Bebersih Jilid 3

Kayaknya memang nggak sopan kalau aku nggak bikin report tentang acara Bebersih di Taman Lansia minggu lalu :). Abis merepotkan banyak orang (biarpun berakhir ceria), masa terus diem2 aja :). Sebenernya sih, aku udah bikin report (selain bikin repot) di blog yang lain. Tapi sebagai penghargaan buat yang udah bersusah2 menyiapkan dan meramaikan acara, aku tulis lagi di blog ini. Btw, blog ini masih the one reflecting my soul loh, haha :). Biarpun sublim selalu. Hush.

Btw, ini report beberapa peserta:

Cerita versi aku sendiri … hemmm, nggak jauh beda sih. Kebetulan aku talk sama Nanda (store manager of Sbux BIP), dan dia cerita tentang kegiatan2 sosial Sbux. Aku jajagi kemungkinan kegiatan semacam itu dibuat lebih kuat dengan mengajak kerjasama komunitas2 lain di Bandung. Aku menyebut misalnya blogger dan KLuB. Jadi waktu Jaka & Aki Heri of Batagor berencana menyiapkan jilid 3 dari acara Bebersih Bandung, aku coba ajak Sbux. Kebetulan malah ketemu Kiki (district manager). Btw, talk2 semacam ini bentuknya cuman ngobrol sambil berdiri, bukan rapat dll :). Balik ke kantor (ya, malam2 kantor masih ramai), aku talk ke Deby: ajakin Flexter Pivijis juga yuk. Deby antusias, dan menularkan antusiasmenya ke Flexter. Cuman jadi pingin rame. Siap2in merchandise: kaos, topi, payung, dan … eh nemu kantong hitam: samber juga deh. Pengakuan dulu: itu merchandise tas Flexi sebenernya … hihihi … sisa dari merchandise untuk Meeting IEEE minggu sebelumnya. Waa, ampuun. Dan karena Deby selalu keibuan (wuih), maka soal makanan langsung jadi concern. Biar rame, kita juga kontak lagi KLuB dan id-Apple. Pingin kontak BBV, yang sementara itu namanya muncul lagi, tapi belum dapat contact person. So, indirect aja :).

Minggu pagi, ternyata Jaka (ketua muda Batagor) panik. Aku tahu sih. Biasanya memang ketua kita itu optimis waktu rapat; tapi waktu action dihandel sama Deniar. Begitu Deniar menyatakan absen, dia pura2 biasa aja, padahal jelas keliatan panik. Kantong sampah aja nggak bawa. Untung aja kami punya yang nemu di gudang itu. Nggak yakin cukup, Aki harus pergi lagi cari kantong. Dan karena ketua panik, maka dalam beberapa session, kami para anggota dan tamu harus mengambil alih acara. Wakaka. Berlebihaaaannn.

Aku bagi acaranya sebenernya gini: Jam 8 mulai ketemu, berhaha hihi, sambil bantu2 panitia siapin tenda dan lain2. Jam 9, seharusnya sudah lengkap, dan acara resmi bisa dimulai dengan pembukaan, perkenalan antar komunitas, perkenalan tamu, game kecil, dll. Jam 10 kita mulai bebersih. Tapi rencana diubah. Game ditunda. Jadi jam 9.30 aku bagi peserta jadi 3 tim, memastikan setiap tim mengandung semua komunitas, biar saling kenalan. Jam 10.30, bebersih sudah selesai. Huh, mereka bekerja terlalu giat & cepat. Deby yang melakukan inspeksi kagum atas hasilnya: bersih sekali. Baru acara kebersamaan, game, foto2 dimulai.

taman-lansia.jpg
Foto hasil jepretan Adham Somantrie

Komunitas yang akhirnya terwakili: Batagor, Flexter, Starbucks barrista (mereka ikut bebersih lo, bukan cuma sponsor kopi), id-Apple (Adham), BBV (Adham, Puti), KLuB (Wisnu, Rolly, Diki). Ada lagi yang belum aku sebut?

Di tengah itu, Kokoh Kabul hadir juga, terpancing banyaknya komunitas IT yang datang. Jadi ianya malah bikin rapat membahas acara training2 IT dengan fasilitas yang disediakan di BEC berupa panggung, akses Internet cepat, dll; kapan saja kalau komunitas memerlukan. Freely.

Tamu2 juga mulai datang. Budi Putra of Asia Blogging, Yulian Jay Firdaus of id-Gmail (dan secara umum mewakili para seleb blog, haha), Indra KH of Indocisc, Rendy of Qwords dan adiknya, serta blogger2 yang belum atau masih akan menggabungkan diri dengan komunitas2. Ritual biasa: foto2, cela2an, dll.

Acara selesai tengah hari. Aki Heri dkk meneruskan ke acara Bedah Gubug. Aa’ Budi Putra disertai beberapa blogger meneruskan perbincangan di Cihampelas Airport. Aku beberes. Jay tertinggal di Taman Lansia, dengan perenungannya. Yang ini memang makhluk ajaib.

So, terima kasih buat semua yang hadir, semua yang berencana hadir tapi gagal, semua yang direpoti dan merepotkan diri mengurusi acara ini, dan semua yang mendoakan agar acara ini berhasil dan menyumbangkan kecerahan buat negeri ini. Acara berikutnya, hostnya jangan Batagor kali ya. id-Apple, mau tidak?

Blogger, Hacker, Minister

Atas arrangement dari Oom Romi (yang kita semua kenal dari Ilmukomputer) dan Oom Son Kuswadi (yang kita kenal dari IECI), malam ini terjadilah silaturrahim yang sangat akrab antara Menkominfo Muhammad Nuh (dan jajarannya dari Depkominfo) dengan komunitas2 ICT, yang menurut Menkominfo merupakan stakeholder dari ICT Indonesia, bertempat di Gd Depkominfo, Jakarta.

Skrip pembicaraan aku laporkan langsung di koen.telkom.us. Dan aku lupa alasannya kenapa mesti in English semi kacau :). Kajian berfokus pada latar belakang dan implementasi UU ITE. Concern yang cukup besar disuarakan komunitas atas praktek penyensoran yang mulai dilakukan pemerintah, yang dianggap melakukan hal yang salah untuk alasan yang benar. Menteri menyetujui bahwa UU itu tidak sempurna, dan mengajak bersama2 memperbaiki. Tentu suara hangat dan ajakan ini berbeda dengan lengkingan charlatan tertentu kepada media tertentu, yang memanfaatkan nama Depkominfo untuk mengancam komunitas2 IT (setidaknya komunitas blogger dan hacker) — untuk mana Menteri juga menyesalkan perilaku semacam itu.

depkominfo.jpg

Bersama2, kita sampaikan juga hal2 positif tentang kegiatan para hacker dan blogger di republik ini, yang menjadi ujung tombang pencerdasan pendidikan dan ekonomi masyarakat melalui ICT. Jajaran Depkominfo menyatakan mendukung upaya2 ini. Ini a.l. juga disampaikan Mr Cahyana Ahmadjayadi (Dirjen Aplikasi Telematika, yang juga blogger, url= cahyana-ahmadjayadi.web.id), Mr Basuki Yusuf Iskandar (Dirjen Postel), serta Mr Edmon Makarim (Penasehat Menkominfo). “Blogger adalah keluarga kita,” kata Mr Nuh.

Yang belum selesai memang soal penyensoran. Keberatan banyak pihak tentang mulainya pemerintah melakukan penyensoran dijawab dengan alasan bahwa resource Internet kita sedikit, sayang jika digunakan untuk hal negatif. Namun metode pemfilteran akan diperbaiki, sehingga tidak justru merugikan orang banyak, seperti yang akan terjadi jika filter dijalankan per site. Ini akan dikaji lebih lanjut.

Dan tentu, acara ini jadi semacam land-coffee (kopi darat) juga. Ketemu berbagai warna blog, tanpa label positif negatif, seperti yang digunakan tukang pecah belah yang malam ini sempat disebut namanya di depan publik itu. Juga ketemu Mas Suhono, yang bersama Mas Romi dan Pak Son jadi malah membahas IECI. Dan IEEE.

Skripku di sini: KOEN.TELKOM.US. Sila kalau ada penyempurnaan.

Update: Dan ini alasan sesungguhnya tentang pemblokiran Youtube: HTTP.KOEN.CC.

And The Winners Are …

Senin pagi itu aku berencana bersantai di RS Borromeus sambil antri kontrol diri :). Mendadak para sahabat bergantian menelepon, menyampaikan bahwa Kompetisi Blog Telkom.TV, yang sedianya akan dipurnakan minggu ini, harus diselesaikan hari ini juga. Satu2nya kemungkinan Direksi Telkom bisa menutup kegiatan dan memberikan hadiah hanya malam itu. Notebookku langsung dibuka di RS, dan proses yang sudah direncanakan langsung dijalankan. Proses apa? Sebelum hari pengumuman, kami belum ingin tahu nama pemenang. Cukup para nominee. 20 jumlahnya. Maka hari Senin itu, aku harus menghubungi para nominator satu per satu, sambil menyiapkan para juri bersidang memilih pemenang. Berhasil? Ah :).

Sementara itu aku sudah keluar dari RS, dan mulai menghubungi para nominee. Tidak mudah, tentu. Waktunya, wow, hanya beberapa jam. Yang di luar Bandung kelihatannya harus diacarai di Kandatel masing2. Tapi tetap dirank dalam sidang juri. Perlu bantuan banyak rekan, sesama blogger, dan anggota komunitas2 online, untuk saling mencari. Tapi sambil tetap cool. Yang tak mungkin lagi dikontak dengan telepon, dikirimi email. Tentu kemungkinan sampai dalam beberapa jam sangat kecil. My fault. I’m sorry. Dan sementara itu juri sudah memilih 5 besar. Hah, harusnya kan 4? Ya, tapi 5 ini outstanding dibanding lainnya, dari kriteria yang ditentukan. Aku habiskan mug besar caramel macchiato itu. Akhirnya diputuskan menambah 1 hadiah lagi.

Berikutnya, aku pindah ke posisi akhir di BEC, tempat acara dilangsungkan, dan pemenang kompetisi blog ini akan diumumkan. BEC sudah ramai. Beberapa nominee sudah hadir, dan beberapa membawa pasangan :). Dari komunitas blog, ada Aki (yang langsung harus pergi karena ada kegiatan lain), dan Rendy. Dan entah dari langit ke berapa, mendadak ada Priyadi juga. Priyadi hanya memantau sesaat, untuk kemudian moksha ke langitnya lagi :) :). Tapi sebelumnya, sempat aku saling kenalkan dengan beberapa nominee yang sudah hadir.

Oh ya, ini pemenangnya:

  1. Adham Somantrie
  2. Akhmad Deniar Perdana Kusuma
  3. Andriyansyah
  4. Mohammad Jaka Prawira
  5. Calvin Michel Sidjaja

Hadiah langsung diserahkan oleh Direktur Konsumer Telkom, didampingi EGM Telkom Divre III.

Mewakili task force yang menjalankan kegiatan ini, aku mengucapkan banyak terima kasih buat semua. Pertama, buat para peserta lomba blog, 245 orang (tidak termasuk yang blognya bermasalah, atau yang mendaftar setelah 31 Desember 2007). Kedua, buat para nominee yang menyempatkan diri hadir (terutama Mas Ali Murtado dan Mas Andreas Krisna). Ketiga, buat mereka yang membantu dalam upaya mengejar2 nominee (terutama Mas Ali lagi, juga Aa’ Adinoto). Juga rekan2 Telkom, yang bergabung dalam dewan juri, dewan pelaksana, dan dewan2 lainnya :). Lalu, komunitas online Jawa Barat (Oom Budi Rahardjo yang mewarnai pembukaan kegiatan ini September lalu, kawan Ikhlasul Amal, kawan Rendy Maulana, kawan Herry the Aki of Batagor). Dan semua yang telah direpoti, atau terepoti, dan yang menaruh perhatian pada kegiatan ini.

Update: Beberapa blog yang terlink di sini juga menulis report kegiatan ini, plus beberapa foto. Sila diklik.

Update: Yang mejeng di foto di atas (dari kiri): Bpk Dwi S Purnomo (EGM Telkom Divre III), Akhmad Deniar (2nd winner), M Jaka ‘Debe’ Prawira (4th winner), Adham Somantrie (prime winner), Bpk I NyomanG Wiryanata (Dir Kons Telkom).

Ambulans

Listen, Chap. You will get a trouble!” kata Alan pura-pura menakuti.
It’s impossible! I am the trouble!” sahutku tak mau kalah.

Alan adalah postman sekaligus driver di Westwood Heath Campus. Bincang singkat di pagi itu mengawali julukan “Mr Trouble” padaku sampai beberapa bulan berikutnya di Westwood Heath Road. Tapi di pagi yang lain, mendadak Alan yang jadi trouble maker. Di tengah trafik di sekitar Knowle itu, bis yang kami tumpangi (aku sering duduk di depan, biar dia punya teman adu mulut yang ramai, dan aku memperlancar bahasa Inggris slank-ku) mendadak dibelokkirikan naik ke atas sidewalk.

Now you lost your mind,” tembakku.
Ha! Don’t you hear that siren?” balas dia.

Ya, suara sirine ambulans itu terdengar dari tadi. Tapi siapa sangka bahwa Alan menabrakkan diri naik ke sidewalk demi memberi jalan ambulans yang masih agak jauh itu? Aku kalah satu set lagi.

Adegan sekian tahun lalu itu sering terdisplay lagi, waktu aku melihat ambulans di Bandungku ini, dengan sirine kencang, tapi tak berdaya bergerak. Tak satu pun pengemudi bodoh di sekitarnya yang berusaha mencari jalan yang mungkin merugikan diri sendiri, untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Memang negeri yang bertuhan dengan cara yang salah: mati itu wajar, nyawa itu murah, dan bodoh juga dimaklumi. Belum percaya? Tak jauh di depan ambulans, sebuah angkot masih sibuk menawarkan tumpangan ke calon penumpang yang pura2 tidak melihat (apalagi menjawab). Mobil rada bagus di belakangnya bisa belok sebentar ke gang kecil di depannya, tapi drivernya malah asik ngobrol. Dan kalau belum percaya, begitu suatu saat si ambulans bisa lolos dan melaju kencang, akan ada satu dua mobil atau bahkan angkot yang mengambil kesempatan untuk ikut melaju menikmati ruang lowong itu — sambil tertawa2.

Seorang teman yang baik hati pernah bertanya. Kantornya mau pasang Speedy untuk aplikasi keuangan. AM dari Telkom menyarankan untuk tidak menggunakan Speedy, melainkan solusi enterprise seperti TelkomLink. Dia heran. “Speedy katanya bagus. Kenapa dibilang nggak bagus buat aplikasi enterprise?” Mendadak aku jadi ingat kuliah singkat, dimana aku menganalogikan trafik IP sebagai mobil di jalan raya, yang ukuran, tujuan, kecepatannya bisa berbeda2. Tapi ini lain. Aku terpaksa bikin analogi lagi. “Speedy itu dioptimasi agar baik untuk general purpose. Mungkin mirip busway. Dia dimanage agar berperformansi tinggi untuk keperluan sehari2. Tapi untuk aplikasi kritis, dia bisa agak riskan. Mirip membawa pasien gagal jantung naik busway. Resikonya tinggi. Lebih baik memakai ambulans.

Temanku mengejar lagi. “Tapi TelkomLink dan Astinet juga bisa lambat kan?
Dan aku harus jawab: “Ambulans di Indonesia memang bisa lambat.

Resource kita, baik dalam bentuk bandwidth Internet maupun jalan raya, memang terbatas; sementara user tak terlalu pandai memanfaatkannya. Segala hal di negeri ini masih mengharuskan orang turun ke jalan. Jalan macet, orang stress, dan tak arif memanfaatkan resource untuk kepentingan bersama. Di Internet, kita tahu jaringan kita jelek karena kita tak mampu membeli yang terbaik di dunia, dan spektrum radio kacau karena banyak frekuensi liar, dan link ke luar negeri terbatas. Tapi orang memakai Internet bukan untuk hal2 yang lebih berguna. Tranfer file & Youtube untuk melihat hal tak karuan. Milis untuk memforward hasutan, hoax, cerita lama, humor tak lucu. Email untuk saling menipu. Ambulans di Internet pun bisa macet.

Dan blogging? Haha :). Tunjukkan bahwa blogging membuat hidup kita lebih baik. Jika tidak, berhenti sajalah.

batagor-bebersih-gasibu.jpg
Gambar: Sebuah komunitas blogger turun menyapu jalan dan memungut sampah di bawah hujan.

Cit Cit Cit

Tapi pertama, seandainya seekor tupai memiliki uang, di mana dia menabung?

Cit cit cit Citibank.

Pondok kun.co.ro makin rapuh diterpa cuaca, dan aku mulai berpikir tentang perlunya pindah ke pondok baru. Malas browsing dan mengexcel, aku memilih sebuah hosting yang berposisi unik. Lalu pindah. Tapi tak semudah itu. Domain kun.co.ro sudah expired tahun 2004 lalu, dan regisrarnya tak mau mengubah setting DNS. Jadi aku langsung memperpanjang dulu s.d. 2014. Tapi, memang tak mudah. Registrar hanya menerima pembayaran dengan Paypal. Aku punya dua account Paypal. Satu dalam poundsterling, tak bisa dipindah ke rekening rupiah. Satu lagi dalam rupiah, tapi aku non-aktifkan karena aku tak menyetujui term & condition di dalamnya. Bagaimanapun, akhirnya pembayaran bisa dilakukan. DNS bisa diubah, biarpun propagasinya sampai saat ini belum tuntas. Dan sementara itu, ke mana si tupai pergi seandainya ia mau berarung jeram?

Cit cit cit cit Citarik.

Sebetulnya aku memindah pondok pada waktu yang salah: waktu aku sedang memutuskan tak banyak membuang waktu untuk blog pribadi. Selain pekerjaan kantor, dan beberapa kegiatan lain, aku cuma punya sedikit waktu senggang di bulan ini. Dan aku pakai untuk proyek pribadi yang lain, non-blog. Jadi aku memutuskan membayar hutang ke diri sendiri: menulis tentang persepsi negatifku atas Harun Yahya. Aku bersyukur, lega. Tanpa menulis ini, nuraniku terus merasa terkhianati. Tentu, aspek lain adalah bahwa dengan tulisan itu, aku hampir membunuh sohibku, Harry Sufehmi, sekali lagi. Aku pikir aku harus mengingatkan keluarganya agar kopi, makanan, dan minuman lain harus dijauhkan waktu dia sedang baca blogku. Oh, kalau tupai kebanyakan makan kenari, jadi apa dia?

Jadi buncit cit cit cit.

Dan tentang makanan, kita harus cerita tentang Batagor. Ini Bandung Kota Blogger, komunitas muda tempat blogger kota lautan api ini berhimpun. Berkenalan dengan Batagor, aku langsung kagum bahwa salah satu ide mereka adalah melakukan kegiatan darat yang tak berhubungan dengan Internet. Blogger tak cuma pintar berkata, tapi juga bekerja. Maka mereka sepakat membersihkan sampah di Lapangan Gasibu. Balik kantor, aku punya ide untuk mencari kaos2 ex-events untuk kegiatan itu. Deniar, ketua panitia acara bebersih, setuju mengambil kaos itu. Tapi sorenya, sebuah telepon masuk ke kantor. Produser acara Indigo (untuk MetroTV) ingin meliput kegiatan Komunitas IT yang punya aktivitas sosial. Aku langsung menyebut Kegiatan KLuB di PBA, dan Kegiatan Batagor bebersih Gasibu. Mereka langsung setuju. Maka jadilah acara Batagor itu direpoti urusan liputan :). Tapi sayangnya para peliput punya tugas lain, sehingga mereka menunda meliput kegiatan KLuB. Acara bebersih sendiri diiringi hujan setengah deras. Kami berkaus Flexi, menyandang ransel berisi notebook (ada acara bloggingnya juga), memunguti sampah basah di bawah hujan. Hujan, becek, nggak ada ojek (eh salah). Dan, semuanya ceria :). Dan seandainya tupai melompat ke atas mobil, apa nama mobilnya?

Cit cit cit Citroen.

Balik ke kantor (masih kedinginan), aku lihat majalah kecil Patriot: media internal Telkom. Baca dari depan apa belakang? Tengah. Dan tampaklah TELKOM.TV (taman virtual): web inovasi Divre III untuk mendukung kegiatan komunitas. Sebalik ke belakang, tampak juga TELKOM.US: blog facility buat warga Telkom. Juga disebut TELKOM.INFO sebagai blog informasi teknologi telekomunikasi. Alhamdulillah, yang lain belum ketahuan editor majalah :). Misalnya TELKOM.CC (community centre) yang masih dipark di TELKOM.TV, TELKOM.BIZ yang dipakai untuk office works, TELKOM.TK yang mau dijadikan ensi mini — companion dari TELKOM.INFO, dan TELKOM.LAH.YAW yang masih menunggu TLD bernama YAW. Tapi tentu domain ini aku kembalikan ke TELKOM kalau diminta. TELKOM.US misalnya, sudah dibicarakan dengan Mas Baskoro of Divisi Multimedia untuk dipindah dan dikelola di sana. Yang lain, setidaknya selamat dulu dari para pembajak domain. Tapi, hey, seandainya tupainya ternyata kerja di Telkom, di mana donk kantornya?

Grha Cit Cit Cit Citra Caraka.

Blitz

Blitz di Grand Indonesia hari ini menjadi fokus. Sampel dari para blogger Indonesia berkumpul di sini: hampir 500 jurnalis personal internet se-Indonesia. Sebelum masuk elevator, sudah tampak Andika dan sebagian anggota Kampung Gajah, kemudian Rara dan sebagian anggota Anging Mamiri. Elevator mengangkat kami dan langsung melontarkan ke keriuhan Lt 8. Keriuhan penuih warna dari detik pertama itu mengalahkan kenorakan komposisi Petrushka dari Stravinsky. Teriakan kangen, salam2an, dan jepretan kamera yang yang henti2nya. Tak penting mana yang seleb dan mana yang pemburu foto: semuanya merangkap :). Jay, si warga baru Jakarta, cuma bisa senyum di antara Gajah. Idban (guru blogger-ku) kehilangan suara. Thomas berpasangan ceria dengan Lala. Panitia berkostum hitam terpelanting ke sana kemari: Budi Putra yang terus mencoba tersenyum, Enda Nasution yang tetap ramah biarpun tak mampu menghilangkan garis ketegangan :p. Lalu maklumat dikeluarkan untuk menenangkan: masuk ke hall!

Hall hanya sedikit meredam keriuhan. Aku duduk di antara para Gajah (oh ya, aku bukan anggota gerombolan Gajah, tetapi sering in touch dengan banyak dari mereka); diapit Aa Nata calon walikota Bandung (amin), dan Aa Jojo dari Telkom (RDC — kayak pernah dengar nama perusahaan ini ya, haha). Sambil bantu2 memplastiki OpenSUSE oleh2 Aa Nata, kami mulai menyimak. Pidato Enda Nasution yang bernuansa Sumpah Pemuda memperoleh sambutan seperti adat para blogger — cerita, tanpa batas, kurang santun, haha. Lalu sambutan M Nuh, Menkominfo kita, yang mendorong gerakan para blogger untuk memajukan Indonesia melalui dukungan informasi masyarakat. Menkominfo menjanjikan tahun depan akan ada Kompetisi Blogger Nasional, dan Blogger Award dari Menkominfo. Juga, tanggal 27 Oktober dinyatakan sebagai Hari Blogger Nasional. Ruang kemudian diserahkan kepada Wimar Witoelar. Wimar bukan saja berbincang dengan Budi Putra dan Enda Nasution yang berada di atas panggung, tetapi juga dengan Cahyana Ahmajayadi (Dirjen Aplikasi Telematika), Nila Tanzil, Wisnu Aryo Setio (blogger SMP yang tulisannya keren), blogger dari Poso, dll. Cahyana mengingatkan bahwa jumlah blogger 130rb masih rendah. Ia menantang untuk meningkatkan menjadi setidaknya 1 juta, dengan terutama menggerakkan komunitas pendidikan sebagai tulang punggungnya.

Sesi makan siang menjadi ajang Kopdar. Aku tentu menikmati sesi ini dengan melakukan blogger-walking (bukan blogwalking): menemui aneka blogger dan bertukar satu dua kata, sebelum lompat lagi ke blogger lain. Ada Ady Permadi (Big) yang menjadi host untuk kun.co.ro dan telkom.us. Firman Firdaus masih juga pendiam. Rendy gundul baru manasik. Eko Juniarto sibuk dengan kameranya. Rovicky yang murah senyum sibuk menjawab pertanyaan (atau interview?). Tika Banget berkeliling menyalami semua orang. Viking Karwur serius. Boy Avianto tanpa penutup kepala. Dan satu lagi. Dan satu lagi. Dan satu lagi. Sayangnya tak bisa lama. Terlalu banyak orang2 menarik yang pingin aku temui. Trus antri lunch bareng Priyadi, si Mr Serius yang selalu bernuansa warm, dan lunch-nya sama … ya ampun, gerombolan Gajah lagi :p.

Atas ajakan Priyadi, aku bergabung pada sesi Teknologi. Blog Teknologi dan Teknologi Blog. Yang diperbincangkan platform yang ditawarkan Microsoft untuk mempermudah komunikasi online, khususnya blogging. Lalu beberapa masalah seperti security dan traffic. Aku diminta Priyadi bercerita tentang sukaduka menjadi CBO sebuah perusahaan berbasis teknologi yang banyak punya customer dan dengan demikian banyak menuai kritik. Dan untuk ceritaku, Risman Adnan dari Microsoft memberi hadiah sebuah Windows Vista Business berlisensi. Hey, dalam satu hari aku dapat dua OS Keren: OpenSUSE terbaru dan Vista Business terbaru. Makasih ya :). Ada yang mau ngasih Leopard yang baru launching itu?


Sumber: Oom Thomas Orangescale

Masuk lagi ke hall, hasil diskusi (hah, tadi itu diskusi?) itu disampaikan. Di atas panggung ada Maylaffayza, Nukman, Nila Tanzil, Priyadi, … siapa lagi ya? Kok sebagian besar temen2 di Facebook ya? Maaf tak sempat saling sapa :). Dipandu Wimar, tentu. Lalu pengumuman Blog Terpopuler pilihan. Eh, sebelumnya, terima kasih buat siapa saja (entah siapa) yang bisa2nya membuat salah satu blog-ku: koen.telkom.us, masuk ke nominasi. Masuknya ke kategori bridge blog, yaitu blog yang ditulis dalam bahasa Inggris. Duh, malu sebenernya. Untuk bridge blog ini, pemenangnya akhirnya Enda Nasution, yang sekaligus akhirnya juga menjadi pemenang Blog Terpopuler. Kemudian hadiah2 dari sponsor :). Anita mendapat Blackberry imut dari XL — dih, curang.

Informasi lain, sila simak di web resmi Pesta Blogger: pestablogger.com.

Seperti juga Petrushka yang langsung dimulai dengan riuh tetapi berakhir dengan senyap; Pesta Blogger ini juga berakhir senyap dan tenang. Ruang harus dikosongkan untuk kegiatan komersial. Satu per satu peserta meninggalkan hal, berfoto lagi, berceria lagi, dan turun sedikit demi sedikit. Dan ruang pun lengang kembali. Secara masih lapar, kami kabur cari makan ke Plasa Indonesia.

Di Plasa Indonesia ada acara kejutan. Tak sengaja kami bersua Luigi Pralangga yang akhirnya bisa juga mencapai titik Pesta Blogger, biarpun sangat terlambat, dikawal Viking Karwur. Tokoh ini sama cemerlangnya dengan blog yang diasuhnya (pralangga.org), dan santun sekali.

Gambar2 bisa dilihat di Flickr: flickr.com/photos/tags/pb2007

Pesta usai. Tapi banyak komitmen baru untuk kegiatan baru. Kami tidak mau menunggu Indonesia Bangkit. Kami, Para Blogger Indonesia, mau membangkitkan Indonesia.

7 Years of Highly Defective Blogging

Lalu apa yang terjadi selama 7 tahun blogging? Kedangkalan, yang juga sekaligus mencerminkan hidup kita. Kita — penulis blog ini dan orang2 yang sempat membacanya. Dan pendangkalan itu bukan prestasi besar yang diraih dalam semalam saja.

Blog pernah menjadi sarana berkomunitas yang menarik. Dulu satu blog digunakan bersama untuk saling berkomentar, sebelum ada sistem commenting resmi, plus trackback, plus agregasi, plus blog network. Blog juga bisa jadi sarana membuka diri buat orang yang dalam kehidupan sesungguhnya tak pernah mampu mengungkapkan dirinya (bukan, ini bukan sebuah kekurangan, kalau kita ingat bahwa perspektif kita justru lebih tajam saat kita melatih menangkap yang non-verbal). Blog, tentu, bisa jadi penyimpan kenangan. Saat CFS meretakkan banyak sendi ingatan dan merencah konsentrasi (terutama 4 bulan terakhir ini), beberapa cuplikan kisah di blog serasa mengaitkan kembali pada hal2 berharga yang sering tanpa sengaja terpendam (I miss u, Dad). Hal2 yang begitu dangkal, begitu personal, begitu tertutup, begitu chaotic, begitu miskin. Tak salah kalau seorang pelawak menuding blog hanya sebagai trend sesaat: bukan sebagai bagian dari narasi2 besar (yang justru selalu kita tertawai di sini, di blog2 ini), bukan bagian dari revolusi informasi (yang lebih tampak sebagai narasi yang dibesar2kan), bukan bagian dari pembangun mentalitas bangsa (yang lebih sering digunakan untuk lawakan yang lain lagi).

Blog hanyalah kekitaan. Kekinian. Kefanaan. Gue banget. Dan 7 tahun berlalu. Sungguh buang2 waktu. Yuk, kita rayakan, seperti juga kita merayakan hari2 yang berlalu dalam hidup fana kita. Hidup tanpa narasi besar, tapi selalu kita resapi proses mengalirnya yang indah. Dan kita syukuri dengan senyum kepada-Nya.

%d bloggers like this: