Welch Licht Leuchtet Dort?

“Welch Licht leuchtet dort?”
“Dämmert der Tag schon auf?”
“Loges Heer lodert feurig um den Fels. Noch ist’s Nacht. Was spinnen und singen wir nicht?”
“Wollen wir spinnen und singen, woran spannst du das Seil?”

Tiga norn itu berbisik pada pembukaan Die Götterdämmerung (non Wagnerian lebih mengenalnya sebagai Ragnarök). Wajah mereka pucat dan kaku. Ilmu mereka, tentang masa lalu, masa kini, masa depan, lebih jadi beban daripada berkah. Para manusia itu, perlukah mereka tahu? Dan para dewa itu? Dan para peri itu? Saat manusia mengira hanya tanah mereka berputar, semesta baru menghampiri dan menyelubungi mereka. Perlukah menyanyi kita saat selubung itu menghantar cahaya pagi pembawa simpul waktu? Takkah berbagi ilmu akan menjadi berbagi luka?

Wajahkukah itu, yang selalu pucat dan kaku?

Maka hentikan nadamu. Kita punya tali yang harus kita urai. Awas, jangan putus tali itu.

2 Comments

  1. dian

    Welches Licht leuchtet dort? Dein Licht, mein Licht, euer Licht, unser Licht :) Jeder hat sein eigenes Licht :) Übrigens, mein Name bedeutet auch Licht :p

  2. @Dian: Iya, iya, yang bercahaya dan menyala-nyala selalu. Awas jangan bikin gosong :)

Leave a Reply

%d bloggers like this: