Turbo C++ Diluncurkan

Ini jelas deja vu. Dan barangkali juga candaan — tapi candaan yang serius. Tapi, punten ah, mau heboh bentar. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Benda ajaib ini bisa kembali! Dan Ariya yang menginfokan bahwa keluarga Turbo dari Borland kembali diluncurkan. Aaaaaaaaaaaaaaaa. Eh, tadi udah.

Turbo pernah jadi semacam pahlawan di pertengahan akhir tahun 1980an. Di zaman itu, Anda pikir, berapa waktu yang diperlukan untuk bisa jadi programmer awal Bahasa C? Atau Pascal? Kurang dari setengah jam! Masukkan disket IDE ke Drive A, ketik TC pada prompt DOS, tunggu kira2 setengah menit sampai IDE termuat. Editor bergaya WS itu tak lagi perlu dipelajari. Tinggal soal bahasanya. Tekan F1 untuk meminta bantuan. Ketikkan sebuah contoh yang diberikan. Save. Panggil menu Run. Eit, jalan! Terus kita periksa apa yang baru saja terjadi. Dengan ritme detak jantung yang bahkan terasakan sampai sekarang. Dan kemudian eksplorasi panjang pun dimulai. Thanks, Borland.

Turbo C++Kalau versi aku (yang lebih banyak ketemu orang elektro), minggu2 awal bukannya diisi pembelajaran fungsi2 dari kepustakaan C, tetapi belajar memprogram kode-kode pengganti assembler dalam bahasa C. Wow, aku udah secanggih kakak2 angkatanku :). Baru fungsi2 C sendiri. Dan bikin editor sendiri (VIE dan kemudian TVE, hihi), sehingga nggak lama kemudian TC jarang dipakai lagi (selain untuk tracing). Kompilasi menggunakan TCC yang merupakan versi command line. File yang dihasilkan bukan cuma EXE, tetapi juga COM. Eh, COM yang ini beneran ekstensi loh, bukan seperti yang kata seorang pakar: ekstensi domain. Trus, tentu saja terimbas migrasi dari kompiler C ke kompiler C++. Biarpun, sebenernya, nulis programnya tetap dalam C. Dan baru kemudian pindah ke C++, tanpa heboh.

Oh ya, ini site keluarga Turbo yang akan diluncurkan kembali: turboexplorer.com. Diluncurkan 13 hari lagi, Turbo Explorer akan mencakup Turbo C++, Turbo C#, Turbo Delphi, dan Turbo Delphi .NET. Turbo Assembler dan Turbo Prolog nampaknya cuman akan tersedia di museum. Turbo Profiler juga — takut ketuker turbo propeller. Baca rinciannya di site itu yaa.

Charles Simonyi

Tadinya aku berminat nulis tentang beberapa matematikawan lagi. Kawanan matematikawan mati kawanan, semacam itu lah. Tapi, gara2 masih doyan buku2 string, nama yang pertama teringat itu Edward Witten. Kebetulan, tahun 2003 aku pernah nulis nama ini di blog ini. Trus aku baca2 dikit di Wiki tentang Witten.  Pemenang Medali Field, tentu. Pendiri teori M, dimana lima macam teori string yang ada pada waktu itu dapat dipandang hanya sebagai kasus2nya. Sekarang merupakan Charles Simonyi Professor of Mathematical Physics di Institute for Advanced Study. Lucunya, nama Charles Simonyi ini kedengeran akrab. Ini juga adalah jabatan profesor yang dipegang Richard Dawkins (yeah, Dawkins yang itu tentu).  Dawkins adalah Charles Simonyi Professor in the Public Understanding of Science di Oxford University. Ostosmastis, jadi penasaran: siapa sih Charles Simonyi, yang memberikan professorship kepada dua orang yang betul-betul outstanding di bidangnya? Terutama Ed Witten, tentu.

Charles Simonyi ternyata … programmer! Dan kerja untuk Microsoft! Anak ini lahir di Hongaria. Waktu SMA, dia kerja jadi satpam di lab komputer. Trus belajar komputer. Lulus SMA, dia sudah bisa menulis kompiler sendiri, dan menjualnya ke pemerintah. Trus pindah ke AS, sekalian kuliah Engineering Mathematics. Kerja di Xerox PARC, dia menyusun program penyiapan program pertama yang bersifat wysiwyg. Trus, tahun 1981, dia melamar ke Bill Gates untuk kerja di Microsoft. Di sini, sia bekerja menyusun Multiplan dan kemudian Excel. Juga Word. Simonyi membawa ke Microsoft teknik pemrograman berorientasi obyek, dan penamaan variabel “bernotasi Hongaria.” Untuk menyusun disertasi, Simonyi menyusun metode pengelolaan software yang dinamai metaprogramming. Metaprogramming memperkaya knowledge di Microsoft, sehingga mereka mengambil pendekatan baru untuk programming setelahnya. Namun tahun 2002 Simonyi keluar secara kasar dari Microsoft, dan mendirikan perusahaan baru.

Simonyi seorang philanthropist. Buktinya tentu adalah beberapa professorship yang ia danai. Juga ia membuat Dana Simonyi untuk Seni dan Sains. Sekarang, cita2nya adalah menjadi turis luar angkasa yang kelima. Rencananya mau berangkat bulan Maret 2007.

Web 2.0

Google menyebut belasan juta hit untuk istilah ini. Factive menunjukkan 1500 kutipan. Technorati bilang ada seratusan ribu weblog yang mengulasnya. Dan satu lagi sekarang. Web 2.0. Banyak yang membahasnya dengan becanda. Kenapa? Definisinya memang tak pernah jelas. Entah karena cakupannya yang terlalu luas untuk disempitkan, atau memang dia tidak  sungguh2 punya arti. Spectrum coba2 mendefinisikannya secara kasar: fase kedua dari evolusi web dimana para pengembang mencipta site yang berlaku mirip program desktop serta mendorong komunikasi dan kolaborasi antar user. Tuh kan, kali ini nggak becanda :). Beberapa keywordnya: tagging, folksonomy, long tail, dan collective intelligence.

Yang mungkin terbayang dengan kata kolaborasi tentulah Wiki, dan berbagai proyeknya. Tapi yang membuat istilah Web 2.0 banyak dipakai justru Gmail dari Google. Juga Flickr yang dibeli Yahoo dan Writely juga dibeli Google. Google juga main spreadsheet sekarang. Belum nyoba. Dilarang dokter untuk sering ketemu spreadsheet, for God’s sake.

Web 2.0 dibasiskan pada web yang secara dinamik memanfaatkan database. Interface ditata dengan AJAX (kaitan asinkron antara Javasript dan XML). Web services banyak dimainkan. Yang menarik tentu adalah menciptakan info atau layanan baru dengan memanfaatkan web services dari beberapa sumber sekaligus.
Orang IT memang suka mengalihkan satu istilah ke istilah lain. Misalnya, dari dulu ada web service dan infoware. Dari dulu ada XML dan Javascript. Trus kenapa ada AJAX sekarang? AJAX memang sekedar Javascript bermain XML :). Tapi ada skemanya. User interface yang standard dengan DHTML dan CSS, dinamisasi interaktivitas dengan document object model, transformasi dan transfer dara dengan XML dan XSLT, komunikasi asinkron dengan XMLHttpRequest, dan JavaScript yang menggabungkan komponen2 itu.

Tapi, repot2, konon sebenernya Web 2.0 itu cuman semangat baru, menyambut kembalinya uang ke Internet. Tuh kan, becanda lagi. UUD pula :).

Nonsecret Encryption

Siapa para tokoh di belakang public-key encryption? Orang akan menyebut nama RSA: Rivest, Shamir, Adleman. Atau lebih jauh: Diffie, Hellman, dan Merkle. Tapi beberapa tahun sebelum Diffie, bagian dari dinas rahasia Inggris sudah mengkaji konsep yang serupa. Cheltenham. Nama kota ini mengingatkan ke Ahmad Sofyan yang terus-menerus meyakinkanku bahwa inilah kota tercantik di England. Di sini ada Markas Komunikasi Pemerintah (GCHQ). Di sana John Ellis dulu bekerja, sebagai pegawai yang selalu penuh ide. Separuhnya konyol, dan separuhnya brilian. Sebelum ada kopi instan, ia sudah punya ide mencampur Nescafe dengan gula, dengan alasan efisiensi kerja.

Oh ya, cerita berhenti dulu untuk pesan sponsor. Pagi ini aku minumnya kopi Flores. Jadi agak-agak fly. Kurang banyak kali :).

Sampai mana tadi? Oh ya, di Bell Labs, akhir PD II, ada insinyur iseng membuat catatan bagaimana melakukan scrambling suara analog. Masukkan noise yang banyak dengan noise generator, gitu idenya. Campurkan noise ini ke suara dan kirimkan. Musuh akan menangkap sinyal kita, tetapi tak dapat memisahkan sinyal dari noise. Sementara, lanjut insinyur anonim itu, sekutu di ujung sana, yang punya noise generator yang sama, bisa melakukan pengurangan noise dari sinyal, dan menyisakan sinyal suara yang asli. Sederhana sekali. Tapi tak berguna waktu komunikasi lebih banyak dilakukan secara digital.

Tokoh Ellis kita membaca catatan itu, dan tidak menganggapnya konyol. Dia mulai memikirkan cara agar musuh, biarpun memperoleh sinyal yang sama, dan bahkan mengetahui teknologi enkripsi yang digunakan, tetap kesulitan melakukan dekripsi. Mungkinkah, tanyanya suatu malam. Dan malam itu, di tahun 1969, ia memperoleh jawabannya: bisa! Konsepnya seperti ini, dengan skema Bob mengirim ke Alice tapi diintip Eve. Alice membangkitkan angka yang besar dengan melakukan transformasi matematika dari sebuah bilangan yang dibuatnya. Bilangan yang dibangkitkan dikirimkan ke Bob. Bob mengenkripsi dengan angka yang dikirim Alice. Tapi enkripsi oleh Bob hanya bisa didekripsi oleh bilangan semula yang dibuat Alice. Eve, yang memperoleh baik angka panjang dari Alice mupun data terenkripsi kiriman Bob, tetap tidak bisa melakukan dekripsi. Dia memerlukan angka asli Alice, yang tentu tidak dikirimkan ke mana pun. Bilangan panjang dari Alice boleh dikirimkan melalui jaringan yang tidak aman. Bahkan boleh dipublikasikan :). Dan tetap saja siapa pun akan kesulitan melakukan dekripsi. Ellis menamai skema ini non-secret encryption.

Proyek berlanjut dengan mencari transformasi matematika yang dibutuhkan. Matematikawan Clifford Cocks, yang baru bergabung setelah lulus pascasarjana dari Oxford, memecahkan dalam semalam (juga). Ia melakukannya dengan mengalikan dua bilangan prima yang besar. Mengalikan dua bilangan prima yang besar itu relatif mudah. Yang jauh lebih sulit adalah menguraikan hasil kalinya menjadi dua faktor prima yang benar. Ia menyampaikan laporannya ke mentornya, Nick Patterson, sesama matematikawan. Patterson langsung berteriak di depan pintu: “Ini penemuan kriptografis terbesar sepanjang sejarah!”

Tapi tentu, ini adalah lembaga birokratik, seperti juga agen rahasia di mana pun. Hasil penemuan tersimpan di bawah selimut. Memberikan ruang kepada Diffie cs untuk menemukan kembali penemuan Ellis, dan RSA untuk menemukan kembali pememuan Cocks. Dan seterusnya sampai Zimmerman, PGP, GPG, GPP, EGP, dan semacamnya. Buat yang tidak pernah membaca soal ini, yang GPP dan EGP itu bohong. Tapi kita harus tahu: skema semacam inilah yang kini memungkinkan e-commerce berkembang di Internet.

Ada waktunya rahasia tentang Ellis ini dibocorkan ke Diffie. Whitfield Diffie yang terperanjat ingin menemui tokoh ini. Pertemuan itu terlaksana tahun 1982 di Cheltenham.

“Gimana rasanya menemukan non-secret encryption?” tanya Diffie.
“Siapa bilang?” sahut Ellis.
Diffie menyebutkan nama seorang tokoh NSA.
“Kamu kerja untuk dia?” tanya Ellis.

Percakapan mereka bersahabat, tapi Ellis enggan membahas soal enkripsi :). Ia kemudian hanya menyentil sekali, dengan mengatakan “You did more with it than we did,” lalu meneruskan kerahasiaannya. Cerita lebih lanjut, baca aja buku Crypto.

Optio

Pentax Optio S6Ternyata aku lupa cerita bahwa Olympus-ku menghilang dalam tugas. Ngasih training di Gegerkalong, rehat batin di masjid, dan lenyap gitu aja si Olympus. Lupa nama masjidnya, tapi aku nggak bercita2 menamainya Masjid Olympus. Itu beberapa hari y.l. Tapi ternyata aku juga lupa nggak pernah cerita punya teman bernama Jeffrey. Nah, Jeffrey malam ini bertelepon. Rumahnya baru kebobolan. Notebook hilang. Plus satu set kamera Panasonic. Dan brankas. Ini namanya bukan berlomba dalam kebaikan, Jeff.

Tapi yang hilang biarlah tidak lagi disebut2. Ini cuman hal duniawi, bukan urusan hati. Jadi aku mulai lirik2 lagi nih. Hmmm, Optio S6, cukup elegan nggak, untuk pemakaian sehari2?

Amazon menceritakan dengan ringkas: “Dans la lignée des appareils bijoux, ll Pentax Optio S6 tient ses promesses. Doté d’un capteur 6,0 Mégapixels, d’un zoom optique 3x rétractable, d’un écran 2,5″ opérationnel même en plein soleil, il répondra à tous vos besoins photographiques. Ajoutez à cela une vidéo illimitée au format DivX, une interface USB 2.0 High Speed, il sera votre compagnon idéal pour des photos de qualité.” Heh, barangkali seharusnya aku ke Amazon negara lain :). Tapi fitur intinya udah ditulis di situ.

Well, abis pernah punya Fuji, Canon, dan Olympus (plus pernah minjem Nikon dalam waktu cukup lama), kayaknya layak deh mencobai Pentax. Wish me luck :).

IEEE Stardards

Beberapa standar IEEE yang menghidupi komputer kita:

  1. IEEE 802.3 — Ethernet, yang bisa langsung menyambungkan komputer ke jaringan secara plug-n-play.
  2. IEEE 802.11 — WiFi, yang bisa menyambungkan komputer ke jaringan tanpa plug-n-play, haha.
  3. IEEE 1363 — kriptografi dengan kunci public, enkripsi data dengan kunci berpasangan.
  4. IEEE 1284 — koneksi port paralel, baik untuk printer dan data lain. Bayangkan waktu belum standar.
  5. IEEE 1394 — Firewire, untuk transfer data serial jarak pendek berkecepatan tinggi, termasuk video.
  6. IEEE 1076 — VHDL, digunakan dalam pemrograman dalam chip, dalam bentuk bahasa tingkat tinggi, yang akan diterjemahkan menjadi desain sirkit dan interkoneksi dalam chip.
  7. IEEE 1003.1 — OS. Aplikasi yang dibuat dengan standar ini akan jalan di platform mana saja yang mengikuti standar.
  8. IEEE 754 — aritmatika biner untuk bilangan pecahan. Bayangkan juga waktu belum standar.
  9. IEEE 1484 — online learning, mencakup cara presentasi hingga pelacakan tingkat pembelajaran peserta.

Sumber: The Institute, Maret 2005.

New C++ In Depth Books