


Scitopia, mesin pencari yang dikhususkan untuk dokumen riset sains dan teknologi, yang diterbitkan lembaga2 tertentu. Beralamat pada domain scitopia.org, benda ini diharapkan dapat mempermudah pencarian hasil riset (artikel di jurnal yang bersifat peer-reviewed, paper di konferensi teknis, paten, dll) tanpa terganggu derau Internet. Haha, derau :). Google punya prakarsa sejenis, sebenarnya. Tetapi Scitopia yang baru dimulai ini diharapkan memiliki keketatan pemilihan materi yang lebih tinggi. Ada plus dan minusnya dibanding prakarsa2 lain yang sejenis.
Aku sendiri lebih suka memanfaatkan mesin ini sebagai gerbang IEEE. Desain Scitopia nan simpel dan elegan memudahkan mencari artikel2 IEEE secara lebih mudah daripada kalau kita mencari di IEEE Explore atau mesin IEEE lainnya. Juga ada nilai tambah yang luar biasa bahwa dia menampilkan juga artikel non IEEE yang berkaitan.
Scitopia dirancang oleh Deep Web Technologies. Mereka memberi judul mesin ini mesin cari federasi. Jadi mesin ini membaca data dari database setiap organisasi yang berfederasi, bukan meroboti setiap artikel satu demi satu. Kadang dengan cara ini Scitopia justru bisa menampilkan artikel yang formatnya tidak dikenal oleh robot, atau yang terletak di gudang yang tak dapat dimasuki robot. Scitopia tetap menjanjikan bahwa artikel segera dapat dicari dalam waktu yang tak lama setelah diterbitkan.
Selain IEEE, terdapat 14 organisasi lain yang berfederasi mendukung Scitopia. Jumlah dokumen baru mencapai 3 juta, termasuk yang sudah berusia 150 tahun.
Tanggal 6 Juni ini, AsiaBlogging resmi dibuka untuk diakses publik. Ini adalah jaringan blog (sekitar 70 blog, menurut siaran pers mereka) yang dipasang pada belasan domain, tetapi tetap di bawah satu payung. Tahap awal jaringan ini dimaksudkan sebagai network blog dari Indonesia untuk Asia. Sejumlah blogger telah memulai menulis sejak April atau Mei tahun ini. Sebagian besar dalam bahasa Inggris, dan sisanya dalam Bahasa Indonesia. Topik tersebar dari sains, teknologi, olahraga, hingga gaya hidup, kesehatan, dan musik.
Budi Putra, sebagai CEO dan capo de capi dari AsiaBlogging telah mengajak juga penulis seperti Wimar Witoelar, Jenny S. Bev, Ong Hok Chuan, dan Andreas Harsono sebagai blogger tamu.
Tentu, para blogger itu akan dibayar. Tetapi, kata Budi Putra, poinnya bukan hanya soal uang. «Kami memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk ngeblog sesuai minat sehingga mereka ngeblog dengan antusias dan penuh cinta. Jadi, mereka tidak perlu pusing soal domain atau hosting blog, mereka cukup menulis atau bikin posting saja.» Ia yakin, blog akan menjadi bacaan alternatif bagi masyarakat. «AsiaBlogging mencoba mewadahi kebutuhan masyarakat terhadap bacaan alternatif dengan cara menghadirkan topik-topik yang niche (spesifik) untuk setiap blog dalam jaringan ini.»
AsiaBlogging didukung sejumlah anggota mafia, semisal tokoh berinisial KW, HS, IA, FF, RM, dan TAS.
Link2:
Asia Blogging melaporkan: teleportasi kuantum telah berhasil dicoba pada jarak 144 km. Teleportasi macam ini menggunakan dua partikel pada kondisi kuantum yang berpasangan. Pada saat kedua partikel dipisahkan, secara kuantum mereka masih berpasangan. Jika salah satu partikel kondisi kuantumnya diubah, secara ajaib kondisi kuantum partikel pasangannya berubah, dimanapun ia berada. Teorinya seperti itu, dan hal semacam ini amat tak disukai Einstein dan banyak ilmuwan lainnya. spooky interaction, kata mereka. Tetapi ternyata untuk jarak dekat, interaksi ini berhasil teramati. Dan kini berhasil juga pada jarak 144 km.
Aku pikir pernah menulis soal ini di sini, tapi ternyata cuman di mail group kantor — huh. Itu pun baru menyebut bahwa partikelnya berupa pasangan elektron (yang tergolong dalam fermion dan tentu mengikuti prinsip Pauli sehingga mau berpasangan), dan kondisi kuantumnya adalah spin. Tapi ternyata banyak yang sudah berkembang lebih dari itu :).

Riset 144 km itu membentuk pasangan foton (foton termasuk keluarga boson, bukan fermion) yang berpisah, lalu menembak salah satu foton. Hasilnya adalah perubahan kondisi pada kedua foton, yang artinya telah terjadi teleportasi informasi satu bit kuantum (one qubit — quantum bit).
Eksperimen bertempat di Ruoque de los Muchachos di pulau La Palma di kepulauan Canary milik Spanyol. Satu foton tetap berada di La Palma, dan satu lagi ditembakkan melalui FSO (seluran optik ruang terbuka) ke Tenerife yang jauhnya 144 km, tempat sebuah Stasium Optik milik European Space Agency berfungsi sebagai penerima. Diharapkan, proses berikutnya adalah percobaan pengiriman pesan rahasia melalui jaringan satelit.
Malam tadi, sekali lagi dilakukan pertemuan BHTV, dengan host Mr Ikhlas di SDDN. BHTV, Bandung High-Tech Valley, adalah visi bersama untuk mengembangkan ekonomi wilayah Bandung dan sekitarnya, dengan dukungan penuh dari riset dan industri teknologi informasi (IT). Biarpun udah in touch bahkan sebelum 2001 (haha), baru sekali ini aku bisa hadir. Yang lalu2, Mr BR selalu menyusun waktu yang pas sehingga aku nggak bisa hadir. Malam tadi, justru Mr BR yang nggak bisa hadir :).
Yang menarik dalam pertemuan malam ini adalah penegasan, oleh Mr Armein, bahwa arah BHTV bukanlah seperti model Bangalore atau pusat industri IT oursource semacamnya. Yang divisikan justru dapat dibangunnya sebuah platform cerdas (yang dalam ini akan didorong oleh komponen pengaktif BHTV), yang mampu membantu masyarakat dalam skala yang lebih luas untuk mampu merancang, membuat, dan memasarkan produk-produk IT secara lebih mudah berbasiskan platform tersebut. Diharapkan, yang bangkit bukan segelintir industri IT yang besar dan mungkin akan menyerap tenaga kerja (tapi mungkin tidak), tetapi bangkitnya juga banyak industri kecil dan menengah, yang membuat Bandung menjadi kota yang sangat dinamis secara IT.
Mampukah? Prakarsa BHTV sendiri bukanlah prakarsa baru. Kajian-kajian telah dilakukan selama beberapa tahun, untuk mencari pendekatan yang paling realistis namun efektif untuk mencapai visi yang diharapkan. Tapi tentu masih perlu kerja keras, dan kerja yang lebih keras, untuk benar-benar menciptakan Bandung baru sebagai wilayah cerdas dari zone khatulistiwa.
© 2026 Kuncoro++
Theme by Anders Noren — Up ↑