Malaysia

Malaysia

Kita bukan cuma serumpun. Kita bersaudara. Ada masanya persaudaraan itu manis, saat kita berbincang hangat, saat kita saling mendukung, saat kita tertawa renyah menertawai nuansa budaya kita. Namun ada pula saat dimana kita saling menyakiti. Dan — kita paham — yang ternyeri dari segala sakit adalah tusukan dari kata dan perilaku saudara kita sendiri. Tapi kita sudah sama dewasa. Kita paham bahwa persaudaraan memang harus berhias kehangatan dan kebekuan, kesejukan dan bara panas, kata manis dan pekik makian menusuk. Kita paham bahwa itu tidak akan merusak persaudaraan kita.

Tak ada gunanya mengenang kesalahan generasi sebelum kita, generasi yang pernah dan mungkin kini tengah memimpin kita. Itu bukan kita. Kita adalah generasi baru yang siap membawa bangsa dan tanah air kita maju menjadi pusat kemajuan dunia. Yang penting bagi kita adalah kerja sama, berbagi sumberdaya, bertukar dukungan, memperkuat jabat erat, melupakan segala remeh-remeh yang hanya akan melalaikan kita. Ambalat bisa kita bincangkan sambil becanda. TKI bisa kita seriusi sambil bertukar aroma kopi pagi. Batik, dan segalanya, bisa kita pecahkan sambil bergurau. Makianku di Twitter dan Facebook — lupakan sajalah. Dan pelesetan Indonesia Raya-mu yang berselera rendah itu, kita lupakan juga. Seperti kata kami: Bhinneka Tunggal Ika — kita memang berbeda, tetapi kita sama. Atau kata kalian: Bersekutu Bertambah Mutu — kita akan bawa sinergi kita memajukan negeri-negeri kita.

Jadi, untuk Saudara-Saudariku di Malaysia: SELAMAT MENYAMBUT HARI MERDEKA. Ha, merdeka — kata yang menyemangati dan membanggakan, kata yang hanya dimiliki Bangsa Indonesia dan Bangsa Malaysia. Bangga memiliki Malaysia sebagai saudara dan tetangga kami. Majulah Malaysia, Jayalah Indonesia, Malaysia Bisa, Indonesia Boleh!

105 Comments

  1. Hidup itu kompleks pak kuncoro, yang saya sendiri ga tau anda orang mana? Malay or indonesian.

    Intinya klau orang tua anda diplesetkan dan diperkosa apa yg menjadi miliknya apakah anda bisa dengan mudah menerima???

    Karena bagi saya indonesia adalah tempat saya dilahirkan dan indonesia adalah negara yg ditakdirkan saya untuk hidup diatasnya, karena indonesia adalah ibu pertiwi yg menjaga saya, dan akan saya jaga apa yg ibu pertiwi punya karena saya anak bangsa cinta indonesia.

  2. Bara

    Salam,

    Saya stuju dengan bung isp, klo udah hal yang sangat mendasar yang terdapat dalam kehidupan kita yang di lecehkan, apalagi yang anda punya???

    Sudah ga ada,….!!!

    Ingat bung Kuncoro, sabar,…… itu ada batasnya!
    Memang mungkin kita bersaudara, tapi,… klo saudara kita yang satu ini emang udah dari awalnya KURANG AJAR, apa ga sebaiknya sesekali kita kasi “PELAJARAN”.

    Memang di ajaran agama manapun, mengajarkan kesabaran bagi umatnya, tapi kita ini manusia biasa, bukan Nabi. Jadi apa salahnya jika kita mempertahankan “HARGA DIRI KITA SEBAGAI WARGA NEGARA RPUBLIK INDONESIA”??

    Apakah itu salah, klo kita mempertahankan harga diri bangsa?

    Saya dari dahulu,…. tidak pernah suka dengan MALAYSIA.
    Mereka dari dulu selalu berusaha “menguasai” apa yang ada di Indonesia, mereka maniak!

    “KAMI HANYA INGIN MENJAGA MARTABAT BANGSA INDONESIA”

  3. Mantap Mas Koen… semoga perseteruan dua bangsa ini ini secepatnya dihentikan.. entah di mana makna kata `serumpun` itu sekarang

  4. Ah kita nya aja yg bodoh, mau diprovokasi ama orang2 nggak jelas.

    Mestinya kita sadar, 60-70-80-100 tahun yang lalu, gak ada itu batas antara Indonesia dan Malaysia, karena kita itu satu wilayah Nusantara. Semenanjung itu namanya Malaya, Singapur itu namanya Tumasik. Kita mau pergi ke Malaka nggak perlu cop paspor, gak ada itu imigrasi. Imigrasi itu kan bikin-bikinan penjajah Belanda/Inggris aja.

    Coba kita tanya orang2 Malaysia, kakek atau buyut mereka asalnya dari mana. Pasti jawab : Dari Jawa, alias dari Indonesia. Aku kenal profesor dari UPM, kenal dari ikut conference, dia seneng banget kalau rombongan orang Indonesia ini pada ngomong Jawa, karena kakek dia itu asalnya dari Jepara.

    Sudahlah, gak usah dibahas2 lagi. Kalau memang Indonesia itu bangsa yang kaya dan besar, ambil aja semua kekayaan kita. Toh kita gak rugi. Malaysia penduduk cuma 30 juta, gak bakal mereka bisa ngurus kekayaan seluas Indonesia, toh nantinya mereka juga yang minta tolong ama kita :) Kalau gak percaya, tanya aja orang Malaysia siapa itu yang dulu bikin Petronas Twin Tower, jawabnya orang Indonesia yang bikin, karena pekerja Malaysia gak ada yang berani kerja di ketinggian segitu :P

    Nasionalisme boleh saja pada batas tertentu, tapi apakah harus membabi buta seperti itu, sehingga nggak ada wacana bagi kita utk berpikir kritis, dan coba melihat sejarah Nusantara minimal 100 tahun yang lalu.

    Satu hal lagi, orang Indonesia dan Malaysia itu terkenal sebagai umat Islam yang paling baik akhlaknya. Coba lihat rombongan haji Indonesia dan Malaysia di Mekah, pasti kelakuannya sopan-sopan dan jaga adab. Apakah gak kepikiran, kalau urusan “konflik-konfilik”an Indonesia-Malaysia ini hanyalah taktik utk mengadu domba umat Islam dari kedua negara yang paling beres sedunia ini, karena mereka gak tahan melihat kita bekerjasama ? Termasuklah ini satu pake ama terorisme di Indonesia ini.

    Katanya kita disuruh kritis, tapi kalau urusan Malaysia, urusan terorisme, urusan Islam, kenapa kita kok membabi buta ? mana kritisnya ?

  5. Biarkan hidup bersama … saat saling mencaci, kita yg cuma rakyat jadi bingung, apalagi jika anda punya keluarga yg terpisah hanya karna kesepakatan garis perbatasan

  6. gw bales malingsia yang melecehkan indonesia raya… Negaramu Tanah tempatnya malingku, Rakyat hidup mencuri dan maling indonesia bahagia kami takrelakan, Rakyat kita selamat mencuri, indonesia bahagia rakyat curikanlah Raja kita budaya tetangga fuck malingsia…..

  7. Ya, semuanya bisa diperbincangkan. Tapi kalau kejadiannya selalu berulang dan berulang, sudah sepantasnya kita bertindak tegas. Sama-sama dewasa iya, tapi terkadang anak kecil malah lebih paham mana yang baik dan mana yang buruk ketimbang orang dewasa. Jadi tegas itu harus, anak kecil maupun orang dewasa juga bisa gila otaknya kalo tidak tegas dibimbing dalam hidupnya.

  8. Kalau tidak ada kerikil rasa kebangsaan ini tidak muncul

  9. Yayu

    Pak Kuncoro Yth. Kalau dari nama sepertinya Indonesia/Jawa, tapi benar tidaknya tidak tahu, seperti juga Malaysia yang sukanya pinjam juga mengambil milik Bangsa Indonesia. Jadi bisa juga P. Kuncoro sebenarnya Malaysia, memakai nama Indonesia untuk menulis comment seperti tsb tujuannya supaya Bangsa Indonesia berantem sendiri. Itu mah taktik Jadul. P. Kuncoro sudah sangat jelas, bahwa didalam aturan, baik Negara atau agama, bahwa memperlakukan tetangga dan keluarga kita, apalagi berkaitan dengan Ibu kita sangat berbeda secara significan, kalau tetangga kita selayaknya silahturahmi bila tetangga nya baik, tetapi bila tetangga yang memutuskan silahturahmi karena sudah melecehkan martabat Ibu kita ya sudah, kita tidak masalah, karena yang tidak baik adalah yang melecehkan kita, memutuskan silahturahmi itulah tetangga kita, tapi jika Ibu kita yang melahirkan kita, membesarkan kita, menjaga kita siang dan malam tidak kenal lelah, diserang/dilecehkan/dihinakan oleh tetangga yang tidak tahu diri, sok kaya, angkuh, jiwanya penuh dengan dengki, alangkah durhakanya kita sebagai anaknya tidak membelanya. Jadi P. Kuncoro jika memang anda dilahirkan oleh Ibu Pertiwi/Bumi Indonesia, itulah gambaran Bapak sebagai anak Indonesia yaitu “Durhaka” dan anak ini tidak ada manfaatnya bagi orang tuanya, hanya merugikan orang yang melahirkan dan membesarkannya, sebagai sampah masyarakat, karena hanya doa anak yang sholeh yang bisa menghadirkan Surga bagi orang tuanya. Harapan saya P. Kuncoro yang disini adalah Malaysian ” Malingsia ” Malingnya di Asia, buka P. Kuncoro Indonesian. Wass. Terima kasih

  10. wuah…posting seperti ini nih yg bikin adem…

    Karna kalo Indonesia – Malaysia berantem…jelas yg paling seneng “negaranya si bos” itu ;)

  11. Jana Pradana

    Indonesia adalah tanah airku, dimana aku dan seluruh leluhurku di lahirkan, tempat dimana aku hidup dan mencari penghidupan bagi seluruh keluargaku.

    Oleh karena itu hati ini merasa tersayat-sayat kala melihat hampir semua unsur yang ada di negeri tercinta ini di injak-injak oleh bangsa yang mengaku sebagai “Saudara Serumpun”

    Bayangkan saja mulai dari pasir, laut,teluk,batik, tari,kesenian lain, TKI,dan bahkan sekarang Lagu Kebangsaan”. Kesabaran ada batasnya bung Kuncoro, apakah kita pernah mengusik “Saudara Serumpun” kita itu, kenapa selalu kita yang di usik??????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Kalau Anda orang Indonesia saya mau bertanya ” Dimana rasa Nasionalisme anda???????????????”
    Kalau Anda orang Malaysia saya mau bertanya ” Dimana Hati Nurani Anda?????????!!!!!!!!!

    Anda tidak perlu menjawab pada saya Bung, coba jawab dengan jujur pada hati kecil anda sendiri.

    Buat Saudaraku Orang Indonesia, mari kita gelorakan kembali “GANYANG MALAYSIA”
    HIDUP iNDONESIA…………………..

  12. ichwan faril

    asal jangan masuk rumah n ambil barang rumah tetangga sembarangan aja…emang siapa die….

  13. UdinGan

    Malaysia negara yang tidak punya rasa terima kasih… negara miskin ide, miskin kreativitas…

  14. indonesia tetep indonesia
    eh sepintas kok pasrah :)

  15. kita? elo kali koen, gue enggak :D

  16. Hello. Ini aku, Kuncoro, a.k.a. Koen. Sorry, baru sempat approve comment rekan2 semua. Maaf, masih harus pakai moderasi. Banjir spam euy.

    Aku orang Malaysia atau Indonesia? Jelas Indonesia donk. Kenapa orang Malaysia mencuri budaya kita? Sebagian dari mereka memang tidak berbudaya. Pola pergaulan mereka, di satu sisi adalah mengejek, mencaci maki, saling membalas, membual, dan mengakui milik orang sebagai miliknya. Di sisi yang lain ada yang malah mengangkat radikalisme agama. Betul2 ciri bangsa rendah diri. Orang Indonesia, beranikah menampilkan ciri yang berbeda? Tunjukkan budaya yang tinggi. Tunjukkan agama dengan ketinggian batin. Jangan terganggu oleh hal-hal kecil. Kejahatan cukup dibalas dengan keusilan: “LOE NGGAK SEKELAS GUE, BO.” Orang berbudaya seperti aku, jelas orang Indonesia.

    Buat teman2 yang tak ikut melihat diskusi soal ini di Twitter, dan mendadak melihat pesan seperti di atas, pasti kaget. Syukurin, hah hah :).

    Dan buat saudari-saudaraku nan jauh di mato namun dekat di hati: INILAH CARA INDONESIA MEMBALAS PERLAKUKAN KALIAN. KAMI KEREN. KAMI BERKELAS.
    Satu lagi:
    Kami mengerti mengapa tuan dan puan meng-claim “Batik belongs to Malay, Ambalat belongs to Malay, Keris belongs to Malay, All Indonesian Creativities belong to Malay.” Tidak apa-apa. Kalau semua habis, kami hanya akan membalas satu kali saja: “ACTUALLY, MALAYSIA BELONGS TO INDONESIA.”

    Sekarang, mohon hentikan semua kebodohan, kegoblogan, ketololan, kedunguan kalian. Kita punya tantangan nyata. Mau bekerja, atau mau mengurusi soal-soal sepele macam ini? Maaf, aku cuman sempat meluangkan beberapa menit untuk gossip tetangga ginian. Banyak kerja yang harus dilakukan untuk memenuhi sumpahku untuk negeriku.

  17. TAN MALAKA

    eh kuncoro, lo gak ngerti juga ya.. malaysia itu udah nyolong apa yg jadi hak negara lain, jangan ngebela dia. lo sendiri ngakunya INDONESIA tapi coba loliat lagi comment lo sama saudara lo sendiri. pantes gak si? demi menyanjung malysia lo ngeluarin kata2 kaya gitu “KEBODOHAN,KETOLOLAN, KEGOBLOGAN,KEDUNGUAN KALIAN” bukan begitu perlakuan seorang saudara!! gue bacanya aja sampe muak. kalo mereka ngeritik lo, itu semata-mata karena mereka cinta negara dan bangsanya… cinta budaya, kesenian dan kepulauannya. lo ngak punya rasa sensitifitas terhadap itu. bagi mereka dan gua cinta dan kehormatan negara diatas segalanya… termasuk semangat “persaudaraan” yg lo maksud.. kecewa gw ada orang yang ngakunya INDONESIA tapi GAK INDONESIA…!! PAHAM LO

  18. Aku marah melihat orang2 berotak cemerlang membuang2 waktu di forum, mail list, dll, bahas ginian tanpa solusi. Cuman memenuhi emosi. Sementara Tuhan mengamanahi kecerdasan itu untuk bekerja keras mencemerlangkan negeri.
    Orang marah mudah khilaf. Mohon maaf.
    Tapi mudah2an inti pesanku sampai. Jangan mengikuti budaya rendah. Kita punya negeri yang keren, rakyat yang pejuang tangguh. Kita sinergikan untuk maju.

  19. mungkin ini menurut anda hal seperti ini tidak perlu diperdebatkan dikarenakan kita masih serumpun. hemmm Anda belum lihat diberita-berita hari ini bila TKI kita diperlakukan tidak manusiawi…
    Saya masih bingung dengan cara berpikir Anda???

  20. Saya kok masih belum mengerti cara berpikir Anda???

  21. Nggak pa-pa. Masih banyak yang harus diperbincangkan. BTW, sampai saat ini rakyat Timor Leste masih terus menyalahkan rakyat Indonesia karena kemiskinan dan keterpurukan mereka. Pandangan konyol. Bahkan di masa orde baru pun, bangsa Indonesia dijajah rezim Soeharto. Tapi mereka nggak mau tahu. Yang penting, memaki Indonesia membuat mereka lega — biarpun mereka tidak bekerja untuk memecahkan masalah mereka sendiri.

    OK. Malaysia. Apa sih maunya Pemerintah Malaysia? Tentu saja ingin meningkatkan bisnis negeri mereka: menarik investor, partner bisnis, turis. Mengklaim budaya merupakan satu langkah untuk ini. Langkah lain adalah memaksakan stabilitas; misalnya dengan melakukan opresi terhadap rakyatnya sendiri (etnik non Melayu misalnya, juga tingginya kekangan terhadap press dan blog). Dan tentu langkah yang amat penting: menciptakan citra tidak stabil pada negara2 yang menjadi kompetitor bisnis, i.e. negara tetangga.

    Entah mereka serius mau merebut Ambalat (setelah mencuri SIpadan & Ligitan) dan sekian ratus (lebai) budaya kita. Tapi mereka memang ingin dunia melihat Indonesia yang berisi orang2 marah, demonstran emosional, hacker pembobol situs, rakyat anti peran asing, pendukung teroris (yang diekspor entah sengaja atau tidak dari Malaysia). Sialnya, citra yang ingin mereka bentuk itu sedikit banyak berhasil. Kenapa? Karena bangsa Indonesia yang sebenarnya cerdas dan keren itu juga emosional: mudah dibikin marah, kesal; ogah mengendalikan emosi.

    Entry blog seperti di atas direncanakan di Twitter dengan satu tujuan: mencoba menunjukkan bahwa kita tak terpancing. Bahwa kita memang keren dan berkelas.

    Sorry, tampaknya tak berhasil.

    Dan mudah2an kita tak berusaha untuk saling mengerti. Aku menyukai perbedaan.

  22. :)

  23. Loh.. malaysia udah merdeka toh.. kirain masih jadi persekutuan inggris :D

  24. Salam buat Mas KOen dan semua komentator diatas, apapun pendapat yang diberikan oleh para Komentator diatas merupakan rasa kekesalan yang alamiah dan hal tersebut wajar, tetapi apa yang dikatakn mas KOen pun ada baiknya, kita sudah dewasa dan kitapun sering mendengar kalimat classic “Segala sesuatu sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin”.. dan kali ini tidak ada salahnya apabila kalimat tersebut kita gunakan dalam menghadapi masalah terhadap Malaysia…. permusuhan dan kekerasan bukanlah hal yang tidak baik..?? oleh karena itu kenapa kita tidak menggunakan cara dan strategi lain yang lebih mencerminkan Indonesia yang Sopan dan Berpendidikan…. :-)

  25. maaf ada kesalahan pengetikan pada kalimat “permusuhan dan kekerasan bukanlah hal yang tidak baik..??” seharusnya “permusuhan dan kekerasan bukankah hal yang tidak baik..??” :D

  26. Kaum yang minder atau yang mencoba dewasa kadang jadi serba tanggung dengan berbagai prilaku. Dari bule dianggap dewa hingga diri disepertikan mereka.

    Sepertinya prilaku kompensasi rasa minder yang sama dianut bangsa kita, tapi beda keluarannya. Cuma ya perlu direspon sewajarnya supaya tidak membahayakan…

    Semoga proses terus berjalan dan kita semua sama-sama merdeka dari rasa minder dan berani tegak dengan apa adanya.

  27. Selamat merayakan kembali menerima hadiah kemerdekaan :lol:

  28. zain

    sepakat dengan mas koen

  29. PUTRA PERTIWI

    Malay negara tak punya jati diri. budaya orang laen di claimnya pnya dia, dimana otak lo malay

  30. PUTRA PERTIWI

    MAKAY TAK PUNYA JATI DIRI

  31. Nopa_Nopi

    Semoga dengan adanya forum ini.. kita dapat mengetahui kekurangan2 pada diri kita. Saya kagum banget dengan rasa nasionalisme temen2 semua, aku juga menerima cara berpikir bang koen yang menghadapi masalah tidak selalu dengan emosi.. Coba kita leburkan menjadi satu cara berfikir kita, insyaALLAH solusi akan kita dapatkan… BERSATULAH INDONESIAKU…!!!

  32. adex

    Malaysia Memang negara Yang Bodoh,… Karena suka mencontek Budaya Negera lain,… Fuck you Malaysia

  33. BUKAN SIAPA-SIAPA

    OK…
    Lepaskanlah inggris, cemerlangkanlah pikiranmu, bangunlah negerimu sendiri, jangan hanya mengambil milik orang, pupuklah persahabatan hyang indah. Dimana semua orang hidup makmur…
    Saya sudah capek mendengar kabar malaysia, yang bahkan dimaki menjadi “malingsia”. Terbukti kan? Kalau mau bersahabat, oke silahkan boleh! Asal jadilah negeri tetangga yang baik seperti Brunei Darrusallam. Insyaallah bisa…. Tolong dibalas yah puisi ini…

  34. rakyat dalah kekuatan negri ini bukan mereka yg selam ini dan sampai saat ini kita cap sebagai korup (pemerinatah). kitalah yang menentukan masa depan bangsa ini. militer kita tdk mungkin sanggup menghadapi kekuatan gabungan inggris malaysia, australia. rakyat harus turun berjuang brooo

  35. ngantuk

    waaaaaaaaaaahhh ngantuk dah
    ngomongin ini itu sama saja
    nyari sensasi ato konpirasi
    dibummbui banyak sikap sok nasionalis dan skeptis
    mending tidur sambil dengerin lagi mbah surip
    trus pergi sore buat ngabuburit
    hoaammm

  36. AMER

    kuncoro lo bloon banget, lu yakin dengan yg lu tulis,,, lu kuncoro asli indonesia ape blasteran malaysia?????

    Gue, si Anak Betawi Indonesia

    Amer

  37. soekarnoisme

    Ini dadaku, mana dadamu?

    Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi
    Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi

    Kalau Malaysia mau konfrontasi politik
    Kita hadapi dengan konfrontasi politik

    Kalau Malaysia mau konfrontasi militer
    Kita hadapi dengan konfrontasi militer

    Soekarno, 1963

    TUNDUK TERTINDAS ATAU BANGKIT MELAWAN… KARENA DIAM ADALAH PENGHIANATAN!! TIDAK ADA KATA MERDEKA UNTUK MALAYSIA… JIKA SUKA MENCURI MILIK TETANGGA!!!! MALAYSIA (MALing budAYa indoneSIA)

  38. betul bung isp,saya dukung bung,kun coro ini org mana sh?seolah2 hny berpangku tangan melihat negara kita kemalingan.kenapa sy mengatakan anda berpangku tngn?krn anda tdk melakukan satu apapun utk mengendalikan maling.coba anda bayangkan,bila dirumah anda istri anda digerayangi tetangga sendiri dan istri anda melapor ke anda tp anda hny bilang “kita tetangga,gak papa lah??”so,jaga omongan anda bung

  39. huuummm~~ sepertinya semuanya udah terlalu membenci malaysia yaahh.. tapi mungkin sebaiknya rasa kebencian itu di limpahkan menjadi sesuatu hal yang berguna.. meningkatkan kepedulian kita terhadap segala sesuatu yang ada di Indonesia, misalkan untuk para hacker mungkin daripada cape” hack situs malaysia kenapa kepandaiannya itu dimanfaatkan untuk membantu kenegaraan saja?? mari kita buktikan secara nyata dan terkendali bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang bermoral tinggi.. ^_^

  40. Terserah mau ngantuk mau bobo. Aku sih udah beberapa malam lupa bobo, dan udah lama mengurangi bobo. Negara ini perlu orang berpikiran muda yang mau kerja terus menerus, lupa siang malam, melupakan cita2 hidup nyaman dan umur panjang, mengingat amanah untuk menjaga dan memajukan negerinya. Sorry ya. Kita memang beda.

  41. Amer. Gue emang bloon, gue sakit melulu, gue pelupa, dll, dll. Semua juga udah nyaho. Tapi apa yang tersisa di badan ama pikiran, gue pakai buat memajukan negeri. Gue nggak pingin disetujui loe, nggak pingin diiyain loe, nggak pingin punya temen kayak loe. Gue Kuncoro, anak Indonesia, nggak urusan soal etnik betawi, jawa, sunda, dll. Blasteran Malaysia pun, orang Malaysia asli pun, kalau mau mencintai Indonesia dan mau bikin maju Indonesia, gue jadiin temen, sahabat, saudara. Yang kayak loe mah, gue nggak pingin kenal. Ngerti nggak? Sono pergi.
    /* Nggak bakat ya nulis kayak ginian. Kaku amat gaya bahasanya. */

  42. Eh, yang maki2 Malaysia :). Awas kalau nabung di Bank CIMB Niaga. Atau pakai XL. Atau beli bensin Petronas. Harus konsisten ya! Tunjukkan ketidaksukaan kamu dengan berani memboikot produk Malaysia. Lalu buat karya yang lebih bagus buat negeri ini. Maki2 itu buang2 waktu, dan bikin kita lalai memanfaatkan kecerdasan kita (untuk tidak menyebut kata2 yang bakal kusesali lagi).

  43. hehehe ;-)

  44. Betul kata Pak Koen…mari kita boikot Product Malaysia, kembalikan TKI kita ke Indonesia, kalau mereka meminta TKI nggak usah dilayani deh, masih banyak koq kerjaan di Indonesia, ada di Papua, Sulawesi dll…

  45. ruston

    selayaknya tetangga mestinya harus saling menjaga,saling menghargai dan menghormati.orang boleh melakukan kesalahan tapi tentu tidak melakukan kesalahan yg sama untuk kedua kali sebagaimana malaysia yg kembali dengan sengaja melakukan kesalahan yg sama untuk kesekian kali…..kasian sekali malaysia demi kejayan bangsanya dia rela merobek harga dirinya sendiri yg dengan sengaja ingin merampas sesuatu yg bukan menjadi haknya.oke, kita adalah negara serumpun,kita adalah bersaudara,kalau memang malaysia membutuhkan sesuatu kenapa harus mencuri barang saudaranya sendiri?

  46. anto

    walah, pak SBY aja teriaknya g begitu2x amat, kenapa kita malah saling teriak.

    toh, teriak2x gitu jg g bikin malaysia kapok…

    pengin tau cara mudah bikin kapok tetangga sebelah…???
    BOIKOT semua produk malaysia,
    pulangkan TKI,
    KEMBALIKAN NURDIN M. TOP (biar dia bs berkarya disono)
    pulangkan orang2x malaysia,

    KASIH HADIAH LEBARAN (BOM+NUKLIR klo perlu,)
    kirim sampah, tai, keple, germo, gigolo, bencong, wong edan, ke sana…..
    kirim para KORUPTOR buat jd TKI
    biar tambah ancuuuuuuuuur…..

    biar indonesia bebas dari PEKAT…..
    biar indonesia bs bersih dari korupsi…..

    jgn cm teriakin malaysia, TERIAKIN pemerintah INDONESIA jg dong, biar bpk2x yg duduk santai di jabatannya mulai berfikir indonesia kaya, dan perlu di junjung tinggi harkat&martabatnya….
    g cm pinter ngapusi+KORUPSI
    =))=))

  47. Ajeng

    Di beberapa hal saya setuju banged dengan pendapat pak Koen, mengenai bagaimana menyikapi pelecehan2 sebagian orang malay, kita jauh lebih bermartabat dari mereka yg sukanya hanya melecehkan bahkan mengambil serta mencuri milik kita,

    tapi menanggapi tulisan:
    “Terserah mau ngantuk mau bobo. Aku sih udah beberapa malam lupa bobo, dan udah lama mengurangi bobo. Negara ini perlu orang berpikiran muda yang mau kerja terus menerus, lupa siang malam, melupakan cita2 hidup nyaman dan umur panjang, mengingat amanah untuk menjaga dan memajukan negerinya. Sorry ya. Kita memang beda.”

    Saya rasa pak Koen terlalu sombong,
    kita kan satu Indonesia, Saya bisa menangkap bahwa semua komentator di sini bertujuan 1, dan wujud kecintaannya terhadap Ind.

    SEMANGAT semua, dimulai dari diri kita sendiri, kita bikin malu Malaysia dengan Keberhasilan2 kita…

  48. Prima

    kita tidak bisa terima begitu saja . ini soal harga diri bangsa indonesia . malaysia diibaratkan sebagai kawan yg sewaktu waktu menusuk dari belakang . seandainya presiden menyerukan perang melawan malaysia , maka saya siap berperang melawan malaysia. saya yakin rasa nasionalisme warga indonesia lebih besar dibanding org malaysia . untuk itu , kawan kawan marilah kita serukan GANYANG MALAYSIA.

  49. Prima

    kita tidak bisa diam begitu saja . sebagai anak bangsa yang dilahirkan ditanah air ini , kita harus membela tanah kelahiran kita , supaya harga diri bangsa kita tidak diinjak injak oleh malaysia . sepertinya kata serumpun sudah tak berlaku lagi saat ini , malaysia hanya diibaratkan sebagai kawan yang menusuk dari belakang . jangan karena kita serumpun seenaknya saja kau mengambil harta kekayaan negeri kami . kami siap berperang melawan malaysia . saya yakin kawan kawanpun pasti bersedia untuk berperang melawan malaysia . boikot segala bentuk yang berhubungan dg malaysia mulai dari lagu, budaya, film, dan produk mereka . kita jangan mw kalah dari mereka masih banyak film film dan produk negeri kita yg berkualitas .

Leave a Reply

%d bloggers like this: