P?teris Vasks

Latvia memiliki sejarah panjang berisi pendudukan demi pendudukan. Polandia, Swedia, dan Russia. Mereka tak pernah memiliki musik seperti Sibelius, Grieg, Nielsen. Baru setelah negeri ini kembali berdaulat, nama musisi Latvia mulai terdengar. P?teris Vasks salah satunya, dengan musiknya yang bersuara senada kabut melayang, dengan tekstur samar, dan style yang agak mirip (tapi nggak terlalu dekat) dengan Lutos?awski. Vasks menyebutnya sebagai perbincangan Latvia yang dimusikkan: mewakili bangsa yang kecil, kelam, tapi memiliki keberanian untuk tegak di tengah deru.

Vasks, yang aku juga belum pernah kenal sebelumnya, menarikku untuk menyentuh dan mengambilnya, membawa ke ruang kerjaku, dan menemani kekelaman di dalam sini dengan sentuhan yang serasa demikian empatiknya. Dia tidak mencoba mewarnai kelam dengan warna ceria, tapi mengangkat dinamika yang bangkit dari kelam itu, dan membuatnya tetap sebagai hidup yang murni dan elegan. Untuk hari ini, warnaku adalah warna Vasks.

Sekarang dia memainkan Voices. Ini dikomposisi pada 1990-1991, saat rakyat Latvia pada puncak kegentingan, dan khalayak tumpah ke jalan2, untuk mengambil alih kedaulatan mereka sendiri. Darah ditumpahkan di sana, juga di Lithuania, kalau kita masih ingat. Dan simfoni ini dicipta dengan sepenuh keyakinan. Voices of Silence, saat menatap malam berbintang di kejauhan tak terhingga. Voices of Life, saat merasakan bangkitnya alam, dengan kicau burung, yang menyadarkan tentang kehidupan. Voices of Conscience, yang membuka mata akan realita. Lalu Voices of Life dimulai lagi (atau barangkali ini masih yang tadi juga?).

6 Comments

  1. Indra

    mas Koen, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menuliskan artikel Vasks ini?
    30 menit? atau dua jam total dengan segala macem revisinya dan pendalamannya…
    lalu bagaimana dengan ide?
    terlintas langsung ditulis, atau sempat direkam dulu, setelah ada waktu baru di tuliskan ulang..

    atau bagaimana?

    salut saya untuk mas Koen.
    merelakan waktu untuk sharing ide dengan sesama

    keep fight bro..!

  2. lucky random pick? atau mungkin “sang musik yg memanggil” mas koen? selamat menikmati musik ^_^

  3. @1: Artikel Vasks ini, beberapa menit saja, sambil mendengarkan simfoni. Tapi artikel lain, ada yang sampai harus di-retouch berkali2, dan di-publish terlambat beberapa hari. Waktu luang itu langka. And, nothing to fight for. Aku bukan siapa-siapa.
    @2: Itu juga yang aku pikir. Aku nggak punya banyak waktu, tapi belok juga ke Aquarius. Dan banyak nama2 komposer baru, tapi Vasks yang aku ambil. Kok bisa ide kita sama ya?’
    @3: Musik melulu. Hey, kerja!

  4. Latvia tuh tetanggaan sama Galia negaranya Asterix itu bukan? Hehehe.

  5. gambar background header yg keren itu kok ngilang mas?

  6. @4: Kalau namanya diganti jadi Peterix Vaix, berarti bener deket sama Galia :). Tapi ternyata, garis yang di atas huruf e pada nama P?teris itu bukan acute (aigu) yang khas Galia modern. Mungkin lebih mirip garis di atas e pada huruf sirilik Russia yang mengubah bunyi huruf e itu jadi “yo” ringan. In that case …
    @5: Yang ada aja dulu deh :).

Leave a Reply

%d bloggers like this: