TKI ITT dan Mobile Content

Aku menjalani Hari Pendidikan Nasional di Politeknik Telkom, Bandung, 2 Mei lalu, sambil memperkenalkan beberapa aplikasi pendidikan. Tapi, mumpung lagi di Dayeuhkolot — sarang Mr Ary Murti, maka sekalian kita bikin acara koordinasi IEEE Comsoc Indonesia Chapter (aku harus bikin singkatan untuk chapter ini, kayaknya); sekaligus mini reuni TE Unibraw antar angkatan. Di tengah koordinasi merangkap reuni itu, beberapa mahasiswi ITT menginterupsi, minta aku memberikan Kuliah Umum tentang Mobile Content. Sungkan menolak di depan Mas Ary, aku iyakan saja (haha, dan itulah alasan sesungguhnya).

Institusi pendidikan di Bandung itu agak lucu. UPI jadi contoh yang lucu, tentu saja. Tapi ITT juga. Sore itu aku dapat SMS: “Berapa kira-kira biaya pembicara, termasuk transportasi dan akomodasi.” Halah, kayak ini event komersial aja :). Aku jawab aja: “Sila mengajukan surat permintaan ke Telkom; jadi urusan honor, transportasi, dan akomodasi ditanggung Telkom — kan sesama penyandang nama Telkom. Plus saya jadi nggak harus cuti.” Hi-hi :).

Seminarnya akhirnya berlangsung tanggal 19 Mei lalu. Tepat di tengah salah satu minggu paling sibuk tahun ini. Tanggal 19 itu kebetulan ada 3 acara, dan semuanya di Bandung. Penyelenggaranya adalah Fakultas Informatika ITT (sudah jadi fakultas sekarang, dengan dekan yang masih sangat muda: Mr Fazmah Arif), dan acara itu adalah bagian dari Temu Keluarga Informatika (TKI) ITT, di samping beberapa acara lain seperti pameran.

Materinya cukup panjang. Beberapa menit awal bercerita tentang mobile phone dan teknologinya. Kemudian melompat ke depan — ke masa mereka lulus atau nanti menulis skripsi. Tentu cukup sering juga ditulis di blog ini: NGMS, context-awareness, pervasive mobile communication. Kemudian balik ke masa kini: membandingkan platform operasi dan pengembangan smartphone (Symbian, RIM, Apple, WM, dll, dll). Pertanyaan dari mahasiswa meliputi soal regulasi dan konsumen, teknologi (OFDMA), Mobile 2.0, plus aspek sosial. Wuah, komplit nie. Keren.

Selesai seminar, aku menikmati pameran. Hey, sia2 aku bikin materi seminar. Aplikasi2 dari mahasiswa itu keren2. Buat apa diceramahi lagi, coba? Ada beberapa yang aku pikir bisa mulai diangkat atau diagregasikan jadi sebuah bisnis. Kelihatannya harus ada kunjungan lebih lanjut ke ITT :).

Perjalanan diteruskan ke Japati (uh, lapar). Mr Widi jadi speaker, dengan moderator Mr Prama; menyajikan arah pengembangan content & application ke para stakeholder. Dilanjutkan (dengan jeda sesi mi kocok) dengan meeting tentang [eh, kalau ditulis terus temanya, melanggar rahasia perusahaan nggak sih?] sampai gelap menyelimuti angkasa Bandung.

Hari kedua di Bandung, masih di Japati, Mr Widi jadi speaker, dengan moderator Mr Zuhed, di depan kalangan pendidikan di Bandung: dosen, guru, mahasiswa, siswa. Daripada jadi penonton, aku dilempar jadi co-speaker. Temanya ke ajakan & dukungan dari Telkom untuk menciptakan dan mengembangkan content & aplikasi. Tanpa jeda, kegiatan dilanjutkan ke rapat pengembangan portal di Japati itu juga, dilanjutkan dengan persiapan Indigo Fellowship di Gatsu (Jakarta). Tanpa asupan kopi, huh :). Dan kembali Jakarta menggelap waktu rapat berakhir. Tiket Air Asia ke Yogya, dan tiket Garuda untuk kembali ke Jakarta, telah diunduh untuk kegiatan berikutnya.

15 Comments

  1. Trus kapan Bapak Punya waktu buat Coffee break?

  2. sibuk nih pak .. :)
    wah anak ITT mang jago2 .. hehe

  3. aku menjalani Hari Pendidikan Nasional di …. tunggu di blogku :)

  4. Pagi sebelum tersesat ke ITT, aku menikmati kopi pagi sendirian di Jl Merdeka. Asik loh :)

  5. Wow, seru :)

  6. kayaknya jalan jalan terus nih boss….

  7. oh ya,..lumayan lho uang lelah jadi pembicara..khan uang halal.he he

  8. Nothing compared to you laaa :D

  9. Haha :). Ada waktunya :).

  10. Wah, mas Koen, sibuk banget, ya :-(

    Aku dan teman-teman mau undang mas untuk jadi salah satu pembicara dalam sebuah diskusi yg termasuk dlm rangkaian World Book Day di Diknas. Kemana bisa kukirimkan proposalnya, mas?

    hatur nuwun

  11. wah mas.. presentasi di bandung.. tempat yang enak bgt tuh.. pulang bawa oleh2 makanan khas bandung hihihi

  12. Ogah ah kalau jadi speaker. Mendingan formatnya berbincang-bincang aja bareng-bareng. OK nggak?

  13. Teorinya sih gitu :). Tapi di sesi ITT ini, bener2 nggak ada waktu luang tersisa. Makan siang aja nggak sempat. Jadi seharian aku cuman menikmati mie kocok aja. Syukurlah :)

  14. keren infonya. makasih

  15. wah bisa ikutan ga ya ? biar jadi ikut sibuk juga

Leave a Reply

%d bloggers like this: