Tresche

Beberapa pin mawar putih itu masih ada di koleksiku. Itu hasil perjalanan dari Yorkshire beberapa tahun yang lalu. York is a beautiful city :). Tapi ini dulu pernah aku tulis di sini. Aku cuman mau cerita bahwa dulu sebenernya aku berharap bisa dengan satu cara menyusup ke Thirsk, yang udah nggak terlalu jauh lagi dari York. District Hambleton bersebelahan dengan kota York. Tapi sayangnya di musim itu, transportasi ke Thirsk tak terlalu leluasa. Jadi aku belum berhasil. Hmm, biarpun usia manusia tak panjang, mudah2an kapan2 sempat juga aku singgah ke sana.

Thirsk. Kalau orang Viking dulu menamai York sebagai Jorvik, maka Thirsk dulu bernama Tresche, yang juga berasal dari kata Viking “þresk” yang artinya … apa ya.

Buku If Only They Could Talk, yang diterbitkan tahun 1970, dan diterbitkan versi Indonesianya tahun 1976 sebagai Seandainya Mereka Bisa Bicara, ditulis dan banyak bercerita tentang kota ini, biarpun disamarkan dengan nama Darrowby. Oh ya, buku ini juga beberapa kali bercerita tentang Harrogate, yang disamarkan sebagai Brawton. Buku ini, dan deretan sekuelnya, menduniakan nama Yorkshire, dan akhirnya nama kota Thirsk juga. Sang penulis, Alf Wight (James Herriot), selain mendapatkan penghargaan Ordre of British Empire karena prestasinya sebagai penulis, serta diangkat sebagai FRCVS (Fellow of RCVS) dan anggota kehormatan BVA, juga mendapatkan penghargaan karena mengangkat (atau bahkan disebut menciptakan) industri pariwisata di North Yorkshire.

Tetapi, selain faktor Herriot, sebenarnya banyak hal menarik lain dari kota Thirsk. Kota ini masih kecil. Pasarnya tak banyak berubah sifat dari zaman Herriot: dibuka setiap Senin dan Sabtu. Juga desa2 disekitarnya, yang nama2nya masih berbau Viking juga: Thirlby, Boltby, Borrowby. Akhiran -by berarti desa, katanya. Barangkali nama Borrowby yang diculik Wight untuk memberi nama Darrowby. Fakta bahwa Herriot betah di kota renik ini selama puluhan tahun (selain setiap Kamis kabur setengah hari ke Harrogate), serta banyak bercerita tentang bukit dan lembah di sekitarnya dengan cara yang selalu berbeda tapi tetap menakjubkan, menunjukkan bahwa kota ini memang layak dikunjungi.

Ummm … kapan ya …

9 Comments

  1. neenoy

    aku udah baca herriot yang aku punya. emang buku yang enak untuk dibaca berulang-ulang :)

    yang belum, pinjem herriot yang kun punya. ummm… kapan ya…

  2. Pertama, Salam Kenal.
    Kedua, ini betulan Anda pernah ke sana?

  3. @Neenoy: Ke Bandung dulu doooooonk. Griya Caraka yach, jangan lupa.

  4. @Adi: Ya, Adi. Kan aku udah bilang: aku cuman sampai kota York aja. Masih gagal menyusup ke kota itu. Cuman berhubung aku tergila2 Herriot, sempat juga beli buku tentang kota itu dan foto2nya. Sayangnya ditinggal di Coventry — overweight. Salam kenal juga.

  5. Om, tak tunggu ya kabarnya hehehe.. btw foto di edinburgh masih simpan ndak yah? Saya keilangan ni..

  6. @Sofyan: Masih mencari daerah netral? Jangan Jakarta deh :).
    Foto sekeliling Skotlandia, tentu masih lah. Nanti kita cetak ulang deh. Sayangnya waktu itu belum ada yang punya kamera digital yach, jadi nggak optimal.
    Trus … ke Thirsk yuk!

  7. Wah sepertinya kota yang sangat menarik. Kapan-kapan kesana ah, kalau punya umur panjang, waktu dan biaya. Saya juga sedang belajar di kota yang gak kalah menarik. Sarajevo.

    http://izza.spagiari.org/index.php/21/02/2007/welcome-to-sarajevo/

  8. promosi kampung sendiri, wisata lampung dong

  9. Agak lucu baca lagi entry blog ini setelah …. setelah akhirnya aku benar2 sampai di Thirsk bulan Mei 2010 :)
    http://kun.co.ro/2010/05/06/darrowby/

Trackbacks/Pingbacks

  1. Back to Coventry » Blog Archive » Tresche - [...] Satu lagi copy dari blogku: Kota Thirsk. [...]

Leave a Reply

%d bloggers like this: