Nadine

Aku pernah nulis candaan tentang English. Tokohnya Wakidjan, Tukidjo, dan Nadine. Nama Nadine sendiri sering aku pakai sebenernya, bergantian dengan Valerie. Keduanya diculik dari satu buku pelajaran bahasa Prancis. Nggak lama, tulisan itu pindah dari weblog ke milis2. Tentu tanpa menyebutkan sumbernya. Dan pindah ke weblog2 lagi. Dan kemudian versi modifikasinya. Coba saja cari kata Wakidjan di Google. Versi asli sendiri sudah dihapus dari weblog ini :).

Dan cerita tentang Nadine memang jadi harus nyambung tentang berbahasa Inggris di kala gugup. Waktu baru semingguan di Coventry, aku pernah berpresentasi tentang sistem telekomunikasi di Indonesia. Karena kekuatan ekonominya juga masih perlu didukung, aku bilang: “we need to attack new investors.” Trus aku diam. Rasanya ada yang salah. Temen2 dan si dosen juga diam. Sekitar setengah menitan, baru aku bisa mengkoreksi: “I mean, we need to attract new investors.”

Berkomunikasi dengan gugup memang sering jadi ciri khasnya aku. Aku pikir, waktu diikutkan managerial assesment bulan lalu, soal ini akan dijadikan point “opportunity for improvement” — krama inggil untuk “weakness.” Tapi ternyata nggak. Dalam feedback pagi ini, aku dibilang sangat efektif. Excellent. Hey, thank you. Cuman ada dua point yang harus aku perhatikan. Pertama, aku cenderung menarik diri waktu berhadapan dengan profil dominan. Aku harus meluruskan, sebenernya. Temen2 diskusi di zaman Isnet pasti tahu bahwa aku justri lebih senang mendebat tokoh2 yang dianggap dominan. Yang jadi masalah sebenarnya bukan soal dominan, tapi aku harus menilai efektivitas komunikasi juga kan. Salah satu prinsipku adalah “Never argue with morons” — yang menjelaskan kenapa aku kadang malas mengomentari hal2 yang aku pikir terlalu bodoh untuk dikomentari.
Trus yang kedua …
Maaf, bersambung.

3 Comments

  1. cat in the middle attack

    Kujelaskan 5 menit .. atau kujelaskan 3 jam padamu, hasilnya sama. Kamu tetap tak mengerti.

    Hihi. Ghazali banget.

  2. tidak penting

    sepertinya sy slh 1 moron yg bpk maksut

  3. Tinkerbell

    melihat cara anda menulis berbagai tema (dari sains sampe hobby), serta membaca cerita anda bahwa anda sering disuruh mengajar, saya nggak percaya bahwa anda merasa punya masalah dengan komunikasi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: