Ephremides

Kurasa IEEE harus jadi kategori satu lagi di blog ini. Atau tag, kalau aku sudah memutuskan bermigrasi ke WordPress 2.3.x nanti. Urusan lain deh. So, hari ini aku menikmati jadi mahasiswa. Datang ke Univ Bina Nusantara untuk menghadiri IEEE Distinguished Lecture on Cross Layering Issues. Lecturenya Prof Anthony Ephremides, dari Univ of Maryland. Namanya Yunani bener ya, mengingatkan pada Empieles (tema tesisku, haha). Mantan Presiden IEEE Information Theory Society (dimana aku hanya berstatus ‘mantan anggota’) ini datang ke Jakarta hanya untuk satu sesi kuliah ini, dalam tur kuliahnya keliling Asia Tenggara.

Di dalam ruangan, aku baru sadar bahwa judul kuliahnya adalah Cross-Layer Issued in Wireless Networks. Tadinya aku pikir semacam GMPLS dalam network terkonvergensi, karena sejauh ini aku membayangkan beliau sebagai ahli traffic engineering. Kuliah ini lebih menyoroti kasus2 dalam wireless network berelemen banyak (single hop dan multi hop), dimana akhirnya keputusan untuk membentuk jalinan network (pada layer fisik) akan berkait penuh dengan layer2 di atasnya (MAC, IP, dst). Tapi tak sembarang cara dilakukan untuk melakukan cross-layering. Secara hati2, kita harus amati interaksi antar layer, melakukan eksploitasi atasnya. Selanjutnya adalah formula2 dengan huruf2 Yunani (kan …) yang bikin otak merasa muda lagi (haha). Dan kemudian ide tentang network coding. Yummie.

Buat yang berminat, materi kuliah ini bisa aku kirim via mail. Atau kontak host sesi ini: Mr Lukas Tanutama and Mr Wiejaya of Univ Bina Nusantara, Computer Engineering Department. Telusuri juga beberapa tulisan Pak Ephremides di sini: www.hindawi.com/13692679.html.

Di dekat toilet aku mendengar seorang senior berbincang tentang penanaman saham Telkom baru2 ini di sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak. Waktu aku keluar, Mr Endang of Trisakti memperkenalkan aku ke beliau. “Ini Kuncoro, Pak. Dari Telkom.” Beliau menatapku lekat, trus … “Ya, saya melihat kuliah Anda di Trisakti minggu lalu. Saya duduk di belakang.”

6 Comments

  1. Anis

    Kenapa harus di dekat toilet? Emangnya nggak ada tempat yang lebih baik untuk kenalan ama orang? Btw.. siapa senior itu?

  2. @Anis: Di dekat toilet, karena di situlah orang bisa talk tentang Telkom, sambil kedengeran orang Telkom, tapi tak bisa sambil melihat. Dan aku tidak menyebut nama beliau hanya karena satu alasan. Tapi nggak bakal ditulis di pi.koen.cc, soalnya nggak lucu2 amat.

  3. wah mas biasanya obrolan toilet itu soal kecengan atau gosip.. ini malah soal saham, beuraddd hehehe

  4. arief#

    Huh… pantesan gak pernah reply kalo di ping di Bandung.

    Rupanya malah lagi sering ke Jakarta.

    Jangan lupa ya pak Dosen, kalo ke Jakarta lagi mampir di WisMul Lt. 7 ya. Bawa brownies kukus Amanda atawa plum rolls. Atawa buku2 bekas juga boleh dech :-)

    Kalo gak bisa ke lt 7, kebawahnya juga boleh. Kan ada Starbucks, jadi boleh2 aja kalo mau nraktir disitu (kebalik ya? biarin dech, abis sebel kalo kita yang datengin gak pernah digubris)

    Oh iya, sekalian dech: Met taon baru. Ada rencana apa di 2008? di 100 tahun kebangkitan nasional? kita bangkit yuk.

  5. Yah. Ngomongin saham koq di deket toilet. Yang deket ruang tea and coffee deket mushola itchiuu?

    Bukan tempat yang representatif untuk itu, rasanya. Cari inspirasi, iya :P

  6. desta

    saya ingin sekali materi kuliah Cross-Layer Issued in Wireless Networks bisa di kirim ke email saya???

Leave a Reply

%d bloggers like this: