<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Edward Said</title>
	<atom:link href="http://kun.co.ro/2006/08/03/edward-said/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kun.co.ro/2006/08/03/edward-said/</link>
	<description>Reinventer La Vie</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 11:11:01 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: andri</title>
		<link>http://kun.co.ro/2006/08/03/edward-said/comment-page-1/#comment-992818</link>
		<dc:creator>andri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 15:11:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/2006/08/03/edward-said/#comment-992818</guid>
		<description>aku masih mencari semua tentang said dan artikel ini sangat membantu.
thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku masih mencari semua tentang said dan artikel ini sangat membantu.<br />
thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmed Shahi Kusuma</title>
		<link>http://kun.co.ro/2006/08/03/edward-said/comment-page-1/#comment-576745</link>
		<dc:creator>Ahmed Shahi Kusuma</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 01:05:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/2006/08/03/edward-said/#comment-576745</guid>
		<description>Said telah tiada, tapi penerusnya masih melanjutkan karyanya, lihat pada Joseph Massad dan George Saliba</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Said telah tiada, tapi penerusnya masih melanjutkan karyanya, lihat pada Joseph Massad dan George Saliba</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ahmed shahi kusuma</title>
		<link>http://kun.co.ro/2006/08/03/edward-said/comment-page-1/#comment-576737</link>
		<dc:creator>ahmed shahi kusuma</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 01:03:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/2006/08/03/edward-said/#comment-576737</guid>
		<description>Edward Said adalah tokoh yang luar biasa. Darinya  lahir sebuah cabang kritik sastra yaitu  Poskolonialisme. Penulis seperti Gyatri Spivak, Homi Babha sampai Linda Tunhiwai smith terpengaruh  abis ama Said. Sya pun pengagumnya.Pandangan Said sangat dipengaruhi dari latar belakang dirinya yang merupakan penduduk Arab ( Kristen Anglican) dari Yerusalem Barat yang relatif makmur, tetapi orang-orang zionist merampok rumahnya. Pada tahun 1990an saat Said  sempat mengunjungi bekas rumahnya yang bertembok batu cadas khas Arab, maka kecewa dan marah karena rumahnya diduduki oleh kaum boer pendukung zionis. Said, bagi saya memiliki kemampuan tajam analisa sehingga ia bak seorang yang melewati halaman sejarah abad 18, 19 dan 20. Coba lihat komentar-komentarnya pedas terhadap zionis seperti  Bernard Lewis yang menurut Said sebagai kopian jelas para orientalis lawas.
Kita sungguh kehilangan  Said, tapi sebelum meninggal ia sudah punya 2 kader lagi yaitu Joseph Massad dan  George Saliba. Untuk  Mas Kuncoro, coba deh lihat debat Joseph Massad dengan Bernard Lewis Al Yahud. Syukron !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Edward Said adalah tokoh yang luar biasa. Darinya  lahir sebuah cabang kritik sastra yaitu  Poskolonialisme. Penulis seperti Gyatri Spivak, Homi Babha sampai Linda Tunhiwai smith terpengaruh  abis ama Said. Sya pun pengagumnya.Pandangan Said sangat dipengaruhi dari latar belakang dirinya yang merupakan penduduk Arab ( Kristen Anglican) dari Yerusalem Barat yang relatif makmur, tetapi orang-orang zionist merampok rumahnya. Pada tahun 1990an saat Said  sempat mengunjungi bekas rumahnya yang bertembok batu cadas khas Arab, maka kecewa dan marah karena rumahnya diduduki oleh kaum boer pendukung zionis. Said, bagi saya memiliki kemampuan tajam analisa sehingga ia bak seorang yang melewati halaman sejarah abad 18, 19 dan 20. Coba lihat komentar-komentarnya pedas terhadap zionis seperti  Bernard Lewis yang menurut Said sebagai kopian jelas para orientalis lawas.<br />
Kita sungguh kehilangan  Said, tapi sebelum meninggal ia sudah punya 2 kader lagi yaitu Joseph Massad dan  George Saliba. Untuk  Mas Kuncoro, coba deh lihat debat Joseph Massad dengan Bernard Lewis Al Yahud. Syukron !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dian</title>
		<link>http://kun.co.ro/2006/08/03/edward-said/comment-page-1/#comment-505</link>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Aug 2006 13:36:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/2006/08/03/edward-said/#comment-505</guid>
		<description>sptnya manusia sudah ditakdirkan untuk merasa asing, pun dengan dirinya. thanks postingan said-nya. ini yang ditunggu :-) btw, 3 tahun lalu aku ikut kongres tentang interkulturalitas di vienna. dengan senangnya datang ke sana, karena yang akan jadi pembicara saat itu said, chomsky dan eco. ketika di sana, tunggu punya tunggu yang datang adalah pemberitahuan bahwa said meninggal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sptnya manusia sudah ditakdirkan untuk merasa asing, pun dengan dirinya. thanks postingan said-nya. ini yang ditunggu :-) btw, 3 tahun lalu aku ikut kongres tentang interkulturalitas di vienna. dengan senangnya datang ke sana, karena yang akan jadi pembicara saat itu said, chomsky dan eco. ketika di sana, tunggu punya tunggu yang datang adalah pemberitahuan bahwa said meninggal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yuti</title>
		<link>http://kun.co.ro/2006/08/03/edward-said/comment-page-1/#comment-503</link>
		<dc:creator>yuti</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Aug 2006 08:27:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kun.co.ro/2006/08/03/edward-said/#comment-503</guid>
		<description>Mengenai keterasingan, aku selalu teringat cerita Little Prince. Di dunia orang dewasa, dia tidak pernah bisa diterima, hingga akhirnya bungkam melawan ketidakpahaman. Begitupula ketika ia mengembara dari satu planet ke planet lain, dan berakhir dengan ketiadaan(mati digigit ular?).

Kayanya cerita itu representasi kisah pengarangnya yang menjadi pilot selama masa perang, dan terus berkelana dari satu tempat ke tempat lain. Menuliskan perasaan lewat sebuah surat kepada seorang tahanan, yang kebetulan Yahudi(kalau ngga salah), dan hilang dalam pengembaraan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenai keterasingan, aku selalu teringat cerita Little Prince. Di dunia orang dewasa, dia tidak pernah bisa diterima, hingga akhirnya bungkam melawan ketidakpahaman. Begitupula ketika ia mengembara dari satu planet ke planet lain, dan berakhir dengan ketiadaan(mati digigit ular?).</p>
<p>Kayanya cerita itu representasi kisah pengarangnya yang menjadi pilot selama masa perang, dan terus berkelana dari satu tempat ke tempat lain. Menuliskan perasaan lewat sebuah surat kepada seorang tahanan, yang kebetulan Yahudi(kalau ngga salah), dan hilang dalam pengembaraan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

