Shio Kucing

Aku dilahirkan dengan Shio Kucing.

Alkisah, pada waktu Sang Buddha memanggil hewan-hewan, berdatanganlah dua belas hewan satu per satu, dan dari urutan kedatangan hewan-hewan itu, dinamailah dua belas shio. Tapi tentu kucing nggak kebagian nama shio. Kucing sibuk bobo, dan terlalu sibuk bobo, mengabaikan panggilan bahkan dari Sang Buddha.

Jadi itulah aku sementara ini, mewakili kaum yang tidak responsif, yang tidak harus melayani stimulus, dan lebih suka menyuarakan apa yang terasakan dari dalam. Wagnerian barangkali, sila. Garfield? Sure!

Meoww …

%d bloggers like this: