ACCU

Sebenernya sih aku udah nggak sering-sering bikin program. Dan barangkali dalam situasi praktis, bergabung dengan ACCU udah nggak memberikan benefit terlalu besar lagi. Tapi lucunya, dari tahun 2003 kemaren aku masih jadi satu-satunya anggota ACCU yang berposisi di Indonesia. Menghentikan keanggotaan di ACCU bakal menghapus bukan saja namaku, tapi juga nama Indonesia dari ACCU :). Not a big deal, memang. Tapi sayang aja.

Jadi, akhirnya dikorbankanlah beberapa poundsterling buat bergabung kembali dengan himpunan penggemar C dan C++ ini.

Tapi sebenernya, kenapa sih orang Indonesia (lainnya) nggak ada yang berminat jadi anggota ACCU? Kemungkinan besar sih karena harus bayar. Boro-boro ACCU yang sangat spesifik di C++. IEEE yang bidangnya cukup luas aja nggak terlalu banyak diminati para engineer Indonesia. Mungkin kalau digratiskan, baru organisasi itu (atau organisasi dan fasilitas mana pun) akan dipenuhi orang Indonesia.

Alasan lain, barangkali, karena organisasi ini rada serius, dan nggak directly applicable ke kegiatan yang menghasilkan doku. Belajar Visual C++ bisa menghasilkan doku. Tapi memainkan Aspect-Oriented Programming, hmmmm.

Alasan yang lain … pakai kaos berbordir ACCU nggak keren. Dikirain gratisan dari pabrik aki.

%d bloggers like this: