Semarang

Lepas jembatan Losari, D3ZK masuk ke wilayah yang nggak pernah aku lewati dalam 5 tahun ini: daerah utara Jawa Tengah. Brebes dengan deretan penjual telor asin, Tegal dengan cat biru di kota yang terbangun apik, Pemalang yang menjebak dengan jalan tembusnya, Pekalongan yang memamerkan batik di mana-mana, Batang yang sederhana, Alas Roban dengan jalan lebar-lebar yang nggak serem lagi, Kendal, dan ujung perjalanan: Semarang.

Jangan cari Starbucks di Semarang :). Tapi cukup keliling Simpang Lima, cukup banyak yang bisa meningkatkan kadar kafein dalam darah. Simpang Lima itu bukan alun-alun Semarang. Alun2 ada di tempat lain, dan tidak cukup lapang. Sebenernya yang menarik di alun2 ini, waktu malam, adalah sea food (huh, dasar orang gunung). Tapi malam ini aku udah kekenyangan waktu bisa berkeliling. So, cukup Teh Poci aja, di bawah Poster Dewa yang jualan jamu masuk angin, sambil mengobservasi riuh manusia yang memutari alun2.

Trus, ngapain ke Semarang?

Kenalan sama jurig Lawang Sewu.

Pictures: http://exclusive.blogsome.com/2005/07/21/76/.

%d bloggers like this: