wp-image-3300 aligncenter" title="DSC03838" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/03/DSC03838.jpg" alt="" width="550" height="344" /></p>
<p>VP MGA Howard E. Michel mendetilkan bahwa alih-alih mengurusi soal membership, IEEE akan lebih berfokus kepada member: How to <em>Inspire, Enable, Empower and Engage</em> the members of IEEE. Langkahnya panjang dan detail. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan IEEE Center for Leadership Excellence (CLE) untuk membangun kepemimpinan member. VP Educational Activities Tariq Durrani memaparkan beberapa prakarsa untuk mengembangkan pendidikan engineering sejak sebelum masa kuliah, misalnya TISP (program pelatihan dan penyertaan bagi guru), situs <a href="http://TryEngineering.org">TryEngineering</a> dan <a href="http://TryNano.org">TryNano</a>, akreditasi, sertifikasi, WIE (women in engineering), dll. Kelihatannya, selepas dari tugas di <a href="http://comsoc.org">Comsoc</a>, aku bakal suka mendalami TISP atau program semacam Faraday Lectures (dari IET). Eh. Meeting juga membahas laporan <a href="http://tencon2010.org">TENCON 2010</a> di Fukuoka, <a href="http://tencon2010.org">TENCON 2011</a> yang akan dilaksanakan tahun ini di Sanur (dipaparkan Chairman TENCON 2011 Dr Wahidin Wahab), dan TENCON 2012 di Cebu. Dan &#8230; hmm &#8230; banyak juga :).</p>
<p><img class="size-full wp-image-3299 aligncenter" title="DSC03898" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2011/03/DSC03898.jpg" alt="" width="550" height="344" /></p>
<p>Para peserta, yang mencapai sekitar 150 orang, juga diajak mengunjungi Candi Prambanan dan Kraton Yogyakarta, untuk mengenal budaya lokal. Dinner juga dihidangkan di kawasan Kraton Yogyakarta. Tapi di samping kunjungan bersama ini, beberapa peserta juga sudah mengincar untuk mengunjungi tempat2 menarik, seperti Candi Borobudur, dan Dalan Maliyoboro ingkang kondang sakjagad kuwi. Tampaknya Yogyakarta menjadi tuan rumah yang sukses untuk helat akbar IEEE Asia Pacific kali ini. Thank you, Yogya :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2011/03/07/ieee-region-10-annual-meeting-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Wireless Forum</title>
		<link>http://kun.co.ro/2010/09/25/indonesia-wireless-forum/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2010/09/25/indonesia-wireless-forum/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Sep 2010 06:11:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3080</guid>
		<description><![CDATA[IWF belum  menjadi forum yang resmi atau reguler. Ini hanyalah sebuah seminar, tempat rekan-rekan yang sempat menghadiri APT Wireless Forum di Seoul bulan ini melakukan sharing dan diseminasi atas update yang diperolehnya kepada pelaku industri wireless di Indonesia. Karena sifatnya yang akademis sekaligus profesional, maka Telkom RDC (Research &#38; Development Centre) menyanggupi menjadi host. Sedangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>IWF belum  menjadi forum yang resmi atau reguler. Ini hanyalah sebuah seminar, tempat rekan-rekan yang sempat menghadiri APT Wireless Forum di Seoul bulan ini melakukan sharing dan diseminasi atas update yang diperolehnya kepada pelaku industri wireless di Indonesia. Karena sifatnya yang akademis sekaligus profesional, maka Telkom RDC (Research &amp; Development Centre) menyanggupi menjadi host. Sedangkan penyelenggara kegiatan adalah IEEE Indonesia Section dan IEEE Comsoc Indonesia Chapter. Persiapan sangat singkat, karena sedang amat banyak kegiatan lainnya yang membuat 24 jam terasa jauh dari cukup. Kegiatan dilakukan 1 hari penuh, Jumat 24 September 2010, di Gegerkalong, Bandung.</p>
<p>Sharing yang disampaikan meliputi update dari:</p>
<ul>
<li>Spectrum Working Group</li>
<li>IMT Working Group (tentu terutama IMT-Advanced)</li>
<li>Convergence Working Group (termasuk konvergensi IMS-IPTV, spt Open-IPTV)</li>
</ul>
<p>Menarik bahwa soal konvergensi ini sudah mengerucut ke satu pilihan, yaitu OpenIPTV. Di pertemuan teknis sebelumnya, ada beberapa pola yang diajukan sebagai pilihan konvergensi:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.atis.org/iif/index.asp">ATIS IPTV Interop Forum (IIF)</a></li>
<li><a href="http://www.openiptvforum.org/">Open IPTV Forum</a></li>
<li><a href="http://www.msforum.org/">Multi Service Forum</a></li>
<li><a href="http://www.etsi.org/plugtests/IMS3_IPTV1/IMS_IPTV.htm">ETSI/TISPAN</a></li>
</ul>
<p>Nampaknya pendekatan ke OpenIPTV adalah pendekatan yang telah umum dilakukan di Korea sebagai tuan rumah APT Wireless Forum.</p>
<p>Untuk IMT-Advanced (4G Mobile Network), disampaikan bahwa hingga kini ada 5 usulan yang telah dimasukkan sebagai kandidat-kandidat untuk teknologi mobile IMT-Advanced. Namun secara umum, kandidat-kandidat ini tetap dapat dikelompokkan sebagai dua madzhab utama: LTE-Advanced dari 3GPP dan WiMAX 802.16m dari WiMAX Forum.</p>
<p>IWF ditutup SGM RDC Telkom, Mr Mustapa Wangsaatmaja; yang sekaligus mengingatkan bahwa standardisasi bukan hanya untuk diikuti secara top down, melainkan &#8212; dengan melihat contoh-contoh sepanjang sejarah &#8212; untuk dikaji secara kritis dan diajukan kembali untuk memperoleh alternatif-alternatif yang lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2010/09/25/indonesia-wireless-forum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>September</title>
		<link>http://kun.co.ro/2010/09/13/september/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2010/09/13/september/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Sep 2010 19:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Mac]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3054</guid>
		<description><![CDATA[Twitter memang bikin cercah-cercah ide itu terpecah dalam bentuk cericau sebelum bisa tergumpal seukuran blog. Pemecahan dengan miniblog tak terlalu berhasil. Mungkin seharusnya kita mulai menyerah, dan menulis blog dengan bentuk cericau ala twitter :). September. Di agendaku, ini berarti IPTV sudah mulai ditulis dengan tinta merah. Semangat, dan sekaligus tanda bahaya. Jika ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://twitter.com/kuncoro">Twitter</a> memang bikin cercah-cercah ide itu terpecah dalam bentuk cericau sebelum bisa tergumpal seukuran blog. Pemecahan dengan miniblog tak terlalu berhasil. Mungkin seharusnya kita mulai menyerah, dan menulis blog dengan bentuk cericau ala twitter :).</p>
<p>September.</p>
<p>Di agendaku, ini berarti IPTV sudah mulai ditulis dengan tinta merah. Semangat, dan sekaligus tanda bahaya. Jika ada yang memiliki ide keren mengenai content IPTV, sila kontak aku. Platform, perangkat, sistem, dll, sudah bukan waktunya lagi &#8212; semua sudah didefinisikan. Yang masih diperlukan adalah content.</p>
<p><a href="http://ieee.org">IEEE</a>. <a href="http://comsoc.org">Comsoc</a>. Kegiatan Q3 tak sebanyak Q2 dan Q1. Banyak diskusi kecil untuk mendefinisikan action plan ke depan. Juga ada beberapa peluang kerjasama yang menarik. Tapi Comsoc Indonesia sedang tumbuh menarik, jadi menarik minat para scammer juga. Ah, aku sudah hafal pola kerja para scammer. Lupakan, dan fokus ke kegiatan yang real.</p>
<p><a href="http://komunikasi.org">Comsoc Indonesia</a> juga bulan ini ditampilkan di <a href="http://dl.comsoc.org/gcn">Global Communications Newsletter (GCN)</a>. GCN adalah bulletin aktivitas kegiatan Comsoc, yang diterbitkan bulanan. Versi cetaknya dibundel di dalam <a href="http://dl.comsoc.org/ci1">Communications Magazine</a>, yang merupakan majalah bendera dari Comsoc; dan versi onlinenya memiliki web tersendiri di <a href="http://dl.comsoc.org/gcn/">http://dl.comsoc.org/gcn</a>. GCN bulan ini, yang memuat laporan Comsoc Indonesia, dapat diambil secara bebas pada URL <a href="http://tlk.lv/gcn1009">http://tlk.lv/gcn1009</a>.  Isi laporan lebih pada aktivitas yang telah dilakukan selama tahun terakhir ini, dan hanya sedikit menyinggung rencana ke depan. Kegiatan2 ini tentu sempat disinggung juga di blog ini, sejauh yang aku ikuti :).</p>
<p style="text-align: center;">
<img class="size-full wp-image-3055 aligncenter" title="GCN-1009" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/09/GCN-1009.png" alt="" width="400" height="432" /></p>
<p>Untuk pengingat, di bulan September ini, IEEE juga sudah memulai proses perpanjangan keanggotaan. Buat para anggota, silakan melakukan perpanjangan di <a href="http://ieee.org/renewal">http://ieee.org/renewal</a>. Konon ada hadiah menarik tahun ini. iPad?</p>
<p>Di IEEE, sedang dirayakan juga dua puluh tahun IEEE 802.11. Gugus Tugas IEEE 802.11 (Wireless Local Area Network, WLAN) didirikan pada 13 September 1990 untuk mewujudkan ide-ide mutakhir dalam pengembangan teknologi WLAN dengan kecepatan data 1 Mb/s. Hasil karyanya lebih akrab dengan nama WiFi, yang telah membaur dalam dunia Internet nirkawat beberapa tahun terakhir. Dalam usia dua puluh tahun, standar terakhir yang telah diterbitkan kelompok ini adalah IEEE 802.11n dengan kecepatan 600 Mb/s, dan saat ini tengah disusun standardisasi dengan target baru sebesar 5000 Mb/s. Standard 802.11 juga terus diperkaya dengan peningkatan efisiensi spektrum, keamanan informasi, QoS pada interface, dan feature-feature lain mengikuti kebutuhan user.</p>
<p>Lucunya, tanggal 13 September juga diperingati sebagai ultah kesepuluh Mac OS X. Mac OS X sedikit banyak mengubah hidup juga, membuatku berani beralih ke Mac, tanpa khawatir terputus dengan rekan2 kerja yang masih bergelimang lumpur Windows (hush). Aku mencobai Mac OS X di sebuah Mac Mini, trus ke Macbook, dan sekarang ke Macbook Pro. Si Mac Mini masih hidup, tapi lebih jadi music &amp; DVD player, si MBP menemani kerja, dan si Macbook putih baru disiksa dengan dibootcamp Windows Vista. Masih ada beberapa aplikasi yang hanya hidup di Windows, dan aku pikir itu pas untuk Macbook putih, daripada pensiun. Vista-nya sendiri aku dapat dari Priyadi, di Pesta Blogger 2007 :). Tak terasa lambat dia berjalan di Macbook 2.1 GHz dengan memori 2.5 GB dan HD dialokasikan 80 GB. Kadang masih crash sih.</p>
<p>September juga peralihan Ramadhan ke Syawal. Moga masih sempat melakukan refleksi diri biarpun sudah meninggalkan Ramadhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2010/09/13/september/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan-Jalan ke Malang</title>
		<link>http://kun.co.ro/2010/06/30/jalan-jalan-ke-malang/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2010/06/30/jalan-jalan-ke-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 17:34:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Brawijaya]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Unibraw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=3011</guid>
		<description><![CDATA[Dalam break antara sesi diskusi Dave Bowler Februari lalu, sebuah telefon masuk. Nomor Malang. Dan di ujung sana &#8212; sebuah surprise &#8212; suara Pak Sholeh. Beliau mengajak sesekali menjenguk kampus Brawijaya, kalau sedang kebetulan ke Jawa Timur. Antara Februari sampai Mei itu, aku sudah melintasi garis khatulistiwa dan garis bujur 0 derajat. Aku juga sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam break antara sesi diskusi Dave Bowler Februari lalu, sebuah telefon masuk. Nomor Malang. Dan di ujung sana &#8212; sebuah surprise &#8212; suara Pak Sholeh. Beliau mengajak sesekali menjenguk kampus Brawijaya, kalau sedang kebetulan ke Jawa Timur. Antara Februari sampai Mei itu, aku sudah melintasi garis khatulistiwa dan garis bujur 0 derajat. Aku juga sudah menghampiri &#8212; biarpun belum menembus &#8212; batas barat dan timurku (Cardiff kira2 sejajar Lannion dan masih kurang barat dibandingkan Glasgow; juga Mactan masih 1 derajat kurang timur dibanding Minahasa). Tapi ternyata belum sampai juga aku ke Jawa Timur. Akhirnya, aku menyengaja datang ke Malang tanggal 19 Juni 2010 &#8212; berultah di kota yang sempat membesarkanku :). M Ary Mukti langsung bersedia bergabung &#8212; kebetulan ada kompetisi robotika antar kampus yang diselenggarakan di Malang. Dan yang menarik, Arief Hamdani juga berminat bergabung. Waktu diarrange bersama Pak Sholeh. Trus memilih transportasi. Tak banyak waktu luang di pertengahan tahun ini. Jadi aku harus berangkat pada Hari-H itu juga. Arief Hamdani sempat naik kereta pada H-1, sementara Ary Murti sudah dari H-2 ada di Malang buat bermain2 dengan robot2nya.</p>
<p>Dini hari, aku sudah meluncur ke Soekarno-Hatta Airport (CGK). Masih dengan nada kelelahan dari hari2 sebelumnya. Sarapan sebentar di Sunda Kelapa Lounge (dan ketemu Rakhmat Januardi, juga alumnus Unibraw), aku langsung boarding. Dan bukan pertama kali aku tertidur justru waktu pesawat selesai proses taxi dan sedang tinggal landas. OK, jadi aku tak merasai lompatan sang Garuda. Aku terbangun di atas Jakarta Timur. Notebook dibuka, dan presentasi dibereskan. Ini adalah gabungan dari presentasi2 IEEE sebelumnya, ditambah dengan ikhwal New Convergence. Aku review sebentar, saat pemandangan yang akrab di mataku tampil di luar jendela. Hey, itu Mt Semeru! Cuaca cerah, hingga Mt Semeru tampak di jendela. Nampaknya pesawat memasuki landasan ini dari arah Selatan :). Landasan Abdurrachman Saleh (MLG) ini pendek, tetapi Garuda mendarat dengan percaya diri, tanpa hentakan.</p>
<p>Ini perjalanan pendek. Tapi aku bawa 1 luggage. Dan beratnya mendekati batas berat luggage untuk kartu GFF Platinum, yaitu 30kg. Aku memang iseng membawai jurnal2 IEEE Communications dan IEEE Internet Computing beberapa tahun terakhir ini ke Malang buat oleh2. Plus 2 DVD berisi berbagai proceeding. Tentu berat :). Menyeret luggage antik ini, pandangan tertumbuk ke senyum Pak Sholeh. Dan di sebelahnya: Pak Chairuzzaini :). Wow, kejutan!</p>
<p>OK, orang2 ini special buat aku. Pak Sholeh adalah satu dari penguji skripsiku. Dan bukan penguji yang murah hati. Tapi beliau mengasah skripsiku jadi lebih tajam dan membuat aku suka membacanya lagi :). Beliau juga pernah memberi nilai B buatku di mata kuliah Komunikasi Optik (minoritas B, tidak ada A di kelas itu), dan membuat aku jadi harus menghabiskan liburan buat belajar komunikasi optik lebih serius &#8212; malu sama nilai.</p>
<p>Pak Zaini mewarnai masa kuliahku bahkan dari hari pertama &#8212; beliau adalah dosen waliku. Juga pengarah waktu aku jadi redaksi majalah Quad. Beliau suka becanda, tapi jarang tertawa. Jadi aku suka berbagi canda di ruang kerja beliau, sambil sama2 berkeras untuk tak tertawa. Pun sikap beliau di kelas tak jadi lunak. Ujian, jaket harus dilepas (itu agak jadi masalah buat aku). OK, aku cerita 2 episode dulu tentang Mr Zaini sekian tahun sebelumnya. Yang lain &#8230; lain hari.</p>
<p>Episode 1. Aku baru datang dari LPK Kopma &#8212; tempat aku cari uang jadi instruktur komputer. Tensi turun (kayak sekarang), pusing, dan kehujanan. Di pintu kelas, aku malah tanya ke Pak Zaini: &#8220;Hari ini kuis nggak Pak?&#8221; Beliau bertanya serius: &#8220;Kalau kuis kenapa?&#8221; Dan aku jawab: &#8220;Kalau kuis, saya mau masuk.&#8221; Beliau menyuruh masuk. Kelas penuh, jadi aku duduk paling depan. Pak Zaini mulai mengajar. Tapi &#8230; &#8220;Tapi nggak ada kuis. Kamu boleh istirahat saja,&#8221; kata beliau. Aku minta izin, &#8220;Boleh tidur di sini, Pak?&#8221; Dan tetap dengan muka sama2 serius, beliau membolehkan. Aku benar2 tidur di kelas, di kursi paling depan. Bangun, papan tulis sudah penuh skema dan berbagai huruf latin dan Yunani. Analisis transien dengan &#8230; aku langsung protes: &#8220;Yang di tengah kan short, Pak? Buat apa dihitung. Nantinya akan ke 0.&#8221; &#8220;Itu dia. Nantinya dia akan stabil di 0. Sebetulnya nggak usah dihitung. Yang bangun tidur saja tahu,&#8221; kata beliau. OK, aku belum ketinggalan. Jadi kuliah diteruskan.</p>
<p>Episode 2. Aku udah nggak punya kuliah yang dipegang Pak Zaini. Jadi aku mulai iseng main2 ke rumah beliau. (Aku nggak suka berakrab2 dengan dosen, kalau aku masih tergantung pada dosen itu. Ini efek dari zaman SMP, dimana guru2 doyan ngasih nilai bagus buat murid2 yang suka berakrab2 &#8212; I hate that). Kebetulan dosen pembimbing skripsiku rumahnya dekat beliau. Masuk rumah, aku lihat Pak Zaini sedang menggali2 taman. Memakamkan kertas2 ujian. &#8220;Mahasiswa kayak kamu, ingat Bismillah hanya waktu ujian. Ditulis lagi. Jadi nggak bisa dibakar, dan tentu nggak bisa dijual. Dikubur saja.&#8221; &#8220;Saya nggak bantu ya Pak. Pusing nih.&#8221; Beliau senyum. Trus aku berbaring di kursi malas, dan beliau mengambilkan air jeruk, dan meneruskan menggali2 tanah. Bener2 mahasiswa kurang ajar. Tapi aku lelah :). Selesai, kami nonton Jurassic Park :). Duh, masih ingat. Kacau.</p>
<p>Pak Zaini sudah sempat operasi jantung 9x. Jadi amat ajaib bahwa beliau sempat ikut menjemput aku ke airport. Benar2 kejutan luar biasa. Kami langsung ke kampus. Sambil bahas urusan jabulani si bola ajaib. Dan Smith Chart, haha. Kampus cukup dekat dari airport. Kopi dulu. Tak lama bergabunglah Ary Murti yang baru menjemput Arief Hamdani ke stasiun. Kami langsung masuk ke kelas.</p>
<p>Kelas terisi sekitar 80 orang, termasuk beberapa dosen, dan dosen senior. Ada Mr Dhofir yang dulu menghadiahiku nilai A untuk Teori Medan (dan membuatku doyan menulisi Maxwell Equation di mana2). Ada Mr Wahyu, yang tugas2 seminarnya dulu bikin panik, tapi bikin aku mendadak pintar bahasa Inggris (reading, skimming, etc). Serius, Mr Wahyu ini salah satu yang paling berjasa bikin aku bisa bahasa Inggris :) &#8212; tak termasuk speaking :). Ada Mr Daru, teman seangkatanku, yang dulu doyan naik gunung dan tempat 2 liar seantero Nusantara. Lucu juga temen seangkatanku ni &#8212; wajahnya nggak berubah. Ada &#8230; eh, kuliah dimulai.</p>
<p>Kuliah ini bertema 4G Mobile Network. Materinya tak jauh dari yang sering disampaikan di forum2 IEEE. Tapi ada yang menarik. Teman2 di Unibraw ternyata sudah cukup mendalami technology behind 4G. Aku banyak melakukan skip2, sambil cukup memberikan simpulan2 di titik2 tertentu. Lalu Arief Hamdani menjelaskan soal LTE, including oleh2 info terbaru dari LTE Summit di Amsterdam bulan sebelumnya. Lebih menarik lagi, tanya jawab langsung terjadi, dan langsung menembak bagian2 kritis; baik pada teknologi, implementasi, hingga arah bisnis. Surprise juga :). Di kampus lain mahasiswa tak seaktif ini, terutama di depan dosen2 mereka. Aku serasa kembali sekian tahun lalu, waktu berdebat panjang dengan Widiyanto dan Sigit Shalako tentang perlunya membuat Workshop Mahasiswa yang melengkapi materi kuliah dosen. Kekurangajaran kami tak unik &#8212; itu tradisi yang berlanjut sampai sekarang. Ary Murti memancing dengan bercerita tentang IEEE Student Branches yang mulai didirikan di kampus2 tetangga. Mudah2an pancingannya berhasil :).</p>
<p>Sayang, waktu terlalu singkat. Arief Hamdani langsung meluncur ke Juanda Airport mengejar pesawat untuk kembali ke Jakarta. Aku meneruskan diskusi tentang Mobile Content (context-aware applications). Lalu mengakhiri kuliah. Trus lunch rawon dengkul di Jl Ijen. OK, mungkin kolesterolnya tinggi, masih dengan Mr Zaini dan Mr Sholeh. But it was my birthday. Boleh donk pesta :).</p>
<p>Sisa hari dihabiskan dengan menemani Ary Murti ke Kompetisi Robotika Antar Universitas yang diselenggarakan di Univ Muhammadiyah Malang. Kebetulan Ketua Dewan Juri-nya Dr Wahidin Wahab &#8212; juga salah satu past chair dari IEEE Indonesia Section. Kompetisi yang sungguh menarik. Aku baru sadar bahwa mahasiswa Indonesia sudah sedemikian advanced-nya merancang prototype robot2 dengan berbagai tugas (pemadam kebakaran, penari, dll). Dan tak terasa Malang memasuki tengah malam. Dinner di dekat Pulosari. Lalu &#8230; z z z z z.</p>
<p>Dan paginya Garuda menerbangkan aku lagi ke Jakarta. Siang dink. Delay 2 jam. Tak apa. Aku berterima kasih bahwa Garuda memberiku delay waktu pulang, bukan waktu berangkat ke Malang. Plus, delay sambil melihat lereng Gunung Semeru dan Gunung Arjuno, itu seperti bonus tambahan untuk trip hari ini. Luggage yang sempat kosong, kali ini diisi kripik tempe, kripik apel, kripik salak, dll.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2010/06/30/jalan-jalan-ke-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LTE-Advanced vs WiMAX II</title>
		<link>http://kun.co.ro/2010/06/24/lte-advanced-vs-wimax-ii/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2010/06/24/lte-advanced-vs-wimax-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 00:01:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[4G]]></category>
		<category><![CDATA[Indigo]]></category>
		<category><![CDATA[LTE]]></category>
		<category><![CDATA[WiMAX]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2999</guid>
		<description><![CDATA[Pertengahan 2010 ini, IEEE Comsoc Indonesia Chapter akan mengubah tema kuliah 4G-nya, dari Opening The Gates to 4G menjadi 4G Engineering. Khalayak akademis dan industri telah makin mengenal teknologi mobile 4G, dan mulai menyusun rancangan network 4G mereka. Telkomsel, provider selular di Indonesia yang terdepan dalam teknologi, sejak tahun lalu menunjukkan komitmennya bergerak ke LTE; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertengahan 2010 ini, <a href="http://komunikasi.org">IEEE Comsoc Indonesia Chapter</a> akan mengubah tema kuliah 4G-nya, dari Opening The Gates to 4G menjadi 4G Engineering. Khalayak akademis dan industri telah makin mengenal teknologi mobile 4G, dan mulai menyusun rancangan network 4G mereka. <a href="http://telkomsel.com">Telkomsel</a>, provider selular di Indonesia yang terdepan dalam teknologi, sejak tahun lalu menunjukkan komitmennya bergerak ke LTE; dan telah melakukan paparan publik minggu lalu. Mengikuti jadwal dari ITU-R, 4G memang baru akan dideploy secara luas pada tahun 2015. Tahun 2010 ini yang harus dilakukan adalah penyusunan detail teknis setiap kandidat, yang diikuti implementasi awal di tahun 2012. LTE yang ada sekarang adalah bakuan 3GPP Release 8 yang masih disebut Pra-4G, seperti juga WiMAX Mobile (IEEE 802.16e). Kandidat yang sesungguhnya untuk 4G adalah LTE-Advanced (3GPP Release 10) dan WiMAX II (WiMAX Mobile Profile 2, atau IEEE 802.16m).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-3000 aligncenter" title="4G-Comparison1" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/06/4G-Comparison1.png" alt="" width="410" height="206" /></p>
<p>Baik LTE dan WiMAX menggunakan OFDMA, kecuali sisi upstream dari LTE yang menggunakan single-carrier FDMA untuk mengurangi beban pada terminal. Kecepatan data maksimal (dalam kondisi ideal) diharapkan dapat mencapai 1 Gb/s pada LTE-Advanced, dan 350 Mb/s pada WiMAX II, pada sisi downstream; jika ketersediaan spektrum penuh 20 MHz. Efisiensi spektrum memang diharapkan meningkat sekitar 50% dari LTE ke LTE-Advanced dan dari WiMAX ke WiMAX II. Baik LTE-Advanced maupun WiMAX II diharapkan mampu mentransportasikan data pada user dengan kecepatan gerak maksimal 350 km/jam.</p>
<p>Detail teknis lebih rinci, untuk LTE-Advanced dapat diacu di <a href="http://tlk.lv/lte">tlk.lv/lte</a>, dan untuk WiMAX II di <a href="http://tlk.lv/wimax">tlk.lv/wimax</a>. Sebelum melakukan perbandingan teknis, kita perlu ingat bahwa ada perbedaan tata istilah antara kedua madzhab itu, dengan nuansa interpretasi teknis yang mungkin membuat keduanya tak mudah secara tepat dibandingkan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-3001 aligncenter" title="4G-Dictionary" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/06/4G-Dictionary.png" alt="" width="350" height="344" /></p>
<p>LTE telah digelar secara komersial oleh TeliaSonera di wilayah Skandinavia, yaitu di Stockholm (dengan vendor Ericsson) dan Oslo (dengan vendor Huawei). WiMAX mengaku telah digelar 500-an provider. Tapi belum ada satu provider pun yang menggelar LTE-Advanced maupun WiMAX II.</p>
<p>Kedua madzhab memiliki kekuatan cukup berimbang. LTE didukung provider selular incumbent yang merupakan mayoritas penyelenggara telekomunikasi, dengan pengalaman panjang, dan jumlah user yang besar. Namun 4G bukan melulu soal telekomunikasi: ia adalah komunikasi informasi. WiMAX telah banyak digelar (termasuk sebagian oleh provider yang sama), dan didukung lebih banyak developer baru, dengan content2 yang terproliferasi cepat dari kawasan dunia IT (dibandingkan dunia telekomunikasi yang pengembangan contentnya tak dapat terlalu cepat). Arsitektur network yang bersifat hibrida lebih mungkin dibangun untuk membentuk integrasi yang merupakan saingan keras bagi operator LTE.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-3009" title="LTE-WiMAX-Deployment" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/06/LTE-WiMAX-Deployment.png" alt="" width="410" height="285" /></p>
<p>Di kuliah2 IEEE, selalu kami ingatkan bahwa 4G bukan hanya soal network, dan bukan hanya soal kecepatan data :). Cognitive-radio, context-aware services &amp; contents, dan user-defined environment merupakan nature bisnis pada dunia mobile 4G. Kekuatan beralih pada user yang memiliki kekuatan untuk memilih sendiri (tanpa dibelenggu keterikatan): admin, network, service, dan context. Tarif, price, dan keseluruhan gaya bisnis akan menjadi dinamis dan menjadi bentuk yang berbeda.</p>
<p>Sambil menunggu deployment, ada cukup waktu &#8212; tapi tidak panjang &#8212; untuk mulai merancang layanan2 inovatif untuk memperkaya gaya hidup mobile digital kita beberapa tahun ke depan. Komersialiasi lebih dimungkinkan bagi pemain lokal dan para startup. Tapi, memang perlu semangat juang yang tinggi dan ekstra keras, karena kompetisi pun tak bertambah ringan :).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2010/06/24/lte-advanced-vs-wimax-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ultah IEEE 802</title>
		<link>http://kun.co.ro/2010/03/18/ultah-ieee-802/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2010/03/18/ultah-ieee-802/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 05:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[802]]></category>
		<category><![CDATA[Ethernet]]></category>
		<category><![CDATA[Standard]]></category>
		<category><![CDATA[WiFi]]></category>
		<category><![CDATA[WiMAX]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2862</guid>
		<description><![CDATA[Pada bulan Maret 1980, beberapa perusahaan, termasuk DEC, HP, IBM, Intel, dan Xerox mulai mengkristalkan gagasan untuk membentuk sebuah komite komunikasi data di bawah IEEE. IEEE dipilih karena sifatnya yang netral dan lebih berfokus pada soal teknis. Komite ini akhirnya dibentuk, dengan Maris Graube dari Tektronix sebagai ketua. Aku pernah Kerja Praktek di LEN. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada bulan Maret 1980, beberapa perusahaan, termasuk DEC, HP, IBM, Intel, dan Xerox mulai mengkristalkan gagasan untuk membentuk sebuah komite komunikasi data di bawah <a href="http://ieee.org">IEEE</a>. IEEE dipilih karena sifatnya yang netral dan lebih berfokus pada soal teknis. Komite ini akhirnya dibentuk, dengan Maris Graube dari Tektronix sebagai ketua.</p>
<p>Aku pernah Kerja Praktek di <abbr title="PT LEN Industri">LEN</abbr>. Di sana, aku sempat mendapatkan tugas mendayagunakan interface IEEE 488 <abbr title="General Purpose Interfacing Bus">GPIB</abbr> yang tak banyak disentuh. Graube juga beranjak dari standar itu, tetapi ia berminat melakukan standardisasi untuk interface pada jarak yang lebih jauh. Salah satu standar pertama dari IEEE 802 &#8212; begitu Komite Standard ini dinamakan &#8212; adalah Ethernet. Menariknya, Bob Metcalfe sebagai penemu Ethernet justru menolak standardisasi Ethernet waktu itu, dengan alasan bisa mengganggu proses inovasi.</p>
<p>Standar lain mulai ditetaskan oleh IEEE 802. Token ring misalnya. Tapi juga ke dunia wireless. Yang amat dikenal generasi saat ini tentulah WiFi (IEEE 802.11). Padahal standar <abbr title="Wireless Local Area Network">WLAN</abbr> IEEE 802.11 ini sempat tak lancar dikaji: ia memerlukan nyaris 8 tahun hanya untuk standard dasarnya saja. Yang lebih parah adalah UWB (ultra wideband) dari kelompok <abbr title="Wireless Personal Area Network">WPAN</abbr> IEEE 802.15, yang melibatkan dua kubu yang bersaing &#8212; mereka gagal mencapai konsensus dan akhirnya menarik proyek mereka. Contoh lain yang tak pernah mencapai standardisasi adalah Manajemen Network (dan ini menjelaskan kenapa kita tidak memiliki standar Manajemen Network yang menarik).</p>
<p>IEEE 802 juga turut mengarahkan tren industri. Contohnya adalah standar WiFi Gigabit 802.11AD yang mendorong kalangan industri untuk menyiapkannya mulai mulai tahun 2013, dengan versi 6 GHz dan 60 GHz. Versi 6 GHz akan digunakan untuk aplikasi bisnis dan industri, karena sinyalnya kuat kuat, namun berbiaya lebih tinggi untuk pengkodean, penanganan gangguan, antena MIMO, dan modulasi multilevel. Sebaliknya, versi 60 GHz akan ideal digunakan konsumen dan kantor kecil karena mudah dibangun, namun sinyalnya terganggu oleh penyerapan oksigen &#8212; secara harfiah.</p>
<p>Aplikasi skala industri yang didorong oleh standar 802 juga meliputi WPAN IEEE 802.15 yang mendukung RFID dan smart grid, serta 802.16 yang menjadi standar WiMAX, WiMAX mobile, hingga WiMAX 4G. Yang juga menarik adalah IEEE 802.15.6 (Body Area Networks) dan <abbr title="Visible Light Communications">VLC</abbr> IEEE 802.15.7. Yang pertama dapat digunakan untuk transceiver skala nano yang bisa ditelan pasien dalam bentuk pil; dan yang kedua untuk jaringan data tingkat tinggi dengan modulasi gelombang cahaya sebagai lapisan fisik yang akan beroperasi dalam rentang terahertz tanpa izin dan kebal terhadap gangguan listrik.</p>
<p>Untuk mengulangtahuni Komite Standar IEEE 802, IEEE juga memberikan kesempatan terbatas bagi siapa pun untuk mengambil standar-standar dari keluarga IEEE 802 secara gratis. Silakan klik pada standar-standar di bawah untuk melakukan download gratis.</p>
<ul>
<li><a href="http://standards.ieee.org/getieee802/802.html">IEEE 802®: Overview &amp; Architecture</a></li>
<li><a href="http://standards.ieee.org/getieee802/802.1.html">IEEE 802.1™: Bridging &amp; Management</a></li>
<li><a href="http://standards.ieee.org/getieee802/802.2.html">IEEE 802.2™: Logical Link Control</a></li>
<li><a href="http://standards.ieee.org/getieee802/802.3.html">IEEE 802.3™: CSMA/CD (Ethernet) Access Method</a></li>
<li><a href="http://standards.ieee.org/getieee802/802.5.html">IEEE 802.5™: Token Ring Access Method</a></li>
<li><a href="http://standards.ieee.org/getieee802/802.11.html">IEEE 802.11™: Wireless Local Area Networks</a></li>
<li><a href="http://standards.ieee.org/getieee802/802.15.html">IEEE 802.15™: Wireless Personal Area Networks</a></li>
<li><a href="http://standards.ieee.org/getieee802/802.16.html">IEEE 802.16™: Broadband Wireless Metropolitan Area Networks</a></li>
<li><a href="http://standards.ieee.org/getieee802/802.17.html">IEEE 802.17™: Resilent Packet Rings</a></li>
<li><a href="http://standards.ieee.org/getieee802/802.20.html">IEEE 802.20™: Mobile Broadband Access System</a></li>
<li><a href="http://standards.ieee.org/getieee802/802.21.html">IEEE 802.21™: Media Independent Handover Services</a></li>
</ul>
<p>Standar-standar ini hanya dapat diunduh gratis selama masa Peringatan Ulang Tahun Komite Standar IEEE 802; dan keputusan ini dapat diubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Silakan disebarkan demi makin majunya pengembangan sistem komunikasi dan informasi demi kemanusiaan. Selamat Ulang Tahun, Komite Standar IEEE 802!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2010/03/18/ultah-ieee-802/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Computer Society</title>
		<link>http://kun.co.ro/2010/03/01/computer-society/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2010/03/01/computer-society/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 09:29:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Computing]]></category>
		<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<category><![CDATA[Computer]]></category>
		<category><![CDATA[CS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2848</guid>
		<description><![CDATA[Btw, ada orang2 yang memang profesi utamanya adalah tukang menghilangkan kacamata. Aku salah satunya. Hik :(. Kayaknya kacamataku hilang di taksi di Lapu-Lapu City. Dinner time kemarin, aku duduk di antara Dr. Iwao Hyakutake dan Dr. Hotaoka Nobuo. Iwao adalah Asia Pacific Region Manager untuk IEEE Computer Society, berkedudukan di Tokyo. Aku, biarpun lebih aktif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Btw, ada orang2 yang memang profesi utamanya adalah tukang menghilangkan kacamata. Aku salah satunya. Hik :(. Kayaknya kacamataku hilang di taksi di Lapu-Lapu City.</p>
<p>Dinner time kemarin, aku duduk di antara Dr. Iwao Hyakutake dan Dr. Hotaoka Nobuo. Iwao adalah Asia Pacific Region Manager untuk IEEE Computer Society, berkedudukan di Tokyo. Aku, biarpun lebih aktif di Communications Society (Comsoc), adalah anggota Computer Society (CS) juga. Waktu masuk ke IEEE setelah lulus kuliah di akhir abad lalu, aku memutuskan bahwa bidang ilmuku adalah konvergensi infokom; jadi aku masuk ke dua society. Eh tiga, termasuk IT Society. Tapi yang terakhir ini aku hentikan untuk menghemat dana.</p>
<p>Iwao menanyakan kenapa tidak ada Computer Society Chapter di Indonesia. Pertanyaan sulit. Faktanya, society di IEEE yang memiliki paling banyak anggota di Indonesia justru Computer Society. Tetapi chapternya tidak ada. Dulu para aktivis IEEE Indonesia memutuskan membentuk Join Chapter of Computer and Communications Society. Namun Join Chapter ini dipecah pada 2003 menjadi Computer Society (CS) Chapter dan Communication Society (Comsoc) Chapter. Comsoc Chapter mulai maju, biarpun dengan langkah cukup berat. Tetapi CS Chapter menghilang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/03/ComputerSociety.png"><img class="size-full wp-image-2850 aligncenter" title="ComputerSociety" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/03/ComputerSociety.png" alt="" width="250" height="175" /></a></p>
<p>Barangkali memang di Indonesia sudah terlalu banyak asosiasi, himpunan, paguyuban, dll yang berelasi dengan bidang ilmu komputer, Internet, IT, baik dari sisi perangkat keras, perangkat lunak, aplikasi, jaringan, hingga pemanfaatannya di masyarakat. Yang terlalu serius macam CS barangkali tak lagi diminati untuk membuat kegiatan bersama. Kopdar dan networking lebih menarik daripada conference :).</p>
<p>Padahal sebenarnya hanya perlu petisi 12 anggota CS untuk membuat chapter baru. Dan kegiatan sharing ilmu bisa dilakukan dengan gaya populer, tak harus dalam bentuk simposium yang memerlukan komitmen besar. Materi untuk sharing ide, ilmu, dan skill bisa diacu langsung dari web CS di <a href="http://computer.org">COMPUTER.ORG</a> &#8212; ini adalah web terlengkap dan terkeren dibandingkan web society lain di IEEE. Di dalamnya bukan saja ada materi2 menarik bagi anggota CS, tetapi juga berbagai skill profesi, manajemen, dan komputasi, serta banyak feature lain yang dapat digunakan oleh siapa pun. CS memang tengah berusaha mengimplementasikan lifetime learning kepada seluruh IEEE dan masyarakat luas. Maka CS Chapter, andai bisa dibentuk, memiliki cukup banyak peluang menarik untuk beraktivitas.</p>
<p>Tapi itu sih dilihat dari kacamataku. Mungkin para profesional ilmu komputer di Indonesia punya padangan lain. Lagipula, seperti aku bilang tadi, kacamataku hilang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2010/03/01/computer-society/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lapu Lapu</title>
		<link>http://kun.co.ro/2010/02/27/lapu-lapu/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2010/02/27/lapu-lapu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 17:06:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Cebu]]></category>
		<category><![CDATA[Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[Indigo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2835</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang terbayang dari nama Cebu? Bayangan seorang Ibu Guru di SMP yang mengajar sejarah dengan begitu passionate-nya, menceritakan penjelajahan Fernão de Magalhães, pelaut Portugis yang pernah ke Melaka bersama pasukan D&#8217;Albuquerque, lalu mengabdi Ratu Ysabel dari Spanyol, dan menjelajah ke barat untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat. Misinya berhasil. Namun dari ratusan pelaut, hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang terbayang dari nama Cebu? Bayangan seorang Ibu Guru di SMP yang mengajar sejarah dengan begitu passionate-nya, menceritakan penjelajahan Fernão de Magalhães, pelaut Portugis yang pernah ke Melaka bersama pasukan D&#8217;Albuquerque, lalu mengabdi Ratu Ysabel dari Spanyol, dan menjelajah ke barat untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat. Misinya berhasil. Namun dari ratusan pelaut, hanya belasan yang kembali ke Spanyol, dipimpin oleh Juan Sebastian Elcano. Magellan (begitu namanya dieja dalam bahasa Inggris) terlalu asyik menaklukkan Kepulauan Cebu. Lalu ia berminat menaklukkan pula Pulau Mactan. Namun di Pantai Mactan, Magellan tewas dalam pertempuran di air dangkal melawan pimpinan suku Mactan, Lapu-Lapu. Tentu akhirnya Spanyol menguasai juga kepulauan besar ini, yang kemudian bernama Filipina. Penjajahan Spanyol digantikan oleh Amerika Serikat, dan kini digantikan oleh orang kaya lokal. Mactan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Cebu, yang dihubungkan dengan dua jembatan besar. Cebu Airport pun terletak di Mactan. Di kota bernama Lapu-Lapu :).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/LapuLapu.jpg"><img class="size-full wp-image-2840 aligncenter" title="LapuLapu" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/LapuLapu.jpg" alt="" width="400" height="212" /></a></p>
<p>Di sebuah resort di salah satu ujung kota Lapu-Lapu ini, hanya berjarak 5 menit berjalan kaki dari tempat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Mactan">Pertempuran Mactan</a> itu, <a href="http://ieee.org">IEEE</a> menyelenggarakan Pertemuan Tahunan <a href="http://ewh.ieee.org/reg/10/">Region 10 (Asia Pacific)</a>. <a href="http://ieee.web.id">Indonesia Section</a> mengirimkan 2 wakil, ditambah 1 dari <a href="http://komunikasi.org">Indonesia Comsoc Chapter</a>, dan 1 dari organiser <a href="http://ieee.web.id/2010/02/tencon-bali-2011/">TENCON 2011</a> (yang akan diselenggarakan di Bali tahun 2011). Pertemuan ini cukup lengkap. Selain para awak Region 10 dan seluruh Section di bawahnya, hadir pula Presiden Elect IEEE Moshe Kam, dan perwakilan dari <a href="http://ewh.ieee.org/reg/8/">Region 8 (Eropa Afrika)</a> Joseph Modelsky.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/MosheKam.jpg"><img class="size-full wp-image-2844 aligncenter" title="MosheKam" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/MosheKam.jpg" alt="" width="400" height="244" /></a></p>
<p>Menarik menyimak paparan Kam. IEEE adalah hasil merger AIEE dan IRE. AIEE adalah organisasi yang secara klasik dihuni para engineer elektrik, sedangkan IRE organisasi yang dirasuki para engineer muda yang menggemari teknologi elektronika. Mirip NEFO dan OLDEFO, haha. Keduanya memiliki jumlah anggota yang terus bertambah; namun IRE melaju cepat dan melampaui AIEE. Merger keduanya ke dalam IEEE di tahun 1963 menyelesaikan masalah dualisme. Lalu dibentuklah society, region, section, dan lain2, yang berkembang hingga kini. Kini IEEE diakui sebagai pemegang autoritas dalam berbagai bidang ilmu dan profesi keinsinyuran. Dari 20 jurnal bidang elektroteknika yang paling banyak diacu, 16 di antaranya dari IEEE. Dari 20 jurnal bidang telekomunikasi yang paling banyak diacu, 15 di antaranya dari IEEE. Dan seterusnya. Namun. Dari 20 jurnal bidang medical informatics yang paling banyak diacu, hanya 2 dari IEEE. Dan dari 20 jurnal bidang nanoscience yang paling banyak diacu, tak satu pun dari IEEE. Kam menohok: mungkinkah IEEE sudah menjadi kekuatan established seperti AIEE zaman dahulu, sementara ilmu berkembang ke arah life science yang digandrungi para ilmuwan dan engineer muda, seperti IRE zaman dahulu? Maka ia menyampaikan arahan BOD: IEEE diarahkan ke teknologi yang relevan! IEEE bukan asosiasi kaum terdidik saja, melainkan harus jadi himpunan para engineer dan profesional. Bersambut dengan itu, Region 10 menyampaikan program2 yang mengarah ke peningkatan benefit ke anggota dan masyarakat melalui pengembangan organisasi, profesi, dan teknologi yang relevan dengan kekinian.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/Wahab.jpg"><img class="size-full wp-image-2841 aligncenter" title="Wahab" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/Wahab.jpg" alt="" width="400" height="233" /></a></p>
<p>Apa sih untungnya jadi anggota IEEE? Ini pertanyaan yang sejak aku jadi Associate Member sudah sering dikaji. Aku bertahan cukup lama di sini, dengan alasan tersendiri. Tapi tak yakin bahwa alasan pribadi ini bisa ditularkan untuk membuat rekan2 bertahan juga, atau para engineer lain jadi ikut berminat masuk serta aktif di IEEE. Beberapa hal menarik yang sering disebutkan atas IEEE meliputi: akses ke engineering knowledge, peningkatan profesionalitas, kesempatan networking, bakti buat masyarakat, kesempatan karir, dan lain-lain. Namun buat para engineer di Indonesia, mungkin itu belum cukup; terutama karena organisasi ini mengenakan iuran tahunan yang menarik (istilah yang aneh, haha). Jadi kami di Indonesia Section (dan Communication Society Chapter yang sedang aku kelola) berusaha menciptakan benefit2 lebih: membuka kesempatan2 baru untuk networking, menampilkan citra profesionalitas anggota IEEE (expertise yang digabungkan dengan kepiawaian berkomunikasi manusiawi), dan menyusun serial kegiatan berbagi ilmu. Dari pusat, mulai ada policy untuk menurunkan iuran keanggotaan, agar lebih menarik. Angkanya disimpan dulu, sampai informasinya ditampilkan resmi :).</p>
<p>Strategi2 ini digali dan didiskusikan hari2 ini, untuk membentuk breakthrough dalam pengembangan organisasi, profesi, dan teknologi. Beberapa hal lain meliputi keprihatinan atas kurangnya peran insinyur perempuan, padahal telah terwadahi dalam <a href="http://www.ieee.org/women">Women in Engineering (WIE)</a>. Juga perlunya peningkatan peran para insinyur baru (<a href="http://www.ieee.org/web/membership/gold/index.html">GOLD &#8212; graduation of the last decade</a>). Sayap filantrofi IEEE dikembangkan melalui <a href="http://ieeehtc.net">HTC (humanitarian technology challenge)</a>. Dan masih banyak gagasan2 lain. Ada satu hari lagi, besok.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/MactanBeach.jpg"><img class="size-full wp-image-2843 aligncenter" title="MactanBeach" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/MactanBeach.jpg" alt="" width="400" height="192" /></a></p>
<p>Berbeda dengan kota2 lain di Asia Timur Raya, Mactan dan Cebu ditaburi sinar matahari yang hangat sepanjang hari, nyaris tanpa awan dan mendung. Kesejukan datang dari angin laut. Suasana kota mirip kota2 agak kecil di Indonesia, dengan berbagai jenis angkot, tukang jual makanan di pinggir dan di tengah jalan, sopir taksi yang semena2 mengenakan tarif, dan sopir angkot yang biarpun gila tapi kalah gila dibanding sopir taksi. Harga2 terasa lebih murah dari Bandung, nah lo.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/Jeepney.jpg"><img class="size-full wp-image-2842 aligncenter" title="Jeepney" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/Jeepney.jpg" alt="" width="400" height="255" /></a></p>
<p>Penduduknya ramah, pandai berbahasa Inggris, namun sehari2 menggunakan bahasa Cebuano, yang beberapa kosa katanya mirip Bahasa Indonesia. Haha. Segala informasi ditulis dan dicetak dalam Bahasa Inggris. Tapi, hati2, di sini kita harus bawa peso kalau mau belanja atau jalan2. Serem nggak sih?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2010/02/27/lapu-lapu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Multilayer</title>
		<link>http://kun.co.ro/2010/02/14/multilayer/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2010/02/14/multilayer/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 16:56:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<category><![CDATA[Telkom]]></category>
		<category><![CDATA[4G]]></category>
		<category><![CDATA[Democrazy]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Indigo]]></category>
		<category><![CDATA[metrotv]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2815</guid>
		<description><![CDATA[Februari ini seharusnya jadi musim pancaroba di Gugus Tugas kami. Restrukturisasi Telkom sebagai konsekuensi dari perubahan arah bisnis sudah waktunya menjangkau gugus yang mungil ini. Kami akan digabungkan dengan Divisi Multimedia yang memiliki expertise dalam bisnis multimedia, dan dengan demikian diharapkan lebih efektif menelurkan bisnis-bisnis yang kokoh di bidang informasi, media, dan education. Di tengah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Februari ini seharusnya jadi musim pancaroba di Gugus Tugas kami. Restrukturisasi Telkom sebagai konsekuensi dari perubahan arah bisnis sudah waktunya menjangkau gugus yang mungil ini. Kami akan digabungkan dengan Divisi Multimedia yang memiliki expertise dalam bisnis multimedia, dan dengan demikian diharapkan lebih efektif menelurkan bisnis-bisnis yang kokoh di bidang informasi, media, dan education.</p>
<p>Di tengah suasana menarik ini, aku justru dijauhkan dari kantor , dan disuruh menyepi ke Gegerkalong. 2 minggu, wow. I mean, biasanya agak sulit untuk mendapatkan izin ke luar kota lebih dari 2 hari. Dan justru sering dalam 1 hari harus ikut kegiatan di 2 kota :). Tapi tentu kembali ke Bandung itu anugerah :).</p>
<p>Di Bandung, kami mendiskusikan semua aspek teknologi dan bisnis di bidang content &amp; application. Mentornya berasal dari kota <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kendal">Kendal</a>, sebuah kota imut di Cumbria, North-West England. Aku &#8216;gak tulis namanya di sini, kerna beliau akan mudah menggooglenya, termasuk mentranslatenya :). Peserta dari Telkom Group, termasuk Telkomsel, Sigma, Infomedia, dll. Dan karena kami dianggap expert di bidang masing2, sang mentor membawakan dalam gabungan semi diskusi. Tentu masih banyak hal baru yang kami pelajari, di luar expertise kami masing2. Tak ada pakar multilayer di bisnis ini. Aku sendiri dulu lebih banyak mendalami layer bawah (infrastuktur), dan belum terlalu banyak bermain di layer atas (aplikasi). Jadi cukup menarik mendiskusikan, mensimulasikan, memprediksikan berbagai hal dalam konektivitas dunia ini dengan mempertimbangkan layer-layer yang berbeda. Benar2 seluruh layer: DWDM, GPON, MPLS, IP, SCTP, SIGTRAN, IMS, SDP, hingga Web 2.0, Ajax, Facebook, Twitter, Adsense, Buzz, dll. Diskusi yang menarik dan bikin lupa urusan kantor :). Ini baru seminggu berlangsung, dan akan berlangsung seminggu ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/MentorFromKendal.png"><img class="size-full wp-image-2822 aligncenter" title="MentorFromKendal" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/MentorFromKendal.png" alt="" width="410" height="325" /></a></p>
<p>Weekend lalu (13 Februari 2010), <a href="http://comsoc.org">IEEE Comsoc</a> <a href="http://komunikasi.org">Indonesia Section</a> meneruskan seri seminar <strong>4G Mobile Technologies</strong>nya. Kebetulan kali ini di Bandung juga, jadi aku tak perlu lompat ke luar kota. Host kali ini adalah ITT (<a href="http://itt.ac.id">Institut Teknologi Telekomunikasi</a>). Tim masih M Ary Murti (mengenalkan <a href="http://www.ieee.org">IEEE</a> dan <a href="http://comsoc.org">Comsoc</a>), aku (memaparkan evolusi dan requirement 4G), Arief Hamdani (memperdalam LTE), dan kembali ke M Ary Murti (memaparkan WiMAX II). Sebelum acara dimulai, sempat dilakukan Comsoc Officer Meeting di situ juga. FX Ari Wibowo hadir, tetapi kali ini tidak sebagai speaker.</p>
<p>Seperti sebelumnya, paparan aku menjelaskan mengapa harus ada 4G (didorong a.l. oleh Web 2.0 dan Mobile 2.0). Lalu disusul pendekatan pada 4G: transmisi OFDMA, MIMO dan spatial multiplex, cognitive radio (CR, DSA, IEEE P.1900). Lalu aku tutup dengan pengenalan para kandidat: LTE dan WiMAX II. Karena waktu yang singkat, paparan tentang context-aware application tidak diberikan ;). Peserta konon mencapai 300 orang &#8212; sebagian besar mahasiswa ITT, dan sisanya para profesional dari beberapa perusahaan di Bandung.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/4G-Gates-ITT.png"><img class="size-full wp-image-2824 aligncenter" title="4G-Gates-ITT" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/4G-Gates-ITT.png" alt="" width="410" height="305" /></a></p>
<p>Sayangnya aku tak sempat beramah tamah :). Selesai Sesi-1, aku langsung meluncur kembali ke Jakarta. Kali ini memenuhi janji untuk bercerita tentang Web 2.0 di <a href="http://metrotvnews.com">MetroTV</a>. Dengan kecepatan tinggi, dan berputar menghindari banjir yang mendadak mematikan trafik di tengah Jakarta, aku sampai tepat waktu di Studio MetroTV.</p>
<p>Sambil menunggu, para &#8220;narasumber&#8221; (dalam tanda petik, yang artinya adalah mereka yang nantinya duduk di belakang tanda &#8220;narasumber&#8221;) berdiskusi asik, terutama dengan terus mengerjai Mr Controversial Ruhut &#8220;Poltak&#8221; Sitompul. Dia lucu, enak diajak berdiskusi dan berteman, tapi tentu mengkhawatirkan kalau dia harus ikut menentukan kebijakan negeri ini (wakakakakaka). Sulit memaki tokoh ini, kerna dia terus menerus memaki dirinya sendiri (anjing SBY, kafir, dll). Dan &#8212; haha &#8212; juga menertawai rekan separtainya yang suka mengaku jadi pakar IT. Lupa namanya tapi.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/Democrazy-02.png"><img class="size-full wp-image-2825 aligncenter" title="Democrazy-02" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/Democrazy-02.png" alt="" width="410" height="323" /></a></p>
<p>Masuk ke studio, aku baru sadar bahwa acara Democrazy ini berisi dialog yang agak serius tapi banyakan becandanya :). Serasa kembali ke ruang diskusi di Gegerkalong, yang diskusi seriusnya juga harus diselingi candaan. Dan lucunya, waktu bercerita tentang Facebook, aku malah bercerita tentang angka2 prediksi, haha, bukan angka real sekarang. Duh, siap2 dimaki2 orang banyak ah :).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/Democrazy-01.png"><img class="size-full wp-image-2826 aligncenter" title="Democrazy-01" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/02/Democrazy-01.png" alt="" width="410" height="310" /></a></p>
<p>Baru hari ini aku bisa tidur :). Dan besok pagi balik ke Bandung. Seminggu lagi. Weekend depan, jadi speaker lagi untuk<a href="http://comsoc.org"> IEEE Comsoc</a>. Host untuk minggu depan adalah UPH (<a href="http://www.uphsurabaya.ac.id/">Universitas Pelita Harapan</a>) di Surabaya. Sekaligus bertemu para Ketua Departemen Elektro se-Surabaya. Mudah2an tidak ada interupsi yang mengharuskan aku jadi stuntman lagi minggu2 ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2010/02/14/multilayer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IEEE Comsoc: Digital TV</title>
		<link>http://kun.co.ro/2010/01/23/ieee-comsoc-digital-tv/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2010/01/23/ieee-comsoc-digital-tv/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 09:11:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<category><![CDATA[comsoc]]></category>
		<category><![CDATA[Digital TV]]></category>
		<category><![CDATA[Indigo]]></category>
		<category><![CDATA[IPTV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2801</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini IEEE Indonesia Section dan chapter2 di bawahnya mengintensifkan serial2 seminar/lecturing di beberapa kota di Indonesia, secara paralel. Hey, melakukan serial secara paralel itu menarik :). Jadi, sementara serial 4G Mobile Technologies masih akan diselenggarakan di kota2 dan kampus2 lain, hari ini kami membuka serial baru: Digital TV. Seperti biasa, serial ini dibuka juga di Bandung; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun ini IEEE Indonesia Section dan chapter2 di bawahnya mengintensifkan serial2 seminar/lecturing di beberapa kota di Indonesia, secara paralel. Hey, melakukan serial secara paralel itu menarik :). Jadi, sementara serial <strong>4G Mobile Technologies</strong> masih akan diselenggarakan di kota2 dan kampus2 lain, hari ini kami membuka serial baru: <strong>Digital TV</strong>. Seperti biasa, serial ini dibuka juga di Bandung; kali ini di Hotel Nalendra, Cihampelas.</p>
<p>Agak takjub dengan para peserta yang hadir dalam seminar hari ini. Kelas berat. Dari Bu Kusmarihati of Mastel (sebelumnya, beliau adalah Dirpem Telkom, Dirut Telkomsel, dan Ketua BRTI), beberapa Kepaja Jurusan dan pejabat dari Universitas2 (Universitas Hasanudin, Universitas Ahmad Yani, Universitas Maranatha, ITENAS, IT Telkom), wakil dari operator &amp; provider (Telkom, XL Axiata, DAAITV, Nasio), dan beberapa profesional lain. Cukup kelas berat :).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/mcpollux/4297378142/"><img class="aligncenter" title="IEEE-DigitalTV-Nalendra" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2010/01/IEEE-DigitalTV-Nalendra.jpg" alt="" width="410" height="195" /></a></p>
<p>Materi dalam seminar hari ini:</p>
<ul>
<li>Muhammad Ary Murti, <strong>IEEE sebagai Organisasi Profesi</strong></li>
<li>Arief Hamdani Gunawan, <strong>Digital TV &amp; IPTV Network</strong></li>
<li>Kuncoro Wastuwibowo, <strong>Video Coding, Compression, &amp; Format</strong></li>
<li>Irwan Prasetya Gunawan, <strong>Quality of Service &amp; Quality of Experience</strong></li>
<li>Satrio Dharmanto, <strong>Implementasi IPTV di Beberapa Negara</strong></li>
</ul>
<p>Dan barangkali karena cuaca Bandung yang merupakan paduan antara sinar matahari yang cerah dan udara yang sejuk, diskusi kali ini berlangsung amat seru dan hangat. Bukan saja di level implementasi bisnis dan engineering decision misalnya, tetapi sampai pemilihan formula matematis pun dibahas dengan asyiknya (Kenapa sih pakai DCT, bukan DFFT &#8212; haha. Dan asyiknya, aku punya jawabannya, haha). Andai seminar2 sebelumnya juga seseru ini :).</p>
<p>Seminar IEEE ini juga didukung Multikom sebagai sponsor. Ini untuk pertama kalinya IEEE Indonesia mulai menerima sponsorship dalam seminar2 mandiri yang dilakukannya. Berikutnya <strong>Digital TV</strong> akan disampaikan dalam bentuk lecturing di Universitas Bina Nusantara weekend depan. Aku harus memilih antara memberikan lecturing atau hadir di Wordcamp Indonesia. Keputusan yang sulit.</p>
<p>Di Bandung sendiri sedang ada kegiatan menarik. Telkom menyelenggarakan Speedy Games Championship II di Paris van Java hari ini dan besok. Dari Nalendra ini, kayaknya aku bakal meluncur ke PvJ. Dari mode serius, beralih ke mode game. Eh, game itu serius loh :D</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2010/01/23/ieee-comsoc-digital-tv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknologi 4G di Yogyakarta</title>
		<link>http://kun.co.ro/2009/12/20/teknologi-4g-di-yogyakarta/</link>
		<comments>http://kun.co.ro/2009/12/20/teknologi-4g-di-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 13:24:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IEEE]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[4G]]></category>
		<category><![CDATA[Mobile]]></category>
		<category><![CDATA[Yogya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/?p=2759</guid>
		<description><![CDATA[Tak seperti biasanya, kali ini Gunung Merapi tampak detil2 liku2nya lengkap dengan puncak menjulang dan asap tipisnya, bahkan sejak Garuda belum mendarat di Yogyakarta. Udara jernih nyaris tanpa kabut dan awan tipis. Ya, setelah Bandung, kali giliran Yogyakarta menjadi tuan rumah bagi lecturing &#8220;Opening The Gates to 4G Mobile Technology&#8221; yang diselenggarakan oleh IEEE Communications [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak seperti biasanya, kali ini Gunung Merapi tampak detil2 liku2nya lengkap dengan puncak menjulang dan asap tipisnya, bahkan sejak Garuda belum mendarat di Yogyakarta. Udara jernih nyaris tanpa kabut dan awan tipis. Ya, setelah Bandung, kali giliran Yogyakarta menjadi tuan rumah bagi lecturing &#8220;Opening The Gates to 4G Mobile Technology&#8221; yang diselenggarakan oleh <a href="http://www.ieee.org">IEEE</a><a href="http://www.comsoc.org"> Communications Societ</a>y <a href="http://komunikasi.org">Indonesia Chapter</a>.</p>
<p>Bertempat di Hotel Santika (19 Desember 2009), seminar ini masih menyampaikan materi yang sama dengan Bandung, namun telah diperkaya oleh hasil diskusi di Bandung. Speaker dan materinya meliputi:</p>
<ol>
<li>Muhammad Ary Murti: Pengenalan IEEE, societies, Indonesia section, chapters, membership.</li>
<li>Kuncoro Wastuwibowo: 4G Mobile Technologies, network, service, cognitive radio, context awareness, candidates</li>
<li>Arif Hamdani Gunawan: Candidate I &#8211;&gt; LTE, evolution, features, architecture, OFDMA &amp; SCFDMA, implementation plan</li>
<li>FX Ari Wibowo: Candidate II &#8211;&gt; WiMAX II, comparison of 802.16e vs 802.16m, specifications, features, architecture</li>
</ol>
<p>Peserta datang dari Bandung, Yogyakarta, dan berbagai kota lainnya. Diskusi cukup tajam, membahas spesifikasi detail, spekulasi mengenai lenyapnya UMB :), hingga pengembangan aplikasi di atas teknologi 4G.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-2760  aligncenter" title="IEEE-4G-Yogyakarta" src="http://kun.co.ro/wp-content/uploads/2009/12/IEEE-4G-Yogyakarta.jpg" alt="IEEE-4G-Yogyakarta" width="410" height="184" /></p>
<p>Setelah Yogyakarta, Teknologi 4G akan juga dibawakan ke kota-kota lain, sementara di awal 2010 nanti juga IEEE akan mulai meluncurkan tema-tema yang berbeda untuk lecturingnya. Lecturing ini akan disampaikan melalui beberapa metode sesuai tujuan. Bentuknya bisa kuliah umum di kampus, lecturing intensif seperti saat ini, atau conference yang lebih besar. Namun tentu akan diperlukan dukungan lebih banyak volunteer :). Punya passion di bidang ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kun.co.ro/2009/12/20/teknologi-4g-di-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

